Pemkot Tomohon Sosialisasi Standarisasi dan Honorarium Jasa dan Biaya

manado
Arahan Wawali Tomohon Sherly Adelyn Sompotan

manadoterkini.com, TOMOHON – Pemkot Tomohon melalui Dinas PPKBMD, Kamis (20/10/2016) melaksanakan sosialisasi rancangan peraturan Walikota tentang standarisasi honorarium jasa dan biaya tahun anggaran 2017, sebagaimana tertuang dalam Permendagri Nomor 31 tahun 2016 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2017.

Walikota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE Ak melalui Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan mengatakan Desentralisasi pengelolaan keuangan daerah merupakan amanah reformasi di bidang otonomi daerah untuk mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel dan partisipatif.

“Saya sependapat dengan berbagai regulasi  yang ada, sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah mulai dari penyusunan dan perencanaan anggaran, pelaksanaan dan penatausahaan, akuntansi dan pelaporannya semaksimal mungkin berorientasi kepada kepentingan publik, pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Sompotan.

Sehubungan telah ditetapkannya peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 31 Tahun 2016 tentang pedoman penyusunan APBD Tahun anggaran 2017 maka walikota mengharapkan perhatian SKPD mengenai 1. jadwal dan tahapan penyusunan, pembahasan  dan penetapan APBD Tahun 2017 yang  orientasinya pada upaya pemenuhan kepentingan masyarakat. 2. Penyusunan KUA dan PPAS harus berpedoman pada RKPD Tahun 2017 dan prioritas pembanguan dalam RKP Tahun 2017. 3. Menghindari tindakan Kongkalingkong dalam pembahasan penyusunan anggaran yang bertolak be;akang dengan kepentingan masyarakat. 4. Pastikan anggaran yang didedikasikan untuk rakyat benar-benar berjalan secara efisien. 5. Ubah mindset menjadi Money Follow Programme (Dana mengikuti Program). 6. Penyederhaaan nomenklatur anggaran agar lebih jelas 7. Pemberian hibah dan bantuan sosial agar dibatasi dan dilakukan secara selektif.

Dalam hal pengelolaan keuangan, Pemerintah Kota Tomohon telah menerapkan sistem e-money a one day service key(E-MAS ODSK) yang akan dimulai akhir bulan oktober ini. Sistem layanan ini bertujuan untuk mempercepat pencairan dana (SP2D) satu hari selesai, apabila SPM masuk hari yang sama maka SP2D terbit hari yang sama pula dengan catatan berkas lengkap. Dengan demikian system yang akan mengatur secara otomatis siapapun orang yang ditugaskan menangani dan direncanakan akan dikeluarkan Peraturan Walikota (Perwako) sebagai bagian dari perwujutan program Dedikated Emas khususnya E-Government,Merubah Wajah Kota Akselerasi Pembangunan, serta Smart City.

Terkait kegiatan ini Wawali Sompotan juga membawakan materi yang menekankan mengenai 7 prioritas pembangunan di Kota Tomohon  yaitu mewujudkan masyarakat berkualitas dan beretika melalui pendidikan yang unggul, mewujudkan daerah yang berdaya saing dan mandiri, mewujudkan Kota Tomohon yang demokratis berdasarkan hukum, mewujudkan Kota Tomohon yang aman, damai dan bersatu dalam keberagaman, mewujudkan masyarakat Kota yang berkepribadian dalam kebudayaan, mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan yang berkelanjutan, mengembangkan dan memantapkan destinasi, pemasaran, industri dan kelembagaan kepariwisataan  Kota Tomohon.

Selanjutnya Yoannes Tukijan dari unsur Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Utara saat membawakan materi mengatakan mengenai strategi penyusunan APBD yaitu menerapkan prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi; keterpaduan dan sinkronisasi antar kegiatan; disesuaikan dengan Tupoksi SKPD dan urusan yang menjadi kewenangan daerah; taati jadwal sesuai dengan tahapan penyusunan APBD.

Sebelumnya, dalam laporan kegiatan dibacakan oleh Kepala Bidang Anggaran Dinas PPKBMD Kota Tomohon Stevi Pioh SE MSi mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas rencana kerja dan anggaran di tiap SKPD, tersusunnya APBD yang tertib, taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku efesien, ekonomis, efektif, bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan kepatutan dan manfaat  untuk masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini perwakilan Unsur Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Utara Nelly Toding, Inspektur Kota Tomohon Ir Joyke Karouw MSi, jajaran pemerintah Kota Tomohon, dan para peserta sosialisasi yakni para Kasubag Perencanaan dan Kasubag Keuangan.(toar/tim)

Lagi, Tomohon Dipercayakan Sebagai Tuan Rumah Iven Nasional

 

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kota Tomohon Drs Gerardus E Mogi
Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kota Tomohon Drs Gerardus E Mogi

manadoterkini.com, TOMOHON – Kementerian Pendidikan & Kebudayaan melalui Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan akan melaksanakan kegiatan bertajuk “Pesemaian Nilai Budaya Sebagai Penguat Karakter Bangsa Tahun 2016” di Kota Tomohon.

Dipilihnya Tomohon sebagai tuan rumah merupakan kepercayaan yang besar mengingat potensi Kota Lima Dimensi yang juga mendapatkan julukan Kota Bunga dan Kota Siswa. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kota Tomohon Drs Gerardus E Mogi saat menerima tim dari Direktorat Sejarah Dirjen Kebudayaan Edy Suwardi bersama tim yang dilaksanakan di kantor Dikda pada hari ini.

Dalam pertemuan yang penuh keceriaan tersebut dipaparkan tentang rencana pelaksanaan kegiatan pesemaian nilai budaya melalui beberapa kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan pada bulan September nanti.

Rencana kegiatan yang nantinya dilaksanakan adalah Pemutaran Film Pendek, Nonton Bareng Film Inspiratif, Coaching Clinic (Pengenalan Media), Dialog Interaktif. Tomohon dipercayakan sebagai sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan tahun ini yang telah memasuki penyelenggaraan yang ke lima di Indonesia. Tentu Pemerintah dan masyarakat menyambut baik rencana pelaksanaan kegiatan ini seperti yang disampaikan sekretaris Dinas Dikda.

“Pesemaian Budaya ini adalah kegiatan menonton bareng film layar lebar yang penuh makna dalam pendidikan karakter dan menjadi contoh teladan yang baik bagi anak-anak didik dan guru yakni melalui pemutaran film untuk guru dan anak-anak sekolah tingkat SD dan SMP, kegiatan ini akan melibatkan 600 guru dan 700 siswa,” Ujar Mogi.

Mogi pun mengatakan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk pendidikan karakter, “ Ini adalah bentuk pendidikan karakter dan kalau tidak ada halangan, maka Menteri terkait akan membuka acara ini,” Ungkap Mogi.

Selanjutnya tim pusat yang memaparkan rencana pelaksanaan kegiatan mengatakan bahwa manfaat dari pelaksanaan kegiatan ini adalah dalam pendidikan karakter anak-anak didik yang sasarannya bagi anak-anak SD mulai kelas IV sampai tingkat SMP.

Karena di usia-usia seperti ini adalah usia yang paling penting dalam proses pembentukan karakter anak-anak. Sesuai dengan tema pelaksanaan kegiatan ini yakni “memaknai sejarah dan budaya memperkuat karakter bangsa”.

Dalam pertemuan ini Kepala Dinas Dikda Tomohon didampingi sekretaris Dinas Dikda Drs Herling Pondaag, para kabid di Dikda serta peserta lainnya yakni Kasubag Humas Djufry Rorong S Sos, Kasubag Protokol Deesie K Kaluntas SPd, Novita Sumilat SE serta para pegawai di jajaran Dikda. (toar)

 

manadoterkini.com, TOMOHON – Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah memberikan kesempatan 1 bulan untuk mengurus izin bagi perusahaan pertambangan yang belum memiliki izin. Dari kesempatan yang diberikan tersebut, sudah ada 4 pelaku usaha pertambangan yang mengurusnya.

“Kesempatan yang diberikan mulai dari tanggal 25 Mei 2016 – 25 Juni 2016. Jika selama tenggang waktu tersebut tidak mengurus izin, maka kegiatan usaha pertambangan harus ditutup,” kata Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakot Tomohon Ronny Lumowa pada rapat evaluasi penertiban usaha pertambangan, Kamis (23/6/2016).

Selain itu, pihak Dinas Kehutanan dan Perkebunan juga memberitahukan bahwa semua usaha kegiatan pertambangan harus berada di luar kawasan hutan lindung. Jika masih ada yang melanggar aturan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) siap melaksanakan eksekusi di lapangan bersama-sama pemerintah kecamatan dan instansi terkait.

Kegiatan penertiban akan dilaksanakan tanggal 28 Juni 2016 oleh tim terpadu, yaitu dari Polisi Pamong Praja, Polres Tomohon, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kelurahan dan instansi terkait di lokasi kegiatan usaha pertambangan yang tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan dan belum mengurus proses pengurusan Izin Usaha Pertambangan. (toar)

manadoterkini.com, TOMOHON – Hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia yang terbesar kedua setelah negara Brasil. Hutan ini merupakan karunia Tuhan yang dianugerahkan kepada umat manusia dan merupakan kekayaan alam dan sumber kehidupan bagi umat manusia, hewan dan tubuh-tumbuhan lainnya.

Oleh karena itu pemanfaatannya harus secara optimal dan teratur dengan menjaga dan memelihara kelestariannya bagi kemakmuran rakyat dan bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang. Dengan menjaga dan melestarikan alam sekitar tentu kita akan aman dan nyaman sekaligus terhindar dari bencana banjir dan tanah longsor seperti yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia yang merengut harta dan nyawa. Hal tersebut disampaikan Asisten Ekonomi & Pembangunan Ronni Lumowa S Sos MSi.

Adapun hal yang sangat dibutuhkan dalam pelestarian hutan diantaranya menjadi target pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen pada tahun 2020 serta upaya menekan penyebab bencana yang kini semakin sering terjadi seperti banjir, tanah longsor, kekeringan.

“Saat ini banjir dan tanah longsor menimpa beberapa daerah di Sulawesi Utara dan Indonesia, oleh karena itu Pemerintah Kota Tomohon selalu mengingatkan kepada seluruh komponen masyarakat agar terus berupaya menjaga dan memelihara lingkungan dan alam sekitar untuk kesejahteraan kita bersama,” ujar Lumowa.

Lumowa pun menghimbau, Agar tetap menjaga lingkungan sekitar. “Mari kita tetap menjaga lingkungan sekitar supaya air terus mengalir bagi kehidupan manusia, tumbuh-tumbuhan dan hewan, bukan sebaliknya air mata mengalir akibat bencana menimpa kita dan kita kehilangan harta benda bahkan nyawa,” Kunci Lumowa saat memimpin Rakor Pengelolaan Hutan di Ruang Rapat Asisten Dua pada Rabu (22/6/2016). (toar)

Eman : Ketahanan Pangan Sangat Penting Untuk Kebutuhan Dasar Manusia

ketahanan panganmanadoterkini.com, TOMOHON – Pembangunan ketahan pangan sangatlah penting mengingat pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya menjadi hak asasi setiap individu masyarakat.

Dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan telah mengamanatkan bahwa pemerintah dan masyarakat berkewajiban untuk mewujudkan ketahanan pangan, untuk itu diperlukan suatu sinergitas antara pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya sehingga terwujud suatu ketahanan pangan yang kokoh, mandiri dan berdaulat.

“Kota Tomohon telah membentuk dewan ketahan pangan, hal ini dimaksdukan untuk membantu Pemerintah Kota Tomohon dalam mewujudkan ketahanan pangan baik dari segi ketersediaan, distribusi dan konsumsi pangan sehingga masyarakat terjamin kebutuhan pangannya dan mencapai mutu kehidupan yang layak dicerminkan oleh kehidupan yang sehat, aktif dan produktif,” Ungkap Eman yang adalah ketua dewan ketahan pangan Kota Tomohon.

Lebih lanjut dikatakannya, memperhatikan kondisi ketahanan pangan saat ini di Kota Tomohon pada saat ini dan masa mendatang maka perlu mengambil sikap karena kita tidak menginginkan masyarakat Kota Tomohon kekurangan pangan atau mengkonsumsi pangan yang berbahaya untuk kesehatannya.

“Untuk itu saya mengajak kita sekalian untuk berperan aktif dalam upaya-upaya meningkatkan kemandirian pangan dan mengantisipasi meluasnya peredaran pangan berbahaya di masyarakat, selain itu bersama-sama membangun kemandirian pangan menuju kedaulatan pangan yang menjadi harapan kita semua,” Ucap Eman.

Diketahui, hal tersebut disampaikan Walikota Jimmy F Eman SE Ak dalam Pertemuan Dewan Ketahan Pangan Kota Tomohon di aula Kantor Walikota (22/6/2016) kemarin. (toar)

Pandang Enteng, Wawali SAS Berang Dengan Ulah Sejumlah SKPD

 

manadomanadoterkini.com, TOMOHON – Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS) berang dengan ulah sejumlah SKPD di lingkup Pemerintahan Kota Tomohon.

Saat rapat Paripurna dalam rangka Pemandangan Umum Fraksi terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2015 di Gedung DPRD Kota Kota Tomohon, sejumlah Kepala SKPD berulah dengan tidak mengikuti Paripurna pembahasan, bahkan ironisnya para kepala SKPD yang hadir langsung meninggalkan ruang sidang paripurna sebelum paripurna dimulai.

Hal tersebut sontak membuat Wakil Walikota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan naik pitam. Geram dengan perilaku anak buahnya tersebut Wawali SAS langsung mengintruksikan Sekretaris Daerah DR Arnold Poli SH MAP untuk dapat mencatat nama-nama kepala SKPD yang bolos.

Kepada manadoterkini.com, Wawali SAS mengungkapkan rasa kekecewaannya. “Kecewa sekali, so pandang enteng komang ini. Ada hadir mar serta somo mulai paripurna so banyak yang bolos,” ujar Wawali SAS

Lanjut SAS mengatakan, “Saya hanya menjalankan tugas sebagai fungsi pengawasan, karna kegiatan ini sangat penting untuk kemajuan kota Tomohon. Kalau saya tidak dianggap, tidak masalah cuma tolong utamakan kepentingan masyarakat,” ucap SAS dengan kecewa.

Ia menambahkan, Hal ini akan saya sampaikan kepada Bapak Walikota terkait ketidakhadiran para kepala SKPD dan yang meninggalkan ruangan tanpa alasan. “Pastinya kami akan secepatnya mengevaluasi kepala-kepala SKPD seperti ini,” tutup SAS. (toar)

Tomohon Tuan Rumah Workshop Pariwisata Panas Bumi

 

IMG-20160623-WA0001manadoterkini.com, TOMOHON – Tomohon adalah Kota Unik di Indonesia dan Dunia karena Tomhon memiliki Gunung Api yang juga berkorelasi dengan adanya potensi sumber daya alam yakni potensi panas bumi yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat, hal ini diungkapkan Walikota Jimmy F Eman Saat Workshop Pariwisata Panas Bumi yang dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Tomohon Selatan.

Oleh karena itu perlu diatur dan dikelola dengan baik dan benar bagi peningkatan ketahanan energi nasional sekaligus sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.

“Hal ini pula yang menjadi magnet Kota Tomohon sebagai tuan rumah penyelenggaraan Workshop Panas Bumi yang kedua untuk staf pemerintah daerah dan tokoh-tokoh masyarakat di Sulawesi Utara baik dari Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa,” ucap Eman.

Pada kesempatan yang sama saat menerima mahasiswa peserta KKN-PPM UGM Jogjakarta, Walikota Eman mengharapkan agar mahasiswa UGM nantinya bisa menjadi duta-duta Kota Tomohon ketika kembali ke daerahnya masing-masing.

Eman pun, menggambarkan secara umum kondisi kota Tomohon sebagai referensi dan pengetahuan untuk selanjutnya di pahami para mahasiswa ketika akan beraktifitas di daerah ini.

Walikota juga mengemukakan rencana pelaksanaan Festival Panas Bumi yang Kedua setelah sukses dilaksanakan perdana pada tahun 2015 lalu, yang merupakan festival panas Bumi pertama di Indonesia.

Diketahui sebelumnya, pelaksanaan festival Panas Bumi akan dilaksanakan dengan rangkaian pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2016. Dalam hubungannya dengan pengembangan daerah tujuan wisata dan pendidikan maka Pemerintah Kota Tomohon bersama UGM telah menghadirkan Taman Pendidikan Panas Bumi dengan obyek-obyek menarik di lapangan panas bumi lahendong dan sekitarnya dengan banyak manifestasi panas bumi, yang antara lain berupa kolam-kolam lumpur panas, gunung lumpur dan batuan teralterasi serta penjelasan-penjelasan sebagai wadah pendidikan kepada masyarakat untuk mencintai alam, lingkungan dan potensi yang ada di sekitar kita.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM Ir Pri Utami MSc Phd yang juga merupakan ketua Tim Rombongan, selaku dosen pembimbing dan seorang peneliti senior dan ahli geologi saat menyerahkan 55 mahasiswa KKN-PPM yang akan berada di Tomohon selama hampir dua bulan kedepan, mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Tomohon dalam pelaksanaan kegiatan Workshop Pariwisata Panas Bumi, serta dukungan bagi pelaksanaan KKN-PPM mahasiswa UGM di Kota Tomohon.

“Kami yakin pemerintah Kota Tomohon akan membimbing dan mengarahkan para peserta KKN-PPM, Sehingga nantinya mereka akan memberikan kontribusi bagi kemajuan pembangunan dan pendidikan di Kota Tomohon,” Uarnya. (toar)

Pemkot Tomohon Gelar Rakor Pengembangan Intensifikasi Padi dan Palawija

 

tomohonmanadoterkini.com, TOMOHON – Dalam rangka pencapaian target swasembada pangan produksi tanaman padi dan Palawija yang juga merupakan program pemerintah pusat di tahun 2016, Pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pertanian Peternakan Perikanan (DPPP) terus menggalakan koordinasi pengembangan bersama instansi terkait.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk rapat koordinasi pengembangan intensifikasi padi dan palawija digelar di aula kantor pertanian komplek eks balai benih pertanian Jumat (17/6/2016).

Dalam kesempatan tersebut Kadis Pertanian Peternakan dan Perikanan Kota Tomohon Ir Ervinz D H Liuw MSi mengatakan,

“Rapat ini bertujuan untuk mengkoordinasikan program dan kegiatan dalam rangka swasembada pangan dengan pencapaian target produksi tanaman padi sebesar 10.918 ton dan jagung sebesar 17.723 ton di Kota Tomohon tahun 2016,” ujar Liuw.

Disisi lain Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak dalam berbagai kesempatan mengatakan pihaknya mendukung sepenuhnya untuk menyukseskan program pemerintah pusat yakni program swasembada pangan di Kota Tomohon.

Kegiatan ini melibatkan para kelompok tani, PPL, unsur BP4K, BP3K, para mantri tani, serta para unsur TNI Babinsa. Selain unsur dinas pertanian Kota Tomohon, hadir pula sebagai narasumber Danramil Tomohon, dari unsur BPSB dan POPT. (toar)

BRI Sponsori TIFF 2016

 

tomohonmanadoterkini.com, TOMOHON – Gema pelaksanaan TIFF 2016 terus menuai dukungan dari berbagai kalangan termasuk perbankan. Hal ini di tandai dengan diadakannya pertemuan antara Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak bersama jajaran perbankan dari Bank BRI yang bertempat di Ruang Kerja Walikota Tomohon Kamis (16/6/16).

Kunjungan resmi dari Executive Vice President Kantor Wilayah Bank Rakyat Indonesia Manado Bapak Yoshua Palti Hutapea ini membahas tentang keikutsertaan PT BRI Wilayah Manado dalam pelaksanaan Tomohon International Flower Festival 2016. Pada kesempatan ini Hutapea mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi penyelenggaraan TIFF di Kota Tomohon, dimana iven ini secara langsung memberi efek positif dalam perkembangan perekonomian masyarakat dan sesuai dengan misi PT BRI yaitu melakukan kegiatan perbankan yang terbaik dengan mengutamakan pelayanan kepada usaha mikro kecil dan menengah untuk menunjang perekonomian masyarakat.

Beliau juga mengatakan bahwa pihaknya siap memback up pelaksanaan TIFF 2016 dengan turut serta mengikuti kegiatan Tournament of Flower, sekaligus bersedia menjadi salah satu sponsor untuk suksesnya kegiatan ini.

Merespon apa yang telah dikemukakan pihak BRI untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan TIFF, Walikota Tomohon bersama masyarakat dan jajarannya tentu menyambut dengan baik kunjungan ini sambil menyampaikan terimah kasih dan penghargaan kepada PT BRI melalui Kanwil Manado yang bersedia menjalin kerja sama serta memberikan perhatian penuh kepada pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon khususnya dalam bidang perekonomian masyarakat.

Walikota yang dalam pertemuan ini didampingi Inspektur Kota Tomohon Ir Djoike Karouw MSi, Kadis Pendapatan Pengelola Keuangan dan Barang Milik Daerah DR Juliana D Karwur MKes MSi dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Masna J Pioh S Sos juga menyampaikan akan tetap bekerjasama dan bermitra dengan PT BRI dalam melaksanakan program – program yang di peruntukkan bagi seluruh masyarakat Kota Tomohon. (toar)

Tingkatkan Pendapatan Keluarga, Pemkot Tomohon Gelar UP2K

 

tondanomanadoterkini.com, TOMOHON – Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak mengatakan dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan baik melalui kegiatan pembinaan-pembinaan, seminar, maupun kegiatan pelatihan lainnya sangat penting dalam rangka pelaksanaan program yang berkaitan dengan program Nasional.

“Pemberdayaan masyarakat yang merupakan program untuk masyarakat sebagai upaya untuk menciptakan dan meningkatkan kapasitas dan kemampuan masyarakat baik individu maupun kelompok agar mampu memecahkan persoalan kehidupan, sehingga terjadi peningkatan kualitas hidup, kemandirian dan kesejahteraan,” Hal ini diungkapkannya saat membuka kegiatan Pelatihan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) kamis (16/6/2016) di Wale Retreat Wenas Matani Satu Tomohon.

Kepada perwakilan ibu-ibu TP PKK perutusan 44 kelurahan di Kota Tomohon, Eman menjelaskan secara Nasional program pemberdayaan masyarakat dilaksanakan dengan beberapa strategi yakni strategi keberpihakan pada tenaga kerja, keberpihakan pada masyarakat miskin, dan strategi peningkatan pertumbuhan ekonomi.

“Sejalan dengan hal tersebut maka kami sebagai pemerintah Kota Tomohon mengimplementasikan program pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat di kelurahan melalui usaha-usaha yang dilakukan oleh kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga seperti pemanfaatan berbagai peluang usaha yang ada, dan yang pasti dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” tutur Eman

Kesempatan yang sama Kaban Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Kelurahan Max Mentu SIP MAP selaku pihak pelaksana kegiatan mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan agar peserta dapat memahami, mengerti kaitannya dengan strategi dan kebijakan pemberdayaan usaha ekonomi masyarakat, memahami konsep keluarga serta permasalahan dan solusi usaha, memahami dan mengimplementasikan kewirausahaan.

Hadir dalam kegiatan ini, Assisten Pemerintahan dan Kesra Dra Truusje kaunang selaku PLH TP PKK Kota Tomohon serta seluruh Camat se-Kota Tomohon. (toar)