JS Mintah Warga Mitra Waspada Musim Pancarobah

manadoterkini.com,  MITRA – Bupati Minahasa Tengara ( Mitra, James Sumendap, mengimbau kepada warga Kabupaten Mitra mengadapi musim Pancaroba dimana peralihan musin kemarau ke musim hujan.

Dengan mulai meningkatnya curah hujan disejumlah daerah termaskuk Mitra, disampaikan kepada warga untuk waspada dan hindari wilaya-wilaya yang berpotensi rawan terjadi bencana seperti tanah longsor.
” Wilaya gunung potong sangat rawan terhadap bahaya longsor, jadi berhati-hati saat melewati lokasi tersebut, dan ada beberapa wilayah lainya termasuk pemukiman disekitar sungai, diingatkan untuk tetap waspada, terhadap bahaya banjir bandang,” ujar Bupati.
Dia juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan ke pihak terkait bencana jika ada tanda-tanda ancaman bencana, baik itu hujan deras, banjir, tanah longsor, dan bahaya gelombang laut.
Pancaroba ini menjadi perhatian serius masyarakat. Sebab, potensinya tidak hanya bisa menimbulkan gangguan kesehatan tapi juga sangat potensi terjadinya bencana.
“Sulit ditebak. Siang terik, tapi sorenya langsung hujan deras. Jika sudah demikian, masyarakat yang berada dekat dengan sungai atau pegunungan agar waspada bencana banjir atau tanah longsor,” harapnya.
Berdasarkan pengalaman bencana sebelumnya yang sandingkan dengan imbauan BMKG, musim pancaroba memungkinkan terjadinya lima potensi bencana alam.
Yakni bencana banjir, banjir bandang, tanah longsor khusus di daerah dataran tinggi, angin kencang seperti puting beliung, petir atau kilat, dan gelombang tinggi untuk daerah pesisir.(win)

JS Ucapkan Terimah Kasih, 1 Juli Aktifitas Berjalan Seperti Biasa

manadoterkini.com,  MITRA – Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap menyampaikan, surat keputusan per satu Juli 2020 semua cek poin di Perbatasan-perbatasan akan dibubarkan dan akan melihat kondisi terbaru.

“Untuk aktifitas di Kabupaten di Mitra akan berjalan seperti biasa, tapi dengan protokol kesehatan, pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan dalam beraktifitas, ” tandas Js sapaan akrabnya.

Dirinya menyampaikan untuk 29 orang yang sementara menjalankan karantina akan dikembalikan di rumah masing-masing untuk karantina mandiri.

“Untuk pelaku perjalanan, kususnya keluar masuk Mitra, akan diserakan ke pemerintah desa untuk penangananya, Portal yang ada agar tetap di pertahankan untuk tetap menjaga, sesuai dengan kesepakatan pemerintah desa,” pintah Bupati.

Dirinya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolres, Dandim ,Kejari, Masyrakat, Perangkat Pemerintah Desa Kelurahan , ASN yg terlibat langsung .

“Pekerjaan kita belum selesai hanya saja mekanisme kontrol keluar masuk orang di tangani langsung oleh desa dan kelurahan Pihak Pemda Polri TNI dan Kejaksaan akan melakukan pengawasan dan pendampingan,” jelas orang nomor satu Mitra (MitraOne).(win)

Ini Tangapan Wakil Bupati Mitra Tentang Ancaman Pencopotan Sejumlah Hukum Tua

manadoterkini.com,  MITRA –  Wakil Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) Jesaya Legi, menangapi pernyataan Bupati Mitra James Sumendap, tentang Ancaman Pencopotan Hukum tua yang diduga Menyalahi aturan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT)

Menurutnya, tindakan Bupati sangat tepat, karena aturanya memang demikian, ini bukan ancaman tapi harus diapresiasi.
” Jangan pernah mengambil hak rakyat, termasuk pemotongan, pemasukan data fiktiv penerimah BLT, ingat kami akan membawa segalah penyimpangan kerana hukum, dan ini sudah instruksi dari presiden RI Joko Widodo,” tegas Legi.

Sebelumnya Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap,SH menyatakan tidak ada kompromi bilamana dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dilakukan pemotongan alias dikeberi dengan alasan apapun juga. Menurutnya, sudah ada Hukum Tua yang dinonatifkan karena melalukan pelanggaran saat menyalurkan BLT tersebut. “Kasihan dana ini diambil dari Dana Desa (DD) yang diharapkan bisa membantu warga masyarakat terdampak covid 19. Bukan,dana ini dipotong kemudian diserahkan ke pihak penerima. Jika ada Hukum Tua yang coba melanggar apa yang disampaikan ini, secara pribadi saya tidak segan berikan sangsi dinonaktifkan dari jabatan sebagai Hukum Tua,”tukas Sumendap. Dikatakannya pula, pihaknya mendapat laporan dari instansi tehnis pula informasi yang masuk terkait adanya pelanggaran saat penyaluran BLT. “Hati-hati saya ingatkan ada beberapa desa yang melakukan pelanggaran saat penyaluran BLT. “Jadi, masih akan bertambah hukum tua yang statusnya dinonaktifkan,”tegas Bupati dua periode ini.(win)

JS Mintah Aparat Tangkap Oknum Pembakar Panji PDIP

manadoterkini.com,  MITRA – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (PDC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Minahasa Tenggara yang juga saat ini menjabat sebagai Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap, SH meminta pihak kepolisian Resor Mitra mengusut pelaku pemkabaran bendera partai. pasalnya ini dinilai akan merusak persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kasus pembakaran bendera partai berlambang banteng moncong putih ini dilakukan pekan lalu,kejadian ini pun sontak saja membuat para pengurus parpol, kader dan simpatisan merasa resah dan tidak menerima perlakuan oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut yang dengan sengaja membakar bendera partai mereka.

Menanggapi hal ini, Sumendap geram dengan perlakuan pelaku pembakaran bendera partai dan langsung mendatangi Mapolres Mitra dengan melakukan orasi terlebih dahulu di depan kantor bersama ratusan pendukung, serta meminta agar pelaku segera ditangkap.
Saat dimintai keterangan oleh sejumlah awak media usai orasi, Sumendap menjelaskan bahwa tidak dibenarkan ada orang yang melakukan pembakaran bendera, dimana bendera PDIP adalah simbol partai dan simbol perjuangan.

“Kami minta jangan coba-coba anda melakukan disana tapi jangan coba-coba anda lakukan di manahasa tenggara saya sikat anda,’ ujar Sumendap.

“Dan siapapun dia mau merongrong merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia jiwa raga PDI Perjuangan akan tetap berdarah-darah dan akan berapi-api melawan saudara-saudara,” tegas JS.

Sementara itu, Sumendap meminta agar secepatnya pihak Kepolisian mengusut pelaku pembakaran bendera partai.(win)

Ditengah Pandemi Covid-19, DLR Kembali Salurkan Bantuan

manadoterkini.com,  MITRA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Djein Leonara Rende (DLR) kembalih menunjukan kepedulianya lewat bantuan pribadinya sebagai bentuk simpatinya kepada warga yang terdapak Covid-19 di wilayah kabupaten Minahasa Tenggara ( Mitra)

Bantuan kali ini diberikan kepada limah ketua Jemaat di wilayah Tombatu, bantuan berupa uang tunai dari kantong pribadinya.

Menurutnya, bantuan ini, merupakan Komitmenya untuk membantu warga Minahasa Tenggara Khususnya yang terdampak Covid, dirnya mengaku bersyukur dapat mengambil bagian untuk berkesempatan berbagi bagi rakyat Mitra yang terdampak.

“Terimah kasih untuk warga Mitra, saya sangat bersyukur dapat berbagi berkat bagi sesama khususnya parah tokoh Jemaat,” ucap istri tercinta Bupati Mitra James Sumendap.

Sebelumnya DLR telah menyelarukan Bantuan yang sama disejumlah wilayah Mitra Ratahan, Belang dan Ratatotok. Kali ini Wilayah Tombatu.

Bantuan yang diberikan berupa uang Tunai dengan Total 60 Juta rupiah telah diserahkan dan diterima langsung oleh 5 Ketua Jemaat. Yakni
GMIM Yordan Tombatu
GMIM Bethesda Tombatu
GPDI Haleluyah Tombatu
Gereja Advent Yordan Tombatu 3
GMIM Sion Sentrum Tombatu.
DLR menyatakan dirinya akan tetap memberikan bantuan bagi warga Mitra yang terdampak Covid.

“Sebagai wakil rakyat utusan Mitra, saya akan tetap memberi diri bagi warga,” tutur DLR.(win)

Makalow Tunjuk Pontororing Sebagai Plh Hukum Tua Bentenan

manadoerkini.com, MITRA – Pemeritah Kabupaten ( Pemkab) Minahasa Tenggara lewat Plt Inspektorat Merie Makalow menunjuk Alex Pontorori sebagai Pelaksana Harian (Plh) Hukum Tua Bentenan, Kecamatan Posumaen Selasa (23/06) sebagai langkah untuk Mengatikan hukumtua terdahulu akibat tesandung kasus, acara yang dilaksanakan di Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Berdasarkan surat perintah penunjukan pelaksana harian, di tunjuk Alex Ponto roring sebagai Plh Hukum Tua Bentenan. Dengan harapan, agar kedepan bisa bekerja dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Saya kira pergantian ini biasa di jajaran Pemkab Mintra, ini berlaku Hukum Tua diberhentikan karena meninggal dunia. Ini bukan rahasia umum lagi,”ujar Plt Inspektorat Marie Makalow.

Kita semua berharap, Hukum Tua yang baru saja diserahkan surat penunjukan. Agar bisa bekerja sebaik mungkin, serta menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Buat pelaksana Hukum Tua, saya berha rap jangan melakukan hal-hal melanggar aturan UU nomor 6 tentang desa. Kami sebagai aparat pengawas memintakan ja ngan sekali-kali memaink an uang negara,”tegas Inspektorat.

Bahkan Inspektorat berharap kepada pelaksana harian Hukum Tua Bentenan yang baru, ini merupakan tanggung jawab besar kepada masyarakat. Teruta ma, bagi penerima BLT.

“Ini tanda awas bagi para 134 Hukum Tua yang ada di Kabupaten Mitra, agar menja di perhatian semuanya. Semoga peneri ma bantuan BLT yang memasuki tahapan ke III tidak ada lagi masalah,”pungkasnya.

Ditempat yang sama, Pelaksana Harian Alex Pontororing mengatakan, ini sangat luar biasa. Sebenarnya, kami tidak pernah terpikirkan, merancang. Tetapi balik sem ua ini, ada rencana Tuhan baik secara pri badi, keluarga, maupun institusi.

“Kepercayaan ini yang diberikan oleh Bupati James Sumendap, bersama Wakil Bupati Drs Jocke Legi, saya tidak akan sia-siakan. Saya akan tunjukan kinerja kerja yang lebih membangun Desa Bentenan semaksimal mungkin, teruta ma menjaga nama baik saya serta men jaga nama baik pimpinan,” tuturnya singkat.

Dalam kesempatan tersebut, yang turut hadir dalam penyerahan SK Pelaksana harian Hukum Tua Bentenan diantara nya, Kepala Dinas PMD Royke Lumingas, Camat Posumaen Djemy Walukow. (win)

Diduga Ilegal, Tambang Emas Kebun Raya Megawati Putri Telan Korban Jiwa

manadoterkini.com, MITRA – Tambang Emas Kebun Raya Mehawati yang diduga Ilegal, kembali memakan satu Korban Jiwa. Kecelakaan Pekerja Tambang Emas tepatnya terjadi di Lokasi Kolam Kebun Raya Kabupaten Mitra pada pukul 24 00 Wita.

Menurut Kapolres Mitra AKBP Robby Rahardian, menjelaskan, Kronologis kejadian terjadi Pada pukul 23.30 Wita, ketika korban bersama dengan rekannya masuk kedalam lubang dengan kedalaman kurang lebih 8 Meter untuk mengambil material tanah yang mengandung emas.

Ketika Korban dan temanya sementara beraktifitas di liang lobang tiba-tiba, pada pukul 24.00 Wita terjadi longsor di dalam lubang tersebut di karenakan cuaca yang sedang turun hujan dan mengakibatkan korban tertimbun material tanah sekitar 2 (dua) Meter dan beruntung rekan kerjanya terhindar dari timbunan tanah.

Pada saat itu teman korban langsung berusaha mencari bantuan dan pukul 06.30 Wita setelah kejadian tersebut, rekan korban memanggil teman-temannya untuk segera membantu korban yang sudah tertimbun tanah namun sayang Tuhan berkata lain nyawa korban sudah tidak tertolong lagi.

“Kira- kira pada pukul 07.30 wita korban berhasil di evakuasi oleh rekan-rekannya, dan langsung dilarikan ke RS Ratatotok untuk di lakukan pemeriksaan luar dan di bersihkan,” Jelas Kapolres.

Ditambahkan Kapolres identitas kedua penambang, Adapun (korban) yang meninggal dunia, yaitu, Reky Ronga Umur 40 Tahun Alamat Desa Tumani Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan Agama Kristen Protestan Pekerjaan Penambang, dan korban yang selamat, yaitu, Herry Momongan Umur 36 Thn Alamat Desa Tumani Kecamatan Maesaan Kabupaten Minsel
Agama Kristen Protestan Pekerjaan Penambang.(win)

Dinas Pendidikan Mitra Tunggu Surat Edaran Masuk Sekolah

manadoterkini.com, MITRA – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) lewat kepalah Dinas Pendidikan Kabupaten Mitra Aske Benu menjelaskan prihal penetapan masuk Sekolah.

Menurutnya dinas pendidikan Mitra masih menunggu surat edaran Dinas pendidikan propinsi dan diharapkan agar orang tua murit untuk dapat mengawasi langsung para siswa untuk belajar dirumah.

“Memang ada beberapa informasi yang menyebutkan bahwa tanggal 1 julli dan ada juga tanggal 13 julli masuk sekolah, itu belum pasti karena belum ada pemberitahuan dari propinsi, kita masih menunggu keputusan dari pemprov,” jelas Benu.

Dijelaskanya, Dinas pendidikan sampai saat ini kami tetap menerapkan siswa belajar dirumah, dengan berbagai inovasi untuk menerapkan program belajar.

“Ada kunjunggan kusus dari tenagga pengajar, untuk menerapkan belajar kusus persiswa, tapi penerapanya belum diterapkan diseluruh wilaya, karena menyesuaikan dengan aturan dari pemerintah Mitra berkaitan dengan covid-19,” jelasnya.(win)

Saya Bukan Pilatus, Sumendap ‘Kaget’ Lalandos Terpilih Sekda Mitra

mitra hebat
Bupati James Sumendap SH melantik David Lalandos sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Tenggara definitif

manadoterkini.com, MITRA – Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap melantik Sekertaris Daerah (Sekda) Definitif Kabupaten Minahasa tenggara David Lalandos.

Menurut bupati Mitra dalam sambutanya dalam pengambilan sumpah janji, Senin (15/06), Lalandos adalah calon yang paling dia tidak senangi dari tiga calon sekda yang ikut dalam proses pemilihan Sekda.

“Saya sedikit kaget David Lalandos terpilih sebagai Sekda Definitif Mitra, berdasarkan survei dari tim 12 pemkab Mitra, angota DPRD dan Insan Pers, semua serentak menyebutkan Nama Lalandos sebagai Sekda Mitra, saya bukan Pilatus yang selesai mengambil keputusan langsung mencuci tangan, ” ujar JS dalam sambutanya.

Lebih lanjut bupati menjelaskan, jabatan sekda ini jangan dulu disyukuri karena melihat situasi saat ini (pandemi covid-19) peran Sekda dalam kinerja dituntut Ekstra.

“Kedepan kinerja anda dalam menghadapi, pertempuran dengan covid-19 sebagai administrator anda (sekda-red) dituntutut dalam pengaturan admistrasi Pemkab Mitra, ” tandas Sumendap.

Sekda Definitiv Mitra David Lalandos dalam pernyataanya menyatakan siap mengemban tugas dan tanggung jawab yang di percayakan bupati Mitra James Sumendap.

“Saya siap dan mundur dari jabatan Sekertaris Daerah apabilah saya lalai dalam menjalanka tugas dan amanat yang diberikan Bupati,” tegas Sekda.

Sementara itu Drs Piether Owu salah satuh Calon yang ikut dalam pemilihan Sekda mengucapkan Selamat.
“Selamat Dan Sukses kepada Bapak David Lalandos. Atas dilantik sebagai Sekda Mitra”, ucap Kadis Kominfo Sp Mitra.(win)

Warga Takut Ada Korban, Tambang Emas Ratatotok Memanas

  • Mitamanadoterkini.com, RATATOTOK –  Kondisi Pertambangan di Kecamatan Ratatotok, khususnya didaerah pertambangan yang disebut-sebut Nibong bakal menjadi mala petaka dan tumpahan darah. Karena, emas yang mengendap di daerah Nibong cukup menggiurkan para penambang Mitra dan penambang luar Mitra.

Namun sangat disayangkan, para penambang asal Mitra jadi target intimidasi dan sabotase oleh oknum-oknum penambang luar Mitra.

Buktinya, Sabtu (13/06/2020) dinihari sekira pukul 02.30 wita dan Sabtu (13/06/2020) malam sekira pukul 23.39 wita. Penambang asal Tompaso baru Kabupaten Minahasa Selatan, melakukan rusuh dan menakut-nakutkan para penamabang asal Mitra dengan sejumlah barang tajam, seperti Tombak, pedang yang berukuran sekira 1 meter dan sejumlah sajam lainnya.

Para pemilik lubang tambang asal Mitra serta para kijang (pengangkut matrial hasil tambang) asal Mitra diintimadasi dengan cara seluruh lubang di Nibong yang menghasilkan matrial emas yang menggiurkan itu disabotase oleh para penambang asal Tompaso Baru ini.

Bahkan informasi yang dirangkum media ini, pada Sabtu (13/06/2020) malam sekira pukul 23.39 para penambang asal Tompaso yang berjumlah hampir 30an itu menguasai daerah pertambangan di Nibong. Bahkan mirisnya, para onkum penambang asal Tompaso ini mecuri matrial milik para penambang asal Mitra yang sudah dikeluarkan dari lubang tambang.

Jerry salah satu penambang asal Mitra mengeluhkan hasil matrial miliknya yang telah Ia keluarkan dari lubang tambang, telah dirampas oleh para penambang asal Tompaso ini.

“Kasian torang so dua hari di Nibong (lokasi tambang red), baru tadi (tadi malam red) boleh masuk bapukul di lubang. Hampir Enam jam torang dalam libung berjuang mo dapa ini matrial, tapi pas torang pe rep kase kaluar dari lubang dorang (penambang Tompaso red) rampas torang pe hasil. Mo bilang apa pa torang anak bini, dorang so berharap torang pulang bawah rezeki for torang pe kebutuhan hari-hari,” curhatnya sambari meneteskan air mata.

Hal yang sama dialami Arnold pengangkut matrial rep (kijang) didaearah Nibong.

“Kasian, torang so Dua malam ini dapa tekan deng dapa intimidasi dari orang-orang Tompaso. Sekarang torang orang Mitra yang penambang, kurang rupa jadi tamu dan pengemis pa orang pe daerah. Pada hal, pak bupati kase kesempatan torang masyarakat Mitra untuk mengais rezeki di tambang ini,” keluhnya.

“Torang sangat bersyukur, torang pe pemimpin pak bupati masih mau lia torang pe keluhan dan kebutuhan dengan memberikan kesempatan torang batambang. Tapi kondisinya seperti ini, baiknya tambang ditertibkan duluh supaya ulang buka cuma boleh torang orang Mitra saja,” harapnya.(win)