MANADO, (manadoterkini.com) – Perbankan Mendorong Sulut Emas melalui Peningkatan Daya Saing Usaha Kecil dan Menenga (UMKM) Menuju Kominitas Ekonomi Asean adalah tema Sulut Banking Expo 2014. Iven yang digagas Bank Indonesia (BI) Sulut akan mempertemukan pelaku UMKM dengan dunia perbankan pada 3-6 September 2014, di Manado Town Square (Mantos).

“Tema tersebut terkandung makna bagaimana perbankan dapat berkontribusi positif bagi perkonomian di Sulut melalui pemberdayaan UMKM sehingga mampu menghasilkan produk berkualitas ekspor,”ujar Kepala Perwakilan BI Sulut Luctor E Tapiheru.

Tujuan dilakukannya kegiatan ini, untuk menciptakan hubungan secara langsung antara masyarakat, pelaku UMKM, dengan dunia perbankan, baik berupa konsultasi pengembangan usaha maupun aplikasi permohonan kredit yang pada akhirnya terjadi realisasi kredit.

Lanjut dikatakan Tapihuru, kegiatan itu juga terkait hajatan HUT Provinsi Sulut ke – 50 atau Sulut Emas. Sulut Banking Expo tersebut telah diselenggarakan ke – 7 kalinya. Tahun 2014 ini pameran akan diikuti sekitar 70 stand, seperti Bank Umum, Bank Perkreditan Rakyat (BPR), lembaga keuangan nonbank, kampus, perusahaan telekomunikasi dan UMKM binaan perbankan.(ald)

Walikota manado
Walikota GSVL didampingi SKPD terkait saat menerima Tim KemenPAN-RB

MANADO, (manadoterkini.com) – Tim Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia yang dipimpin Agusdin Mutaqin Ak MM, Kamis (21/8) kemarin, menemui Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut, meminta ijin melakukan evaluasi dan penilaian terhadap Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

Dimana Pemkot Manado diwakili empat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yakni, Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Walikota GSVL, menjelaskan kedatangan tim KemenPAN-RB ke daerah ini, untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja empat instasi di Pemkot Manado, selanjutnya akan diberikan penilaian.

“Tahun lalu (2013, red) kita mendapat nilai B, saya berharap juga nilai kita untuk LAKIP ini bisa dipertahankan tapi kalau boleh juga ditingkatkan,”ujar Walikota.

Selain di Pemkot Manado tim KemenPAN-RB juga akan melakukan evaluasi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sitaro.

Dalam pertemuan dengan tim KemenPAB-RB, Walikota didampingi Kepala Inspektorat Andre J Hosang, Kepala Bappeda Peter KB Assa, Kepala Disparbud Hendrik Warokka, Kepala Dinas PU Ferry Siwi, Kepala Bagian Organisasi Inov Walelang dan Kabag Humas dan Protkoler Franky Mocodompis.(advetorial/medco/ald)

kasat pimpin langsung penertiban pasar karombasanMANADO, (manadoterkini.com) — Kepala Sat Pol PP Manado Xaverius Runtuwene, menegaskan akan terus melakukan penertiban kepada pedagang yang berjualan di jalan maupun trotoar seperti yang dilakukan balum lama ini di pasar Karombasan.

Manurut mantan Camat Sario tersebut, sarana publik yang dijadikan tempat berjualan akan mereka tertibkan.

“Tidak dibenarkan menggelar dagangan di trotoar dan badan jalan karena itu sarana publik. Kita akan terus melakukan pemantauan meski telah selesai dilakukan pekan berjalan di Pasar Karombasan,”tegasnya.

Lanjutnya, untuk mengembalikan kenyamanan konsumen dan penataan lapak-lapak pedagang di pasar, perlu adanya kerjasama dari semua pihak. Terutama kepada pedagang dan semua pengguna atau yang berkepentingan di dalam pasar.

“Tidak hanya di pasar Karombasan, namun penataan yang baik dan tertib serta taat aturan harus didukung semua pedagang di semua pasar yang ada di wilayah kota Manado,” himbaunya.

Akan penertiban yang dilakukan Sat Pol PP, warga Manado pun mengapresiasi langkah Pemkot Manado tersebut. Sebut saja, Kenly Tampi, dia mengatakan, bagi pedagang yang tidak bisa diatur untuk didata dan wajib membuat pernyataan untuk tidak akan melanggar aturan.

“Pemkot Manado juga, baiknya sosialisasikan aturan yang harus ditaati oleh pedagang di pasar, dengan memajang papan semua ketentuan yang tidak bisa dan diperbolehkan di kawasan pasar, agar bisa diketahui oleh semua warga termasuk pedagang di pasar. Tapi aksi Pol PP Manado sangat kami dukung untuk kenyamanan warga kota Manado,” kata Tampi.(mlz)

MANADO, (manadoterkini.com) – Keberadaan Pasar Bahu, memang sudah tidak layak lagi. Untuk itu, rencana Pemerintah Kota Manado memindahkan lokasi ke Malalayang dinilai sudah tepat. Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Minanga Indah, Malalayang Dua, Jekson Sulangi SH.

Menurutnya, wilayah Kelurahan Bahu sudah masuk kawasan bisnis di Kota Manado. Makanya, langkah Pemkot Manado merelokasi pasar Bahu sudah tepat.

“Tidak bisa dipungkiri pasar Bahu memang sudah tak layak lagi dijadikan pasar tradisional. Lihat saja akses jalan menuju Batu Kota sudah menjadi tempat warga berjualan, padahal jalan tersebut bisa dijadikan akses untuk mengurai kemacetan di Kota Manado,”tutur Sulangi.

Ditempat terpisah, Kepala Bappeda Manado Peter Assa mengatakan, Pasar Bahu memang rencananya akan dipindahkan, dan tahun ini sudah dianggarkan di Disperindag untuk pembebasan lahan pasar di Malalayang.

“Prosesnya sementara berjalan, dan progresnya nanti akan dikondimasikan ke Dinasperindag Manado, sudah sampai di mana prosesnya itu,” terang Assa.

Kadisperindag Manado Fanny Sirang yang dikonfirmasi terkait dengan rencana revitalisasi dan pemindahan pasar Bahu mengatakan, telah dianggarkan Rp1,5 miliar untuk pembebasan lahan. Nanti berkembang di rapat dan besaran lahan yang nantinya dibebaskan kemungkinan akan berkembang di dalam rapat nanti.

“Untuk mencapai penuntasan pembebasan lahan ada proses yang diawali pembentukan tim dan persiapan dan perencanaan bias memakan waktu hingga 580 hari sesuai aturan. Kita juga harus menunggu SK dari pertahanan dan provinsi sulut,” kata Sirang. (mlz)

Wawali, harley mangindaan
Wawali Harley AB Mangindaan berada di Pasar Karombasan.

MANADO, (manadoterkini.com) – Kedepan Pemerintah Kota berencana melakukan revitalitasi pasar tradisional di Kota Manado. Pasalnya, pasar tradisional merupakan penyangga utama perekonomian daerah.

Dengan adanya revitalisasi pasar tradisional, secara otomatis akan memperkuat perkenomian. Untuk itu, kata Wawali Dr Harley AB Mangindaan, kedepan Pemkot Manado melalui Badan Perencanaan akan peningkatan status pasar tradisional, agar pembeli merasa nyaman dan sehat melakukan transaksi jual beli.

“Persoalan klasik pasar tradisional adalah kumuh, kotor, bau dan semeraut. Untuk itu butuh ditingkatkan status pasar. Kita akan lakukan hal itu, mengingat sudah ada anggaran yang dialokasikan untuk pembebesan lahan sesuai laporan dari Bapedda,” terang Wawali.

Disatu sisi Wawali berharap, ada langkah untuk memberikan kenyamanan serta peningkatan penghasilan bagi petani dan pedagang. Dijelaskannya, selama ini komoditas yang dijual di pasar tradisional terutama produk pertanian dan perkebunan tidak menguntungkan petani, meski memang mayoritas hasil komoditas petani dari luar kota Manado.

“Tapi, mengingat Manado tempat tujuan komoditas petani itu, tentu memiliki kepentingan untuk memberikan kenyamanan,” ungkap Wawali.

Bukan tidak mungkin dalam memberikan kenyamanan tersebut, akan dilakukan pasar lelang agar petani bisa merasakan keuntungan lebih besar untuk kesejahteraan hidupnya.

“Untuk itu perlu ada kerjasama dengan Pemerintah provinsi dan Kabupaten/Kota khususnya di kota Manado dalam distribusi perdagangan, sehingga terwujudnya pasar tradisional bernuansa modern serta membentuk pasar lelang komoditi,” ujar Wawali.

Lanjut Wawali, ada 7 kriteria modernisasi pasar tradisional yakni, bersih, sehat yang artinya produk dijual tidak kadaluarsa, tertib aturan yang tentunya harus jujur tidak melakukan kecurangan dalam ukuran timbangan serta tertata, dapat memberikan jaminan kepada konsumen dengan memberikan rasa aman dalam bertransaksi, dapat promosikan dan menjual produk domestik dengan baik, menjual usaha kecil menengah dan dapat meningkatkan pendapatan para pedagang setempat.

Pemerhati pemerintah Jhon Pade menegaskan, konsep terbarukan dari pemanfaatan pasar diera sekarang ini tentu perlu diperkuat dengan manajemen yang mampu memecahkan masalah dan berpikir kedepan.

“Masalah-masalah klasik yang selalu muncul sebagian besar dikarenakan tidak kuatnya SDM di pasar yang se olah-olah orang “buangan”. Tapi sejujurnya apabila di berikan tanggung jawab memenej dan mengatur nya sendiri bak perusahaan, kami yakin pasar di Manado yang memiliki semua potensi positif, akan lebih menyenangkan di kunjungi,” ujar Pade.(mlz)

Wawali : Tambahan Modal Menuju BPD Regional Champions Rp1 Triliun

MANADO, (manadoterkini.com) — RUPS Luar Biasa pemegang saham Bank Sulut telah tuntas digelar di The Westin Resort, Nusa Dua, Bali, Rabu (20/8) kemarin dan dibuka Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang.

Pokok materi yang digelar dalam RUP tersebut ada 7 namun yang paling menonjol adalah terkait dengan kebutuhan dana tambahan setoran modal dalam rangka mencapai Bank Pemerintah Daerah (BPD) Regional Champion dengan target Rp1 Triliun.

Tak heran, dengan posisi akhir modal disetor setelah saham bonus dan deviden saham Manado saat ini Rp11,6 Miliar, lembar saham 116,718 dan komposisi 2,29%. Rencana akhir komposisi modal disetor Manado untuk menuju regional champion, akan mencapai Rp20,3 miliar, lembar saham 203,128.

Wawali Manado Dr Harley Mangindaan yang mewakili Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut di RUPS tersebut mengatakan, apa yang telah disampaikan dan diputuskan termasuk dengan dalam perencanaan akan dilaporkan seuntuhnya ke Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut.

Dijelaskan Wawali, dalam RUPS tersebut materi agenda adalah, penjelasan kondisi PT BPR Prisma Dana, Pembagian saham bonus Ex Agio, Pembagian dividen saham ex laba ditahan atau return earning tahun buku 2013, perubahan struktur modal berkenaan dengan pembagian sahan bonus ex agio dan pembagian dividen saham serta proyeksi struktur permodalan dan rencana pergantian nama Bank Sulut menjadi Bank Sulut Bohusami dan tambahan setoran modal dalam rangka mencapai Bank Pemerintah Daerah (BPD) Regional Champion dengan target Rp1 Triliun.

Terkat dengan pergantian nama tersebut, Wawali mengatakan, pergantian nama Bank Sulut itu tujuannya untuk kebersamaan. Namun, untuk pergantian nama itu memang mudah tapi untuk prosesnya banyak faktor yang harus dilakukan.

“Contohnya yang mengenai barang-barang yang masih gunakan logo dan nama lama pasti akan diganti, hal ini bukanlah hal yang murah, butuh design dan anggaran serta persetujuan pemegang saham. Sehingga perlu ada pemikiran yang konperhensif untuk pergantian nama tersebut. Tidak hanya itu, saya juga menyampaikan dari berbagai pembahasan tadi (kemarin, red) kami juga akan sampaikan ke Pak Walikota karena butuh kerjasama dengan pihak legislative,” terang Wawali.

Gubernur Sulut sendiri menyatakan, berhubungan dengan pergantian nama Bank Sulut menjadi Bank Sulut Bohusami masih dalam penggodokkan.(ald)

manado
Walikota Manado GS Vicky Lumentut

MANADO, (manadoterkini.com) – Perhatian khusus diberikan Pemkot Manado melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan terhadap keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo.

Hal ini dikatakan Walikota Manado Dr GS Vicky Lumentut melalui Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Manado Julises Oehlers SH. Menurutnya, kapasitas TPA Sumompo memang agak meningkat pasca banjir Januari lalu. “Untuk itu menjadi perhatian dan perhatian kedepan akan pengadaan dan perluasan kawasan tempat pembuangan akhir tersebut,”kata Oehlers.

Apalagi dalam penilaian Adipura TPA Sumompo tersebut menjadi perhatian Kementerian Lingkungan Hidup. Walikota pun berharap kedepan Manado bisa meraih Adipura kencana sebagaimana impian masyarakat kota Manado selama ini.

“Adipura kencana itu menjadi impian kita bersama. Posca banjir tahun 2014 ini Manado tetap mendapatkan Adipura Kotegori kota besar. Paling tidak kalau kita tidak terkenca musiba banjir lalu kita bisa mendapatkan Adipura kencana. Tahun depan kita berusaha memenuhi syarat yang diberikan kementerian Lingkungan Hidup untuk mendapatkan Adipura Kencana,”pungkasnya.(ald)

Walikota GS lumentuMANADO, (manadoterkini.com) – Salah satu faktor utama untuk mendukung pariwisata menuju Manado a nice city (kota yang menyenangkan) adalah kebersihan. Demikian dikatakan oleh Walikota Manado Vicky Lumentut.

“Kebersihan bukan hanya di jalan saja, namun kebersihan dari hotel-hotel, tempat perbelanjaan dan restoran-restoran sangat perlu untuk di jaga,” ujar Lumentut.

Lanjutnya, Manado telah mendapatkan berbagai penghargaan di Bidang kebersihan dan kesehatan makanya itu menjadi point penting menunjang pariwisata di daerah ini.

“Ini merupakan point penting untuk mewujudkan manado kota yang menarik dan menyenangkan,” tegasnya.

Selain kebersihan, ada upaya-upaya lain yang harus dilakukan untuk menciptakan iklim pariwisata menjadi lebih baik, agar pariwisata di Manado lebih diminati oleh turis asing. Menurut Lumentut upaya tersebut seperti halnya, memperkenalkan seni dan budaya tradisional termasuk makanan-makanan tradisional.(ald)

MANADO, (manadoterkini.com) – Warga China mendominasi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulawesi Utara (Sulut) lebih khusus Manado. Hal itu dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Faizal Anwar.

“Selama bulan April 2014, ada sebanyak 237 warga China yang datang berkunjung di Sulut. Yang jelas mereka ini masuk melewati bandara samratulangi. Akses penerbangan tentunya,” kata Faizal, Rabu (7/8).

Selain warga China, kata Faizal, di daftar wisaman warga Jerman 98 orang dan warga Singapura berjumlah 80 orang.

Negara lain yang masuk 10 besar berkunjung ke Sulut yakni warga Amerika Serikat sebanyak 79 orang, Jepang sebanyak 60 orang, Korea Selatan 51 orang, Belanda 38 orang, Hongkong 35 orang, Inggris 28 orang dan Australia 26 orang.

Sementara negara lain jumlahnya relatif sedikit berasal dari Asia, Eropa, Amerika dan Afrika.

Faizal mengatakan wisman yang melancong ke Sulut pada April 2014 melalui pintu masuk Bandara Sam Ratulangi total berjumlah 1.079 orang. “Jumlah ini menurun 684 orang dibandingkan bulan yang sama tahun 2013 (YoY) atau turun sebesar 38,80 % dari 1.763 orang,” kata Faizal.

Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2014 juga mengalami penurunan sebanyak 261 orang atau sebesar 19,48 % dari 1.340 orang menjadi 1.079 orang di April 2014.

Diharapkan, pemerintah terus mengembangkan lokasi pariwisata di Sulut sehingga menarik minat wisman datang berkunjung ke Daerah Nyiur Melambai.(tim)