Tak Puas Kepemimpinan Bupati Sehan Landjar, Warga Boltim Demo di Kantor Gubernur

demomanadoterkini.com, SULUT – Puluhan pendemo yang mengatasnamakan Warga Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melakukan aksi demo di halaman Kantor Gubernur menyampaikan sejumlah penolakan mereka atas tindakan dari Bupati Sehan Landjar selama beberapa bulan memimpin Boltim.

Unjuk rasa yang tersebut diterima langsung oleh Kepala Biro Hukum Setdaprov Sulawesi Utara (Sulut) Glady Kawatu.

Adapun sejumlah pernyataan sikap yang mereka sampaikan lewat Koordinator Lapangan (Korlap), Buhari Latodjo dan Subrata Korompot mewakili masyarakat Boltim, meliputi:
1. Menolak dengan tegas atas pernyataan Sehan Landjar bahwa bagi masyarakat yang tidak memilih untuk berpuasa selama 5 tahun dan beranggapan bahwa dia hanya bupati 26.700 orang serta lainnya adalah bukan rakyatnya.
2. Menolak dengan tegas tindakan semena-mena memutasi ASN dan memberhentikan para sangadi dan para aparatur desa.
3. Menolak tegas pemberhentian tenaga kontrak dan honorer
4. Mengutuk dan menolak dengan tegas atas pernyataan bupati tidak akan hadir pada hajatan hidup dan hajatan mati sehingga munculnya pengkota-kotakan masyarakat pada setiap hajatan.
5. Mengutuk dan menolak dengan tegas atas pernyataan bupati tidak memberikan maaf kepada masyarakat bukan pendukungnya dengan memberikan sumpah atas nama kitab suci alqur’an.

Selesai pendemo menyampaikan pernyataannya, Karo Hukum Setdaprov Sulut Glady Kawatu langsung mengajak dialog bersama.(alfa)

AMPB Minta DPRD Boltim Gunakan Hak Interpelasi Terhadap Bupati

boltim
Suasana unjuk rasa

MTerkini.com,TUTUYAN – Unjuk Rasa (unras) kembali dilakukan oleh ratusan masa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Boltim (AMPB) di Kantor Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Unras kali kedua yang dilakukan oleh AMPB setelah sebelumnya melakukan aksi yang sama di kantor Bupati Boltim.

Unras yang merupakan bentuk kekecewaan masyarakat Boltim terhadap sikap Bupati terpilih Sehan Landjar yang seolah mendiakriminasikan sebagian masyarakat pasca pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) beberapa waktu lalu.

“Kami datang kesini guna meminta kepada para anggota DPRD agar dapat menerima aspirasi kami yang mewakili hampir setengah rakyat Boltim yang saat ini yang tidak lagi dianggap rakyat oleh Bupati saat ini,” kata Buhari Latodjo saat menyampaikan orasinya pada Rabu (27/4) siang tadi.

Aksi dorong mendorong antara pendemo dan petugas keamanan pun terjadi ketika para pendemo memaksa untuk bertemu para Anggota DPRD Boltim yang kala itu sedang melaksanakan rapat Paripurna Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Namum situasi tegang tersebut mereda ketika keempat anggota DPRD Boltim menerima para pendemo di Lobi Kantor DPRD Boltim.

Saat bersua dengan para wakilnya itu para pendemo menyampaikan tuntutan mereka yang dibacakan oleh Koordinator Lapangan (Korlap) Buhari Latodjo.

“Kami meminta agar DPRD Boltim menggunakan hak interpelasi serta hak angketnya terhadap Bupati Boltim saat ini, karena tidak mengindahkan hibauan Presiden RI untuk merangkul lawan politik pasca Pilkada, bersikap arogan, tidak bisa melaksanakan prinsip tata pemerintahan karena dikendalikna Tim Sukses, serta melakukan mutasi para ASN dan menonjobkan para pejabat yang tak mendukungnya saat pilkada,” tegas Buhari saat membacakan tuntutan.

Menanggapi tuntutan para pendemo Wakil Ketua DPRD Boltim mengatakan, jika aspirasi yamg disamapaikan oleh pendemo mereka akan sampaikan pada saat paripurna antara legialatif dan Eksekutif dihelat nanti.

“Kami akan sampaikan tuntutan ini jika nanti akan diselenggarakan rapat paripurna antara legislatif dan eksekutif, jadi mohon bersabar,” ungkap Muaya.
Namun sikap yang dianggap tidak tegas dari dari para wakil rakyat itu membuat mereka (AMPB -red) kecewa.
“Kami merasa kecewa tidak ada sikap tegas yang terlihat dari para Anggota DPRD Boltim dan mereka (DPRD-red) sepertinya tidak akan melakukan Hak-hak mereka seperti dalam undang-undang,” ucap Rits Rumewo.
Jika tuntutan mereka, lanjut Rumewo tidak akan ada hasilnya, makan AMPB akan menlanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Provinsi.
“Kami akan lanjutkan ke DPRD provinsi jika tuntutan kami tidak digubris,” pungkasnya.(wan/dav)

Bupati Sehan “Berang” Saat Jumpai Pendemo

manadoMTerkini.com, TUTUYAN-Aksi damai yang dilalukan oleh sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Boltim (AMPB) Kamis (14/4) siang tadi di depan kantor Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memanas.

Hal ini dipicu ketika Bupati Boltim Sehan Salim Landjar menemui pendemo dengan sedikit emosi.

“Kenapa kalian ingin menurunkan saya dari jabatan saya. Bukan kalian yang memilih saya,” ucap Sehan dengan nada emosi.

Mendengar kalimat yang diucapkan oleh orang nomor satu di Boltim itu sejumlah pendemo sontak naik pitam

“Inikah yang dinamakan bahasa dari seorang pemimpin, bukannya mengayomi masyarakat malah mengeluarkan kata-kata yang tidak mencerminkan seorang pemimpin,” koar Ritz Rumewu dengan mengarahkan tangan kearah Sehan.

Tidak lama berselang dia (Sehan-red) dibawa oleh pengawal pribadinya dan sejumlah satpol-PP bersama sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali keruang kerjanya namun terlihat wajah Bupati yang sudah menjabat kali keduanya pucuk pimpinan di Kabupaten terbungsu di Bolaang Mongondow Raya ini nampak tegang.

Sementara usai insiden yang nyaris ricuh itu, Kordinator aksi demo Ritz Rumewu kembali berorasi dan berharap Bupati terpilih saat ini dapat merangkul kembali keadaan masyarakat yang sempat terkotak-kotak pada waktu Pilkada silam.

“Kami datang kesini hanya ingin ditanah Boltim ini tidak ada lagi perbedaan , pelaksanaan pilkada telah usai dan diharapkan kepada Bupati terpilih agar bisa merangkul kembali masyarakatnya yang terkotak-kotak,” ujarnya saat berorasi.

Setelah usai melakukan aksi damai para pemgunjuk rasa langsung membubarkan diri dengan pengawalan petugas keamanan.(wan/dav)

Bupati Landjar Janji Bangun Perguruan Tinggi di Boltim

Boltim
Sehan Landjar

MTerkini.com, TUTUYAN – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) akan terus berupaya memberikan dorongan dan fasilitas guna memotivasi animo masyarakat dibidang pendidikan

Bupati Boltim Sehan Salim Landjar menyebutkan bahwa, jumlah kelulusan setiap Tahun di Boltim meningkat di atas 10 persen, sehingga perlunya upaya penyediaan fasilitas pendidikan seperti perguruan tinggi (PT).

“Saya akan berusaha memberikan dorongan dan fasilitas serta kemudahan-kemudahan bagi masyarakat Boltim untuk menyediakan secepatnya perguruan tinggi di Boltim demi mempermudah anak-anak mencapai keinginan belajarnya di perguruan tinggi,” ungkap Landjar.

Namun begitu Bupati yang akrab disapa Eyang ini berharap agar kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) tahun ini tidak kurang dari 90 persen.

“Saya berharap peserta Tahun ini dapat berhasil dengan baik serta kelulusannya tidak kurang dari 90 persen lulusan SMA dan SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena ini salah satu nilai,” harapnya.

Diketahui upaya penyediaan fasilitas Perguruan Tinggi sudah digaungkan sebelumnya oleh bupati saat sebelum dia menjabat kembali kali kedua Bupati Boltim tepatnya saat kampanye Pilakada beberapa waktu lalu.

“Saya berharap Pak bupati dapat merealisasikann janji-janjinya terutama yang tertuang dalam visi-misinya saat kampanye Pilkada beberapa waktu lalu, karena hal ini sangat penting untuk kemajuan daerah ini dan saya yakin pak Sehan bisa melakukannya ” singgung salah satu warga Tutuyan Jemmy Mewengkang.(wan/dav)

Landjar: 200 Milliar Akan Dihabiskan Untuk Pembangunan Infrastruktur di Ibukota Boltim

sehanMTerkini.com, TUTUYAN – Bupati kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar kembali melakukan silaturahmi dengan warga masyarakat Tutuyan.

Bupati yang dikenal dengan sosok merakyat ini, sempat menyapa dan berbincang dengan Puluhan warga diseputaran jalan jalur Dua Tutuyan. “Saya memang sangat sayang kepada warga Boltim. Jadi saya sering menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi langsung dengan masyarakat saya,” ujar Eyang sapaan akrab Bupati.

Lanjut Eyang mengatakan, di Tahun anggaran 2016 ini pemerintah daerah (Pemda) punya program untuk jalan Dua jalur di Tutuyan akan dibuatkan median jalan sekaligus dengan lampu penerang.

“Ada program untuk pembuatan median jalan Dua jalur beserta lampu penerang jalan itu telah dianggarkan sekitar Rp 5 miliar. tiap 50 meter dipasang 1 tiang lampu,” katanya saat berbaur dengan masyarakat Boltim.

Dia menjelaskan, di desa Tombolikat juga akan dibuat jalan menuju lapangan sepak bola dengan lebar sekitar 12 meter, dan direncanakan akan tembus di pesisir pantai.

“Panjangnya 1,1 kilometer. Danannya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 7 hingga 8 miliar sebab, ini sudah masuk dalam perencanaan jalan lingkar pantai dari desa Togid, desa Tutuyan dan desa Tombolikat,” imbuhnya.

Dia menambahkan, bahwa di Tahun 2017 mendatang ibukota Boltim sudah terbentuk secara total wajah ibukota.

“Di tahun 2017, kita berencana dana senilai Rp 200 milair akan dihabiskan guna untuk pembangunan yangbada di ibukota. Untuk pembuatan kantor-kantor, jalan ibukota serta fasilitas lainnya,” tutupnya.(dyr)

ASN Boltim Bakal Masuk Kantor Enam Hari Dalam Sepekan

Sehan Landjar
Pengarahan Bupati Sehan Landjar.(ist)

MTerkini.com, TUTUYAN – Pemberlakuan penambahan hari kerja terhadap seluruh Arapatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi Enam hari kerja nampaknya sudah bisa dipastikan berlaku di 2016 ini.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Boltim, Sehan Landjar pada saat pelaksanaan apel perdana di lapangan Tutuyan akhir pekan lalu. Dimana penambahan hari kerja tersebut akan dibuatkan regulasinya melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang seperti diketahui akan berlaku selama lima tahun kedepan.

“Tinggal menunggu Perbup. Seluruh ASN di semua Satuan Kerja (Satker) itu, diwajinbkan masuk kantor dari hari Senin sampai Sabtu. Tapi untuk hari Sabtu, jam kerja hanya sampai pukul 14.00 wita,” jelas Bupati pilihan rakyat dua periode ini.

Menurutnya, meski tidak ada aturan yang mengikat tentang penambahan hari kerja ini, namun kebijakan tersebut dibuat menyusul adanya kenaikan Tunjangan Kerja Daerah (TKD) ASN dan para Honorer.

“Jadi, pembayaran TKD nanti akan disesuaikan dengan evaluasi kinerja ASN. Sedangkan untuk tenaga honor tentu disesuaikan dengan anggaran Daerah,” terangnya.

Turut ditegaskannya pula, bagi ASN yang lebih dari tidak masuk kantor, konsekuensinya tidak diperkenankan menerima TKD selama satu bulan.

“Untuk itu, setelah dinaikkannya TKD ini, saya minta kepada seluruh ASN agar dapat bekerja secara maksimal. Lebih disiplin dan upayakan tepat waktu masuk kantor,” pintanya.(glen/tim)

TUTUYAN, (manadoterkini.com) – Setelah Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang rencananya akan mensomasi Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Salim Landjar akibat perkataannya dianggap menyinggung Partai mereka hingga berbuntut pada dicabutnya dukungan Partai besutan Surya Palo kepada Bupati Boltim itu pada Pilkada 9 Desember mendatang, kini Partai Golongan Karya (Golkar) dikabarkan akan melakukan hal serupa.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Sehan Mokoagow kepada sejumlah wartawan mengatakan bahwa, rekaman perkataan Sehan Landjar yang dianggap menyinggung dua partai yakni Nasdem dan Golkar sudah sampai ke DPP.” Untuk Golkar sendiri rekaman tersebut sudah sampai ke pusat, bahkan sudah ketangan salah satu anggota komisi III DPR-RI Partai Golkar ” ungkap Wakil Ketua DPRD Boltim itu.

Namun Sehan sendiri mengaku belum mengetahui langkah apa yang akan ditempu oleh partainya terkait permasalahan ini mengingat semua itu tergantung DPP pihaknya tinggal menunggu keputusan dari DPP.” Belum ada kabar ke kami terkait apakah partai Golkar akan menempuh jalur hukum atau tidak yang pasti bukti rekamannya sudah ada ditangan DPP, kami disini (DPD-red) hanya menunggu,” ungkap mantan wakil Bupati Bolaang Mongondow itu.

Diketahui perkataan Bupati Boltim Sehan Salim Landjar yang dianggap menyinggung dua Partai besar itu dikatakannya saat memberikan sambutan Pemerintah pada acara peresmian salah satu Kantor lembaga keagamaan yang ada di Tutuyan bebepara waktu lalu.(win)

TUTUYAN, (manadoterkini.com) – Perhelatan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang dijadwalkan bulan Desember tahun 2015 mendatang, kini semakin panas. Para kandidat yang bakal mencalonkan diri pun mulai menampakan diri dan diam-diam mencari simpati dimasyarakat.

Meskipun begitu, sosok Sehan Landjar,SH sepertinya masih menjadi idola sebagian besar masyarakat untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Bupati Boltim periode 2015-2020. Hanya saja, Calon Incumbent, pasanganya di Pilkada nanti hingga kini masih misterius. Terinformasi, yang jelas bukan lagi pasangan BERSEMI. Kabar yang diterima, disebut-sebut Bupati pertama pilihan rakyat Boltim ini sedang melirik pasangan Calon Wakil Bupati dari kalangan birokrat.

Mereka adalah birokrat terbaik asal Modayag bersatu. Antara lain, Rusdi Gumalangit mantan Camat Modayag sekarang menjabat Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Pemkab Boltim. Kemudian, Uyun Pangalima,S.Pd, mantan anggota KPUD Bolmong saat ini Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Boltim.

Selanjutnya, tokoh masyarakat Modayag, Julius Pelalu,M.Pd sekarang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPMD) Pemkab Boltim. Selain ketiga nama ini, ada juga beberapa nama lainnya seperti Drs. Benny Mangarey,MAP Kepala Bagian Organisasi Pemkab Boltim. Informasi yang dirangkum manadoterkini.com hingga sekarang, para birokrat tersebut sedang dalam survei tim independen pendukung Sehan Landjar.

“Kami sedang melakukan survei, yang jelas harapan kami, kalau bisa Landjar berpasangan dengan birokrat dari Modayag,” sebut beberapa pendukungnya sambil meminta namanya jangan di publikasikan.(cw-6)

TUTUYAN, (manadoterkini.com)-Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar menyambut baik buku Exotica saat bertemu dengan Seniman multi talenta, yang kini bergiat mempromosikan pariwisata Boltim Jamal Rahman Iroth dihadapan Bupati belum lama ini.

Sambutan baik tersebut, menyusul diterbitkannya buku Exotica Boltim karya Jamal yang berisi foto-foto keindahan alam dan potensi pariwisata Boltim. Buku itu diterbitkan secara independen oleh Boltim Photography School.

Bupati Boltim sempat mengenyampaikan niatnya untuk melibatkan jamal dalam program promosi wisata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim. Dirinya mencontohkan, jika ada kegiatan atau pertemuan APKASI ia akan mengajak Iroth untuk mempresentasikan potensi pariwisata yang ada di Boltim.

Sementara, terkait dengan penerbitan buku tersebut, dihadapan bupati Iroth mengaku bahwa saat ini baru mampu mencetak dalam jumlah terbatas, yakni 100 sampai 200 eksemplar.”Kalau dibantu Pemkab Boltim, mungkin bisa cetak sampai 5 ribu atau 10 ribu buku, untuk disebarkan ke luar boltim,” katanya, sembari meyakini jika upaya promosi dilakukan dengan maksimal, pariwisata boltim akan lebih cepat dikenal di mata dunia.

Dirinya juga menambahkan, buku Exotica Boltim akan lebih efektif jika tersebar ke luar daerah, dalam jumlah yang banyak.”Dengan begitu, akan lebih banyak orang mengenal dan tertarik untuk berkunjung ke Boltim,” tandasnya.(cw-6)

TUTUYAN, (manadoterkini.com) – Pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap satu tahun 2015 yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Februari ini, rupanya tak akan terealisasi. Sebab masih banyak Desa yang belum memasukan Surat Pertanggung Jawaban penggunaan ADD tahun 2014 lalu.

“Seharusnya pada bulan Februari ini pencairan ADD tahap satu tahun 2015 sudah dapat direalisasikan. Tapi, dari laporan Inspektorat, masih ada beberapa sangadi dan tim pengelola ADD yang enggan diperiksa mengenai pengelolahan ADD tahun 2014,” ujar Bupati Sehan Landjar kepada sejumlah wartawan.

Landjar menjelaskan, tahun 2015 ini pemerintah pusat akan menyalurkan anggaran untuk dikelola oleh pemerintah Desa yang besarannya hampir mencapai Rp 1 milliar. Sehingga dirinya berharap para Sangadi dan tim pengelola ADD dapat merealisasikan anggaran tersebut dengan tepat dan sesuai perencanaan.

“Sehingga nanti dalam pembuatan pertanggung jawaban, akan sesuai dengan realisasi dilapangan. Karena ini ada laporan beberapa temuan di desa oleh inspektorat daerah tidak masuk dalam perencanaan. Jadi, sekali lagi saya minta dalam pengelolahan keuangan sesuai dengan perencanaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Boltim Meike Mamahit mengungkapkan, pihaknya juga akan melakukan monitoring terkait dengan SPJ tahun 2014 yang belum dimasukkan.

“Tim kami juga akan melakukan monitoring ke desa-desa terkait ADD tahun 2015 ini. Sebab ada desa yang belum memasukkan SPJ tahap I, namun juga ADD tahap II ada yang tidak tuntas,” ungkapnya.

Menurut penuturannya, sebelumnya Inspektorat tidak memeriksa pengelolaan ADD tahap II sehingga sejumlah Desa menganggap enteng pelaksanaan anggaran 40 persen tersebut. Namun setelah dibawah kepemimpinannya ADD tahap II tak lepas dari pemeriksaan.

“Dulu ada yang lolos, tapi saat ini SPJ tahap I dan tahap II tak ada yang lolos dari pemeriksaan,” tegasnya sembari menambahkan bahwa ada sejumlah Sangadi yang berusaha menghindari pemeriksaan dengan berbagai alasan.(cw-6/dav)