Sah! Olly-Angouw Teken MoU KUA-PPAS APBD 2018

manadoterkini.com, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) telah menyepakati Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018.

Kua PPAS 2018
Ketua DPRD Sulut Andrey Angow menadatangani MoU KUA- PPAS APBD Sulut 2018

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang KUA-PPAS Tahun 2018, yang dilakukan langsung oleh Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Ketua DPRD, Andrei Angouw di ruang rapat DPRD Kairagi Manado, Rabu (1/11/2017) siang.

Dalam sambutannya, Gubernur Olly mengapresiasi kesediaan pimpinan DPRD untuk menandatangani KUA-PPAS sebagai tahapan penting dalam kelanjutan pembangunan Sulawesi Utara pada tahun 2018.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada Pimpinan dan segenap Anggota DPRD Sulut atas penyelenggaraan rapat paripurna ini, sekaligus atas kesediaannya untuk bersama-sama menandatangani KUA-PPAS APBD Sulut Tahun 2018,” kata Olly.KUA-PPAS

Gubernur Olly menjelaskan adanya tiga bagian penting dalam KUA-PPAS Sulut Tahun 2018. “Substansinya mencakup tiga bagian penting, yakni kebijakan pendapatan, kebijakan belanja dan kebijakan pembiayaan daerah,” ungkapnya.

Lanjut Olly, ketiga bagian penting ini termasuk dalam kerangka dasar visi pembangunan daerah yakni, Terwujudnya Sulawesi Utara Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik, serta Berkepribadian Dalam Budaya.

“Namun tetap memperhatikan isu-isu strategis pembangunan daerah, seperti pengembangan pariwisata dan Iklim investasi yang kondusif; kemiskinan dan pengangguran; kualitas SDM yang berdaya saing (melalui pendidikan dan kesehatan); pengembangan kawasan pertumbuhan baru dan KEK; dan Ketahanan Pangan,” paparnya.manado

Lebih jauh, Olly meminta seluruh Perangkat Daerah di Pemprov Sulut agar memprioritaskan pembahasan dengan mitra kerja/Komisi DPRD pada pembahasan selanjutnya.

“Sehingga sasaran dan prioritas pembangunan daerah di tahun 2018 dapat kita selesaikan bersama secara baik dan tuntas, demi mewujudkan kesejahteraan umum bagi masyarakat di daerah bumi nyiur melambai yang kita cintai bersama,” bebernya.

Diketabui, tema RKPD tahun 2018 adalah “Meningkatkan Kualitas Sumberdaya Manusia yang Berkepribadian melalui Percepatan Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur Berwawasan Lingkungan Menuju Sulawesi Utara yang Berdaya Saing”

Adapun 10 prioritas pembangunan Sulawesi Utara pada tahun 2018, yaitu :

1. Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran;

2. Pembangunan Pendidikan;

3. Pembangunan Kesehatan;

4. Revolusi Mental dan Reformasi Birokrasi;

5. Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah;

6. Kedaulatan Pangan (Pertanian, Perkebunan,

Perikanan dan Kelautan);

7. Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat;

8. Peningkatan Daya Saing Investasi;

9. Pembangunan Pariwisata; dan

10. Pengelolaan Bencana dan Mitigasi Iklim

Rapat paripurna itu turut dihadiri Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Kepala Biro Umum yang juga Plt. Kepala Biro PKKP Clay June Dondokambey, SSTP, MAP, perwakilan Forkopimda dan para pejabat lainnya. (*/red)

Pasca Libur Lebaran, Ketua DPRD Sulut Masih di Luar Negeri

Andrei Angouwmanadoterkini.com, SULUT – Pasca libur lebaran, suasana Gedung DPRD Sulut masih sepi. Bahkan informasi menyebutkan Ketua DPRD Sulut berlibur di luar negeri.

Menariknya lagi, Senin (11/7/2016) tidak satu pun pimpinan DPRD Sulut yang nampak hadir di gedung cengki sario tersebut. “Yang jelas 4 pimpinan DPRD Sulut, Andrei Angouw ( Ketua), Marthen Manoppo, Stevanus Vreeke Runtu, Wenny Lumentut (Wakil Ketua) dan sebagian anggota dewan tidak terlihat di hari pertama kerja usai liburan,” celote salah satu wartawan yang keseharian mangkal di kantor para wakil rakyat Sulut itu.

Padahal banyak sekali agenda DPRD Sulut belum tuntas dilaksanakan. Seperti pembahasan beberapa Ranperda yang belum selesai dibahas.

Yang nampak hadir di Gedung Cengkih Sario Manado adalah anggota Dewan yang memang rajin. Seperti Ketua Fraksi Golkar Eddyson Masengi, Ketua Fraksi PDIP, Teddy Kumaat, Ketua Fraksi Demokrat, Edwin Lontoh, Ketua Komisi Satu, Ferdinand Mewengkang, Wakil Ketua Komisi II, Noldy Lamalo, Ketua Badan Legislasi, Boy Tumiwa, Sekertaris Komisi Satu, Jeany Mumek, Denny Sumolang, Affan Mokodongan.

Sedangkan Sekertaris DPRD Sulut, Bertolomeus Mononutu ketika dikonfirmasi menyatakan, khusus staf di Sekretariat DPRD Sulut hampir semua anggota dewan hadir.

“Beberapa Aparatur Negeri Sipil (ASN) tidak masuk karena sakit. Ada yang dirawat di Rumah sakit,” tukas Mononutu

(jef)

Ketua DPRD Sulut: Dana Reses 45 juta Untuk Kepentingan Rakyat

Andrei Angouw, Ketua DPRD Sulut, Dana Reses
Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw. (Foto: jef/ist)

MTerkini.com, SULUT – Dipastikan pada tanggal 26 April sampai 3 Mei 2016, anggota DPRD Sulut berjumlah 45 orang akan turun ke daerah pemilihan (dapil) dalam rangka reses.

Andrei Angouw Ketua DPRD Sulut
mengatakan untuk reses ini, anggota DPRD Sulut akan mendapatkan anggaran yang berbeda. “Karena usulan kenaikan dana reses telah disetujui dengan dikeluarkannya Peraturam Gubernur (Pergub) nomor 18/2016 tentang Belanja Kegiatan Masa Reses tertanggal 11 April 2016,” Ujarnya.

Ketua DPRD Sulut kepada wartawan menyatakan, berapa pun dana reses yang dibiayai negara adalah untuk kepentingan masyarakat. “Dananya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk komsumsi, sewa tenda/tempat termasuk uang duduk,” ungkap Angouw.

Masih menurut Bendahara DPD I PDIP Sulut ini, dana reses anggota dewan yang telah disetujui berjumlah Rp45 juta dipotong pajak.

”Dana reses dikelola Sekretariat Dewan diperuntukkan untuk pengadaan ATK sebesar 1 juta, Cetak Rp.500 ribu, Penggandaan Rp.500 ribu, sewa tempat 10 juta, Konsumsi 15 Juta dan Pelaksanaan Kegiatan (termasuk uang duduk peserta reses) 18 juta,” tutup Angouw. (Jef )

Pekan Depan Angouw Nahkodai DPRD Sulut

angouwMTerkini.com, SULUT – Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sulut yang dipimpin Ketua DPRD Sulut Sementera Stevanus Vreeke Runtu (SVR), Rabu (10/02/2016) memutuskan rapat paripurna pelantikan dan pengambilan sumpah Andrei Angouw sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara akan dilaksanakan pada Selasa 16 Februari 2016, Pukul 10.00 WITA.

Pelantikan yang semula diagendakan digelar Kamis (11/02/2016) hari ini harus diundur mengingat Jumat (12/2/2016) merupakan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut terpilih yakni Olly Dondokambey dan Steven Kandow.

Angouw yang juga anggota Banmus ketika diwawancarai usai rapat tersebut memastikan paripurna pelantikan bakal dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Olly Dondokambey dan Steven Kandouw.

“Pelantikan tanggal 16 Februari akan dihadiri Pak Olly dan Pak Steven. Pak Olly juga ingin hadir di paripurna perdana saat saya dilantik sebagai Ketua DPRD sekaligus menyampaikan sambutan. Kalau paripurna besok gubernurnya belum Pak Olly,” terang Angouw sambil tersenyum.

Angouw juga menepis bahwa paripurna pelantikan akan mempengaruhi konsentrasi kader partai menghadapi Pilkada Manado yang dilaksanakan keesok harinya. “Ah tidak seperti itu. Agenda paripurna sudah tepat dan disetujui BanMus,” jelas Angouw. (jef)

Diumumkan Sebagai Ketua DPRD Sulut, Andrei Angouw Masih Merendah

Andrei AngouwMTerkini.com, SULUT – Diumumkannya sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (SULUT) lewat Paripurna menggantikan Ketua DPRD yang lalu Steven O E Kandouw, Andrei Angouw menegaskan bahwa dirinya untuk saat ini belum resmi sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulut, karena masih ada proses selanjutnya yaitu mengurus administrasi untuk agenda pelantikan.

Hal tersebut Ia tegaskan, saat melakukan Konfrensi Press seusai melaksanakan Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulut dalam rangka Pengumuman Calon Pengganti Ketua DPRD Provinsi Sulut, Rabu (3/2/2016).

AA sapaan akrab Andrei Angouw juga berterima kasih kepada partai PDIP karena telah mempercayakan dirinya sebagai ketua DPRD Sulut. “Saya berterima kasih karena telah dipercayakan oleh partai, dan ditugaskan oleh partai sebagai ketua DPRD sulut,” ujarnya.

Saat ditanyai oleh wartawan siapa yang akan mengganti posisinya sebagai ketua komisi III, AA mengatakan bahwa itu merupakan wewenang dari DPD PDIP. “Jadi nanti kebetulan juga, saya sebagai pimpinan fraksi saat ini, akan menyurat kepada DPD PDIP, untuk menunjuk pimpinan fraksi yang baru, dan tentu segera mengisi kekosongan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan waktu pelaksanaan pelantikan dirinya sebagai ketua DPRD yang baru AA menandaskan bahwa itu tidak akan lama. “Saya rasa itu tak akan lama.” tutup Angouw. (jef)

MTerkini.com, SULUT – Jika tidak ada aral melintang Rabu (3/02/201) hari ini, Andrei Angouw akan mengisi posisi yang ditinggalkan Steven Kandow sebagai Ketua DPRD Sulut.

Pengumuman secara resmi Ketua DPRD Sulut dari PDIP tersebut akan dibacakan dalam rapat paripurna DPRD.

Sekretaris DPRD Sulut, Bartolomeus Mononutu, letika dikonfirmasi akan hal tersebut membenarlannya.

“Besok (hari ini,red) pengesahannya, dan akan dibacakan lewat paripurna,” singkat kata Bartoloemus.
Namun Bartolomeus enggan menunjukan surat dari DPP PDI Perjuangan karena tidak ingin mendahului mekanisme yang ada.

Untuk diketahui, sejak Selasa siang kemarin Surat Keputusan resmi dari DPP telah ada dan dipilih Andrei Angouw dari 5 calon yang terjaring uji Kelayakan dan Kepatutan.(jef)

Terima SK DPP PDIP, Akhirnya Angouw Nahkodai DPRD Sulut

angouwMTerkini.com, SULUT – Teka-teko siapa yang akan menggantikan Steven Kandow sebagai Ketua DPRD Sulut, akhirnya terjawab sudah.

Dimana Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dikanarkan telah masuk ke gedung cengkih sario julukan kantor DPRD Sulut.

SK pergantian Ketua DPRD Sulut, untuk periode 2014-2019 dengan nomor 1214/In/DPP/II/2016 dan ditandatangani oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Sekjen Hasto Kristiyanto.
Seperti diketahui sebelumnya Adriana Dindokanbey yang tidak lain adalah kakak kandung Gubernur Sulut diberitakan oleh media calon kuat penganti Steven Kandow menduduki kursi Ketua DPRD Sulut.(jef)

SULUT, (manadoterkini.com)- Taat Aturan, Ketua DPRD Sulut Steven Kandouw memastikan akan segera di PAW akhir bulan Oktober ini dan kini surat pengunduran dirinya sebagai anggota DPRD Sulut sedang berproses.

Langkah tersebut diambil sebagai kelengkapan syarat Steven Kandou sebagai calon wakil gubernur Sulut mendampingi Olly Dondokambey sebagai calon gubernur usungan PDI Perjuangan Sulut.

“Paling lambat 24 Oktober bulan ini, pengunduran diri saya diproses dan akan dilakukan PAW agar lengkap prosedur,” tandas Kandoua.(jef)

Tak Lagi Ambil Gaji, Steven Kandouw Tinggalkan Rudis Ketua DPRD

Olly-SK
Olly – Steven dalam pencabutan nomor urut

SULUT, (manadoterkini.com) – Pasca ditetapkannya pasangan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Steven Kandouw yang masih menjabat Ketua DPRD Sulut secara otomatis harus menanggalkan statusnya sebagai Ketua Deprov Sulut.

“Saya telah mengajukan pengunduran diri dari Ketua DPRD Sulut. SK pemberhentian saya masih dalam proses di Kemendagri, dan sesuai PKPU harus menunggu 60 hari setelah ditetapkan sebagai calon,” ujarnya kepada manadoterkini.com

Kandouw juga menambahkan bahwa dirinya sudah tidak lagi mengambil gaji dan tunjangan yang melekat pada dirinya termasuk dana reses. “Iya benar. Gaji dan semua tunjangan yang masih melekat pada saya termasuk dana reses, saya tidak lagi mengambilnya. Selain itu saya juga telah meninggalkan rumah dinas saya di kawasan Bumi Beringin Manado,” kunci Kandow.

Seperti diketahui dalam tahapan Pilkada oleh KPU Sulut telah melakukan pencabutan nomor urut bagi kedua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Hotel Sutan Raja, Minahasa Utara.(toar)

SULUT, (manadoterkini.com) – Setelah penetapan calon pada 24 Agustus mendatang, Ketua DPRD Sulut Steven Kandouw akan mengajukan pengunduran diri sebagai anggota dewan.

“Jika 24 agustus saya mengajukan pengunduran diri kemudian 25 agustus sudah ada Surat Keputusan (SK) dari Mendagri maka jabatan ketua dewan sudah tidak lagi saya pegang. Tetapi selama SK Mendagri belum turun masih tetap ketua. Begitu juga untuk pergantian ketua dewan ke pimpinan dewan lainnya juga harus menunggu SK Mendagri,” papar Kandouw.

Diketahui Kandouw akan maju dalam Pilkada serentak 9 Desember 2015 sebagai calon Wakil Gubenur berpasangan dengan Olly Dondokambey yang diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (toar)