APBD Tomohon Tahun 2020 Tembus 706,9 Miliar

tomohonmanadoterkini.com, TOMOHON – Setelah melewati berbagai tahapan dan pembahasan akhirnya TAPD dan DPRD Kota Tomohon akhirnya sepakat dan menyetujui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) untuk tahun 2020 mendatang sebesar Rp 706,9 Miliar.

Hak tersebut disahkan pada rapat paripurna yang dilaksanakan pada Minggu (15/9) sekira pukul 02.30 subuh. Sidang paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Tomohon Miky Wenur MAP didampingi wakil ketua Caroll Senduk dan Youdy Moningka melaksanakan agenda penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi dan laporan Badan Anggaran serta pendapat akhir Wali Kota Terhadap Ranperda APBD 2020 dilanjutkan penutupan masa sidang terakhir periode 2014-2019.

Wenur menjelaskan berbagai tahapan telah dilalui. “DPRD dan Pemkot Tomohon telah melakukan pembahasan mengenai APBD Kota Tomohon tahun depan, kesesuaian telah melalui proses baik Banggar maupun Tim Anggaran Pemerintah Daerah(TAPD), diharapkan bisa dimaksimalkan untuk pengembangan daerah baik dalam infrastruktur, peningkatan SDM hingga kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman beserta jajarannya. “Apresiasi setinggi-tingginya kepada DPRD yang telah membahas Ranperda APBD 2020. Bukti baik DPRD maupun Pemerintah Kota bersinergi untuk kepentingan masyarakat Tomohon,” jelas Wali Kota.(yudi)

Hasil Kunjungan Walikota do Jepang, Tomohon Bakal Miliki Stasiun Jalan

manadomanadoterkini.com, TOMOHON – Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kota Tomohon guna meningkatkan kualitas daerah, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Yang teranyar, di bawah pimpinan orang nomor satu di Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak, selama kurang lebih 6 hari bertandang ke negeri samurai.

Wali Kota Tomohon bersama rombongan tepatnya mengunjungi Kota Minamiboso, Jepang. Guna menindaklanjuti kerja sama dengan Pemerintah Kota Minamiboso Jepang untuk pelaksanaan proyek Stasiun Jalan (Michiko Eki).

“Ini bukti dan komitmen kita untuk mendorong pembangunan infrastruktur di Kota Tomohon. Salah satunya dengan wacana pembangunan Stasiun Jalan Michiko Eki, yang nantinya diharapkan mengubah wajah kota Tomohon selaras dengan upaya menunjang perekonomian, perdagangan dan kepariwisataan. Yang ujung-ujungnya mampu memberikan kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon,” kata Walikota.

Walikota juga berharap, kiranya dukungan dan topangan doa dari seluruh warga Tomohon. Supaya, cita-cita bersama ini bisa berjalan dengan baik.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut usai, di Tahun 2018 lalu Wali Kota Minamiboso bersama rombongan telah berkunjung ke Kota Tomohon berdialog dengan pemerintah setempat.

“Bahkan meninjau langsung lokasi pembangunan Stasiun Jalan di Kota Tomohon, sekaligus menikmati keunikan dan keindahan objek wisata di Tomohon dan sekitarnya,” imbuhnya.
Dalam kunjungan ini juga, Jimmy Eman bersama para pejabat berkesempatan melihat dari dekat 8 Michiko Eki (Stasiun Jalan, red). Serta secara Marathon mengadakan rapat dengan tim dari Jepang guna persiapan pembangunan Stasiun Jalan yang nantinya akan menjadi tempat untuk menjual Souvenir dan Pusat informasi Pariwisata di Kota Tomohon.
“Pembangunan stasiun ini akan dibiayai oleh Pemerintah Kota Minamiboso, tentunya sebagai pemerintah saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Jepang. Khususnya Pemerintah Kota Minamiboso, kiranya rencana pembangunan terlaksana dengan lancar sesuai perkenanan Tuhan,” tutupnya.
Pada kunjungan ini, Walikota didampingi oleh Kadis Pertanian Steven Waworuntu SSTP, Kadis Pariwisata Masna Pioh, Kadis Perkim Ir. E.Pontororing MSi dan Staf Ahli Vonni Pontoh MBA.(sem)

manadoterkini.com, TOMOHON – Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak didampingi Wakil Walikota Syerly Adelyn Sompotan membuka kegiatan Dialog bersama seluruh kader kesehatan dan kader Keluarga Berencana (KB) di Kota Tomohon.

Dalam sambutannya, Walikota mengajak para kader dapat meningkatkan pelayanan dan kinerjanya kepada masyarakat melalui kegiatan pembinaan dan pembekalan, pembimbingan dan pelatihan agar tercipta kader yang mampu dan terampil dalam tugasnya.

“Kaitan dengan masalah kesehatan khususnya stunting di Kota Tomohon. Hal ini perlu kita syukuri, karena kondisi stunting di Tomohon pada umumnya, sesuai data dari survey pemantauan status gizi oleh Direktorat gizi masyarakat Kementerian Kesehatan dalam tiga tahun berturut-turut 2015-2017 Kota Tomohon mendapat kategori baik dalam klasifikasi permasalahan gizi di masyarakat dengan hasil tahun 2015 19,9 %, 2016. 6,9 %, dan tahun 2017 13,4 %, artinya Kota Tomohon masih berada dibawah batas toleransi standar WHO 20 %.

“Hasil ini Kota Tomohon mendapatkan apresiasi dari Kementerian Kesehatan RI, karena satu-satunya Kota di Indonesia yang bisa mendapatkan kategori baik tiga tahun berturut-turut,” ujar Kadis Kesehatan.

Untuk hal ini, saya tetap mengajak kepada para kader se Kota Tomohon untuk dapat melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin.

Pada kesempatan itu anggota DPD RI Ir Stefanus B A N Liow MAP yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa, sebagai perwakilan daerah, dalam tugasnya pihaknya terus menyampaikan aspirasi daerah ke pusat, disampaikan dalam setiap rapat kerja dengan para Menteri ataupun dalam rapat paripurna. Berbagai hal kami sampaikan termasuk dalam bidang kesehatan yang tujuannya untuk kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tomohon Ir Miky Wenur mengatakan pihaknya dalam bersinergi dengan Pemkot Tomohon tentunya berkomitmen untuk terus melaksanakan program dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat didalamnya hal kesehatan.
Ciptakanlah keluarga yang berkualitas, dan hal ini tentunya bagian dari peran para kader kesehatan dan kader KB.

Kadis Kesehatan Daerah Kota Tomohon dr Deesje Liuw M Biomed dalam laporannya, tujuan kegiatan ini yakni untuk meningkatkan peran kader kesehatan dan kader KB yang ada di Kota Tomohon.

Disela kegiatan Walikota Eman menyerahkan secara simbolis seragam Kader KB dan transport, serta penyerahan honorarium Kader Kesehatan kepada para perwakilan kader.

Hadir dalam kegiatan Sekretaris Kota Ir Harold Lolowang MSc, anggota DPRD Piet Pungus SPd, Asisten Kesra Drs O D S Mandagi, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Daerah Kota Tomohon Sjerly Bororing SP MM Sip.(sem)

manadoterkini.com, TOMOHON – Walikota Tomohon Jimmy F Eman, SE.Ak pada Kamis (4/4) menerima Tim Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Hal ini sesuai dengan Surat Tugas No.72/ST/XIX.MND/03/2019 perihal Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kota Tomohon Tahun 2018 bertempat di Kantor Walikota Tomohon.

Dalam kesempatan tersebut Walikota menyampaikan kiranya dalam pemeriksaan ini tetap mendapat motivasi, arahan-arahan serta kesempatan untuk memperbaiki dan menyempurnakan hal-hal administrasi yang belum lengkap, oleh karena itu seluruh SKPD untuk tetap komitmen agar supaya Kota Tomohon dapat meraih WTP untuk yang ke enam kalinya.

Responsibility dan kooperatif sangat dibutuhkan terlebih khusus dalam mengkonfirmasi dan mengklarifikasi apabila di perlukan, Walikota juga mengingatkan bahwa semua harus sesuai aturan agar supaya hasilnya memuaskan dan maksimal.

“Setiap kepala perangkat daerah harus responsif dan proaktif, jika ada data atau dokumen yang dibutuhkan langsung ditindak lanjuti untuk diserahkan, dan sebisa mungkin jangan dulu keluar daerah. komitmen kita bersama untuk mempertahankan Opini WTP bukan hanya bicara tetapi action, saya juga mengharapkan banyak petunjuk dari Tim BPK,” ujarnya.

Tetap semangat selama 35 hari mulai hari ini, mari kita bersama-sama mempertahankan apa yang telah kita capai, seluruh upaya dan kerja keras kita semua dengan memberikan hasil yang maksimal untuk masyarakat Kota Tomohon sehingga Predikat WTP untuk yang ke enam kalinya dapat terealisasi.

Sementara itu, Ana Muftiani sebagai Pengendali Teknis menyampaikan agar Pemerintah Kota Tomohon jangan terlena dengan meraih lima kali WTP, kerena banyak kejadian di luar karena terlena dengan pencapaian WTP berturut-turut hingga lalai dan kehilangan predikat, oleh karena itu pihaknya bersama tim mohon kerjasama seluruh jajaran Pemerintah Kota Tomohon untuk membantu tugas-tugas kami selama berada di Kota Tomohon.

Yulianti Suwarsi sebagai Ketua Tim
Muhammad Kelik Juniarto S.W, Fitri Annisa Pharmahersa, Aulia Margaretha Ginting sebagai anggota tim, adapun tim dari BPK ini akan bertugas di Kota Tomohon selama 35 hari.

Entry Briefieng pemeriksaan terinci LKPD T.A 2018 tersebut dihadiri juga oleh Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir. Harold V. Lolowang, MSc, para Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, Kepala Bagian serta para Camat.(sem)

manadoterkini.com, TOMOHON – Tingkat kenyamanan dan keamanan pada anak di Kota Tomohon perlu diperhatikan. Pasalnya, meski mencatatkan penurunan dari jumlah kejadiannya, jalannya kelangsungan hidup anak masih dihantui sejumlah kasus-kasus kekerasan. Baik fisik, seksual hingga verbal. Tahun 2018 lalu, kurang lebih 68 kasus kekerasan menimpa anak-anak di Kota Tomohon.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(P3A) Daerah Kota Tomohon dr. Olga Karinda, berbagai kasus menyangkut kehidupan anak-anak terjadi sepanjang tahun lalu.

“Mulai dari kekerasan fisik, mental, penelantaran dan lain-lain,” ungkap Karinda.

Lanjut Dia, upaya menekan angka kekerasan tersebut. Mencari dilakukan pihaknya, dengan menggandeng sejumlah organisasi. Baik swasta maupun bentukan atas inisiasi Dinas P3A Kota Tomohon.

“Ada satgas dan organisasi yang langsung kita terjunkan untuk berkoordinasi dengan pihak penegak hukum. Ada pendampingan bagi anak-anak putus sekolah, korban keluarga yang tidak harmonis hingga korban penelantaran,” ujarnya.

Sementara itu Akademisi sekaligus Aktivis Perlindungan Anak  DR. Ruth Umbase, M.Hum mengatakan,  berdasarkan penelitian di lapangan. Mayoritas pelaku kekerasan adalah orang dekat dari korban. Ataupun murni karena minimnya pengawasan anak, utamanya di luar rumah dan jam sekolah.

“Bisa diperhatikan lebih lagi, dengan siapa anak kita bermain dan bergaul. Karena predator anak itu ada di mana-mana. Khusus untuk anak usia remaja, diupayakan sedari dini untuk diedukasi soal pendidikan seks, jangan malu dan tabu lagi. Ini tugas dan tanggungjawab kita sebagai orang tua,” katanya.

Dia menambahkan, dari rentang usia yang sering jadi korban. Yakni, usia remaja 8-14 tahun, serta sejumlah kasus juga menimpa anak balita.

“Pemerkosaan terhadap bayi yang dilakukan pamannya sendiri hingga meninggal. Maka dari itu kita semu harus lebih berhati-hati lagi dan lindungi anak dari konten-konten pornografi.” tutupnya.(sem)

Berikut Data Kasus Kekerasan Terhadap anak Kota Tomohon :

Kekerasan Fisik    24

Psikis                     3

Seksual                33

Eksploitasi             0

Penelantaran        5

Trafficking             0

Lainnya                 2

Total                     68

manadoterkini.com, AMURANG – Penarikan Guru ASN yang mengajar di sekolah swasta mendapat sorotan dari DPRD Kota Tomohon. Penarikan tenaga pendidik ini tidak relevan diimplementasikan di Kota Tomohon, yang notabenenya adalah Kota Pendidikan juga. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Tomohon Miky Wenur. Menurut Dia penerapan kebijakan ini harusnya dievaluasi kembali oleh SKPD terkait.

“Jangan sampai kegiatan belajar mengajar di sekolah swasta terganggu. Bagaimanapun juga, pilihan mendapat pelayanan pendidikan ada di tangan orang tua siswa. Harusnya pemerintah bisa melihat kondisi ini, mempertimbangkan kembali,” ujar Wenur.

Ditambahkannya, kondisi tenaga pendidik jika dibandingkan antara pengajar swasta dan ASN. Masih lebih banyak kategori pengajar dari sekolah swasta. Meski dominan, kondisi ini justru menjamin peserta didik,  mendapatkan edukasi dan literasi secara optimal pastinya.

“Kurang lebih 60 sekolah di Tomohon itu swasta sisanya negeri. Nah, bagaimana pelayanan pendidikan bisa jalan, kalau tenaga pengajarnya ditarik. Saya berharap kebijakan penarikan guru ASN di sekolah swasta ini bisa ditinjau kembali, sangat tidak cocok jika diterapkan di Tomohon,” katanya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Kristen I Tomohon Altje Liuw mengatakan, dirinya yang juga pengajar ASN yang bekerja  di sekolah swasta. Tak bisa berbuat banyak, perihal penerapan kebijakan ini. Memang, kata dia, pola yang selama ini berjalan, harusnya tak perlu diubah lagi. Mempertimbangkan kondisi sebaran guru di Tomohon, yang dinilai belum ideal.

“Khusus sekolah kita saja ada  35 guru ASN dari total 72 tenaga pengajar. Harusnya pemberlakuan kebijakan ini melibatkan kita juga para pengajar. Jangan sampai anak didik yang jadi korban nantinya,” tandasnya.(sem)

manadoterkini.com, TOMOHON – Penarikan Guru ASN yang mengajar di sekolah swasta mendapat sorotan dari DPRD Kota Tomohon. Penarikan tenaga pendidik ini tidak relevan diimplementasikan di Kota Tomohon, yang notabenenya adalah Kota Pendidikan juga. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Tomohon Miky Wenur.

Menurut Dia penerapan kebijakan ini harusnya dievaluasi kembali oleh SKPD terkait.

“Jangan sampai kegiatan belajar mengajar di sekolah swasta terganggu. Bagaimanapun juga, pilihan mendapat pelayanan pendidikan ada di tangan orang tua siswa. Harusnya pemerintah bisa melihat kondisi ini, mempertimbangkan kembali,” ujar Wenur.

Ditambahkannya, kondisi tenaga pendidik jika dibandingkan antara pengajar swasta dan ASN. Masih lebih banyak kategori pengajar dari sekolah swasta. Meski dominan, kondisi ini justru menjamin peserta didik, mendapatkan edukasi dan literasi secara optimal pastinya.

“Kurang lebih 60 sekolah di Tomohon itu swasta sisanya negeri. Nah, bagaimana pelayanan pendidikan bisa jalan, kalau tenaga pengajarnya ditarik. Saya berharap kebijakan penarikan guru ASN di sekolah swasta ini bisa ditinjau kembali, sangat tidak cocok jika diterapkan di Tomohon,” katanya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Kristen I Tomohon Altje Liuw mengatakan, dirinya yang juga pengajar ASN yang bekerja di sekolah swasta. Tak bisa berbuat banyak, perihal penerapan kebijakan ini. Memang, kata dia, pola yang selama ini berjalan, harusnya tak perlu diubah lagi. Mempertimbangkan kondisi sebaran guru di Tomohon, yang dinilai belum ideal.
“Khusus sekolah kita saja ada 35 guru ASN dari total 72 tenaga pengajar. Harusnya pemberlakuan kebijakan ini melibatkan kita juga para pengajar. Jangan sampai anak didik yang jadi korban nantinya,” tandasnya.(sem)

manadoterkini.com, TOMOHON – Karena ini merupakan kewajiban bagi para pelaku usaha, membayarkan retribusi dan pajak daerah. Mengacu Peraturan Daerah Kota Tomohon Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Sistem Penerimaan Pajak Daerah Secara Elektronik. Mendorong para wajib pajak, menunaikan kewajibannya lewat prosedur online menjadi perhatian DPRD Kota Tomohon saat ini.

Olehnya, bertempat di Kelurahan Kinilow, Senin (25/3). Dipimpin langsung Anggota Fraksi Golkar DPRD Kota Tomohon, dari Partai Nasdem Erens Kereh memaparkan pentingnya, pengetahuan soal tata cara pelaporan Pajak Secara Elektronik.

“Artinya ada transisi perubahan teknis pelaksanaan pelaporan. Yang dulunya dilakukan dengan cara konvensional, kini wajib pajak dimudahkan dengan model pelaporan online,” kata Kereh.

Lewat sosialisasi ini, Kereh pun optimis mampu memberikan kontribusi positif bagi potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Olehnya, dirinya berharap kegiatan ini mampu dimanfaatkan seluruh peserta, guna peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat Kota Bunga secara keseluruhan.

Sementara itu, Kasie Perencanaan dan Penetepan Pajak Retribusi Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon Joice Syulastri SE menambahkan, peningkatan kualitas pendapatan daerah dapat dimaksimalkan lewat pelaksanaan sosialisasi bagi wajib pajak di lapangan.

“Agar pelaku usaha paham dan mengerti teknis tata cara pelaporan pajak secara online, karena banyak yang masih mengetahui model pelaporannya secara manual,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan, Kepala Bagian Umum DPRD Kota Tomohon Stenly Mokorimban SH, peserta sosialisasi dan undangan lainnya.(sam)

Produsen Pakan Ternak Terbesar di Dunia Rayakan Natal Dengan Ribuan Peternak Babi

 

manadomanadoterkini.com, SULUT – PT. Charoen Pokphand Indonesia, Tbk, Sabtu (26/1/2019) mengelar Perayaan Natal dan Gebyar Pokphand 2019 bersama ribuan peternak babi di Auditorium Bukit Inspirasi-Tomohon.

Charoen Pokphand Group sendiri merupakan produsen Pakan Ternak terbesar di dunia yang telah hadir di Indonesia dan beroperasi hampir 47 Tahun. Sementara di wilayah Sulawesi sendiri sudah beroperasi sejak 40 tahun yang lalu.

Pimpinan Charoen Pokphand Indonesia Bpk. Christian Tiono, SVP pada kesempatan itu menyampaikan bahwa “Perayaan Natal dan Gebyar Pokphand 2019” merupakan bentuk apresiasi atau penghargaan bagi semua peternak babi se Sulawesi Utara yang telah menggunakan pakan Charoen Pokphand melalui agen-agen seperti Unggas Jaya dan Bintang Jaya.

Oleh karenannya Charoen Pokphand menyampaikan terima kasih sebanyak-banyaknya dan berharap tetap mengembangkan hubungan yang sudah terjalin dengan baik.

“Kami memberikan apresiasi kepada peternak Sulawesi Utara karena telah mempercayakan produk kami sehingga bisa memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Christian Tiono, dengan berharap agar melalui tema “Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita” dapat daknai bahwa Kristus sebagai pengantar hikmat dalam melakukan berbagai kegiatan dapat mengembangkan hubungan sesama manusia dengan tujuan mencapai kesejahteraan dan kedamaian bersama.

Menariknya, sebagai ungkapan terima kasih Charoen Pokphand kepada agen, sub agen dan semua toko-toko serta peternak yang sudah menggunakan produknya, Charoen Pokphand juga memberikan berbagai hadiah undian dengan nilai ratusan juta rupiah dalam bentuk kegiatan Gebyar Pokphand 2019.

Gebyar Pokphand tersebut memberikan hadiah-hadiah yang sangat menarik dan terbaik bagi setiap pelanggannya yakni seperti 50 Voucher Pakan babi, 20 Voucher Induk babi, 25 Televisi SHARP LED 32 inch, 10 Smartphone, 20 Kulkas SHARP 2 pintu, 21 Ticket Liburan ke Bali, 5 Sepeda motor Honda matic dengan hadiah utama 1 unit Mobil Pick Up Suzuki Mega Carry keluaran terbaru.

Program Charoen Pokphand Indonesia di Sulawesi dalam bentuk Gebyar Pokphand menurut
Christian Tiono telah dilaksanakan sejak April hingga Desember 2018, adalah merupakan Apresiasi Charoen Pokphand kepada seluruh peternak babi se Sulawesi Utara untuk secara terus dan bersama-sama mengembangkan usaha peternakan babi sebagai aktifitas yang menuju kepada pencapaian manajemen dan teknologi modern, effisien dan berdaya saing.

Perayaan Natal dan Gebyar Pokphand 2019 sendiri diawali dengan ibadah Natal yang dipimpin oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Pdt. Dr. Hein Arina, M.Th, dan hiburan-hiburan dari artis terkenal di Manado, seperti 99 Band, magician/pesulap, Koor dari Unggas Jaya dan Band/VG dari Bintang Jaya, Katrili Dancer dan hiburan lainnya.

Charoen Pokphand juga menawarankan special penjualan induk dan pejantan dengan harga khusus yang diminati oleh banyak peternak. (Rizath Polii)

Sandiaga Uno Kunjungi Kantor Pusat Sinode GMIM Kota Tomohon

sandiaga unomanadoterkini.com, MANADO – Dia sela perjalanannya mengunjungi makam para tokoh pahlawan Indonesia di Sulawesi Utara, Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Uno menyambangi Kantor Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dan disambut Sekretaris Umum Sinode GMIM Pendeta Evert Andri Alfonsus Tangel STh MPdK bersama jajarannya, (5/11/2018) di Ruang Rapat Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM.

Dalam tatap muka tersebut, Sandiaga mengatakan alasannya mengunjungi Pusat Gereja Terbesar Kedua di Indonesia ini bahwa menjadi tanggung jawab bagi dirinya untuk memberikan respon positif pada umat kristen khususnya GMIM yang telah menjadi bagian sejarah perjalanan Bangsa Indonesia atas sumbangsih positif membangun negeri.

“Sebagai putra Indonesia, saya memiliki Ayah asal Gorontalo dan Ibu dari Jawa serta lahir di Sumatera. Karenanya, rasa sebagai bagian Bangsa Indonesia telah berakar dalam diri. Apalagi semasa sekolah, saya mengecap pendidikan di Persekolahan PSKD Jakarta, sehingga banyak hal berkaitan dengan ajaran ke-Kristen-an yang beralaskan kasih ikut mengakar dalam kehidupan ini,” ungkap Sandiaga.

Namun demikian, Sandiaga menjelaskan bahwa perjalanan ini tidak terlepas dari keinginan dirinya bersama Prabowo Subianto untuk mengajak komponen bangsa dalam menghadapi Pilpres 2019 mendatang dilandasi rasa persatuan dengan penuh kedamaian untuk membangun Indonesia.

“Terkait Pilpres 2019, khusus Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno (PAS) adalah menitikberatkan pada pembangunan ekonomi masyarakat, diantaranya peningkatan lapangan kerja, maupun kebijakan pemerintah yang berpihak pada usaha kecil menengah masyarakat,” ujar Sandiaga.

Sandiaga juga menyatakan gagasan PAS dalam komitmennya membangun Indonesia menjadi lebih baik diilhami oleh pola pikir dari seorang tokoh nasional asal Minahasa yakni AA Maramis yang juga kawan atau sahabat dari Ayahnya Prabowo Subianto yakni Soemitro Joyohadikusumo.

“Menjadi harapan kami PAS dalam Pilpres 2019 terbangunnya nilai kebersamaan dan tanggung jawab semua anak bangsa menjadikan Indinesia Maju dengan mengilhami filosofi masyarakat Sulawesi Utara yakni ‘Torang Samua Basudara’, sehingga terciptanya kebangkitan ekonomi masyarakat menjadi maju,” urai Sandiaga.

Sementara, Sekretaris Umum Sinode GMIM Pendeta Evert Tangel STh MPdk menyatakan ungkapan terima kasih atas penghargaan yang dilakukan Capres/Cawapres PAS ywng bersedia mengunjungi Sinode GMIM.

“Ini penghargaan yang besar bagi gereja yang memiliki sekitar 800 ribu jiwa dan tersebar di Seluruh Indonesia, termasuk juga di luar negeri. Bagi kami, kunjungan ini adalah sebuah kehormatan bagi Warga GMIM,” singkat Tangel.(Will/angky)