manadoterkini.com, AMURANG – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sudah diajukan ke pemerintah provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) untuk dievaluasi.

Hal ini disampaikan Kepala BPKAD Minsel Denny Kaawoan SE kepada manadoterkini.com. Untuk hasilnya dikatakan Kaawoan, kemungkinan akan terjadi perubahan.

“APBD-P yang sudah diajukan tetap akan dievaluasi. Setelah itu akan diterbitkan Surat Keputusan (SK) Gubernur. Baru kemudian APBD-P tahun 2017 bisa jalan,” jelasnya.

Sementara itu. Ketua DPRD Minsel Jenny Johana Tumbuan SE melalui Sekertaris DPRD Lucky Tampi SH mengatakan, pembahasan APBD-P sudah tuntas pekan lalu.

“Ini menunjukkan koordinasi eksekutif dan legislatif berjalan baik,” ujarnya.

Dia berharap hasil evaluasi dari provinsi tidak terlalu banyak perubahan signifikan.

“Karena draft yang diajukan sudah berdasarkan kesepakatan legislatif dan eksekutif. Semoga tidak terjadi banyak perubahan dari hasil evaluasi,” tandasnya.(dav)

Lomban Ingatkan Efisiensi Kerja Setiap Perangkat Daerah

Lombanmanadoterkini.com, BITUNG – ‎Walikota Bitung Maximiliaan J Lomban SE MSI, mengingatkan kepada setiap perangkat daerah agar lebih efisiensi lagi dalam pekerjaan, mengingat saat ini sudah memasuki akhir tahun 2017.

“Setiap SKPD agar membuat Rencana Kerja, karena sudah tidak lama lagi kita akan berada di penghujung tahun 2017, untuk itu mari kita bergegas menyelesaikan setiap pekerjaan kita tepat waktu. Pekerjaan yang bisa dilakukan dengan cepat segera diselesaikan agar pekerjaan tidak menumpuk di akhir tahun,” ujar Lomban saat menjadi Inspektur upacara (Irup) dalam upacara rutin pemerintah kota (Pemkot) Bitung, yang dilaksanakan di halaman Kantor Walikota, Senin (04/09)‎.

Menurut Lomban saat ini Pemkot Bitung sedang mempersiapkan APBD perubahan. “Mudah-mudahan dalam minggu dekat ini kita bisa ajukan APBD Perubahan yang sudah direncanakan dengan matang, jangan ada skpd yang terlambat agar APBD yang direncanakan sesuai,” katanya.

Lomban pun berharap agar seluruh Instansi Pemerintah kota Bitung senantiasa bekerja dengan giat dan menyelesaikan tugas dan tanggungjawabnya tepat waktu.(refly)

Wawali MOR Kawal Langsung Evaluasi APBD Perubahan di Pemprov Sulut

manado
Wawali Mor Bastiaan kawal langsung TAPD Pemkot Manado melakukan evaluasi APBD Perubahan 2017 di Pemprov Sulut. Rapat evaluasi dipimpin Asisten III Setda Pemprov Sulut Royke Roring mewakili Sekda Edwin Silangen.(ist)

manadoterkini.com, MANADO – Komitmen Walikota GS Vicky Lumentut dan Wawali Mor Bastiaan, mewujudkan Kota Manado, semakin lebih baik tidak perlu diragukan lagi. Terbukti pasangan GSVL-MOR terus bekerja cepat untuk menyelesaikan program kerja yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

Seperti halnya, penyelesaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah(APBD) Perubahan yang segera dimanfaatkan. Menyusul Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Manado yang terdiri dari Plt Sekda Drs Rum Usulu, Asisten III Frans Mawitjere SH, Plt Kaban Keuangan dan Aset Jonly Tamaka SE, Kepala Bappelitbang Lily Tambayong, Senin (28/8/2017) mendatangi gedung putih julukan Kantor Gubernur Sulut, guna melakukan evaluasi APBD Perubahan tahun 2017.

Manariknya, TAPD Pemkot Manado datang dengan dikawal langsung Wawali Mor Bastiaan, dan diterima mantan Penjabat Walikota Royke Roring yang kini dipercayaan OD-SK sebagai Asisten III Bidang Adminstrasi Umum Setda Pemprov Sulut.

Roring memimpin langsung rapat pembahasan evaluasi APBD-P Pemkot Manado, didampingi Kepala BPK-BMD Praseno Hadidiruangan kerjanya. “Saya mewakili Sekdaprov Sulut Edwin Silangen, telah membuka secara resmi rapat pembahasan evaluasi APBD-P Pemkot Manado,”ungkap Roring usai membuka rapat tersebut seraya menyebutkan, rapat pembahasan akan dilanjutkan pada Selasa (29/08/2017) besok, pada pukul 10.00wita.

Sementara itu, Mor yang didampingi Sekda Usulu dan Asisten Frans Mawitjere, menuturkan agar seluruh Perangkat Daerah (PD) yang terkait harus hadir. “Tentunya dalam rapat lanjutan besok, diharapkan rekan-rekan anggota Dewan Kota Manado, dapat hadir bersama-sama,”ujarnya.

Terpisah Kepala BPKAD Pemkot Manado Jonly Tamaka menyebutkan, total penambahan dalam APBD-P senilai Rp 57 miliar, dari 1.56 triliun ke Rp 1.87 triliun. Turut hadir dalam evaluasi APBD Perubahan diantaranya Kadis Perkim Ir Royke Mamahit, Kadis Perhubungan M Sofyan.

(tim/mlz)

APBD-Perubahan Menurun Disebabkan Banyak Sektor Tak Capai Target

gubernur sulutmanadoterkini.com, SULUT – Penurunan terhadap APBD Perubahan terjadi dikarenakan banyaknya pertumbuhan ekonomi pada sektor-sektor tertentu yang belum memberikan kontribusi yang signifikan, diantaranya pada pembelian kendaraan bermotor dan industri pertanian, konstruksi perdagangan dan transportsasi.

gub sulutHal ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey saat membacakan tanggapan gubernur terhadap Ranperda APBD-P saat rapat paripurna dalam rangka pemandangan umum fraksi-fraksi atas Ranperda APBD-P 2016 Senin (26/9/16) sore tadi.

Dalam rapat paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sulut Andrrei Angouw, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, mengatakan bahwa hal ini sangat mempengaruhi penerimaan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang merupkan pemberi kontribusi terbesar pajak daerah.

“Terdata sampai dengan 31 Agustus 2016 peneriman BBNKB baru mencapai 55,17 persen. Hal ini kami sudah berkoordinasi dengan POLDA karena kemarin dalam penetapan APBD kita terjadi selisih jumlah daftar kendaraan dari Polda dan Dispenda,” jelasnya.

Lebih lanjut Gubernur Sulut Olly Dondokambey menandaskan kedepan pemprov akan berkoordinasi lebih baik dengan pihak Polda untuk bersama-sama agar supaya penerimaan BBNKB ini akan mencapai maksimal seperti apa yang kita harapkan,” ujar Gubernur.

Hal lain yang disampaikan Gubenur Olly terkait dengan menurunnya APBD-P yakni pemakaian bahan bakar kendaraan bermotor yang terus menurun ini disebabkan menurut Gubernur Sulut ini disebabkan dengan beredarnya produksi Low Top and Green Car sehingga mempengaruhi turunya konsumsi BBM.

“Hal ini pemerintah Sulut akan meminta kepada BPKP agar supaya bisa mengaudit jumlah minyak yang beredar di Sulut yang dikeluarkan oleh Pertamina baik pemerintah dan swasta yang digunakan untuk industri agar, supaya kami dapat memahami berapa besar jumlah sebenarnya yang diperlukan,” pungkasnya.(Jef)

Capai Rp1 T, RAPBD-P Minut Segera Dibahas

minutmanadoterkini.com, AIRMADIDI-Dari penyampaian nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) tahun 2016, yang disampaikan Bupati Minut Vonnie Anneke Panambunan, diketahui belanja APBD-P daerah ini capai Rp1 Triliun lebih.

Disampaikan Bupati VAP-sebutan akrab orang nomor satu di Minut ini, bahwa pendapatan daerah tahun 2016 ditargetkan sebesar Rp964.865.733.678, dalam perubahan APBD tahun 2016 diperkirakan masih bisa dioptimalkan bertambah sebesar Rp17.576.386.089, sehingga setelah perubahan menjadi Rp982.442.119.767.

“Sedangkan belanja dalam APBD 2015 direncanakan sebesar Rp989.178.720.878, bertambah sebesar Rp81.978.995.570, sehingga setelah perubahan menjadi Rp1.071.157.698.448,” urainya.

Lanjut Bupati VAP, belanja tidak langsung semula dianggarkan Rp535.352.666.281, berkurang Rp11.370.767.383, sehingga setelah perubahan menjadi Rp524.981.898.898. Sementara belanja langsung semula Rp452.826.036, bertambah sebesar Rp93.349.762.953, setelah itu menjadi Rp546.175.799.550.

“Untuk pembiayaan pada perubahan APBD tahun 2016 ini terdapat selisih antara pendapatan daerah dan belanja daerah, dimana pendapatan daerah pada perubahan anggaran tahun 2015 berjumlah Rp982.442.119.767, sedangkan belanja Rp1.071.157.698.448 atau devisit sebesar 88.750.578.881 rupiah,” ungkapnya.

Ditambahkan bupati, terdapat beberapa tambahan kegiata9n, sehingga beberapa mata anggaran pada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) mengalami pergeseran.

“Tujuannya ini untuk peningkatan ekonomi makro, dimana pencapaiannya diharapkan dapat menyentuh berbagai aspek pembangunan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati VAP, pada rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua Drs Denny Wowiling, didampingi Wakil Ketua Shyntia Rumumpe.

Sementara itu, dari penyampaian pemandangan 6 fraksi yang ada di DPRD Minut, menyetujui RAPBD-P 2016 dibahas ke tingkat selanjutnya. Dan terkait pembahasannya yang akan segera dilaksanakan, Wakil Ketua DPRD Minut Drs Denny Wowiling, meminta agar Bupati VAP, kembali dapat mengingatkan jajarannya, lebih khusus kepala-kepala SKPD, untuk tidak keluar daerah.(Pow)

APBD-P Minsel TA 2015, Rindengan : Tinggal Tunggu SK dari Pemprov Sulut

Pemkab Minsel
Evaluasi APBDP Minsel di Pemprov Sulut
Rindengan Danny
Evaluasi APBDP

AMURANG, (manadoterkini.com) – Untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) tahun anggaran 2015 tinggal menunggu Surat Keputusan (SK). Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Drs Danny Rindengan Msi saat dikonfirmasi maandoterkini, Kamis (15/10) tadi malam usai mengikuti evaluasi bersama Pemprov Sulut.

Diakuinya, APBD-P telah dimasukan ke Pemprov Sulut beberapa hari lalu. Namun, karena banyak kesibukan Pemkab Minsel lainnya, maka proses pembahasan juga baru selesai dilakukan. “Harusnya memang APBD-P mulai berjalan pada akhir awal oktober. Jadi tinggal menunggu petunjuk selanjutnya dari Pemprov Sulut. Karena tinggal menunggu SK juga,” tuturnya.

Meski begitu Rindengan mengaku sangat bersyukur, karena mulai dari pembahasan di tingkat DPRD, tidak ada persoalan sampai dengan evaluasi di Pemprov Sulut. “Puji Tuhan, sudah selesai, evaluasi juga berjalan lancar,” kata Rindengan.

Disisi lain, sejumlah elemen menilai Pemkab Minsel benar-benar profesional soal penataan anggaran. Terbukti, meskipun Minsel merupakan daerah yang diperhadapkan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), namun tetap eksis soal anggaran. Bahkan, Minsel mampu menunjukkan kemampuannya dengan melakukan evaluasi di Provinsi.

“Ini merupakan prestasi yang gemilang. Meski sedang ada hajatan Pilkada, pengelolaan anggaran tetap nomor satu,” ujar Tonny Lumenta SH selaku tokoh muda Minsel ini.

Dalam evaluasi yang dilakukan di Pemprov Sulut hadir diantaranya, Asisten III Pemkab Minsel Drs James Tombokan, Kepala DPKPAD Minsel Denny Kaawoan, Kabid Anggaran Henri Simbar SE, Wakil Ketua DPRD Minsel Frangky Lelengboto ST dan Rommy Pondaag SH MH, Ketua Komisi I DPRD Minsel Steven Lumowa SE, anggota DPRD Minsel Verke Pumantow, Saman Katili dan sejumlah pejabat yang ada di Pemkab Minsel.(dav)

Jadwal Kampanye Ditinggalkan, GSVL Utamakan Kepentingan Warga Manado

MANADO, (manadoterkini.com) – Luar biasa, Rabu (30/9) merupakan jadwal kampanye GS Vicky Lumentut yang mencalonkan diri sebagai Walikota Manado periode 2015-2020 berpasangan dengan Mor Dominus Bastian. Mengingat dirinya masih sebagai Walikota Manado, GSVL sapaan akrab Lumentut lebih memilih mengikuti rapat peripurna mendengarkan pandangan komisi-komisi di DPRD Manado, terkait pembahasan perubahan APBD 2015.

manado
GSVL bersama pimpinan Dewan Manado

“Luar biasa. Harusnya hari ini (Rabu,red) Pak GSVL melakukan kampanye di Titiwungen. Karena saat bersamaan digelar rapat Paripurna DPRD. Dimana rapat tersebut tak kalah pentingnya, karena perubahan anggaran berkaitan dengan kepentingan rakyat dan kelangsungan pembangunan Kota Manado di 2015,”ungkap salah satu anggota Fraksi Gerindra yang engan menyebutkan namanya.

“Kita ketahui bersama, hari ini jadual kampanye pak GSVL-MOR, tapi beliau hadir disini (Rapat Paripurna), lebih memetingkan penetapan APBD Perubaha ini ketimbang melakukan kampanye,” kata Kalonio.Dewan manado

Manariknya lagi, GSVL menjadi nampak hanya sendiri menampung gempuran personil DPRD Manado terkait persoalan yang belum bisa ditindaklanjuti oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Bahkan dengan bijak GSVL pun menjawab satu persatu kritikan dan masukan serta saran dari personil Anggota DPRD Manado tersebut.

Disisi lain, beberapa pengunjung rapat paripurna penetapan APBD Perubahan 2015 bergurau sambil bisik-bisik kepada rekan mereka mempertanyakan kehadiran Harley Mangindaan, mengingat putra Wakil Ketua MPR RI, EE Mangindaan saat ini masih menjabat Wakil Walikota Manado. Pasalnya, sampai sidang paripurna selesai Ai, sapaan Mangindaan itu tidak hadir. “Sibuk kampanye stow ketimbang urus kepentingan masyarakat,” celetuk Iding, seorang warga yang ikut menyaksikan proses sidang peripurna DPRD Manado itu.(ald)

SULUT, (manadoterkini.com) – Saat pembahasan APBD-P 2015 dengan Sekretariat Dewan Sulut sebagai mitra kerja Komisi Satu, Raski Mokodompit berhasil memperjuangkan penambahan anggaran dana Humas sebesar Rp250 juta.

Untuk Sekretariat Dewan mendapatkan penambahan anggaran di Perubahan sebesar Rp 7,6 Miliar, dengan 7 program 14 kegiatan. Anggaran ini dijelaskan Sekertaris Dewan, B Mononutu SH diperuntukan untuk pengadaan mobil dinas 4 pimpinan dewan sebesar Rp2,2 miliar, Dana reses Rp1,7 Miliar, Belanja honor Rp 318, Belanja Listrik Rp122 juta dan anggaran untuk Kehumasan yang awalnya Rp414 juta mengalami penambahan Rp250 juta. Anggaran Rp250 juta yang diperjuangkan Rasky Mokodompit anggota Fraksi Golkar dapil Bolmong Raya ini diduga akan dipergunakan untuk rehab kantor dewan.

Namun ketika ditanyakan ke Sekwan B Mononutu, ia tidak mengetahui anggaran Rp250 juta dipergunakan untuk apa. “Saya tidak tahu itu digunakan untuk apa,”jelas Mononutu ketika pembahasan.

Sehingga Rasky pun langsung mengusulkan agar dana tersebut ditambahkan ke dana Humas dan semua anggota Komisi Satu menyetujuinya. “Saya memperjuangkan adanya penambahan dana kehumasan, karena 414 juta itu sangat kecil untuk program penyebarluasan kegiatan dewan,” pungkas Raski sambil tersenyum. (toar)

Anggaran Pilkada di Sulut Bakal Ketambahan Rp 105 Miliar

shsMANADO, (manadoterkini.com) – Gubernur Sulawesi Utara DR.SH Sarundajang mengakui akan ada penambahan anggaran untuk Pilkada di APBD-Perubahan 2015 sebesar Rp.105 Miliar. “Jangan ada pemborosan anggaran untuk Pilkada. Tetapi perketat anggaran dan Pilkada bisa berlangsung sukses,” jelas SHS yang akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Gubernur tahun 2015 dalam rapat paripurna pemandangan umum fraksi terhadap pertanggung-jawaban anggaran 2014.

Untuk itu SHS berharap pelaksanaan pilkada yang sementara berlangsung tahapannya sementara berjalan dengan baik.

SHS juga mengakui animo Pilkada tidak seperti tahun sebelumnya. Ini dibuktikan ada Kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada tidak memiliki calon dan ada juga calon tunggal. “Kampanye juga tidak akan seperti 5 tahun lalu. Namun saya berharap jangan ada benturan dan Pilkada bisa beelangsung sukses,” ungkap SHS.(tim)

MANADO, (manadoterkini.com) – Personil DPRD Kota Manado, terhitung sejak Kamis (9/7) kemarin, mulai turun ke daerah pemilihan masing-masing. Agenda reses yang kedua di tahun 2015 ini untuk mengakomodir aspirasi warga Kota Manado.

“Reses kali kedua ini bertepatan dengan pembahasan APBD Perubahan. Ini artinya, kemungkinan besar aspiras warga akan dimasukan dalam penganggaran APBD Perubahan tahun 2015 ini,”ujar Bambang Hermawan politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Lanjut dikatakan mantan jurnalis tersebut, untuk bertemu dengan konstituen sedikit lega, karena aspirasi yang nantinya dari warga berpeluang untuk dianggarkan pada APBD Perubahan 2015. “Kalau reses perdana di tahun 2015 lalu, banyak sekali aspirasi yang tak terakomodir karena saat itu pelaksanaan pekerjaan di anggaran induk sudah sementara berlangsung,” ungkap Hermawan.

Lebih lanjut ia mengatakan, reses kali ini seluruh anggota DPRD berharap, aspirasi warga bisa terakomodir. “Semoga apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terpenuhi di APBD Perubahan,” terang Hermawan.(chris)