manadoterkini.com, MANADO-Dengan memiliki destinasi wisata yang beragam, menjadikan kepariwisataan di Manado bertumbuh dengan pesat, sehingga menciptakan daya tarik wisata bagi para pelancong baik dari lokal maupun mancanegara untuk datang berkunjung ke ibukota Provinsi Sulut ini.

“Seiring pertumbuhan pariwisata yang semakin pesat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata terus meningkat,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Manado, Hendrik Warokka.

Dia berujar, meningkat dan tidaknya faktor kepariwisataan di Manado, jangan dilihat dari satu sisi atau tempat yang didatangi oleh para wisatawan. “Berkunjungnya para wisatawan, jangan dinilai dari satu tempat tujuan saja. Kota Manado saat ini menjadi tempat digelarnya event MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), itu berarti Manado memiliki daya tarik yang luar biasa,” kata dia.

Di sisi lain, Warokka mengakui, saat ini pengunjung atau wisatawan yang datang di Taman Laut Bunaken menurun. “Tapi bukan berarti pariwisata di Kota Manado menurun drastis,” tandasnya. (ald)

MTerkini.com, MANADO – Pohon Kasih di Kawasan Mega Mas tepatnya di seberang jalan Lapangan Mega Mal, samping Indomaret check point kini tinggal kenangan.

manadoPantauan manadoterkini.com Selasa (26/4/2016) Pohon Kasih terbuat dari besi menjulang ke angkasa di bongkar oleh pekerja di Kawasan Mega Mas.

Sejumlah warga yang melewati daerah itu ikut mengomentari Ikon wisata di Kota Manado. “Yah, so bongkar. Padahal tiap hari boleh jadi tempat santai sekaligus tempat ba foto akang,” ujar Meisy Laoh warga Amurang.received_10201753178307415

Informasi yang beredar dibongkarnya pohon kasih tersebut karena akan dipakai pengelola kawasan mega mas. Saat mewanwancarai pengerja, mereka tidak tahu kalau akan dibuat apa selesai di bongkar. “Kami hanya bekerja untuk membongkar,” ujar salah satu pekerja.manado

Sementara itu ditempat terpisah saat diminta tanggapan, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado Hendrik Warokka baru mengetahui dibongkarnya salah satu ikon Kota Manado ini. “Saya baru tahu dari anda (wartawan -red), tapi setahu saya pohon kasih ini bukan milik Pemkot. Tapi itu lahannya milik Mega Mas. Tapi kalau tidak salah pemrakasa Pak Rampangiley. Untuk kordinasi pembongkaran tidak ada info karena itu bukan aset milik Pemko Manado,” jelas Waroka. (ons)

Warokka Salut MDC Promosikan Bunaken di Internasional Deep and Extreme Indonesia 2016

MTerkini.com, JAKARTA – Kekompakan dan rasa persaudaraan ditunjukan para Mitra Diving Center (MDC) se Sulut yang ikut berpartisipasi di Stand Pemkot Manado dalam Iven internasional Deep and Extreme Indonesia 2016 di JCC, Jakarta, Jumat (1/4/2016) membuat Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud), Kota Manado, Henrik Warokka haru sekaligus bangga.

manado
Kadisparbud Manado, Hendrik Warokka (Batik Bentenan Merah) bersama tim MDC Sulut dan Koordinator Pameran Disparbud di Stand Pemkot dalam Iven internasional Deep and Extreme Indonesia 2016 di JCC

“Saya sungguh terharu sekaligus bangga melihat mereka ikut berpartisipasi di Stand Pemkot Manado dalam iven Internasional ini,” kata Warokka.

Menurut Warokka, Mitra Diving Center ini begitu bersemangat mempromosikan potensi wisata Bunaken dan Sulawesi Utara dalam ajang yang dihadiri peserta dalam dan luar negeri itu.

manado

“Thanks ya para mitra. Tetap semangat dan mari torang majukan terus pariwisata Manado dan Sulut. Thanks my team kordinator pameran dari Disparbud Manado Johan Garang. Terima kasih juga bro Dino Gobel, Pco Color of Indonesia,” ucap Warokka.(ald)

Investasi Pariwisata, Warokka: Puji Tuhan, Manado Diminati Tiongkok

manado
Pemerintah Tiongkok terkesan melihat peluang investasi di Kota Manado yang ditunjukan Penjabat Wali Kota, Royke Roring didampingi Kadisparbud Manado, Hendrik Warokka, Monty Sorongan owner Adventure Indonesia dan Dino Gobel sebagai PCO Colour of Indonesia

MTerkini.com, JAKARTA – Utusan Khusus Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT),  Ruan Yong Gang melirik Manado dan Sulut sebagai mitra investasi bidang Pariwisata dan investasi bentuk lainnya. Pelak saja hal tersebut membuat Kadis Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kota Manado, Hendrik Warokka tak bisa melukiskan kebahagiaannya.

Ruan Yong Gang mengungkapkan kepada Penjabat Walikota Manado, Royke Roring di acara special meeting yang ikut dihadiri Menteri Pariwisata, Arief Yahya di kantor Kemenpar RI, Jumat (1/4).

“Puji Tuhan Manado dan Sulut diminati RRT sebagai daerah mitra investasi pariwisata dan investasi lainnya,” kata Warokka seraya menyebutkan.

Pertemuan itu menyepakati rencana MoU Sister City dan Sister Province Manado dan Sulut dengan Kota Hefei dan Provinsi Anhui di Tiongkok, 14 April 2016 mendatang.

“Itu bersamaan dengan Wonderful Indonesia Night yang akan dihadiri Menpar,” ujar Warokka didampingi Owner Adventure Indonesia, Monty Sorongan dan Pco Colour of Indonesia, Dino Gobel yang memfasilitasi dan mewujudkan momentum tersebut.

Warokka juga menyampaikan kehormatan besar bagi Tim Kesenian Manado ditunjuk khusus Kemenpar tampil dalam iven tersebut.(*/ald)

MANADO, (manadoterkini.com) – Patung Pahlawan Perempuan Pergerakan Indonesia asal Minahasa Maria Walanda Maramis tidak terawat menjadi tanda tanya warga terhadap keseriusan Pemkot Manado dalam merawat situs-situs cagar Budaya di Kota Manado mendapat tanggapan serius dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Manado.

Saat dihubungi manadoterkini.com, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Julises Oehlers mengatakan pihaknya tidak merawat patung tersebut karena masuk dalam benda cagar budaya dan dikelola langsung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado.

“Nanti akan dibicarakan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, memang pengelolaan taman tersebut masuk anggaran dinas Pertamanan, tapi patungnya masuk dalam benda cagar Budaya,” ungkap Julises melalui Handphone, Senin (31/8).

Sementara itu saat di konfirmasi kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado Hendrik Warokka, mengatakan terima kasih atas masukan masyarakat untuk menjadi perhatian terhadap benda cagar budaya. “Iya, itu masuk benda cagar budaya, kalaupun ada anggaran untuk pemeliharaan akan dikerjakan,” ujar Warokka.

Kedua Dinas ini seakan mengelak siapa yang harus mengerjakan rehab patung Tokoh Nasional Pahlawan Kemerdekaan ini yang terletak di Kelurahan Komo Luar Kecamatan Wenang. Warga berharap secepatnya memperbaiki patung ini apalagi masuk kategori pahlawan Nasional. (chris)

Ini Titipan Kadis Parbud Manado bagi Finalis Nyong dan Nona Manado

Warokka : Jadilah Duta Wisata yang Berkualitas

warokka

MANADO, (manadoterkini.com) – Grand Final Pemilihan Nyong dan Nona Manado (PNNM) 2015 yang berlangsung Sabtu (11/7) malam akhir pekan kemarin di Hotel Sintesa Peninsula telah menelorkan para Duta Wisata Kota Manado. Ini akan menjadi tugas berat bagi Yudistira Manessu (Nyong Manado) dan Angelique Pongoh (Nona Manado) bersama beberapa rekan mereka dalam mempromosikan kekayaan aset wisata yang dimiliki Kota Manado.

“Kota Manado kaya akan pantai dengan eksotisnya yang cantik tak kalah dengan yang dimiliki daerah lain. Terumbu karang ada dimana-mana menjadikan Manado salah satu kota pusat diving. Ini yang akan saya promosi nanti,” ujar Yudistira, perwakilan dari Kecamatan Mapanget menceritkan motivasinya ikut PNNM 2015 ini.

manadoSementara itu, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Manado, Hendrik Warokka mengatakan, para duta wisata yang telah keluar melalui seleksi cukup ketat ini akan berhadapan debgan tugas berat dalam mempromosi wisata. Dia berharap, semoga para duta wisata yang berkualitas ini bisa menjadi tim promosi yang kompak. “Jadilah tim promosi yang berkualitas, handal dan balance dengan karakter 3B (Beauty, Behavior dan Brain) sebagai wajah Kota Manado,” pinta Warokka. (tim)

 

NYONG NONA MANADO YANG AKAN MENJADI DUTA WISATA 2015:

NYONG

1. Yudistira Manessu (Nyong Manado 2015)

2. Kyven Palilingan (Wakil I Nyong Manado)

3. Bennedick Narande (Wakil II Nyong Manado)

4. Edar Tandayu (Harapan I)

5. Jiliwosy Salainti (Harapan II)

 

NONA

1. Angelique Pongoh (Nona Manado 2015)

2. Esty Nindy Lowongan (Wakil I Nona Manado)

3. Belinda Kotambunan (Wakil II Nona Manado)

4. Irta Lumempouw (Harapan I)

5. Rani A. Lumempouw (Harapan II)

 

Favorit : Maissy Dotulong

Nyong Berbakat : Elyas Rambi

Nona Berbakat : Gabriella Wokas

Persahabatan : Fillya Pondaag

Intelegensia : Dave Danie Lie

Fotogenic : Olivia Christy Tapada

MANADO, (manadoterkini.com) – Data yang dirangkum dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Sulut, ternyata kunjungan di bulan Mei 2015, wisatawan dari Jerman masih bertengger diperingkat teratas dengan jumlah 262 wisatawan.

Wisatawan tersebut pastinya masuk melewati penerbangan udarah yakni bandarah Samratulangi. “Pastinya para wisatawan yang datang ke Sulut, melalui udara melintasi Kota Manado. Meski tujuannya seperti Bitung, Minahasa, maupun Kabupaten/Kota di Sulut,”kata Kadis Pariwisata Kota Manado, Hendrik Warokka.

Setelah Jerman, wisatawan Jepang menampati urutan kedua dengan 201 orang. Ditempat ketiga bertengger wisatawan Amerika Serikat yang berjumlah 200 orang. Posisi keempat dari Singapura dengan jumlah 174 orang. Wisatawan Inggris pada posisi kelima sebanyak 168 wisatawan, menyusul Australia 163 orang, Perancis 142 wisatawan.

Belanda 129 orang, disusul Hongkong 118 orang, Swiss 109 orang, Tiongkok 90 orang dan posisi akhir Malaysia dengan 60.

PERBANDINGAN DATA KUNJUNGAN WISATAWAN PER BULAN JANUARI-MEI/2014-2015

Wisman       2014 – 2015 Domestik     2014 – 2015

Januari         2395 2868         61.000         66.740

Februari       2717 7603         46.150         67.530

Maret           2850 6042           75.700         67.426

April             2521 1658           63.411        67.426

Mei               2873 3838           63.527         74.995

Calon Nyong dan Nona Manado Ikuti Tes Wawancara

WarokkaMANADO, (manadoterkini.com) – Tahapan seleksi calon Nyong dan Nona Manado, Kamis (25/06), menjalani tes wawancara yang dilakukan di ruang serbaguna Kantor Walikota Manado.

Kepala Dinas Parawisata Kota Manado Hendrik Waroka mengatakan, bahwa tes wawancara merupakan tahapan ke empat yang harus dilakoni para calon.

“Kali ini adalah tes tahapan ke empat yaitu tes wawancara. Setiap peserta wajib menjalani tes wawancara yang dilakukan oleh tim seleksi yang ditentukan oleh Dinas Parawista sebagai penyelenggara,” kata Waroka, Kamis (25/06).

Menurut Waroka, tahapan tes wawancara ini diikuti oleh 30 calon peserta. “Saat ini mereka yang ikut tes wawancara tinggal menyisakan 30 peserta, sementara yang lainnya sudah gugur pada tahapan tes sebelummnya,” ungkap Warokka.

Diketahui para peserta calon nyong dan nona Manado mengikuti beberapat tahapan tes yang dimulai dari tes pengetahuan umum dan bahasa inggris, kesehatan, psikotes, dan tes wawancara. (mlz)

Manado Kebanjiran Bakal Kebanjiran Wisatawan

Masuk Indonesia Sudah 19 Negara Bebas Visa

manado
Kadis Pariwisata Hendrik Warokka saat mempromosikan potensi wisata Kota Manado di Amerika Serikat waktu lalu

MANADO, (manadoterkini.com) – Aset wisata Kota Manado siap-siap untuk dipoles lagi menyusul ibukota Provinsi Sulut ini kedepan bakal kebanjiran kunjungan turis buntut rencana pemerintah memberlakukan bebas visa terhadap bagi turis asal Tiongkok, Korea Selatan, Rusia, dan Jepang.

Total Negara luar yang warganya bebas visa masuk Indonesia saat ini menjadi 19 negara setelah sebelum aturan yang sama diberlakukan bagi wisatawan Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, Hong Kong, Makau, Vietnam, Kamboja, Laos, Myanmar, Chili, Maroko, Peru, dan Ekuador.

Adanya pemberian aturan bebas visa ini, otomatis akan berdampak positif bagi Sulut yang terkenal dengan sejumlah objek pariwisata untuk menarik kunjungan wisatawan. “Ini bagus buat kita di Manado yang dipastikan akan mendapat efek positif dari pemberlakuan bebas visa tersebut,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Manado, Hendrik Warokka.

Sekadar diketahui. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Sofyan Djalil menjelaskan, ada sejumlah paket kebijakan lain yang disiapkan pemerintah untuk merespons pelemahan nilai tukar rupiah itu, di antaranya insentif untuk perusahaan dengan tujuan ekspor dan perusahaan yang melakukan reinvestasi. “Reinvestasi laba di dalam negeri itu akan kami berikan insentif pajak dalam beberapa bentuk. Misalnya PPh (pajak penghasilan) 30% dan PPh 10% atas dividen untuk pajak luar negeri melalui tax treaty. Mereka bisa pilih kompensasi kerugian yang lebih lama dari 10 tahun,” papar Sofyan,

Dikutip dalam laman Sekretariat Kabinet. Dia menjelaskan, paket kebijakan ekonomi yang dimaksudkan sebagai upaya memperkuat nilai rupiah itu rencananya akan diumumkan pemerintah pada pekan depan. “Kami harapkan 19 negara ini sudah mengcover 95% turis yang datang ke Indonesia,” ungkapnya. Sofyan menambahkan, pemerintah akan terus melakukan studi untuk menambah lagi negara yang warganya memperoleh aturan bebas visa ke Indonesia, sehingga wisatawan bisa menjadi salah satu sumber penambahan devisa.(*/tim)

Disparbud Manado
Hendrik Warokka

MANADO, (manadoterkini.com) – Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Manado – Hendrik Waroka, S.Pd, DEA, mengatakan bahwa setiap bidang usaha pariwisata yang berdomisili di wilayah hukum Kota Manado, wajib mendaftarkan usahanya kepada Pemkot Manado melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Bidang usaha pariwisata dimaksud, adalah usaha jasa perjalanan wisata, usaha penyediaan akomodasi, usaha jasa makanan dan minuman, usaha kawasan wisata, usaha jasa transportasi wisata, usaha daya tarik wisata, usaha penyelenggaraan kegiatan hiburan dan rekreasi, usaha jasa pramuwisata, usaha jasa penyelenggaraan MICE, usaha jasa konsultan pariwisata, usaha jasa informasi pariwisata, usaha wisata tirta, dan usaha SPA (Sante Par Aqua) termasuk jenis-jenis usahanya masing-masing.

Tahapan pendaftaran usaha pariwisata berdasarkan Peraturan Walikota Manado Nomor 33 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pendaftaran Usaha Pariwisata mencakup permohonan pendaftaran usaha pariwisata, pemeriksaan berkas permohonan pendaftaran usaha pariwisata, pencantuman kedalam daftar usaha pariwisata, penerbitan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), dan pemutakhiran daftar usaha pariwisata.

Sedangkan pendaftaran usaha pariwisata, meliputi permohonan pendaftaran usaha pariwisata diajukan secara tertulis oleh pengusaha, pengajuan permohonan pendaftaran usaha pariwisata disertai dengan dokumen, yaitu foto copy akta pendirian badan usaha, akta perubahan yang berbentuk badan hukum dan foto copy kartu tanda penduduk untuk perseorangan; foto copy izin tehnis dan dokumen lingkungan hidup sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan atau dokumen teknis lainnya. Pengajuan dokumen tersebut diatas disampaikan dengan memperlihatkan dokumen aslinya atau memperlihatkan foto copy atau salinan yang telah dilegalisasi. Pengusaha wajib menjamin melalui pernyataan tertulis bahwa data dan dokumen yang diserahkan adalah absah, benar, dan sesuai fakta.

Setelah dilakukan pemeriksaan berkas permohonan termasuk survei lapangan/uji petik terhadap tempat usaha, selanjutnya Kepala Disparbud atas nama Walikota Manado memberikan bukti penerimaan permohonan pendaftaran usaha pariwisata kepada pengusaha dengan mencantumkan nama dokumen yang diterima dan tidak dipungut biaya apapun.

“Jika ada pejabat dan staf Disparbud Kota Manado yang memunggut biaya dalam proses pengurusan TDUP pada pengusaha, maka Kami akan menindak dengan tegas berupa sanksi pemberhentian dari jabatannya dan bahkan pemecatan dari PNS,” ujar Warokka.(ald)