Calo Rekrutmen CPNS Mulai Gentayangan, GSVL Instruksikan BKD Lakukan Sosialisasi

manadomanadoterkini.com, MANADO – Hingga kini belum ada petunjuk teknis perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Hanya saja, belakangan ada oknum yang tidak bertanggung jawab mendatangi rumah warga mengaku sebagai perekrut CPNS dari Pemerintah Kota Manado.

Informasi yang dirangkum manadoterkini.com dari Badan Kepegawaian dan Diklat bahwa sudah ada sejumlah pencari kerja yang menjadi korban dan merasa dirugikan akibat aksi calo tersebut.

Untuk itu, Walikota GS Vicky Lumentut mengintruksikan BKD melakukan sosialisasi mengimbau warga agar tidak lengah dan menjadi korban penipuan yang mulai beroprasi di Kota Manado.

“Pak Walikota sudah menginstruksikan kepada kami, untuk melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat kota agar waspada, supaya tidak termakan bujuk rayu oknum-oknum yang mengaku sebagai perekrut Calon Pegawai Negeri Sipil di Kota Manado,” ujar Kepala BKD Kota Manado Corry Tendean SH, Kamis (11/1/2018).

Diakuinya, sudah ada korban penipuan terkait. Makanya warga diminta mewaspadai sepak terjang oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.

“Memang sudah ada masyarakat yang melapor kepada kami, jika dia telah memberikan sejumlah uang agar bisa diangkat sebagai CPNS,” ujar Tendean.

Tendean menegaskan masyarakat harus tahu jika sekarang ini belum ada petunjuk pelaksanaan dari pemerintah pusat terkait perekrutan CPNS. “Jadi masyarakat jangan cepat terpengaruh kalau ada yang datang atas nama pemerintah untuk merekrut CPNS di Manado,” tandasnya.

Terkait rencana pemerintah pusat untuk melakukan perekrutan CPNS tahun 2018 diakuinya ada rencana, namun hingga kini belum ada petunjuk teknis. “Memang pemerintah berencana untuk melaksanakan perekrutan CPNS tahun 2018, namun sampai saat ini belum ada petujuk lebih lanjut tentang rencana tersebut. Sekali lagi, masyarakat diimbau untuk waspada dengan oknum-oknum calo perekrut CPNS yang meminta sejumlah uang,” pungkas Tendean, didampingi Kepala Bagian Pemerintahan dan Hubungan Masyarakat Pemkot Manado Steven Runtuwene SSos.(*/ald)

SK 12 Kepala SKPD Terancam Dianulir, Sekkot dan BKD Manado Saling Lempar Tanggungjawab

Pemkot Manado
Sendoh vs Wakarry

manadoterkini.com, MANADO — Rapat Koordinasi dan Evaluasi Baseline yang sudah memasuki hari ketiga membuat para kepala SKPD kelimpungan menjawab pertanyaan dari Walikota GS Vicky Lumentut yang didampingi Wakil Walikota Mor Dominus Bastiaan, Senin (16/5) di Ruang Serba Guna, kemarin.

Salah satu yang agak kebingungan menjawab saat Kepala BKD Steven Wakarry memaparkan tupoksi dan kinerjanya. Walikota GSVL mempertanyakan soal aturan tentang mutasi. Wakarry menjawab pun sesuai dengan aturan yang ada, Walikota pun meminta aturan dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Bahkan, Walikota meminta surat rekomendasi dari Kementerian soal mutasi dari 12 kepala SKPD yang lalu. Dan terungkap dalam surat tersebut yang mana untuk jabatan Kepala BKD dan Kadis PU belum ada rekomendasi dari Kementerian dan harus menunggu persetujuan. Sayangnya, saat Penjabat Walikota yang lalu melakukan pelantikan termasuk 12 kepala SKPD termasuk BKD dan PU, padahal belum ada persetujuan dari Kementerian.

Kepala BKD Steven Wakarry pun menjelaskan bahwa dirinya hanyalah peserta sehingga tidak tahu menahu akan hal tersebut. Mendengar hal itu, Sekkot Haefrey Sendoh langsung mengklarifikasi “Harusnya kepala BKD jangan mengatakan bukan peserta, justru kepala BKD ikut memaparkan, bahkan pakai spidol kong ada kase penjelasan,” bantah Sendoh.

Walikota pun meminta penjelasan lebih lanjut, dan kepala BKD dengan wajah yang agak pucat mengatakan, “Saya siap mengikuti aturan yang ada,” ujarnya dengan suara agak melemah. Rakorev Baseline akan dilanjutkan hari ini Selasa (17/5) kemarin.(*/tim)

Nota Dinas 15 ASN Manado, BKD: Ini Sudah Sesuai Kajian

wakarryMTerkini.com, MANADO – Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Manado mutasikan sekitar 15 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Bahkan tercatat 5 ASN di Bagian Humas dan Protokol ikut dimutasikan.

Saat ditemui manadoterkini.com, Kepala BKD Kota Manado Steven Wakarry mengatakan mutasi pejabat dilingkup Pemkot Manado adalah sesuatu hal yang biasa dilakukan.

“Iya, itu kan ada nota dinas. ASN kan siap diempatkan dimana saja, ini sudah sesuai dengan kajian matang dari BKD,” kata Wakary.

Ia menepis jika mutasi ASN ini sarat dengan kepentingan politik. Ia berharap polemik masalah mutasi PNS ini jangan dikaitkan dengan Walikota dan Wakil Walikota Manado yang baru.

“Mutasi ini bukan hanya di Humas dan Protokol. Tapi ada juga di bagian keuangan, bahkan ada juga di kantor yang saya pimpin BKD. Jadi ini merupakan hal yang biasa dan sudah dikaji dengan matang,” Beber Wakarry kepada manadoterkini.com.

Seperti diketahui, Kamis (12/5/2016) BKD Kota Manado melakukan mutasi ASN di Pemkot Kota Manado. Tercatat 5 diantaranya ASN yang bertugas di Bagian Humas dan Protokol Pemkot Manado. (chris)

BKD: Diteliti Dulu Apakah Izin Atau Tugas Belajar

MTerkini.com, MANADO— Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Manado akan memberikan sanksi bagi pegawainya yang tidak menjalankan tupoksi sebagai PNS dengan baik.

Salah satu yang menjadi temuan dari pihak BKD, adalah oknum ASN Humas yang berinisila SR. Pasalnya, SR selama ini diketahui sedang belajar di luar negeri. Kepala BKD Steven Wakarry menjelaskan bahwa memang izin belajarnya dalam proses tapi akan ditindaklanjuti.

“Kalau izin belajar itu tidak boleh keluar daerah, kalau tugas belajar itu bisa saja, tapi saya sudah perintahkan untuk meneliti lagi apakah izin belajar atau tugas belajar karena pengertiannya berbeda,” ujar Wakarry.

Sementara itu Kasub Protokol Steven Runtuwene juga membenarkan jika selama ini sepengetahuannya bahwa SR sedang izin belajar, dan masih menerima hak PNS selama ini, tapi dirinya tidak tahu jika oknum PNS tersebut belum mendapat izin belajar.

Sekedar diketahui oknum PNS tersebut selama bertahun-tahun meminta izin belajar padahal proses administrasinya belum jelas.(mlz)

Wow… Banyak ASN Berambut Pirang, BKD Akan Tegur dan Beri Sanksi

tmp_30122-IMG_20160415_0745452109715757

MTerkini.com, MANADO – Pengamat Pemerintahan Taufik Tumbelaka menilai sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) belakangan terakhir ini sudah melanggar estetika dalam penampilan diri. Hal ini menurut Taufik selain ASN ada yang menggiunakan pakaian ketat dilaini sisi ada juga meng-cat rambut hitam menjadi pirang.

“Kalau memang pirang sejak lahir nggak apa-apa. Tapi kalau hitam lalu di cat pirang, tentunya saya berharap PNS harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat,” beber Taufik.

Ia meminta kepada instansi terkait untuk melihat hal ini. Karena menurut Taufik jika membandingkan dengan TNI/Polri masih mereka terlihat rapi. “BKD harus berikan warning kepada PNS apalagi PP 53 disitu melanggar etika. Ini bekerja dilingkungan Pemerintahan, bukan di club malam,”sindir Taufik.

Sementara itu ditempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Manado mengakui banyak PNS tidak berpakaian rapi dan berambut pirang. “Terima kasih sudah mengingatkan. Memang banyak terlihat sudah mulai tidak rapi dalam berpakaian apalagi dihari Jumat saat olahraga atau memakai baju Keki ketat khusus perempuan pasti kami akan memberi teguran ke SKPD masing-masing,” kata Wakary.

Sementara ketika ditanya PNS yang berambut pirang, Wakkary mengatakan akan memberi teguran kepada PNS dalam etika penampilan. “Ini kan lembaga publik, harus menunjukkan penampilan yang baik. Nanti akan kami tegur dan tidak menutup kemungkinan akan ada sanksi,” pesan Wakary. (chris)

BKD Manado Tegaskan Belum Ada Petunjuk Penerimaan CPNS 2016

tmp_15243-IMG_20160413_2018022109715757
Kepala BKDD Manado Steven Wakarry. (foto: chris/mt)

MTerkini.com, MANADO – Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD) Kota Manado menegaskan masih menunggu petunjuk dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) terkait penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2016.

Menurut Kepala BKD Manado Steven Wakkary, saat ini telah beredar di Facebook soal penerimaan CPNS, tapi sampai saat ini BKD belum dapat surat resmi dari BKN. “Belum ada petunjuk dari BKN Pusat,” ujarnya.

Ketika ditanya soal pengangkatan Honor Kategori Dua, hal yang sama juga ia katakan belum ada petunjuk. “Belum ada, jika sudah ada pasti akan kami laksanakan,” ujar Wakary dengan nada terburu-buru karena akan mengikuti kegiatan dengan Walikota Manado.

Sementara itu, warga Manado berharap tahun 2016 ini Pemerintah Kota Manado bisa membuka pengangkatan CPNS. “Mudah-mudahan tahun ini ada pengangkatan CPNS supaya bisa mo iko,” kata Rolando warga Malalayang. (chris)

Hadiri Rumah Duka di Pandu, Walikota Manado Ajak Keluarga Aminkan Rancangan Tuhan

rumah dukaMANADO, (manadoterkini.com) – Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Jumat (14/8) mendatangi rumah duka di Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, untuk menghibur keluarga dari Kapala Seksi Pangkat/Mutasi di Badan Kepegewaian Daerah (BKD) Pemkot Manado, Welly Kodoati SE, atas berpulangnya Adik Terkasih almarhuma Sym Netty Kawengian – Kodoati (48).

“Keluarga yang ditinggalkan Almarhum Syamas Netty, pasti merasa sangat berduka dan kehilangan. Namun saya berharap, keluarga bisa mengaminkan semua Karya dan Rancangan Tuhan yang indah tersebut,”kata Walikota.

GSVL
Walikota bersama Kepala Seksi Mutasi BKD Manado

Walikota berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi pergumulan tersebut. “Semoga almarhum bisa diterima di Sisi Tuhan Yesus Kristus, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” hibur Walikota GSVL.

Disatu sisi, meski disibukan dengan rangkaian peringatan HUT RI ke-70, namun orang nomor satu di Kota Manado itu masih tetap prima. “Padatnya agenda tak seakan tak membuatnya lelah untuk melayani masyarakat,”ungkap salah satu asisten pribadi Walikota.(ald)

Pemkot Manado Reposisi Jabatan Esalon III dan IV

manado
Pengambilan sumpah/janji oleh Asisten III Setda Pemkot Manado
manado
Pelantikan pejabat esalon III dan IV di Pemkot Manado

MANADO, (manadoterkini.com) – Setelah lama ditunggu akhirnya Pemkot Manado melaksanakan reposisi jabatan di jajaran Esalon III dan IV, Jumat (27/3) tadi malam. Dimana sebanyak 78 pejabat dilantik oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Dra Henny Giroth atas nama Walikota GS Vicky Lumentut.

“Reposisi jabatan bagian dari penyegaran di jajaran Pemkot Manado. Saya berharap dengan dilakukannya penyegaran jabatan ini, para pejabat yang dilantik agar bisa menjalankan tugas masing-masing sesuai dengan Tupoksi dalam memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” kata Palaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Manado, Drs Vicky Koagouw kepada wartawan usai pelantikan yang digelar di ruang Tolu Kantor Walikota Manado.

Lanjutnya, warga kini semakin kritis dalam menyikapi pelayanan yang belum maksimal dilakukan Pemerintah Kota Manado, untuk itu diharapkan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mendapatkan kepercayaan memegang jabatan supaya menunjukan kualitas kinerjanya. “Optimalkan semua kualitas yang kalian (PNS,red) miliki untuk melayani masyarakat,”tandasnya.

Diakuinya keputusan melakukan rolling pejabat telah melewati kajian Badan Pertimbangan Jabatan dan kepangkatan (Baperjakat). Diketahui untuk Eselon III berjumlah 17 Orang dan Eselon IV berjumlah 61 Orang yang akan dilantik untuk jabatan yang baru.(ald)

Koagow : Disiplin Akan Tingkatkan Kinerja PNS

MANADO, (manadoterkini.com) –Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Kota Manado terus intens melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih ‘kumabal’ dalam menjalankan tugas dan tanggunjawab sebagai abdi negara.

Kepala BKD Manado Vicky Koagow, menuturkan pihaknya akan terus melakukan sidak guna peningkatan disiplin bagi PNS di lingkungan Pemkot Manado.

“Semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD,red) akan menjadi sasaran sidak. Begitu pula dengan tempat keramaian seperti mall dan tempat kuliner. Sidak ini bagian dari upaya mendisiplinkan PNS. Karena disiplin akan tingkatkan kinerja PNS,”ujarnya Koagow.

Untuk itu, kedepan bagi PNS yang kedapatan berada di luar kantor dan tidak mengantongi surat tugas dari atasan bersiap berhadapan dengan aturan yang berlaku.

“Kami rutin lakukan sidak bagi semua PNS di jajaran Pemkot Manado. Tentang kehadiran mereka di kantor serta disiplin kerja dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tak luput dari perhatian kami,”tandas Koagouw.

Ditambahkannya, mereka akan berkoordinasi dengan instansi terkait lain untuk melakukan sidak di tempat-tempat keramaian seperti di Mall, Swalayan dan lain-lain.

“Nantinya kami akan lakukan sidak di saat jam kantor, ke sejumlah tempat keramaian di pusat Kota. Apabila kedapatan ada PNS yang keluyuran saat jam kantor, akan kami tindak dengan peraturan yang berlaku,” tegas Koagow.(ald)

Walikota Manado : Koagouw Diberikan Tugas Tambahan

manado
Pengarahan Walikota GSVL di ruang kerja BKD Manado

MANADO, (manadoterkini.com) – Jabat pelaksana tugas Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Vicky Koagouw mendapat tugas tambahan. Demikian penyataan Walikota Manado GS Vicky Lumentut, Selasa (3/2) saat memberikan pengarahan kepada jajaran Pegawai Negeri Sipil (PNS) di BKD Manado.

Dikeluarkannya SK Penunjukan Koagouw selaku Kepala BKD Manado, pasca penguduran diri Ventje Pontoh. Tak pelak, kedatangan Walikota GSVL di ruang kerja BKD Manado membuat kaget beberapa staf yang tengah bertugas di ruang kerja mereka. Dimana Walikota didampingi Sekretaris Kota, MHF Sendoh, Asisten III membidangi administrasi umum, Henny Giroth, bersama Plt Kepala BKD yang baru Vicky Koagouw.

”Mulai hari ini, Vicky Koagow resmi menjabat Plt Kepala BKDD Kota Manado. Saya memberikan tugas tambahan pada beliau, jadi selain Kepala Dinas Perhubungan Kota Manado, sambil menunggu SK yang diusulkan ke Gubernur, beliau sementara menjabat sebagai Plt Kepala BKDD,” ujar Lumentut.

Lanjut dikatakannya bahwa apa yang dilakukan pemerintah Kota Manado saat ini adalah sebagai upaya menghargai atau menindaklanjuti surat pengunduran diri dari Pontoh. ”Beliau (Ventje Pontoh, red) resmi memundurkan diri dengan alasan sakit, dan saya harus menghargai itu keputusan beliau. Nah, surat Plt Kepala BKDD ini karena saya menghargai apa yang beliau lakukan,” tutur Lumentut saat diwawancarai wartawan.(ald)