Bupati Minsel Pantau Kerja Bakti Persiapan Penilaian Adipura

manadoterkini.com, AMURANG – Dalam rangka menghadapi penilaian adipura, Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE pada Jumat (27/10) pagi tadi melakukan pemantauan kegiatan kerja bakti yang dilakukan oleh Pemkab dan masyarakat Minsel di beberapa lokasi yang ada di Minsel.tetty

Kegiatan Bupati dimulai pukul 10:00 WITA dengan mendatangi para ASN dan masyarakat yang berada jalur trans sulawesi depan Prince Hotel Amurang Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur.
Pada kunjungannya Bupati dan rombongan langsung berbaur dengan ASN dan masyarakat yang sedang melaksanakan kerja bakti.

Bupati dalam setiap kunjungananya menyampaikan, adipura bukan merupakan tujuan utama tetapi filosofi yang terkandung didalamnya yaitu agar masyarakat membudayakan hidup bersih, salah satunya adalah kegiatan kerja bakti bersih lingkungan sehingga akan tercipta lingkungan yang sehat, aman, teduh dan damai.

“Kerja bakti massal ini sebagai motivasi bagi masyarakat untuk selalu melakukan kegiatan hidup bersih baik dari diri sendiri, keluarga maupun bersama-sama dengan lingkungannya sehingga akan tercipta masyarakat yang sehat dan akan lebih maksimal dalam mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai kesejahteraan dan kebahagian hidup,” jelasnya.

minselSementara itu ditempat terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Roi Sumangkut mengatakan, penilaian tahap 1 Adipura diperkirakan akan dilaksanakan pada awal bulan November sehingga diharapkan masyarakat dapat menyambutnya dengan melakukan kegiatan secara rutin kerja bakti di masing-masing lingkungannya.

Dia juga mengatakan, kegiatan Kerja bakti tidak hanya dilaksanakan oleh Pemkab dan masyarakat tapi oleh seluruh masyarakat bahkan dukungan dari beberapa organisasi masyarakat seperti dari TNI jajaran Koramil dan pihak swasta.(dav)

Target Adipura, Pemkab Minsel Gelar Kerja Bakti Massal

manadomanadoterkini.com, AMURANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) menargetkan pada tahun ini mendapatkan penghargaan bergengsi dalam kebersihan lingkungan, berupa Adipura.

Guna meraih Adipura tersebut, pada Jumat (27/10) pagi tadi dilangsungkan kerja bakti massal yang dipusatkan di jalur trans Sulawesi tepatnya didepan kantor Bupati hingga pusat kota Amurang. Kerja bakti massal tersebut dipimpin langsung oleh Sekdakab Minsel Drs Danny Rindengan MSi dan diikuti pelajar, pengawai di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan warga masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Christiany Eugenia Paruntu SE memantau langsung kerja bakti tersebut.
Bupati mengatakan, kerja bakti massal yang dilakukan tersebut salah satunya untuk menyambut tim penilai Adipura. Mengingat salah satu poin penting dalam penilaian tersebut tentang pengelolaan sampah.

“Pada tahun lalu, kami memperoleh sertifikat Adipura. Pada tahun ini, target kami mendapatkan Adipura. Kami mohon dukungan semua warga, mudah-mudah memperoleh Adipura,” kata Paruntu.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Roi Sumangkut mengatakan, salah satu penilaian dari tim penilai Adipura tentang pengelolaan sampah. Selain itu, juga akan menilai keberadaan taman kota, untuk Kabupaten Minsel di sepanjang jalur trans sulawesi.

“Kami siapkan taman di sepanjang jalur trans sulawesi untuk dilakukan penilaian,” katanya. Berdasarkan pemantauan di sejumlah lokasi yang akan dilakukan, kata Dia, telah menunjukkan adanya peningkatan. Kemudian untuk tempat pembungan sampah, mesin pengolah limbah yang dimiliki belum standar, nantinya akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaannya.(dav)

DS Sebut Kota Bitung Sulit Pertahankan Adipura

manado
Desly Sumampow

manadoterkini.com, BITUNG -Kota Bitung dikenal sebagai salah satu kota terbersih di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan 10 kali berturut-turut mendapatkan penghargaan Adipura. Namun di Tahun 2017 ini, berbagai kalangan menilai Bitung bakal sulit mempertahankan penghargaan tersebut.

Salah satunya disampaikan Desly Sumampow SE (DS) selaku Ketua Taruna Peduli Lingkungan Kota Bitung. Menurutnya bagaimana bisa kota Bitung mempertahankan penghargaan Adipura kalau saat ini mobil pengangkut sampah semakin sedikit, ketersediaan tempat sampah semakin berkurang, dahan-dahan pohon tidak ditebang.

“Truck sampah semakin sedikit, makanya sampah-sampah yang sedianya akan diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) belum bisa terakomodir semua. Ketersediaan tempat sampah yang terbuat dari drum itu semakin sedikit juga, bahkan yang tersisa sebagian sudah mulai rusak,” ujar Desly.

“Berbeda di tahun-tahun kemarin, terkait penanggulangan sampah oleh Pemkot (pemerintah kota Bitung, red) begitu nyata. Jadi wajarlah kalau tahun kemarin kota Bitung mendapat Adipura 9 kali berturut – turut,” tukasnya.

Ia pun berharap pemkot Bitung saat ini agar semakin intens lagi terkait penanganan kebersihan, karena kebersihan ini tentunya dapat menunjang pariwisata Kota Bitung yang saat ini semakin intens dikembangkan.(refly) ‎

Target Adipura, VAP-Jo Seriusi Pedoman Program Adipura

Lengkongmanadoterkini.com, AIRMADIDI – Penghargaan tertinggi untuk bidang kebersihan yakni Adipura, menjadi target dari pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dibawah kendali Bupati Vonnie Anneke Panambunan (VAP) dan Wakil Bupati Ir Joppi Lengkong (Jo). Ini dibuktikan dengan keseriusan mengikuti berbagai agenda terkait, salah satunya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ‘Rebranding Program Adipura Menuju Kota Berkelanjutan’.

“Ibu Bupati Vonnie Panambunan sangat berkeyakinan Minut harus dapat Adipura, untuk itu kita harus mempersiapkan daerah kita dari awal. Saya mengharapkan semua lapisan masyarakat turut ambil bagian, karena ini masalah kebersihan, dan target kita Minut harus raih Adipura,” ujar Wabup Lengkong, yang mewakili Bupati VAP, mengikuti Rakornas di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Lebih lanjut, Wabup Lengkong mengungkapkan, sesuai penyampaian Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sudirman, tujuan dari kegiatan Rakornas ini adalah untuk menyebarluaskan informasi pelaksanaan Rebranding Adipura sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.53/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2016 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adipura.

“Selain itu, mendorong penerapan amanah UU No 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, termasuk didalamnya pemenuhan kewajiban pemerintah kabupaten/kota terkait penyediaan dan pengoperasian TPA dengan metode minimal lahan urug terkontrol (controlled landfill). Membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan di Pusat dan Daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Mendorong pemenuhan target nasional pengurangan sampah 30% dan penanganan sampah sebesar 70% pada tahun 2019 dalam rangka mewujudkan Indonesia Bersih Sampah 2020. Mendorong penerapan system pengelolaan sampah secara terpadu disetiap kabupaten/kota, serta mendorong Pemerintah Kabupaten/Kota untuk melakukan inovasi-inovasi dalam menemukan solusi dari berbagai permasalahan lingkungan hidup perkotaan yang melibatkan peran aktif masyarakat,” urai Wabup Lengkong, didampingi Kepala BLH Tineke Rarung dan Staf Ahli Selfran Wungouw SE.(Pow)

Wabup Lengkong Ikut Rakornas Rebranding Program Adipura Menuju Kota Berkelanjutan

Minut
Wabup Minut Joppy Lengkong mengikuti Rakornas di Jakarta

manadoterkini.com, AIRMADIDI – Mewakili Bupati Minahasa Utara (Minut) Vonnie Anneke Panambunan (VAP), Wakil Bupati Ir Joppi Lengkong, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Rebranding Program Adipura Menuju Kota Berkelanjutan, yang dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dr Ir Siti Nurbaya Bakar MSc, dan di gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (17/10/2016).

Pada Rakornas tersebut, Menteri berharap bahwa Program Adipura harus mampu mendorong terwujudnya kota-kota di Indonesia yang tidak hanya bersih, hijau, dan sehat, namun juga berkelanjutan.

“Kota-kota yang berkelanjutan harus mampu mengintegrasikan aspek pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan juga pembangunan lingkungan. Maka kriteria dan indikator Program Adipura tersebut dimasukkan sebagai kategori Adipura Buana, yaitu suatu kategori penilaian Adipura untuk mewujudkan kota-kota yang layak huni (livable city),” kata Wabup Lengkong, didampingi Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tinneke Rarung dan Staf Khusus Selfran Wungouw SE.

Lanjut Lengkong, kota-kota juga harus mampu memanfaatkan potensi lingkungannya untuk mendukung pembangunan ekonomi dan sebaliknya. Untuk menjawab hal ini, dikembangkan lagi mekanisme, kriteria dan indikator penilaian Adipura yang melihat ada tidaknya pengintegrasian aspek pengelolaan lingkungan hidup dengan pembangunan ekonomi.

“Penilaian Adipura untuk kategori ini disebut Adipura Kirana, yaitu suatu kategori penilaian Adipura untuk mewujudkan kota-kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Trade, Tourism, and Investment (TTI) berbasis pengelolaan lingkungan hidup (attractive city). Dan kategori Adipura berikutnya adalah Adipura Paripurna,” ujar Lengkong, mengutip penyampaian Menteri LHK.

Usai pembukaan, Rakornas dilanjutkan dengan menghadirkan beberapa narasumber antara lain, Walikota Makasar M Ramadan Pomanto, yang berhasil mengubah wajah Kota Makasar menjadi smart city. Ada juga Direktur Lingkungan Hidup Bappenas Prof Ir M Medrizam PhD, Direktur Pengembangan Penyehatan Permukiman Kementerian PUPR Ir Dodi Krispatmadi MEnv, E Founder and CEO of Merk Plus Inc Hermawan Kertajaya dan Dirjen PSLB3.(Pow)

MTerkini.com, AMURANG-Berkaca dari kegagalan tahun lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Selatan (Minsel) lebih menggiatkan upaya penyebarluasan informasi untuk terus menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

Selain peran serta masyarakat luas, juga Instansi Teknis terkait yang menangani persiapan Penilaian Adipura terus memantau semua yang menjadi masalah kegagalan waktu lalu sehingga Minsel tidak dapat meraih Piala Adipura dan hanya menerima Piagam Adipura.

Kepala Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (KPKP) Minsel Meyti Adi Tumbuan SE mengatakan, kegagalan waktu lalu akibat naiknya passing grade dari 74 menjadi 75 sehingga Minsel tidak meraih Adipura.

“Padahal kenaikan hanya satu digit, namun kita tidak dapat berbuat apa-apa,” ujar Tumbuan.

Lanjut Dia, hal itu hanya karena tidak dipisahnya sampah basah dan kering serta banyaknya sampah di selokan yang menjadi penyebab berkurangnya nilai yang diperoleh.

“Saat ini terus dipantau kebersihan saluran air disamping kebersihan lingkungan secara umum, demikian pula sungai agar tidak ada lagi masyarakat yang membuang sampah limbah rumah tangga ke sungai,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Kepala Kantor Lingkungan Hidup (LHK) Minsel B Polii.

Menurut Dia, sampai saat ini BLH dan KPKP terus berupaya mensosialisasikan ke lurah dan Hukum tua (Kumtua) agar tiba saat Penilaian Tahap I, pemerintah telah siap secara keseluruhan.
“Kegagalan tahun lalu menjadi pengalaman berharga, saat ini Pemkab terus berbenah dan siap meraih Adipura,” tandasnya.(dav)

Luar Biasa, Manado Kembali Masuk Nominator Adipura 2015

JAKARTA, (manadoterkini.com) – Sunggu luar biasa, upaya pelestarian lingkungan perkotaan dibawah kepemimpinan Walikota GS Vicky Lumentut, membuat Kota Manado diperhitungkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Terbukti, berkat tangan dingin GSVL sapaan akrab Walikota, tahun 2015 ini Manado kembali masuk nominator peraih Pialah Adipura.

Sejak dipimpin GSVL, sapaan Lumentut, Kota Manado sudah kesekian kalinya mendapat Piala Adipura. Ini terungkap setelah GSVL diundang Dewan Pertimbangan Adipura, Rabu (4/11), untuk mempresentasikan 4 isu pokok terkait program Adipura di Kota Manado dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Arya Duta Tugu Tani Prapatan Jakarta.

GSVL
GSVL mempresentasikan di depan Dewan Pertimbangan Adipura

Tidak bisa dipungkiri, sudah 8 kali berturut-turut Kota Manado mendapatkan Adipura, 5 kali untuk kategori Kota Sedang dan 3 kali untuk ketegori Kota Besar. Bahkan pada saat mendapatkan Adipura pertama GSVL telah merintis sejak masih menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Manado, sehingga mampu mendorong passing grade dari 50,3 menjadi 70.

Undangan Dewan Pertimbangan Adipura menandakan ekspektasi stakeholder pengelola kebersihan dan lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terhadap pelestarian lingkungan dan pengelolaan kebersihan di Kota Manado masih cukup tinggi mengingat Manado selama beberapa tahun ini langganan Piala Adipura.

Tim Penilai Presentasi selain Dewan Pertimbangan Adipura, ada Ahli Persampahan, dan Ahli Pemasaran, yang pada kelompok 1 diketuai Nabiel Makarim dengan anggota Syahrul Udjud, Chaliid Muhammad, Sri Bebassari, Hermawan Kertajaya, dan Sabrina.

GSVL

Usai presentasi dan tanya jawab GSVL mengaku bangga di penghujung masa jabatannya sebagai Wali Kota periode 2010 – 2015, berhasil mengantar Kota Manado sebagai nominator kota yang meraih Piala Adipura, karena dari tahun ke tahun kriterianya semakin ketat, apalagi 2015 ini menggunakan metode presentasi, bahkan presentasinya wajib dilakukan langsung Kepala Daerah (Bupati/Walikota) tanpa diwakilkan.

Kota Manado 1 dari 60 lebih kota yang bersaing memperoleh Piala Adipura. Sedangkan dari Sulut sendri yang terdiri dari 15 kabupaten/kota, hanya 3 daerah yang mendapat undangan, yakni Kota Manado, Bitung dan tahuna. Presentasi program Adipura ini berlangsung selama 3 hari berturut-turut, sejak 4 – 6 November 2015.(*/ald)

Ditunda Agustus, Tomohon Masih Berpeluang Dapat Adipura

Ronny Lumowa
Ronny S Lumowa (ist)

TOMOHON, (manadoterkini.com) – Surat edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bahar, tentang pemberian penghargaan Adipura akan berlangsung Agustus mendatang.

Sekretaris Daerah Kota Tomohon melalui Asisten ll Bidang Ekonomi dan Pembangunan Ronny Lumowa SSos, MSi ketika dikonfirmasi membenarkan akan penundaan pengumuman tersebut.

“Tahun-tahun sebelumnya pengumuman dan penyerahan penghargaan Kalpataru, Adipura kencana dan Adipura pada rangkaian peringatan hari lingkungan sedunia yang jatuh pada 5 Juni, namun tahun ini diundur hingga Agustus mendatang,”ujarnya.

Nantinya, penganugerahan tersebut akan diserahkan langsung Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.”Presiden akan menyerahkan Kalpataru, Adipura dan Adiwiyata Mandiri dan Penghargaan Penyusun Status Lingkungan Hidup Daerah Terbaik 2015,”tuturnya.

Kota Tomohon sendiri pada tahun 2013 mendapat anugerah Adipura diharapkan penghargaan yang merupakan wujud kota bersih tahun ini dapat diraih kembali. “Penilaian yang meliputi berbagai aspek seperti Pengendalian pencemaran air dan udara , pengelolaan tanah, merupakan syarat mendapat penghargaan Adipura Kencana dan Adipura,”pungkasnya.(efd)

Julises Oehlers
Julises Oehlers

MANADO, (manadoterkini.com) – Meski tidak memastikan Adipura Kencana, namun Kadis Kebersihan dan Pertamanan tetap optimis Manado akan meraih Adipura di tahun 2015. “Saya tetap optimis Manado meraih Adipura,”ujar Oehlers.

Lebih jauh dikatakan Oehlers, pihaknya telah mendampingi tim dari Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Dari pemantauan semua lokasi cukup memuaskan. “Mamang awalnya kami mendapati ada spot-spot yang kurang berkenan di mata tim penilai Adipura, seperti Pasar dan lainnya pada P1 namun langsung ditindaklanjuti pada P2,”ungkapnya.

Meski begitu Oehlers tetap optimis kedepan Manado akan mempu mempertahankan sebagai Kota Adipura. “Apalagi beberapa tahun terakhir Kota Manado telah masuk kategori kota besar. Jadi tidak bisa dipungkiri sampah mengalami peningkatan. Yang pasti masih bisa diatasi,”pungkasnya.(ald)

BITUNG, (manadoterkini.com) – Tahun 2015 ini, Pemkot Bitung bertekad merebut Adipura kategori Kota Sedang terbersih ke 9. Untuk itu, Walikota Bitung Hanny Sondakh, meminta dukungan masyarakat bersama-sama menjega kebersihan lingkungan.

Tahun 2014 Kota Bitung dapat mempertahankan Adipura ke 8 bersama dengan Kota Manado. “Penilaian Pemantauan Kedua (P2) Adipura Tahun 2015 telah dimulai. Mari bersama-sama kita pertahankan penghargaan adipura ini, salah satunya dengan menjaga kebersihan lingkungan disekitar kita, serta menggalakkan kerja bakti Jumat bersih dan membuang sampah pada tempatnya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan yaitu mulai dari jam 18.00 wita sampai 06.00 wita, “ katanya.

Sondakh juga mengingatkan kebersihan merupakan budaya yang sudah melekat pada masyarakat kota Bitung, dengan menjaga kebersihan, maka akan terhindar dari penyakit dan hal-hal lain yang tidak diinginkan bersama. “Mari kita kembangkan pola hidup bersih, karena kebersihan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan,” pungkas Sondakh.(aln)