Pemkab Mitra Lobi Perbaikan Tebing

mitramanadoterkini.com, RATAHAN – Pemerintah Kabupaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tengah melakukan survey lokasi yang perlu dilakukan perbaikan dan perkuatan tebing.

Direncanakan Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan melobi pemerintah pusat yakni Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) guna memenuhi kebutuhan anggaran perkuatan tebing yang konon mencapai Rp 7 miliar.

“Yang penting kan kita sudah sampaikan anggarannya. Selanjutnya tinggal menunggu keputusan mereka (BNPB),” ujar Kepala BPBD Ferry Uway MM melalui Kepala Bidang Kedaruratan Erick Manaroinsong, Kamis (26/10).

Lanjut disampaikan Manaroinsong, jauh sebelumnya pemerintah pusat sangat mendukung permohonan anggaran dari BPBD Mitra.

“Kami berharap juga tahun ini demikian. Entahpun tidak seperti nominal anggaran yang disusun di proposal, tapi paling tidak bisa dipersiapkan anggaran,” pungkasnya. (Jay)

Longsor di Gunung Potong Hambat Arus Lalin ke Mitra

manadoterkini.com, RATAHAN – Jalan gunung potong yang menghubung arus lalu lintas dari Minahasa Tenggara ke Minahasa, Selasa (21/2/2017) pagi tadi sekitar Pukul 05.00 Wita, tertimbun longsoran tanah.

mitraTak pelak, longsoran tanah tersebut menghambat arus lalin sehingga mengakibatkan tumpukan kendaraa.
“Kendaraan yang menuju Mitra atau dari Mitra harus menunggu sekitar dua jam baru bisa melewati ruas jalan tersebut,” kata Frangky Mundung warga Mitra.
Menindaklanjuti hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra berkoordinasi dengan Dinas PU langsung turun lapangan.

mitraInformasi menyebutkan sekitar pukul 07:00 Wita sudah bisa diatasi namun masih masih sistem buka tutup karena masih dalam pembersihan,.

”Saat ini sudah bisa dilalui walaupun masih antri karena masih dalam pembersihan,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Mitra Ferry Uway MM.

Saat ini terjadi antrian cukup panjang karena jalan masih dalam tahap pembersihan. Namun sudah bisa dilewati meski perlahan-lahan. (Jay)

manadoterkini.com, RATAHAN – Cuaca ekstrim yang belakangan melanda Sulawesi Utara, termasuk Mnahasa Tenggara menjadi perhatian Bupati James Sumendap SH.

Makanya, orang nomor satu di Mitra ini menginstruksikan instansi Pemerintah untuk terus waspada mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. “Selain meminta warga waspada. Instansi juga harus mengantisipasinya,” kata Sumendap.

Sementera itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghimbau warga masyarakat agar selalu waspada, terutama yang tinggal di area rawan bencana banjir dan longsor.

“Kepada seluruh masyarakat terutama yang rumahanya berdekatan dengan pohon, tiang listrik serta area pesisir pantai dan bantaran sungai agar selalu waspada,” imbau Kepala BPBD Mitra Ferry Uway melalui Sekretaris Jolli Tumiwa.

Lanjut Tumiwa, pihak BPBD sendiri selalu siap untuk membantu masyarakat apabilah sewaktu-waktu terkena bencana.(jay)

MTerkini.com, RATAHAN-Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) merupakan wilayah yang rawan terkena dampak bencana seperti letusan Gunung api Soputan.

Hal ini mendapat perhatian dari pemerintah setempat, salah satunya adalah menyiapkan jalur evakuasi bencana.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra Jopie Mokodaser mengatakan, jalur evakuasi bencana bertujuan untuk kesiap-siagaan serta memudahkan masyarakat mencari tempat yang dianggap aman pada saat terjadi bencana.
“Ada beberapa tempat yang akan kita jadikan tempat warga untuk berkumpul seperti Gereja, Lapangan atau tempat lainnya. Nantinya, dari situ warga dievakuasi ke daerah yang lebih aman,” Mokodaser.

Dia mengakui kalau tahun 2016 ini, pihaknya akan melakukan simulasi evakuasi bencana.
“Simulasi nantinya akan melibatkan masyarakat khususnya mereka yang dianggap paling rentan kena dampak bencana.

Ini tujuannya agar jika terjadi bencana yang mengharuskan dilakukan evakuasi, warga sudah memahami apa yang harus dilakukan,” tandasnya.(tim/dav)

MTerkini.com, TOMBATU – Gunung Soputan yang berada di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Sabtu (6/2/2016) kemarin, kembali memuntahkan debu vulkanik. Kali ini yang menjadi sasaran debu vulkanik adalah Kecamatan Tombatu dan Kecamatan Pasan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mitra Jopi Mokodaser SH mengatakan, erupsi mulai terjadi sejak pukul 10:00 Wita. Pukul 16:00 Wita, semburan semakin banyak membuat debu semakin tebal 3-5 cm.

”Kami telah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan dengan mendirikan Posko dan membagikan masker. Debu yang menutupi jalan juga sudah dibersihkan dengan Pemadam Kebakaran (Damkar),”ujar Mokodaser.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Minahasa Tenggara (Mitra) dr Rini Tamuntuan mengatakan, pihalnya telah membagikan sekitar 2000 masker. ‘

“Kami juga telah mendirikan Posko dan membagikan masker agar warga terhindar dari penyakit ISPA,” tukas Tamuntuan. (*/dav)

Gunung Soputan Masih Terus Keluarkan Debu Vulkanik

mokodaserMTerkini.com, RATAHAN – Hingga Pukul 07.38 WITA, Selasa (05/01/2015) pagi tadi Gunung Soputan masih terus mengeluarkan debu vulkanik yang mengarah ke wilayah Timur dan Tenggara. Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Minahasa Tenggara (Mitra) Jopi Mokodaser SH. “Letusan Gunung Soputan mulai terjadi Pukul 22.00 Wita tadi malam. Dan Pagi tadi Masih terus mengeluarkan debu vulkanik,” katanya.

Dampak yang terkena debu tersebut adalah Kecamatan Ratahan Timur untuk Wilayah Minahasa Tenggara.

”Saya minta masyarakat untuk berhati-hati dengan bencana Gunung Soputan ini. Para hukum tua dan camat supaya terus berkoordinasi dengan Pemkab Mitra, agar penanggulannya dapa terjangkau,” pungkasnya.(dav)