Bawaslu Bekali Materi Bagi Pemilih Pemula

bawaslumanadoterkini.com, RATAHAN – Menyongsong Pilkada 2018, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulut melangsungkan sosialisasi pemilih partisipatif. Sosialisasi bagi kalangan pemilih pemula ini digelar di Aula Kelurahan Tosuraya, Senin (04/99).

Komisioner Bawaslu Provinsi Sulut Johny Suak menjelaskan, pemilih pemula yang notabene adalah siswa dan sisiwi di Mitra yang untuk pertama kalinya akan menyalurkan hak politik pada Pilkada 2018. “Partisipasi Pemilu di Mitra lalu 78 persen. Biasanya partisipasi politik rendah atau menurun karena rendahnya pengetahuan atau informasi,” kata Suak.

Lanjut dikatakan, seluruh komponen masyarakat harus terlibat, termasuk para pemilih pemula, dalam pengawasan tahapan Pilkada.”Makanya penyelenggara dan Pengawas Pemilu tidak boleh main-main dan harus netral,” tegas Suak.

Sementara itu ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda menjelaskan bahwa baik masyarakat ataupun kandidat kepala daerah harus taat pada aturan. “Sudah ada contoh di beberapa daerah yang melaksanakan Pilkada, Bawaslu membatalkan atau mendiskualifikasi calon kepala daerah lantaran melanggar aturan,” beber Malonda.

Turut hadir pada sosisalisasi pemilih partisipatif yakni Komisioner Bawaslu Sulut Drs Syamsurijal Musa, Ketua Bawaslu Boltim Haryanto, Ketua Bawaslu Manado Marwan Kawinda, Seknas Jaringan Pemantau Pemilu Rakyat Abdul Tulusang, Ketua Bawaslu Mitra Jobie Longkutoy dan anggota John Kandou, Ketua KPU Mitra Ascke Benu, Dan Ramil Ratahan Kapt Inf Purnama Budi. Sedangkan dari Pemkab Mitra diwakili Kepala Kesbangpol Welly Mononimbar SH dan Camat Ratahan Petrus Worang dan peserta sosialisasi lainnya. (Jay)

Ini 3 Nama Timsel Panwaslu Bolmong dan Sangihe

tmp_24647-IMG_20160411_193029-1252822357
Ketua Bawaslu Sulut Herywn Malonda didampingi Komisioner Johny Suak saat menggelar konferensi pers di Kantor Bawaslu Sulut. (foto: chris/mt)

MTerkini.com, SULUT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya selesai menentukan 3 nama Tim Seleksi (Timsel) untuk merekrut Panwaslu Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Sangihe.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Bawaslu Sulut Herywn Malonda didampingi Komisioner Johnny Suak usai melakukan konferensi pers terkait kegiatan pelaporan hasil akhir pengawasan dan Bawaslu Award di Kantor Bawaslu Sulut, Senin (11/4/2016) malam pukul 19.00 wita.

“Sudah ada 3 nama yang akan menyeleksi Panwaslu Kabupaten Bolmong dan Sangihe. Dan malam ini kami akan rapat persiapan untuk seleksi anggota Panwaslu di 2 kabupaten ini,” Ujar Malonda.

Adapun ketiga nama tersebut yakni Dr. Jaelinas, S.Sos, M.Si dari Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar, Dr. Ferry Daud Liando, S.IP, M.Si dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dan Dr. Daniel Sondakh dari Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT). (chris)

Besok, Bawaslu Sulut Gelar  Penyampaian Hasil Akhir Pengawasan dan Bawaslu Sulut Award Tahun 2016

tmp_17664-IMG_20160411_1930291158498112
Ketua Bawaslu Sulut Herywn Malonda di dampingi Komisioner Johny Suak Saat Menggelar Konferensi Pers Terkait Kegiatan Bawaslu Sulut Award Tahun 2016. (Foto: chris/mt)

MTerkini.com, SULUT – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan menggelar Bawaslu Award dan Laporan Hasil Akhir Pengawasan. Hal tersebut dikatakan Ketua Bawaslu Sulut Herywn Malonda didampingi komisioner pengawasan dan penindakan Johnny Suak di kantor Bawaslu Sulut, Senin (11/4/2016) pukul 18.30 wita saat melakukan Media Gathering di Kantor Bawaslu Sulut di Jalan Raya Manado Tomohon.

“Besok (12/4/2016-red) Bawaslu Sulut akan melaksanakan pelaporan akhir pengawasan dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada mitra kerja Bawaslu didalamnya pemangku kepentingan didaerah,” kata Malonda.

Menurut Malonda hal ini sesuai dengan Undang-Undang nomor 15 Tahun 2011 menjelaskan mengenai masa tugas pengawasan berakhir 2 bulan setelah pelantikan. Ia mengatakan untuk pelantikan Gubernur dan wakil gubernur Sulut dilantik pada 12 Februari 2016 dan untuk Bupati dan Walikota beserta wakilnya dilantik pada 17 Februari 2016. “Berarti sangat jelas tugas pengawasan telah usai, kecuali 2 daerah yang sementara dalam tahap penyelesaian yakni Kota Bitung dan Kota Manado,” ujar Malonda.

Adapun kegiatan besok menurut Malonda, Bawaslu Sulut akan membubarkan Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten dan Kota di Sulut yang telah usai melaksanakan kegiatan. Kelima kabupaten dan Kota tersebut yakni Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. “Untuk Kota Bitung sementara tahap perampungan pasca pelantikan dan untuk Manado sementara proses menunggu pelantikan,” kata Herywn.

Selain membubarkan panitia pengawas di Kabupaten Kota, Bawaslu Sulut juga akan memberikan laporan pengawasan kepada Bawaslu RI terkait pengawasan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut. “Besok kami akan menyerahkan laporan ke Bawaslu RI. Sesuai rencana yang akan hadir adalah Ibu Endang,” pesan Malonda.

Sedangkan pemberian penghargaan akan diberikan kepada Panwaslu, Kepala Daerah, TNI/Polri dan media massa termasuk pengawas lapangan yang berperan dalam mengawasi pilkada di Sulut. “Tentunya penghargaan ini sebagai ucapan terima kasih Bawaslu kepada mitra kerja dan pemangku kepentingan terutama pers,” Kata Johnny Suak.

Ia meyakini dengan digelarnya kegaiatan ini akan memotivasi Bawaslu Sulut menatap Pilkada Sangihe dan Bolmong untuk lebih baik. Adapun kegiatan Penyampaian Hasil Akhir kepada Pemerintah dan DPRD serta publik besok, Selasa (12/4/2016) akan dilaksanakan di Hotel Swissbell Maleosan Manado. “Besok jam 19.00 Wita. Semua diundang yakni Kepala Daerah terpilih dan mantan calon,” Tambah Johny. (chris)

Pilkada Serentak 2017, Bawaslu Sulut Akan Segera Rekrut Panwaslu Bolmong dan Sangihe

bawaslu sulutMTerkini.com, SULUT – Tahapan Pilkada serentak februari 2017 sudah mulai. Di Sulawesi Utara sendiri ada 2 daerah yang akan memilih bupati dan wakil bupati. Kedua daerah tersebut yakni Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kabupaten Sangihe.

Guna mempersiapkan pilkada serentak 2017 tersebut, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut) akan segera merekrut calon Panwaslu di kedua kabupaten tersebut. Hal ini dikatakan komisioner Bawaslu Sulut Johny Suak kepada manadoterkini.com belum lama ini saat rapat evaluasi pilkada serentak yang digelar KPU Sulut.

“Kita sudah mulai persiapan, akhir maret ini akan dibentuk tim kerja dan mereka akan langsung bekerja dengan membuka pendaftaran dan seleksi kemudian pada awal mei akan langsung dilantik Panwaslu Bolmong dan Sangihe,” ujar Suak.

Ia mengatakan, berkaca pada pilkada serentak 2015 lalu. Suak meminta kepada pemerintah daerah di kedua daerah ini agar menganggarkan diawal semua anggaran untuk panwaslu. “Tentunya kita akan berkaca pada pilkada serentak lalu. Apalagi berkaitan dengan anggaran, NPHD nya bisa selesai di awal sehingga tata kelola anggarannya akan lebih baik” jelas Suak.

Bawaslu Sulut pun berharap kepada masyarakat yang ada di kedua daerah ini untuk bersiap diri mendaftar sebagai calon komisioner Panwaslu Bolmong maupun Sangihe. “Silakan mendaftar, wartawanpun bisa mendaftar di Bawaslu Sulut,” celoteh Johny. (chris)

Mantan Komisioner Panwaslu Manado Tidak Terima Pemecatan dari DKPP RI

Panwas ManadoMTerkini.com, SULUT – 3 Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Manado mereka masing-masing Sjane Walangarei, Stenly Walandouw dan Roy Jusuf Laya, dipecat dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Manado oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Jakarta karena dinilai dapat merusak kredibilitas Panwaslu, juga mengabaikan rekomendasi Bawaslu Sulut terkait status hukum calon Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi.

Menanggapi pemberhentian tersebut, mantan Komisioner Panwaslu Kota Manado akhirnya angkat bicara. Menurut Sjane Walangarei mereka melakukan tugas dengan baik dan benar dalam memverifikasi berkas pencalonan termasuk calon walikota Jimmy Rimba Rogi.

“Sangat jelas kami bertiga tidak menerima keputusan DKPP RI terhadap pemberhentian kami, karena kami bekerja sesuai aturan,” tegas Sjane didampingi Stanley Kho Walandouw dan Roy Laya, kamis (28/1/2016) kepada sejumlah media.

Menurut Sjane, mereka menolak putusan DKPP karena hasil keputusan lalu bukan pembangkangan tetapi merupakan hasil rembuk atau kesepakatan bersama dengan Bawaslu Sulut.

“Keputusan tersebut bukan hanya kami bertiga, tetapi didalamnya juga dengan Bawaslu Sulut,” tutur Sjane.

Ia juga mengatakan ketika Panwaslu Manado membuat laporan pelanggaran Pemilu bukan rekomendasi ke Bawaslu RI mereka langsung diberhentikan sementara.

“Saya pikir ketika kami membuat laporan ke Bawaslu RI maka persoalan tersebut akan dihadapi bersama, tapi malah bukan demikian tapi kami kemudian dipecat,” urai Walangarei.

Menurut mereka, awalnya mereka membuat rekomendasi, tapi akhirnya Bawaslu Sulut menolak dan menyarankan untuk membuat laporan saja. “Kami disuruh buat begitu oleh Ketua Bawaslu Sulut (Hrywn Malonda -red),” kata Sjane.

Rasa kecewa juga dikatakan Sjane karena hasil pembicaraan dengan Bawaslu Sulut, jika ada permasalahan maka akan ditangani bersama. “Kami justru dibiarkan berjalan sendiri, padahal sudah ada komunikasi awal akan dibantu. Malahan kemudian kami di DKPP-kan oleh Bawaslu Sulut,” kesal Sjane.

Sjane juga menantang kepada Bawaslu Sulut untuk memberikan pernyataan dengan benar kepada masyarakat Kota Manado tekait pembicaraan bersama untuk meng-MS-kan (Memenuhi Syarat -red) Jimmy Rimba Rogi. “Atas keputusan ini kami merasa diabaikan dan kecewa dengan sikap Bawaslu Sulut,” ujar Sjane.

Mereka juga menyesalkan sikap Bawaslu RI karena tidak dibuka ruang komunikasi untuk klarifikasi hingga akhirnya berujung pada pemberhentikan. “Kalian harus dihukum, kalian telah melanggar kode etik” ktip Walangarei dari pernyataan Bawaslu.

Ia juga mengatakan sebenarnya laporan Bawaslu Sulut akan ditarik di DKPP, tapi intervensi Bawaslu RI untuk Bawaslu Sulut begitu kuat sehingga tidak dicabut. “Bawaslu Sulut setengah hati membantu Panwaslu Manado dan kami sangat kecewa,” pesan Sjane.

Atas keputusan ini, mantan 3 komisoner Panwaslu Manado ini sementara menunggu surat resmi dari DKPP. “Kami menunggu surat tersebut dan akan kami pelajari untuk langkah apa yang akan diambil kedepan,” tutup Sjane. (chris)

Mewengkang : Pilkada Manado Harus Kita Kawal Bersama

Hari Ini, Komisi I DPRD Sulut Panggil KPU dan BAWASLU

MewengkangMTerkini.com, SULUT – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM), menyatakan akan memanggil Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (BAWASLU) Sulut.

“Kita akan panggil KPU dan Bawaslu hari ini. Kita jadwalkan sekitar Pukul 10.00 Pagi ini,” kata Mawengkang kepada wartawan yang keseharian melakukan peliputan di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Lanjut Mewengkang, pihaknya memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap kedua lembanga penyelenggara pemilu tersebut.

“Kami memiliki wewenang untuk mengawasi tugas dan kinerja penyelenggara Pemilihan Umum dalam hal ini KPU dan BAWASLU. Kami juga akan bertanya selanjutnya bagaimana dengan Pilkada Manado,” papar Mewengkang.

Apalagi kata Politisi Gerindra ini, terkait Pilkada Manado sudah ada putusan dari Mahkama Konstitusi.

“Seperti yang kita ketahui bahwa sesuai dengan keputusan yang sudah ada dari Mahkamah Konstitusi (MK) bahwa Pilkada Kota Manado harus dilaksanakan pada bulan Februari tanggal 17 Februari 2016. Itu yang harus kita kawal bersama,” tutup Mewengkang. (jef)

MANADO, (manadoterkini.com) – Mensyukuri dan memperingati kedatangan Yesus Kristus kedunia, Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Minggu (27/12/2015) menyelenggarakan ibadah natal yang bertempat di Ruang Siladen Hotel Aryaduta Manado.

Dihadiri oleh Panwas Kabupaten/Kota dan jajarannya, KPU Provinsi Sulawesi Utara dan jajarannya, keluarga besar panti asuhan Darusada, tim kampanye pasangan calon, pemerhati pemilu dan undangan lainnya, ibadah natal berlangsung khusuk dan penuh nuansa kekeluargaan.

Menariknya, ibadah natal ini dipimpin oleh Pdt Saut Hamonangan Sirait MTh yang juga adalah hakim DKPP.

Dalam khotbahnya, Sirait mengingatkan agar sukacita kiranya selalu menghiasi kehidupan manusia. “Karena perjumpaan yan konkrit antara Tuhan dan manusia, maka hadirlah sukacita penuh. Makanya hidup kita harus penuh sukacita. Pagi-pagi bangun dengan sukacita, maka hasil pekerjaan kita disepanjang hari itu akan lebih menyenangkan. Dalam pilkada juga harus penuh sukacita. Biar kalah atau menang sukacita saja biar tidak cepat mati,” kata Sirait.

Dalam memaknai sukacita natal, umat kristen juga diajak untuk mengasihi tidak hanya kawan tapi juga lawan. “Jangan sampai kita berprinsip kalau kau jahat, aku juga jahat. Jangan seperti itu. Tapi, kalau kau jahat, aku doakan. Doakan musuhmu dan kasihilah lawanmu. Jadilah berkat, maka sukacita natal kita akan semakin penuh,” ucap Sirait mengakhiri khotbahnya.(tim)

TOMOHON, (manadoterkini.com)-Rapat Pleno rekapitulasi suara Pilwakot Tomohon mendapat pengawasan ketat dari Ketua KPU Sulut Yessi Momongan dan Ketua Bawaslu Sulut Herwin Malonda serta DKPP. “Kunjungan kami hanya memantau sejauh mana perkembangan tahapan pemilukada yang ada dikota Tomohon, kita lihat hasilnya nanti,” ujar Malonda.

Hal senada disampaikan Ketua KPUD Tomohon Yessy Momongan, Dia mengatakan kalau kedatangan mereka tidak lain untuk memantau kinerja KPUD kota Tomohon.(efd)

Terbukti Money Politik, Warga Manado Tunggu Action Bawaslu Sulut

SembakoMANADO, (manadoterkini.com) – Temuan money politik dan bagi-bagi sembako di Pilwako Manado telah kini menjadi pembicaraan hangat masyarakat. Untuk itu, warga Manado kini menunggu sikap tegas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut terhadap pasangan calon (Paslon) Walikota Manado yang terbukti money politic dan bagi-bagi sembako kepada masyarakat. “Jika terbukti akan kaki anulir,” tegas Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda.

Dia mengakui, kasus bagi-bagi sembako yang terjadi di Paal Dua, Selasa subuh oleh salah satu Paslon laporanya sudah masuk ke Bawaslu Sulut dan Panwaslu Manado.

Saat tertangkap tangan oleh pemerintah kecamatan, ada mertua salah salah satu calon Wali Kota terlibat adu argumen dengan pemerintah Kecamatan Paal Dua.

“Laporan kasus di wilayah Paal Dua dan beberapa daerah lain sudah masuk ke Panwaslu Manado dan Bawaslu Sulut. Jika terbukti tim sukses paslon bagi-bagi duit, paslon sendiri kami anulir. Sekali lagi kami akan anulir,” tegas Malonda kepada wartawan di salah satu hotel di Manado, Selasa malam.

Ia mengingatkan, surat pemanggilan kepada paslon yang sudah terindikasi bagi-bagi duit segera dilayangkan. “Kami akan periksa. Terbukti anulir,” papar dia.

Sebagaimana diketahui, pada Selasa dinihari itu, tim pemenangan dan mertua dari calon waki kota Manado yang berdomisili di wilayah Kairagi diduga bagi-bagi semabako kepada masyarakat di Kelurahaan Paal Dua.

Pemerintah setempat yang turun ke lokasi mendapati sebuah mobil yang didalamnya ditemukan sembako sudah dibungkus plastic yang siap dibagi-bagikan ke masyarakat. (ald)

Suak : Lokasi Pembangian Duit di Paal Dua

MANADO, (manadoterkini.com) – Langkah sigap dilakukan Panwas Kota Manado dan Bawaslu Sulut. Laporan dugaan money politic (MP) yang dilakukan oknum mertua salah satu calon Walikota Manado bersama tim pendukung mereka kini sudah tembus di meja kedua lembaga pengawas Pilkada tersebut.

“Laporannya sudah masuk ke Panwas Kota Manado dan ke Bawaslu Sulut,” kata komisioner Bawaslu Sulut, Johny Suak yang dikonfirmasi pagi tadi.

Saat ini menurut Suak, pihaknya sementara memproses dan melakukan kajian laporan yang masuk itu. Bahkan Suak sendiri membenarkan, lokasi bagi-bagi duit dilakukan oknum mertua salah satu calon Walikota Manado bersama tim pendukung mereka berlangsung di Paal Dua.

“Setelah melakukan kajian, langkah kami selanjutnya akan memanggil dan melakukan klarifikasi ke oknum yang melakukan tersebut. Intinya semua laporan dugaan Pilkada di Sulut langsung kami proses,” tegas Suak.

Sekadar diketahui, Selasa (8/12) subuh tadi, masyarakat dan aparat pemerintah Kecamatan Paal Dua menangkap tangan oknum mertua salah satu calon Walikota Manado bersama tim pendukung sedang melakukan MP dengan cara membagi-bagikan sembako kepada masyarakat setempat.

Sempat terjadi perang mulut antara oknum mertua calon Walikota itu dengan aparat pemerintah kecamatan. Selanjutnya, barang bukti sembako di dalam mobil yang sudah dibungkus plastic langsung diamankan pemerintah kecamatan.(tim)