Massa IMBA-BODA Duduki Bawaslu Sulut

masa Imba -Boby masa Imba - BobiMANADO, (manadoterkini.com) – Pendukung pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado yang sudah di TMS-kan beberapa waktu lalu, Jumat (04/12) kembali menggelar aksi di Kantor Bawaslu Sulut.

Masih dengan tujuan yang sama, ribuan massa pendukung setia pasangan yang diusung Golkar, PAN dan PPP tersebut meminta keadilan bagi kandidat mereka.

Massa yang datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat, menyusuri jalan Sam Ratulagi Manado menuju arah Winangun kantor Bawaslu Sulu.

Tepat berada di depan Kantor Bawaslu, massa mulai berteriak-teriak meminta Bawaslu Sulut untuk menjelaskan alasan Jimmy Rimba Rogi dan Boby Daud di gugurkan.

“Kami meminta keadilan. Bawaslu harus menjelaskan kepada kami, kenapa Jimmy Rimba Rogi dan Boby Daud kembali di TMS-kan,” teriak orator aksi tersebut. (tim)

Partai Golkar Kecewa Putusan KPU Manado atas Imba-Boby

RuntuMANADO, (manadoterkini.com) – Putusan TMS (Tidak Memenuhi Syarat) oleh KPU Manado, terhadap pasangan Imba-Bobi diusung Partai Golkar, PAN dan PPP di Pilwako Manado, membuat kecewa pengurus Ketua DPD I Vreeke Runtu.

Untuk itu, SVR sapaan akrab Ketua DPD Partai Golkar Sulut, mendukung langkah hukum yang dilakukan “Panglima” (imba,red) terhadap putusan KPU Manado tersebut, ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). “Saya mendukung langkah yang diambil Imba,” jelas SVR.

Sementara itu salah satu pengurus Partai berlambang pohon beringin, Raski Mokodompit menyatakan bahwa secara pribadi dirinya mengakui putusan KPU Manado itu adalah pemasungan hak politik seseorang.

”Bayangkan Boby Daud yang tidak ada masalah hukum apa pun, ikut gugur. Jangan-jangan karena Boby Daud beragama islam sehingga ada pihak-pihak yang tidak setuju seadainya pasangan ini menjadi pemenang Pilwako Manado. Maka ada keterwakilan umat islam duduk sebagai Wakil Walikota Manado,” tukas legislator Sulut ini.

Raski pun menuturkan secara hukum, Imba sudah memenuhi syarat. Tapi secara politik kekuasaan, Imba digugurkan karena ketakutan kandidat lain. “Tapi saya masih percaya Hukum. Langkah hukum akan ditempuh oleh pasangan Imba-Boby,” akunya. (jef)

Jelang Putusan TMS, Imba Akrab Bersama GSVL

MANADO, (manadoterkini.com) – Ada hal menarik menjelang Jimmy Rimba Rogi dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado, Jumat (13/11) kemarin. Pasalnya, Imba menjelang putusan TMS tersebut, sempat bertemu dengan GS Vicky Lumentut (GSVL) di rumah duka di kawasan megamas, Manado.

Jimbaro GSVL-Imba

Pelak saja pertemuan kedua tokoh tersebut menunjukan kedewasaan dan ketenangan berpolitik dalam menghadapi intrik-intrik yang berdinamika belakangan ini. Terlebih bagi seorang Panglima (Imba,red) sunggu luar biasa. “Keduanya pun sudah seperti sudarah. Makanya, tidak sedikit lawan politik yang ingin membenturkan mereka berdua,”ujar salah satu orang dekat Imba membisikan kepada wartawan semberi meminta namanya tidak dipublis.

Bahkan di sela-sela suasana duka itu, Imba dan istrinya pun akrab bersama GSVL yang ikut hadir atas nama Pemerintah Kota Manado menghibur keluarga berduka. GSVL, sapaan Walikota yang kembali mencalonkan diri di Pilkada 9 Desember nanti terlihat mesra.

mega mas
Walikota GSVL bersama Imba di rumah duka

Sama-sama mengenakan kemeja putih lengan pendek dengan corak yang sama di atas kantung depan kemeja, keduanya terlibat pembicaraan serius didampingi Irawati Rogi-Saleh yang duduk di sebelah kiri GSVL. Bahkan, ketika hendak pulang, GSVL sendiri sempat mengantar Imba sampai di depan pintu mobil. “Torang so lama bersahabat. So macam basudara,” ujar GSVL di beberapa kali kesempatan setiap ditanya hubungannya dengan Imba.

Jimbaro-GSVL

Untuk diketahui Jumat Sore kemarin KPU Manado menyatakan Imba-Bobi TMS berdasarkan Bawaslu Sulut, namun Imba menghadapinya dengan tenang dan senyum. Ini dibuktikan sore kemarin menjelang detik-detik KPU Manado mengumumkan secara resmi pencalonan Imba yang berpasangan dengan Boby Daud dinyatakan TMS. Di tengah ribuan pendukungnya dilanda kegundahan dan kegalauan atas keputusan dianulirnya pencalonan pasangan yang diusung Partai Golkar, PAN dan PPP, Imba bersama istri tercinta, Irawati Rogi-Saleh masih menyempatkan diri menghibur kedukaan yang menimpa keluarga Serapandji-Supit atas meninggalnya almarhum Margaretha Merry Serapandji di kawasan Mega Mas.(ald)

KPU Manado Tetapkan Imba Tidak Memenuhi Syarat Ikut Pilwako

KPU Manado
Imba saat mendaftar di KPU Manado, lalu

MANADO, (manadoterkini.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado, Jumat (13/11) menggugurkan Jimmy Rimba Rogi dari pencalonan sabagai calon Walikota Manado periode 2015-2020, berdasarkan rekomendasi Bawaslu Sulut. Pengumuman tersebut disampaikan Ketua KPU Manado, Eugenius Paransi didampingi 4 komisioner.

Imba sapaan akrab calon Walikota yang diusung Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang berpasangan dengan Bobi Daud dinyatakan tidak memenuhi syarat. “Menetapkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Manado atas nama Jimmy Rimba Rogi dan Boby Daud yang diusung Partai Golkar dan PAN tidak memenuhi syarat,” ungkap Paransi.

Ditegaskan Paransi, berdasarkan rekomendasi Bawaslu Sulut, meminta KPU Manado untuk merevisi putusan terhadap Imba – Boby. “Kami yang menetapkan pasangan ini sebagai calon. Dan Bawaslu yang menggugurkan. Kami hanya menjalankan rekomendasi Bawaslu saja sesuai amanah undang-undang yang mewajibkan untuk ditindaklanjuti,” ujar Paransi dengan nada lantang sembari membenarkan pertanyaan wartawan bahwa pihaknya tidak melakukan kajian atas rekomendasi tersebut.(tim)

Diterpa Isu Miring, KPU Kota Manado Beberkan Kronologis Penetapan IMBA

Konfrensi pers KPU ManadoMANADO, (manadoterkini.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado saat ini diterpa berbagai macam isu miring terkait pesta demokrasi dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Manado tahun 2015.

Hal ini berkaitan dengan isu di media sosial dengan nama akun Lusy Manado di kompasiana seperti yang dilaporkan di SPK Polda Sulut dengan nomor registrasi STTLP/973.a/X/2015/SPKT. Dalam akun tersebut mengatakan bahwa KPU Kota Manado telah bekerjasama dan menerima uang dari salah satu peserta pilkada Manado untuk memuluskannya sebagai calon yakni Jimmy Rimba Rogi terkait status hukum bebas bersyarat.

Ketua KPU Kota Manado Eugenius Paransi didampingi 4 komisioner lainnya yakni Jusuf Wowor, Amrain Razak, Romy Poli dan Sunday Rompas membeberkan kronologis penetapan pasangan calon peserta pilkada Manado termasuk Jimmy Rimba Rogi – Boby Daud selasa malam (6/10).

Menurut Paransi Ia menduga ada yang takut dengan elektabilitas Imba saat ini dan sengaja membuat isu miring dilembaga yang Ia pimpin. “Kalaupun masalah ini diangkat saya rasa sudah lewat, kenapa tidak diangkat saat penetapan calon waktu lalu. Kan Panwaslu Kota Manado juga kan punya waktu 7 hari untuk mempelajari penetapan ini, mengapa tidak ada yang melaporkan kepada Panwaslu Manado,” ujar Paransi

Paransi mengatakan bahwa penetapan Jimmy Rimba Rogi sudah sesuai dengan aturan yang diatur dalam PKPU. Ini kronologis yang dikemukakan Eugenius Parnasi bersama 4 komisioner lainnya dalam penetapan Jimmy Rimba Rogi sebagai peserta pilkada Kota Manado yang ditetapkan oleh KPU Kota Manado.

2 Agustus 2015, 3 komisioner ditugaskan oleh ketua KPU Manado ke Lapas Sukamiskin untuk meminta surat keterangan dari kepala Lapas terkait status hukum Imba

5 Agustus, para komisioner kembali dan memperlihatkan surat dari kepala Lapas yang didalam surat tersebut menyatakan Imba telah menjalani seluruh masa hukuman.

8 Agustus KPU Manado mengundang konsultan hukum yakni Toar Palilingan dan Ronny Maramis, kemudian menujukkan surat kepala Lapas tersebut untuk dikaji yang hasilnya akan disampaikan ke KPU

11 Agustus, KPU Manado menerima hasil kajian dari konsultan hukum

14 Agustus, KPU Manado melakukan konsultasi di Dirjen Hukum dan HAM RI

18 Agustus, KPU Manado bersama ketua Panwasli Kota Manado Sjane Walangarei menuju BAPAS Manado untuk mempertanyakan status hukum Jimmy Rimba Rogi dan ternyata calon yang dimaksud tidak terdaftar sebagai klien Bapas Manado.

Di tanggal yang sama, KPU Manado dan Panwas kemudian menuju Kanwil Departemen Hukum dan HAM, dan ditempat itu KPU Manado mendapatkan penjelasan bahwa nama Jimmy Rimba Rogi tidak terdaftar,. Dan di tanggal yang sama, KPUD Manado menuju ke Bawaslu untuk meminta petunjuk selanjutnya terkait langkah KPU Manado

19 Agustus, ketua KPU Manado menugaskan 2 komisioner ke KEMENKUMHAN tepatnya Dirjen Pemasyarakatan untuk melakukan konsultasi terkait Jimmy Rimba Rogi. Dan ditanggal yang sama, KPU Manado langsung menyurat resmi ke Kanwil Departemen Hukum dan HAM terkait penjelasan resmi secara tertulis terhadap status Jimmy Rimba Rogi.

23 Agustus, KPU Manado menerima surat dari KPU RI, perihal penetapan pasangan calon peserta Pilkada melalui pleno tertutup yang menjadi acuan KPU Manado menggelar pleno tertutup sebelum menetapkan pasangan calon

24 Agustus, empat pasangan calon yang telah dinyatakan lengkap administrasi dan memenuhi persyaratan ditetapan sebagai calon. Dan di tanggal yang sama, KPU Manado dipanggil KPU Sulut untuk diperlihatkan surat dari KPU RI. Pada poin kedua surat nomor 507 tertulis, calon berstatus hukum berpatokan pada tanggal bebas akhir.

28 Agustus, KPU Manado menerima surat yang bersifat tembusan dari Kanwil Depertemen Hukum dan HAM, perihal penyelarasan tertulis terkait status hukum sebagaimana permintaan KPU Manado diinformasikan sementara berproses.

7 September, KPU Manado menerima surat dari Kanwil Depertemen hukum dan ham terkait permintaan penjelasan status hukum Imba. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa Imba sedang berstatus bebas bersyarat hingga 29 Desember 2017.

Paransi mengungkapkan penetapan Jimmy Rimba Rogi sesuai dengan surat pegangan pihaknya yakni berdasarkan surat kepala Lapas Sukamiskin yang didalamnya dijelaskan, Imba dinyatakan bebas tanggal 12 November 2012, karena telah menjalani 2/3 masa hukuman. Tapi karena tidak membayar ganti rugi maka ditambah 2 tahun. “Jadi tidak benar jika kami menerima uang atau pun dalam proesdur penetapan melanggar ketentuan perundang-undangan,” tegasnya.

Sementara itu Paransi menunjukkan surat salinan keputusan Kemenkumhan HAM RI nomor PAS-495.PK.01.05.06 Tahun 2013 yang ditandatangani Dirjen Pemasyarakatan Handoyo Sudrajat tertulis dalam tanda bintang sebagai keterangan yakni apabila uang pengganti tidak dibayar, maka narapidana tersebut di atas (Imba, red) harus menjalani pidana penjara dari uang pengganti selama 2 (dua) tahun terhitung sejak 12 November 2012 sampai 12 November 2014. “Nah kan isi surat ini berbunyi bersifat SEGERA, dan sudah sangat jelas dan dasar itulah kami menetapkan Imba sebagai peserta Pilkada Kota Manado,” terangnya.

Paransi mengatakan KPU Manado inginkan Pilkada Tahun 2015 ini berjalan aman dan lancar sehingga akan melahirkan pemimpin yang akan memajukan Kota Manado. “Kami siap menjalankan pilkada Manado yang berintegritas,” tutup Paransi. (chris)

Imba: Nomor 2 Berarti Bale for Manado

manadoMANADO, (manadoterkini.com) – Pasangan Calon nomor Urut 2 di Pilwako Manado Jimmy Rimba Rogi – Bobby Daud memberikan arti tersendiri untuk nomor urut 2 yang didapatnya usai pencabutan nomor urut pasangan calon di Pilwako Manado.

Kepada awak media, Imba mengatakan, angka 2 merupakan sebuah angka yang didapatinya saat maju bertarung pada pilwako waktu lalu dan berhasil memenangkannya. “Saya dulu juga dapat nomor 2 di Pilwako Manado, dan kali ini nomor 2 juga dapat saya artikan sebuah kemenangan kembali,” ujar Imba.

Imba-Boda

Menurut Imba, nomor dua sangat cocok dengan atribut sosialisasinya saat ini yakni dengan memakai slogan bale for Manado. “Sangat cocok dengan baliho dan stiker saya bale for Manado yang lebih baik, “ujarnya.

Ia juga mengatakan angka 2 mengingatkannya kembali masa kejayaan partai Golkar dahulu. “Saya berharap angka 2 adalah angka kemenagan bagi kami bahkanpun angka kejayaan bagi Partai Golkar,” tutup Imba. (chris)

MANADO, (manadoterkini.com) – Sosok Jimmy Rimba Rogi ternyata masih melekat dalam hati warga Manado, buktinya mantan Walikota Manado ini begitu terlihat ketika bertemu Oma Rugaya Jamalin (63). Oma Rugaya seakan tak percaya kalau Ia benar-benar bertemu Imba, sapaan akrab Jimmy Rimba Rogi saat bertemu Imba.

Dia pun memburu kebenaran informasi kedatangan Imba, sapaan putra Wineru di kampungnya tersebut. Satu per satu warga yang ditemui di jalan tak luput ditanyai. “Betul pak Imba ada datang? Ada lewat sini, betul…???” tanya Oma Rugiya.

Impian dan rasa penasaran ingin bertemu Imba akhirnya terwujud, ketika melihat dari jauh tiga mobil konvoi bersama beberapa sepeda motor. Oma Rugaiya pun muncul dalam hati kecilnya. “Ini stow. Di mobil ini…” cerita perempuan beruban yang rambutnya diikat kain putih mirip bandanan itu.

Tak pelak, di depan mobil pertama Oma ini langsung membentangkan tangannya seolah tidak memperbolehkan melanjutkan perjalanan. “Mana Pak Imba…mana Pak Imba??” tanya Oma Rugaiya. “Pak Imba di mobil satu, di mobil kedua sana,” jawab Denny Tamaka, anggota polisi yang selama ini setia menjadi ajudan Imba.

Oma tersebut langsug menuju mobil putih Toyota Alphard yang ditumpangi Imba bersama istri tercinta Irawati Rogi-Saleh dan dua buah hati, Shelda serta Musa Beringin Belantara Rogi.

Ronald Mapaliey, kerabat dekat Imba yang mengemudikan mobil tersebut buru-buru menginjak pedal rem mobil.

Melihat Oma Rugaiya berlari mendekati mobil, Imba pun langsung membuka pintu mobil depan kiri. Dia keluar bersamaan tanpa rasa canggung, Oma Rugaiya hanya dengan setelan daster merah langsung memeluk tubuh tambun Imba.

“Ini Pak Imba….??? Betul Pak Imba ini….???” Tanya Oma Rugaiya seakan tak percaya. “Iyo Oma… kita Imba, Imba ini,” jawab Imba. “Ohhhh kasiang pak Imba,” timpal Oma Rugaiya kembali memeluk Imba sambil menetaskan air mata.

Imba pun tak bisa menahan sedikit air matanya. Suaranya menjawab beberapa pertanyaan Oma Rugaiya sedikit terbata-bata karena menahan tangis.

“So lama nda lihat pak Imba. Ada sehat -sehat pak? Mo bacalon kata (calon Walikota Manado),” tanya Oma Rugaiya lagi. “Kalo Tuhan sayang Oma… nanti torang bikin bae-bae ulang ini Manado,” jawab Imba dengan senyum kepada Oma Rugaiya. (**/chris)

Jimmy Rimba Rogi – Bobby Daud Resmi Mendaftar di KPU Manado

manado
Jimmy Rimba Rogi dan Bobby Daud saat mendaftar di KPU Manado

MANADO, (manadoterkini.com) – Bakal Calon Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi (JimBaRo) dan Calon Wakil Walikota Manado Bobby Daud (BoDa) secara resmi mendaftar di KPU Manado, dengan didukung oleh Partai Golkar, PAN dan PPP..

Kedatangan Imba -sapaan akrabnya- dielu-elukan oleh pendukung yang sudah lebih dulu sampai di KPU Manado. “Hidup Panglima, so ini itu Torang pe Walikota,” ujar pendukung yang memadati tenda pendaftaran didepan KPU Sulut yang memang disediakan oleh pihak KPU, selasa (28/7) sekitar pukul 14:15 Wita.

Setelah registrasi, JimBaRo dan BoDa langsung menuju ke aula tempat pendaftaran dan disambut langsung oleh Ketua KPUD Manado Eugenius Paransi, SH, MH didampingi 4 komisioner lainnya.

“Selamat datang bakal calon Walikota Jimmy Rimba Rogi dan bakal calon Wakil Walikota Bobby Daud,” ujar Paransi sembari meminta kepada pasangan bakal calon memasukkan berkas pendaftaran.

“Puji syukur pada Tuhan karena kami boleh mendaftar dan tentunya sudah siap membangun Manado lebih maju lagi,” ujar Imba, seraya mengatakan sudah ada strategi khusus untuk memenangkan Pilwako Manado.

Kedatangan Jimmy Rimba Rogi diantar langsung oleh fungsionaris Partai Golkar, yakni Ketua Golkar Manado Danny Sondakh, Anggota DPRD Sulut Kristovorus Deky Palinggi, serta viktor Maliangkay. Sedangkan mendampingi Bobby Daud yakni Anggota DPRD Sulut Ayub Ali Al Bugis yang juga Sekretaris DPW PAN Sulut, dan anggota DPRD Manado dari PAN. Tampak juga beberapa kader dari Partai PPP yang hadir. (chris)

Pagi ini Konvoi Imba Sempat Macetkan Teling, Siang Nanti Daftar di KPUD Manado

manadoMANADO, (manadoterkini.com) – Calon Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi (IMBA) siang nanti akan mendaftarkan diri sebagai calon walikota Manado di KPUD Manado, hal tersebut dikatakan orang terdekat Imba saat sampai dikediamannya di Teling, usai turun dari Jakarta pagi tadi, sekitar pukul 07.30 wita.

“Iya kemungkinan jam 10 daftar, kan sekarang KPUD saja belum buka,” ujar salah satu tim pemenangannya saat ditemui manadoterkini.com di rumahnya.

Kedatangan Imba sempat memacetkan jalanan di Teling, tampak puluhan kendaraan ikut konvoi dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

Warga sekitar rumah saat diwawancarai ikut senang jika Imba maju sebagai calon walikota.

“So ini itu Panglima Teling for Kota Manado, torang sebagai warga Teling pasti dukung,” ujar beberapa warga di depan kediaman Imba. (chris)

MANADO, (manadoterkini.com) – Komisi Pemilihan Umum sudah dua hari membuka pendaftaran untuk pasangan calon kepala daerah periode 2015-2020. KPU sudah menjadwalkan bahwa besok adalah hari terakhir pendaftaran untuk para kandidat yang akan maju bertarung di pentas politik 9 Desember 2015 mendatang.

Khusus Kota Manado, diantara para kandidat lainnya yang akan maju, ada nama Jimmy Rimba Rogi yang akan ikut dalam pertarungan merebut DB 1 A. Imba sendiri sudah mendapat restu dan telah mengantongi SK dari Partai Golkar kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie.

“Dari proses panjang yang dilalui, akhirnya saya menyatakan diri maju di Pilwako Manado dan berpasangan dengan Booby Daud,” ujar Imba kepada manadoterkini via telepon.

Panglima sapaan akrab Imba juga mengatakan, “Besok torang mo mendaftar di KPU, besok siang menjelang sore supaya adem-adem so nyandak panas,” ungkap mantan Walikota Manado ini

Kabar yang diperoleh, bahwa selain telah mengantongi SK Partai Golkar dan SK Partai Amanat Nasional, Pasangan JimBaRo-BoDa juga mendapat dukungan dan SK dari PPP.(toar)