Soal Uang 100 Juta dari PT Conch, Tumiwa : Saya Tidak Tahu!

Boy Tumiwa, DPRD Sulut, Tambang Semen, PT Conch
Anggota DPRD Sulut Boy Tumiwa BSc SH

manadoterkini.com, SULUT – Sebelum dilakukan hearing antara PT Coanch Cement Nort Sulawesi dengan instansi terkait, beradar kabar dalam kunjungan lapangan di Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Komisi III DPRD Sulut, diduga menerima “hadiah” dari persuhan tambang semen tersebut.

Bahkan isu yang berkembang diduga sudah ada main mata antara perusahan tamban semen itu dengan Komisi III DPRD Sulut, dengan menerima hadiah uang Rp 100 juta masing-masing personil.

Mendengar isu tak sedap tersebut, personil Komisi III DPRD Sulut dari Fraksi PDIP Boy Tumiwa BSc SH, membantahnya kepada wartawan, Senin (27/3/2017).

“Saya ikut dalam rombongan untuk kunjungan kerja ke PT.Conch Cement North Sulawesi tapi tidak benar bila kami menerima uang seperti yang diisukan tersebut. Bahkan saya tidak pernah tahu dengan uang tersebut,” tegas Boy Tumiwa.(jef)

Ranperda Budaya dan Pohon Diseriusi DPRD Sulut

boy Tumiwamanadoterkini.com, SULUT –  Ranperda Budaya dan Ranperda Pohon, menjadi perhatian serius Badan Legislatif (Baleg) DPRD Sulut. Demikian diungkapkan Ketua Baleg DPRD Sulut, Boy Tumiwa kepada wartawan Senin (6/3/2017).

Tumiwa menjelaskan, Ranperda Pohon sudah masuk pada tahap Bapemperda. ”Tim ahli yang menyusun kajian akademik ranperda pohon sudah selesai. Dan mempresentasikan ke Bapemperda. Bapemperda menyatakan sudah memenuhi syarat,” kata Tumiwa.

Lanjut legislator Sulut dapil Minsel-Mitra ini, khusus untuk Ranperda Pohon Bapemperda tinggal berkoordinasi dengan Komisi III DPRD Sulut. Karena Komisi III yang memprakarsai  Perda tersebut.

“Laporan yang kami terima. Komisi III tinggal sekali lagi untuk mendengarkan hasil dari bapemperda. Kemudian Tim Ahli akan menyempurnakan. Setelah itu bersama-sama dengan pemerkarsa untuk mengusulkan ke pimpinan dewan,” tambahnya.

Politisi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) mengakui  setelah kajian akademiknya disempurnakan bersama dengan komisi III. Maka akan diserahkan ke pimpinan DPRD untuk diparipurnakan secara internal.

”Paripurna ini untuk meminta pendapat baik dari fraksi maupun seluruh anggota DPRD. Setelah DPRD menyetujui ranperda ini dibahas dalam tingkat selanjutnya, maka pimpinan DPRD akan menindak lanjuti itu dengn rapat Banmus untuk penentuan agenda paripurna  meminta tanggapan dari gubernur,” jelas Tumiwa.(jef)

Prolegda Sulut Dirampingkan, Tumiwa : Revisi Akan Ditetapkan Lewat Rapat Paripurna

tumiwamanadoterkini.com, SULUT – Badan Legislasi DPRD Sulut, Senin (10/10/2016) mengelar rapat, terkait adanya surat dari Wakil Gubernur 19 September 2016. Soal adanya revisi Program Legislasi Daerah (Prolegda)

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Baleg, Boy Tumiwa. Dalam rapat pembahasan ini ikut dibahas adanya tambahan Ranperda dari eksekutif. Diantaranya Pengelolahan Pelabuhan Perikanan dan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi.

“Revisi ini akan ditetapkan melalui rapat paripurna,” aku Tumiwa. Tumiwa menjelaskan, dari 7 Ranperda inisitif dewan menjadi 4 Ranperda.

Kemudian dari 13 Ranperda dari eksekutif menjadi 8 Ranperda. Sedangkan Ranperda inisiatif Dewan, Tumiwa mengatakan ada yang akan digeser ke tahun 2017.

“Ranperda yang digeser seperti UMKM dan Pemberdayaan perempuan. DPRD akan fokus pada tiga Ranperda inisiatif dewan yaitu, Ranperda Bahasa, Ranperda Budaya dan Ranperda Pengendalian pohon,” tambahnya.(tim)

Tumiwa: Baleg Akan Percepat Penyelesaian Sejumlah Ranperda

Tumiwa
Ketua Baleg Boy Tumiwa Bsc SH

manadoterkini.com , SULUT – Mempercepat penyelesaian beberapa Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menjadi perhatian Badan Legislasi (Baleg).

Menurut Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Sulut Boy Tumiwa BSc SH, sejak diawal masuk kantor terlihat belum ada aktifitas dari sejumlah Pansus DPRD Provinsi. Padahal DPRD Sulut bakal ketambahan beberapa Pansus lagi usulan dari pihak eksekutif.

“Kalau belum jalan saya bisa mengatakan apa, kawan-kawan wartawan bisa lihat sendiri saja bagaimana keadaannya. Tapi sebelumnya memang pembahasan dan penetapan berjalan dengan baik sesuai dengan yang sudah ditetapkan. Sekarang saja sudah antri ada Ranperda dari Pemerintah Provinsi yang akan dimasukkan,” kata Tumiwa di ruang kerjanya.

Dalam waktu dekat ini pihaknya akan berkoordinasi dengan pimpinan DPRD Sulut, pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan pimpinan Fraksi.

“Akan ada konsultasi Baleg dengan pimpinan-pimpinan dewan. Baleg juga akan mendorong supaya pembahasan ini bisa berjalan,” tegasnya.

Boy Tumiwa juga mengakui dalam pembentukan Ranperda, Baleg hanya mempersiapkan. ‘Kalau sudah masuk ke wilayah Pansus sudah bukan menjadi bagian Baleg,” tandas mantan Ketua DPRD Minsel tersebut. (jef)

Dua Mobnas DPRD Sulut Berpindah Tangan

manadoMTerkini.com, SULUT – Untuk memperlancar tugas-tugas sebagai Dewan yang terhormat maka setelah Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPRD Sulut diserahkan kepada Boy Tumiwa dalam rapat paripurna DPRD, Senin kemarin, Teddy Kumaat langsung menyerahkan satu unit mobil dinas kepada ketua Baleg yang baru.

Penyerahan mobil dinas jenis Nissan X-Trail ditandai dengan penyerahan kunci sekaligus penandatanganan berita acara di ruangan Komisi 2, Selasa (15/3/2016)I.

Menarik, usai menyerahkan mobnas Nissan X-Trail, Kumaat yang telah ditetapkan sebagai Ketua Fraksi PDI-Perjuangan langsung menerima mobil dinas baru berjenis All New Nissan X-Trail. Penyerahan kunci langsung oleh Sekretaris DPRD A.B Mononutu di halaman depan kantor DPRD.

“Pergeseran posisi pimpinan fraksi dan AKD disertai dengan pergantian mobil dinas. Mobnas ketua Baleg dari pak Teddy Kumaat diserahkan kepada pak Boy Tumiwa sebagai ketua Baleg yang baru. Selanjutnya mobnas ketua fraksi PDIP diserahkan kepada pak Teddy,” jelas Sekwan Mononutu usai penyerahan. (jef)

Tumiwa Pesimis Pembangunan Tol Selesai Tepat Waktu

received_1156221541057240MTerkini.com, SULUT – Hearing Komisi III DPRD Sulut terkait progress pembangunan jalan Tol Manado-Bitung dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulut, Balai Sungai dan Balai Jalan Wilayah XI.

Kepala Balai Jalan Wilayah XI Sam Longdong, memaparkan bahwa anggaran pembebasan lahan saat ini mulai menipis, sehingga diharapkan presure politik dari DPRD Sulut ke Pemerintah Pusat untuk mempercepat pembangunan jalan Tol Manado-Bitung.

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi III Boy Tumiwa, pesimis bahwa pembangunan jalan Tol Manado-Bitung tersebut akan selesai secepatnya, bahkan Tumiwa berasumsi bahwa pekerjaan mega proyek ini akan selesai setelah masa jabatan Gubernur Olly Dondokambey berakhir.

“Pembebasan lahan tak selesai sudah 3 tahun, kalau seperti ini, sampai Gubernur OD habis masa jabatan, Tol Manado-Bitung tak akan selesai,” kata Tumiwa. (jef)

AMURANG, (manadoterkini.com)-Komposisi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) khususnya daerah pemilihan Minsel – Mitra dipastikan akan berubah.

Hal ini menyusul majunya Frangky Donny Wongkar SH dalam perhelatan di Pilkada Minsel yang akan dilaksanakan secara serentak pada 9 Desember mendatang. “Aturan menyatakan demikian, anggota DPRD yang maju di Pilkada harus mundur, baik dari keanggotannya maupun jabatannya,” ujar salah satu Kabag yang ada di DPRD Sulut.

Mengacu dari ketentuan itu, Frangky D Wongkar SH secara otomatis harus digantikan legislator lain dan pergantian akan terjadi setelah resmi mengundurkan diri dari DPRD Sulut.

Berkaitan ini, ada satu nama yang digadang-gadang untuk mengisi posisi yang nantinya akan ditinggalkan Wongkar. Dia adalah Boy Tumiwa BSc SH. Nama mantan ketua DPRD Minsel yang juga politisi PDI-P ini bukan muncul begitu saja. Tumiwa berpeluang karena sarat pengalaman sebagai Ketua DPRD Minsel periode 2009 – 2014.

Hal ini diakui Ketua DPC PDI-P Minsel Steven Lumowa SE, Menurut dia, Tumiwa memang pantas karena sepak terjangnya selama ini. “Pak Tumiwa memang pantas. Dia punya pengalaman dan telah berbuat untuk partai,” ujar Lumowa.

Meski demikian, ia tidak bisa menjamin jika Tumiwa pasti menggantikan Wongkar. Pasalnya, proses untuk itu berada di tingkat Provinsi dan pusat. “Kalau soal nama, saya tidak bisa komentar. Sebab keputusannya ada di DPD I Sulut dan DPP Partai PDI-P. Kami hanya mengusulkan nama-nama saja, nanti Provinsi dan DPP yang putuskan,” terangnya. Lagipula kami belum berpikir soal itu. Fokus kami sekarang bagaimana memenangkan Pilkada,” singkatnya.

Di lain pihak, sejumlah pengurus dan kader PDI-P yang dimintai pendapat, setuju jika Tumiwa yang layak untuk mengantikan Wongkar di DPRD Sulut. Menurut mereka, Tumiwa merupakan politisi PDI-P yang kapasitasnya sudah teruji dan paham benar fungsi legislasi. “Saya dan teman-teman mendukung jika Pak Tumiwa yang mengantikan Wongkar,” ucap sejumlah pengurus dan kader yang meminta nama mereka jangan dipublikasikan.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com) – Sidang Raya Kerapatan Gereja Protestan di Minahasa (KGPM) yang ke-33 akan dilaksanakan Sidang Wale Pinaesaan Desa Wakan Kecamatan Amurang Barat Minahasa Selatan (Minsel). Bahkan ribuan jemaat KGPM akan membanjiri acara tersebut.

Kegiatan yang berlangsung setiap lima tahun sekali, akan gelar selama lima hari atau mulai tanggal 20 sampai 25 Juli 2015. “Sidang Raya KGPM ini untuk menggenapi tanggung jawab konstitusi dan panggilan gereja,” ujar Ketua Umum Panitia Sidang Raya KGPM melalui Ketua Harian Pnt Boy Tumiwa kepada manadoterkini.com, Minggu (19/7) siang tadi.

Lanjut Dia, dalam sidang raya ini, dilaksanakan pemilihan pucuk pimpinan, majelis gembala, dan lembaga-lembaga KGPM. “Akan dibahas juga berbagai isu-isu aktual dan faktual di seputar gereja dan realitas dinamika yang dihadapi,” ujarnya.

Ditambahkannya, sidang ini dipahami sebagai sarana menggumuli program kerja pelayanan dan organisasi. “Selain itu, akan dilakukan evaluasi yang telah dilakukan sepanjang periode berjalan. Kesempatan ini akan dilakukan pemilihan pimpinan-pimpinan yang baru untuk melaksanakan tugas dan pelayanan periode 2015-2020,” ungkapnya.

Dia menambahkan kalau persiapan terus dimatangkan. “Panitia berharap kegiatan ini menjadi sidang raya terbaik sehingga produk yang dihasilkan juga adalah terbaik untuk perkembangan gereja,” harpanya, sembari mengaku pihaknya berupaya membuat peserta nyaman dan menghasilkan yang terbaik untuk kepentingan dan kemajuan gereja.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com) – Tim Amurang FC akhirnya mampu mengharumkan Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Pasalnya, tim yang diarsiteki Fernando Komalig ini berhasil meraih juara sepak bola U-17 perebutan tropy Kapolsek/Camat Singkil dan EE Mangindaan. Kemenangan yang diraih atas Armada Kema, Minut lewat pertarungan mendebarkan hingga berakhir dengan skor 4-1 di Stadion Klabat, akhir pekan kemarin.

Di waktu normal, kedua tim bermain imbang 0-0 pada event yang digelar Klub Bina Taruna ini. Sepanjang pertandingan dua babak, kedua tim mengambil inisiatif menyerang kendati tidak membuahkan gol.

Manajer Tim Amurang FC Boy Tumiwa SH mengatakan bangga atas kemenangan timnya di pentas sepak bola U-17 tahun ini. ”Ini satu prestasi yang baik untuk tahun ini. Dimana, Amurang FC bisa mengharumkan Kabupaten Minsel di ajang turnamen sepak bola U-17,” sebut Tumiwa yang juga Ketua Harian Askab PSSI Minsel.

Kemenangan ini, lanjut Tumiwa, mampu mengobati situasi sepak bola secara nasional yang tengah dibekukan oleh badan sepak bola dunia FIFA. Pada turnamen ini, panitia sepakat memberikan juara tiga bersama bagi tim Al-Hilal dan Sondaken Tumpaan. Ketua Panitia Anton Arsjad memberikan apresiasi kepada kedua tim pendukung Amurang FC dan Armada Kema yang turut menyemarakkan jalannya laga final di Stadion Klabat. Begitu juga apresiasi disampaikan Camat Singkil dan Kapolsek Singkil yang hadir dalam partai puncak tersebut.(tim)

Wakil Ketua PN Amurang Ambil Sumpah/Janji 30 Personil DPRD Minsel

Minsel
Rapat paripurna istimewa pelantikan DPRD Minsel

PALANTIKAN dan pengambilan sumpah/janji 30 Anggota DPRD Minahasa Selatan periode 2014-2019 oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Amurang Decky Wagiu, SH, MH, melalui rapat paripurna istimewa, Senin (8/9) berlangsung sukses. Rapat paripurna istimewa tersebut dibuka Ketua DPRD Minsel Boy Tumiwa BSc SH, selaku Ketua DPRD periode 2009-2014 dan ditutup oleh Ketua DPRD Sementera Janny Johana Tumbuan SE.

amurang
DPRD Minsel

Sebelum dilantik, Sekretaris DPRD Minsel membacakan surat keputusan Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang. Usai dilantik, Sekwan kembali membacakan surat keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) kedua partai politik perai suara terbanyak pada pemilu yakni Partai Golkar dan PDIP sebagai pimpinan sementara. Dimana Jenny J Tumbuan dari Partai Golkar sebagai Ketua Sementera dan Rommy Pondaag sebagai Wakil Katua Sementara. Ditandai dengan penyerahan palu, cap stempel dan kunci mobil dinas.

amurang
Pengambilan Sumpah/Janji oleh Wakil Ketua PN Amurang

Tumbuan menyampaikan, Pimpinan DPRD sementara ini untuk menfasilitasi rapat-rapat anggota dewan, melakukan pemilihan fraksi dan komisi DPRD Minsel. Tak kalah pentingnya adalah proses penetapan pimpina DPRD devinitif dan tata tertib dewan.“Pimpinan dan anggota DPRD Minsel sementara menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas upaya dan kerja keras pimpinan dan anggota dewan periode 2009-2014. Upaya dan kerja keras akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan agar kedepan lebih baik lagi,” ujar Tumbuan saat menyampaikan sambutan di rapat paripuran istimewa.

amurang
Penyerahan palu, cap stempel dan kunci mobil dinas

Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu, SE dalam sambutanya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras selama ini. Pemkab Minsel akan terus berupaya menjalin kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislative. “Memang sebagaimana aturan yang ada antara eksekutif dan legislative adalah sama-sama penyelenggara pemerintah. Maksud dan tujuan sama yakni menopang pembangunan yang lebih baik dan mensejahterakan rakyat Minsel,” ucap Tetty Paruntu.

amurang
Penyematan PIN Anggota DPRD

Dalam rapat paripurna istimewa tersebut, Tumiwa menjelaskan, pihaknya sudah berupaya bekerja keras untuk memenuhi fungsi legislative yakni legislasi, anggaran dan pengawasan.“Fungsi dewan sudah dilakukan dianataranya melakukan rapat eksternal-internal, rapat dengar pendapat bersama pemerintah atau SKPD Minsel dan sosialisasi ke masyarakat dengan menyerap aspirasi. Selain itu sudah menghasilkan produk hukum sebanyak 51 Perda. Demikian pulah fungsi pengawasan telah melakukan peninjauan terhadap proyek, sedangkan anggaran telah membahas APBD,” jelas Tumiwa.

amurang
Penandatanganan berita acara oleh anggota DPRD Minsel termuda

Hadir unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) Minsel, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan sedikitnya 5000-an undangan yang hadir.(dav/advetorial)