Sulut Terima Mobil Laboratorium PCR berstandar WHO Senilai 4,2 M

manadoterkini.com, SULUT – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey menerima bantuan satu unit Mobil laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) berstandar WHO dari Rajawali Foundation.

Bantuan senilai Rp 4,2 miliar ini diserahkan perwakilan Rajawali Foundation yakni Rudi dan Satrio kepada Kepala BPBD Sulut Joy Oroh sambil disaksikan Kepala BNPB Letjen Monardo di Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Mobil PCR kedua di Indonesia yang berstandar WHO ini bakal dioptimalkan untuk menjangkau kabupaten dan kota di Sulut yang membutuhkan tes PCR.

Sebelumnya Olly saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kota Kotqmobagu pada Senin, (20/7/2020) mengatakan bakal menerima mobil tersebut.

“Dua minggu lagi ada oto PCR yang bisa 120 sampel didapat dalam waktu cuma 8 jam, jadi kalo ada tes massal bagini trus banyak orang telepon Pemprov kita datang karena itu tadi torang harus lawan ini Covid-19 karena kalo torang nyanda lawan ini Covid-19 torang tidak bisa bergerak apapun,” kata Olly.

Diketahui, mobil laboratorium ini memiliki bio safety cabinet untuk pengerjaan sampel serta ruangan dengan negative pressure yang difiltrasi menggunakan HEPA filter serta fasilitas pengaman lainnya untuk meminimalisir terpaparnya tenaga medis serta lepasnya virus ke lingkungan yang sesuai dengan rekomendasi WHO. (*/Rizath)

Silangen Paparkan Gambaran Pelaksanaan HUT ke-75 Kemerdekaan RI

manadoterkini.com, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terus mematangkan pelaksanaan peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI lewat rapat koordinasi yang dipimpin Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen di Kantor Gubernur, Kamis (30/7/2020) secara virtual bersama Pemerintah Kabupaten dan Kota se Sulut.

Pada kesempatan itu, Silangen mengatakan bahwa dasar pelaksanaan peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI adalah Keputusan Menteri Sekretaris Negara No.205 Tahun 2020 tentang pembentukan panitia pelaksana kegiatan digital kreatif dalam rangka peringatan HUT ke-75 kemerdekaan RI tahun 2020.

Disamping itu, Silangen menjelaskan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI dan upacara penurunan bendera sang merah putih tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Upacara dilaksanakan secara sederhana, hikmat dan sangat minimalis.

Adapun Komposisi petugas upacara terdiri dari : Komandan Upacara sebanyak 1 orang, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) sebanyak 3 orang berasal dari cadangan Paskibraka tahun 2019, Pasukan Upacara sebanyak 20 orang berasal dari TNI/Polri, Korps Musik sebanyak 24 orang dan MC sebanyak 2 orang.

Selain itu, upacara hanya diikuti oleh Gubernur (selaku inspektur upacara) dan Wakil Gubernur serta petugas upacara, yaitu Ketua DPR (selaku pembaca Teks Proklamasi), Kakanwil Kemenag (selaku pembaca Doa), Para anggota Forkopimda serta tidak mengundang Pejabat dan Masyarakat.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten kota berkewajiban untuk menindaklanjuti arahan dan petunjuk dari Pemerintah Pusat terkait Pelaksanaan Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI,” kata Silangen.

Lebih lanjut, dalam rangka memeriahkan Peringatan HUT ke-75 kemerdekaan RI, Silangen mengingatkan kembali semua pihak terkait di Sulut untuk memasang bendera merah putih dan umbul-umbul sesuai dengan desain yang telah ditetapkan Kementrian Sekretariat Negara RI, didepan rumah mulai tanggal 1 sampai 30 Agustus 2020.

Rapat turut dihadiri Sekretaris Panitia Kepala Biro Umum Clay Dondokambey dan Kepala Biro Adpim Dantje Lantang.

Berikut tahapan penting lainnya terkait peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI :

– Pada tanggal 14 Agustus 2020, seluruh masyarakat Sulut juga diajak mengikuti siaran langsung Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia melalui berbagai kanal media massa (televisi, radio dan media online).

– Pada tanggal 17 agustus 2020 pukul 11.17 s/d 11.20 wita (selama 3 menit), segenap warga Sulut wajib menghentikan aktivitasnya sejenak.

Seluruh masyarakat berdiri tegap saat pengumandangan lagu Indonesia Raya secara serentak diberbagai lokasi secara menyeluruh, gedung perkantoran dan sarana perbelanjaan juga turun andil dalam pemutaran lagu Indonesia Raya.

Pengecualian menghentikan aktivitas sejenak berlaku bagi warga dengan aktivitas yang berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain apabila dihentikan.

– Jajaran TNI dan Polri serta perangkat daerah agar dapat membantu keberhasilan pelaksanaan hal tersebut didaerahnya masing-masing, antara lain dengan memperdengarkan sirine kendaraan dinasnya atau suara penanda lain sesaat sebelum lagu Indonesia Raya berkumandang dan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. (*/Rizath)

Silangen Wakili Pemprov Sulut Hadiri Rakor HUT RI Secara Virtual

manadoterkini.com, SULUT – Sekdaprov Sulut Edwin Silangen mengikuti Rakor Persiapan Perayaan HUT Kemerdekaan RI Ke-75 secara virtual di Kantor Gubernur Sulut, Rabu (29/7/2020).

Rapat online yang dipimpin Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori turut dihadiri Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Harto.

Hudori menerangkan latar belakang perayaan HUT kemerdekaan RI ke-75 sebagai momentum kebangkitan rasa cinta tanah air.

“Ini adalah dalah yang tepat untuk menumbuhkan semangat rasa cinta dan bangga sebagai anak bangsa ditengah suasana pandemi Covid-19,” kata Hudori.

Menurut Hudori, Kemendagri telah menyampaikan edaran lewat radiogram dan koordinasi melalui rapat vidcon untuk mengarahkan dan memonitor pelaksanaan rangkaian peringatan HUT RI ke-75 di seluruh Indonesia.

Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2020 mendatang akan tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan keterlibatan aktif seluruh masyarakat akan dilakukan secara virtual.

Dan diharapkan masyarakat untuk turut menghormati peringatan tersebut dengan menghentikan kegiatan sejenak dan mengambil sikap sempurna pada 17 Agustus 2020 pukul 10.17 WIB atau 11.17 Wita.

“Sedangkan peran dari pemerintah daerah diperlukan keterlibatan pemda, TNI, Polri secara teknis untuk mengingatkan masyarakat umum agar melakukan sikap sempurna menjelang pukul 10:17 WIB pada tanggal 17 Agustus 2020, serta menggaungkan acara HUT Kemerdekaan RI ke-75 dengan kegiatan outdoor pemda,” ungkapnya.

Sebelumnya, Wamen Parekraf Angela Tanoesoedibjo menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 kendati sederhana namun penuh hikmat.

Perayaan HUT RI ke-75 juga dirangkaikan dengan pelaksanaan lomba perayaan Kemerdekaan mengusung tema: ‘Cinta Indonesia’ dengan tagline ‘kerja bersama kita bangkit’ dan untuk konsep : merayakan/memeriahkan HUT ke-75 tahun Kemerdekaan RI dengan mempercantik lingkungan dan tetap menjaga protokol kesehatan serta menunjukkan rasa cinta Indonesia.

Hadir juga Karo Umum Pemprov Sulut, Clay Dondokambey, Karo Adpim Dantje Lantang dan perwakilan Kodam XIII/Merdeka. (*/Rizath)

Open Turnamen “Liga Langit” di House of Joshua, Berhadiah Sepeda Motor

manadoterkini.com, SULUT – Beberapa warga Kelurahan Taas melakukan cara unik diwaktu luang saat pandemi dengan menggelar Open Turnamen Liga Langit House of Joshua.

Turnamen ini merupakan lomba layang-layang yang digelar di House of Joshua Kelurahan Taas Lingkungan VI memperebutkan hadiah utama OD-SK.

Menurut Ketua Panitia Donny Singko, selain sebagai ajang tradisional, Linga Langit ini juga sebagai sarana bagaimana mensosialisasi protokol kesehatan COVID-19 ditenga-tengah masyarakat.

Lanjut Donny, Liga Langit kali ini berhadiah satu unit sepeda motor atau 6 juta rupiah. Hadiah tersebut disumbangkan oleh bapak Evans Steven Liow.

“Pendaftaran peserta masih dibuka sampai besok Kamis, (30/7/2020). Beberapa peserta yang sudah mendaftar seperti Gunung Potong, Kite Manado, Engel dan beberapa peserta dari luar Manado juga ikut mendaftar,” jelas Donny.

Masing-masing peserta nantinya harus menjaga jarak pada lokasi yang sudah disiapkan. Pada pertandingan itu setiap peserta akan diundi untuk mengambil lokasi masing-masing seluas dua kali lapangan basket.

Lomba layang-layang dilakukan di sepanjang hari mulai jam 10 pagi sampai sore hari. Masing-masing diberi waktu lima menit sekali fight.

Donny memprediksi, partai final nantinya akan terjadi pada hari Sabtu sampai Minggu bila cuaca memungkinkan.

Sementara itu salah satu peserta bernama Vido Tumuyu mengatakan pertandingan di House of Joshua sudah tiga kali diikutinya dan dirinya sempat meraih juara ketiga.

“Lokasinya bagus untuk pertandingan layang-layang, karena selain luas lokasi ini berada di puncak yang selalu ada angin dan bebas dari rumah penduduk,” kata Vido yang juga ikut dalam Open Turnamen Liga Langit House of Joshua. (Rizath)

Olly Dondokambey Sampaikan Kabar Gembira untuk Petani Sulut

manadoterkini.com, MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dalam kunjungan kerjanya ke Kota Tomohon, Senin (27/7/2020) mengatakan bahwa kedatangannya tersebut untuk memperkuat sektor pertanian di tengah pandemi Covid-19.

“Makanya torang mari sama-sama perkuat ekonomi Sulut lewat pertanian salah satu contoh hari ini torang boleh menanam bersama sama dan juga nanti torang upayakan. Bak air supaya aer lebe banyak supaya kalau nyanda ada musim hujan petani juga boleh batanam terus,” kata Olly.

Karenanya, Olly optimis strategi pengembangan sektor pertanian di Tomohon dan daerah lainnya dapat semakin memajukan dan mensejahterakan petani di Sulut.

“Jadi saya kira itu mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita kedepan buat petani Kebun Wawo ini bisa berhasil bersama sama. Kemarin kita so cek di Bulog ternyata Sulut sejak Covid ini orang samua mulai rajin turun ke sawah sehingga torang so mulai surplus torang p beras, torang biasanya beli dari Makassar dari Sulteng atau dari Surabaya sekarang torang pe beras so mulai surplus, artinya apa kalau torang pe surplus torang nyanda kase kaluar torang p doi kaluar dari Sulut , doi ada baputar diantara torang deng torang.”

“Begitu juga torang pe barito, torang pe barito sekarang so kirim ke Maluku Utara, kirim ke Papua artinya itu doi dari luar torang maso ke sini ekonomi torang tumbuh terus makanya ini harus torang jaga terus agar supaya kegiatan pertanian bisa berjalan dengan baik,” lanjut dia.

Disamping itu, Olly juga menyampaikan kabar gembira kepada seluruh petani Sulut soal rencana Pemprov Sulut menyiapkan asuransi pertanian di Sulut untuk mencegah resiko kerugian yang dialami petani akibat gangguan hama yang dapat mengurangi hasil panen.

“Sekarang kita lagi coba untuk asuransi pertanian jadi kalo ini asuransi pertanian ini berjalan bagus, nanti pemerintah yang back up itu, jadi resiko tidak ada di petani karena kan pertanian ini kan kalau datang musim hama kalau musim so dapa serang petani langsung rugi tiga bulan makanya ini torang lagi pelajari, kita lagi pelajari kedepan supaya ada asuransi pertanian sehingga kalau manfaat asuransi pertanian ini jalan,” beber Olly.

Lanjut Olly, kalau hal ini berhasil, di APBD tahun 2021 akan tercover semua, sehingga petani tidak akan rugi kalau dia gagal panen.

“Torang lagi susun ini kalau dia berhasil saya kira Sulut para petani nggak usah ragu generasi muda torang akan lebih banyak turun ke lapangan sehingga sumber daya manusia kita juga maju dan petani kita juga maju,” sambung Olly. (*/Rizath)

Sri Mulyani Guyur Rp 1 Triliun Untuk SulutGo

manadoterkini.com, SULUT – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

mengalokasikan dana sebesar Rp 11,5 triliun untuk disebar ke tujuh BPD, yaitu Bank DKI, bjb, Bank Jateng, Bank Jatim, Bank SulutGo, Bank Bali, dan Bank Jogja.

“Hari ini yang tanda tangan Jabar, DKI, Jateng, Sulawesi Utara, Gorontalo total seluruh untuk anggaran BPD sekitar Rp11,5 triliun,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, pemerintah tak menerapkan syarat yang ketat bagi BPD.

Pemerintah, kata dia, hanya meminta dana itu disalurkan kepada sektor-sektor usaha yang produktif supaya upaya pemulihan ekonomi berjalan lancar.

“Kita inginkan BPD bisa memberikan kredit murah kepada sektor usaha agar bisa membangkitkan usahanya yang terdampaknya terutama di daerah,” ujarnya.

Program penempatan dana di BPD merupakan kelanjutan dari penempatan dana di empat bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Keempat bank itu yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN.

“Ini merupakan program lanjutan dengan program kerja sama antara bank pembangunan daerah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Berikut rincian penempatan dana pemerintah di BPD:

1. BPD Jawa Barat dan Banten (bjb) Rp2,5 triliun
2. BPD DKI Jakarta (Bank DKI) Rp2 triliun
3. BPD Jawa Tengah (Bank Jateng) Rp2 triliun
4. BPD Jawa Timur (Bank Jatim) Rp2 triliun
5. BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo) Rp1 triliun
6. BPD Bali (Bank Bali) Rp1 triliun
7. BPD DI Yogyakarta (Bank Jogja) Rp1 triliun

Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey saat melakukan kunjungan kerja di Kota Tomohon, Senin (27/7/2020), dirinya mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan ekonomi Sulut di masa pandemi Covid-19 melalui penempatan dana di Bank SulutGo.

“Itu karena apa? Karena dia percaya Gubernur akan beking dengan bagus bukang Gubernur menumpang pa Bank SulutGo kong ambe-ambe doi pa Bank Sulut dan dia percaya karena pertumbuhan ekonomi torang disaat Covid aja 4,2%, daerah laeng so minus, karena torang pe strategi pas,” kata Olly.

Menurut Olly, perekonomian Sulut di masa pandemi Covid-19 sebagian besar ditunjang oleh sektor pertanian. Karenanya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada tahun 2021, dana di Bank SulutGo akan disalurkan untuk pengembangan sektor usaha produktif di Sulut dengan bunga ringan.

“Kekuatan ekonomi Sulut ada di tangan bapak, ibu, 70% pertumbuhan ekonomi datang dari pertanian, 30% dari tanaman keras, 35% dari tanaman holtikultura, kalau torang kuat pasti ekonomi di Sulut tumbuh terus sehingga masyarakat tidak kehilangan pekerjaan dibantu oleh Bank Sulut dengan bantuan dana Rp 1 triliun dengan bunga yang murah nyanda sama deng pinjam di bank-bank lain nanti depe skema torang ator, depe skema supaya masyarakat mendapatkan pinjaman dengan bunga yang sangat murah sehingga bisa mendapatkan modal untuk usaha yang lebih baik,” lanjutnya. (*/Rizath)

Olly Dondokambey Gerakkan Masyarakat Menanam

manadoterkini.com, SULUT – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey di tengah pandemi Covid-19 menggerakkan masyarakat dengan mencanangkan gerakan percepatan olah tanah dan penanaman padi serta pencanangan pemanfaatan lahan terlantar dan penanaman tanaman pangan di Kabupaten Minahasa, Jumat (24/7/2020).

“Sejak mulai adanya Covid ini saya mengajak seluruh masyarakat untuk kembali berkebun persiapkan lahan-lahan tidur yang ada,” kata Olly.

Ia meminta warga tak kuatir kekurangan bibit tanaman pangan dan ketersediaan sumber air untuk mengairi lahan pertanian.

“Pemerintah menyiapkan bibit pupuk termasuk juga kita siapin sumur bor – sumur bor kalau memang seperti di sini keluhan masyarakat kekurangan air. Karena ini lahan tadah hujan makanya saya sudah minta tadi kita bor lagi, supaya ada persiapan air,” ujar Olly.

Menurutnya, ada empat faktor penentu berhasilnya sektor pertanian.

“Karena bertani itu kan yang paling penting itu bibit, air sama lahan kalau tiga ini sudah menyatu tinggal tambah orang yang rajin pasti akan berhasil,” lanjut dia.

Olly optimis jika sektor pertanian dikelola optimal bakal menjadi solusi ketahanan pangan di tengah pandemi.

“Nah, Pemerintah Provinsi, Kabupaten khususnya Minahasa menjadi sarana prasarana penyiapan holtikultura bagi masyarakat Sulut, kita dorong terus agar supaya ketersediaan barito dan pangan lainnya bisa suplai disituasi kondisi krisis Covid-19 ini,” tutup Olly.

Sementara itu, Bupati Minahasa Roy Roring mengapresiasi perhatian Gubernur Sulut terhadap sektor pertanian di Minahasa.

“Sekali lagi atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa menyampaikan banyak terima kasih kepada Pak Gubernur yang kembali boleh bersama sama dengan kita untuk menanam bersama,” ujar Roring.

Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pemberian bantuan benih padi sawah kepada kelompok tani di wilayah Kecamatan Kakas dan masing-masing kelompok menerima 500 kg benih padi sawah untuk lahan seluas 20 hektar.

Ada juga bantuan bibit jagung dan bibit bawang merah untuk lahan seluas 65 hektar.

Selain itu, ada penyaluran KUR Pertanian Pemulihan Ekonomi Nasional Mikro Bank Mandiri di semua kabupaten dan kota se Sulut dan untuk wilayah Kecamatan Kakas sekitar 50 orang. (*/Rizath)

Pemprov Sulut Dukung Pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Zona Integritas

manadoterkini.com, SULUT – Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen memimpin Rapat Evaluasi PMPRB (Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi), Korsupgah (Koordinasi dan Supervisi Pencegahan), ZIWBK (Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi) yang dirangkaikan dengan Sosialisasi SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah) di Ruang WOC Kantor Gubernur, Rabu (22/7/2020).

Edwin Silangen dalam rapat yang diikuti para kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkup Pemprov Sulut menyampaikan bahwa, reformasi birokrasi merupakan sebuah kebutuhan yang perlu dipenuhi dalam rangka memastikan
terciptanya perbaikan tata kelola pemerintahan.

“Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang
Grand Design Reformasi Birokrasi 201
dimana kini telah masuk pada periode
ketiga atau terakhir dari Grand Design
Reformasi Birokrasi Nasional, dan pada tahap akhir ini, Reformasi Birokrasi diharapkan menghasilkan karakter birokrasi yang dicirikan dengan pelayanan publik yang semakin berkualitas dan tata kelola yang semakin efektif dan efisien,” kata Silangen.

Diketahui, PMPRB dilakukan sesuai Peraturan Menteri PAN RB Nomor 26 Tahun 2020, yakni dilakukan setiap tahun atas 8 area perubahan, yaitu manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, penataan dan penguatan organisasi, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Disamping itu, Silangen juga menerangkan soal korsupgah. Menurutnya, dalam upaya melakukan pencegahan atau tindakan preventif atas penyimpangan yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi, maka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan kewenangan yang dimiliki, melakukan korsupgah kepada pemda guna mewujudkan upaya pencegahan yang lebih efektif dan efisien dari tindak pidana korupsi.

“Hasil verifikasi KPK terhadap 8 sektor area intervensi Korsupgah KPK dalam progres keberhasilan nasional upaya pencegahan korupsi Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia, untuk semester I Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menduduki peringkat I atas pemenuhan dokumen dan sistem tata kelola Pemerintahan sebagaimana yang diharapkan KPK,” ungkap Silangen.

Terkait ZIWBK, Silangen menjelaskan bahwa semakin banyak unit kerja pelayanan percontohan (WBK/WBBM) menunjukan reformasi birokrasi telah berjalan masif dan menyebar pada unit pelayanan terdepan. Pada tahun 2019, terdapat 34 unit kerja berpredikat WBBM dan 469 unit berpredikat WBK.

“Trend pengajuan unit kerja percontohan yang selalu melonjak di 2 tahun belakangan ini membuktikan pembangunan zona integritas sudah menjadi kebutuhan daripada suatu keharusan,” beber Silangen.

Lebih lanjut, Silangen berharap rapat evaluasi PMPRB, Korsupgah dan ZIWBK dapat dioptimalkan bersama untuk perbaikan dan penyempurnaan segala aspek dalam PMPRB, Korsupgah dan ZIWBK kedepan.

Silangen juga menyinggung pelaksanaan sosialisasi SPIP. Dirinya mengimbau agar para peserta dapat memberikan fokus dan perhatian penuh terhadap substansi penyampaian mengenai SPIP, serta komunikatif, agar implementasi SPIP di lingkup Pemprov Sulut berjalan seperti seharusnya, dan mendukung terwujudnya good governance di Sulut. (*/Rizath)

HUT RI di Sulut Bakal Sederhana Namun Penuh Hikmat

manadoterkuni.com, SULUT – Sekdaprov Sulawesi Utara Edwin Silangen memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI dan HUT ke-56 Provinsi Sulut di Ruang F.J. Tumbelaka, Kantor Gubernur, Kamis (23/7/2020).

Silangen menerangkan bahwa pelaksanaan perayaan HUT RI kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena pandemi Covid-19 berdasarkan arahan Kementerian Sekretariat Negara RI.

Karenanya, rangkaian pelaksanaan kegiatan mewajibkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti menggunakan masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

“Upacaranya tetap kita laksanakan seperti tahun yang lalu 2019, tetapi yang berbeda adalah peserta dan pelaksana dari kegiatan upacara ini disederhanakan pelaksanaanya pada tahun 2020 ini,” kata Silangen.

Kendati demikian, Silangen memastikan perayaan HUT RI tak mengurangi semangat, motivasi yang mencerminkan sikap cinta tanah air.

“Rangkaian acaranya tetap dilaksanakan. Walaupun sederhana tapi tetap penuh hikmat, dan bisa dirayakan oleh seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” ungkap Silangen.

Lebih lanjut, Silangen mengajak seluruh peserta rapat untuk selalu percaya dan berdoa kepada Tuhan agar pandemi Covid-19 dapat berakhir di seluruh dunia.

“Kita tetap bermohon agar supaya Pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dari kehidupan kita semua,” tandas Silangen.

Adapun rangkaian acara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI diantaranya pada tanggal 7/8/2020, Pembukaan Rangkaian Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI; tanggal 14/8/2020, Mendengarkan Pidato Presiden RI pada sidang tahunan MPR RI Tahun 2020. Kemudian Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-75 kemerdekaan RI tahun 2020 pada sidang bersama DPR RI dan DPD RI.

Kemudian, tanggal 14/8/2020, Mendengarkan Pidato Presiden RI dalam rangka penyampaian pengantar/keterangan pemerintah atas RUU tentang APBN T.A. 2021 beserta Nota Keuangan dan Dokumen Pendukungnya pada Rapat Paripurna pembukaan masa persidangan I DPR RI tahun sidang 2020-2021.

Selanjutnya, tanggal 16/8/2020, Apel Kehormatan dan Renungan Suci dan tanggal 17/8/2020 mengagendakan Pemberian Remisi di Lembaga Pemasyarakatan dan Upacara HUT ke-75 Kemerdekaan RI tahun 2020.

Dalam rapat nampak hadir Ketua Panitia yaitu Asisten 3 Bidang Administrasi Umum Gemmy Kawatu, Sekretaris Umum Panitia yang juga Kepala Biro Umum Clay June Dondokambey, Kepala Biro Organisasi Christodarma Sondakh, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Dantje Lantang serta para pejabat eselon III dan IV dari PD terkait. (*/Rizath)

Bidik 2.000 Spesimen Per Hari, Olly Masuk Kada Terbaik Tangani COVID-19

manadoterkini.com, SULUT – Gugus Tugas Covid-19 (GTC-19) Sulut yang dipimpin Gubernur Olly Dondokambey bakal meningkatkan kapasitas pemeriksaan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) dari 500 spesimen swab test menjadi 2.000 spesimen per hari.

“Lab PCR yang ada di Provinsi Sulut tinggal 2 minggu lagi 1 hari so boleh periksa 2 ribu orang, kalo so 2 ribu so nda ada yang mo tatunda,” kata Gubernur Olly saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin pekan ini.

Strategi tersebut bukan tanpa alasan. Olly memahami kapasitas pemeriksaan laboratorium di Sulut saat ini belum mampu mengakomodasi banyaknya spesimen swab test terkait Covid-19 yang masuk setiap harinya sehingga sebagian sampel ada yang dikirim ke laboratorium di luar Sulut yang mengakibatkan perpanjangan waktu tunggu hasil pemeriksaan swab.

Kondisi ini pun tak mencerminkan perkembangan epidemiologi per hari, melainkan mencerminkan situasi 2-3 minggu ke belakang.

Sebagai solusi atas kendala tersebut, Olly menyiapkan lab PCR di Universitas Sam Ratulangi berkapasitas 1.000-1.500 spesimen per hari dan meningkatkan kapasitas lab RSUP Prof Kandou untuk menambah jumlah pemeriksaan Covid-19 di Sulut.

Selain itu, GTC-19 Sulut juga bakal mendapatkan bantuan mobil tes PCR dari pemerintah pusat dalam dua pekan mendatang. Mobil ini bisa memproses 120 spesimen yang bisa diketahui hasil tesnya dalam jangka waktu 8 jam.

Menurut Olly, jika kapasitas pemeriksaan berhasil ditingkatkan maka tidak ada lagi keterlambatan pemeriksaan spesimen swab test di Sulut.

“Kalo sekarang masih ada tatunda 10 hari, 11 hari, makanya tiba-tiba jaga nae torang pe Covid-19, itu so lama punya bukan baru so tatunda di laboratorium, karena sampe hari ini sampel yang diambil di lab ada 2117 yang belum kaluar dari lab,” ungkap Olly.

Terkait bantuan mobil PCR, Olly memastikan kesiapan GTC-19 Sulut mengoperasikan fasilitas canggih tersebut untuk melakukan pemeriksaan secara massal.

“Jadi kalo ada tes massal bagini trus banyak orang telepon Pemprov kita datang,” beber Olly.

Lebih lanjut, Olly mengajak masyarakat bersama pemerintah melawan Covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan dengan air sabun.

“Torang harus lawan ini Covid-19 karena kalo torang nyanda lawan ini Covid-19 torang tidak bisa bergerak apapun, jadi Pemprov menyiapkan sarana prasarana untuk melawan Covid-19 ini,” kunci Olly.

Sementara itu, keseriusan Olly menangani Covid-19 di Sulut ternyata mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia.

Terbukti, Hasil Survei Charta Politika Indonesia mengungkap persepsi publik soal kinerja kepala daerah yang dianggap paling baik dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia menempatkan Olly pada urutan 9 dari ratusan kada meliputi gubernur, bupati dan walikota se-Indonesia.

Survei dilakukan melalui wawancara telepon dengan metode simple random sampling kepada 2.000 responden yang tersebar di seluruh Indonesia pada 6-12 Juli 2020. Margin of error (toleransi kesalahan) survei 2,19 persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) sebesar 95 persen.

Hasil survei dirilis oleh Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam diskusi daring bertema “Trend 3 Bulan Kondisi Politik, Ekonomi, dan Hukum pada Masa Pandemi Covid-19”, Rabu (22/7/2020).

Responden diberi pertanyaan terbuka soal kepala daerah yang memiliki kinerja terbaik dalam penanganan pandemi Corona. Hasilnya adalah sebagai berikut:

Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat): 15,6%
Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah): 13,4%
Anies Baswedan (Gubernur DKI): 11,8%
Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur): 5,1%
Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya): 2,2%
Bima Arya Sugiarto (Wali Kota Bogor): 1,3%
Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi): 1,1%
Airin Rachmi Diany (Wali Kota Tangerang Selatan): 1,0%
Olly Dondokambey (Gubernur Sulawesi Utara): 1,0%
Edy Rahmayadi (Gubernur Sumatera Utara): 1,0%
Nurdin Abdullah (Gubernur Sulawesi Selatan): 0,9%
Wahidin Halim (Gubernur Banten): 0,7%
Ade Yasin (Bupati Bogor): 0,5%
Rusli Habibie (Gubernur Gorontalo): 0,5%
Lainnya: 7,8%
Tidak Jawab/Tidak Jawab: 36,4%. (*/Rizath)