Paslon jalur Independen, Roso-Harum masukan berkas ke KPU Minsel

minsel
Roso dan Harum menyerahkan kelengkapan dokumanke KPU Minsel untuk memenuhi syarat mengikuti Pilkada Minsel

manadoterkini.com,AMURANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menerima berkas syarat dukungan bakal calon bupati dan calon wakil bupati setempat melalui jalur independen yakni Royke Sondakh dan Harits Andre Umboh (ROSO-HARUM) Jumat (21/2/2020). Jumlah dukungan yang diserahkan sebanyak 20.500 dukungan tersebar di 17 kecamatan yang ada di Minsel.

Ketua KPU Minsel Rommy Sambuaga menjelaskan, setelah berkas itu diterima, tim verifikasi melakukan pengecekkan dan penghitungan syarat minimal dukungan dan sebaran. Selain menghitung, tim verifikasi juga melakukan penyesuaian antara hard copy dukungan dengan soft file dukungan yang telah di-input dalam aplikasi pencalonan (Silon).

“Selanjutnya tim verifikasi menyelesaikan seluruh proses penghitungan dan pengecekan dokumen,” ujarnya.

Dia juga menyatakan bahwa, berdasarkan hasil pengitungan dan pengecekkan dukungan dengan merujuk pada ketentuan pasal 10 ayat 1 dan 2 peraturan KPU nomor 3 tahun 2017, dukungan bakal calon perseorangan.

Dia juga mengatakan, berkas syarat pendaftaran itu lalu ditindaklanjuti ditandai dengan penyerahan berita acara hasil pemeriksaan dan tanda terima dokumen. Dokumen yang telah memenuhi syarat tersebut selanjutnya akan dilakukan verifikasi administrasi.

“Tahapan verifikasi administrasi dimulai pada tanggal 27 Februari sampai 25 Maret 2020,” jelasnya.(dav)

SAS Sudah Tepat Dampingi JFE di Pilwako Tomohon

SAS
Sherly Adeline Sompotan

TOMOHON, (manadoterkini.com) – Langkah Syerly Adelyn Sompotan (SAS) dinilai sejumlah kalangan sudah tepat memilih mendampingi Jimmy F Eman SE Ak (JFE) dalam Pilkada Tomohon 9 Desember 2015. Keberhasilan JFE membangun Kota Tomohon, akan ditopang oleh keseriusan SAS membawah kota Bunga semakin dikenal dunia.

‘’Pilihan SAS mendampingi JFE sudah tepat. Keputusan itu bukan perkarah gampang karena SAS memiliki masa militan di semua Kecamatan. Apalagi dukungan kader dan organiasi sangat merespon keduanya untuk berpasangan,”ujar Marchindi Potu, warga Tomohon.

Jalur independen yang dipilih keduanya untuk mendaftarkan diri sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota telah dinanti masyarakat. “Jika keduanya menunggu pencalonan dari Partai Golkar, bisa tidak terakomodasi atau Golkar tak boleh ada calon mengingat hingga saat ini belum ada keputusan yang pasti tentang pencalonan partai pemenang kedua Pemilu 2014 ini secara nasional,”tambah Emon Ngantung.

Sementara itu, SAS ketika diwawancarai wartawan biro Tomohon, diselah-selah pendaftaran di KPUD Tomohon, mengatakan usai mengikuti rapimnas pekan kemarin di injury time Ia mengambil keputusan berpasangan dengan incumbent. “Untuk dapat menyatukan satu visi dan misi yakni membangun kota tomohon untuk kesejahteraan masyarakat kota Tomohon pada umumnya,” terang SAS sapaan akrab Sompotan.(efd)