manadoterkini.com, TOMOHON – Tingkat kenyamanan dan keamanan pada anak di Kota Tomohon perlu diperhatikan. Pasalnya, meski mencatatkan penurunan dari jumlah kejadiannya, jalannya kelangsungan hidup anak masih dihantui sejumlah kasus-kasus kekerasan. Baik fisik, seksual hingga verbal. Tahun 2018 lalu, kurang lebih 68 kasus kekerasan menimpa anak-anak di Kota Tomohon.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(P3A) Daerah Kota Tomohon dr. Olga Karinda, berbagai kasus menyangkut kehidupan anak-anak terjadi sepanjang tahun lalu.

“Mulai dari kekerasan fisik, mental, penelantaran dan lain-lain,” ungkap Karinda.

Lanjut Dia, upaya menekan angka kekerasan tersebut. Mencari dilakukan pihaknya, dengan menggandeng sejumlah organisasi. Baik swasta maupun bentukan atas inisiasi Dinas P3A Kota Tomohon.

“Ada satgas dan organisasi yang langsung kita terjunkan untuk berkoordinasi dengan pihak penegak hukum. Ada pendampingan bagi anak-anak putus sekolah, korban keluarga yang tidak harmonis hingga korban penelantaran,” ujarnya.

Sementara itu Akademisi sekaligus Aktivis Perlindungan Anak  DR. Ruth Umbase, M.Hum mengatakan,  berdasarkan penelitian di lapangan. Mayoritas pelaku kekerasan adalah orang dekat dari korban. Ataupun murni karena minimnya pengawasan anak, utamanya di luar rumah dan jam sekolah.

“Bisa diperhatikan lebih lagi, dengan siapa anak kita bermain dan bergaul. Karena predator anak itu ada di mana-mana. Khusus untuk anak usia remaja, diupayakan sedari dini untuk diedukasi soal pendidikan seks, jangan malu dan tabu lagi. Ini tugas dan tanggungjawab kita sebagai orang tua,” katanya.

Dia menambahkan, dari rentang usia yang sering jadi korban. Yakni, usia remaja 8-14 tahun, serta sejumlah kasus juga menimpa anak balita.

“Pemerkosaan terhadap bayi yang dilakukan pamannya sendiri hingga meninggal. Maka dari itu kita semu harus lebih berhati-hati lagi dan lindungi anak dari konten-konten pornografi.” tutupnya.(sem)

Berikut Data Kasus Kekerasan Terhadap anak Kota Tomohon :

Kekerasan Fisik    24

Psikis                     3

Seksual                33

Eksploitasi             0

Penelantaran        5

Trafficking             0

Lainnya                 2

Total                     68

manadoterkini.com, AMURANG – Penarikan Guru ASN yang mengajar di sekolah swasta mendapat sorotan dari DPRD Kota Tomohon. Penarikan tenaga pendidik ini tidak relevan diimplementasikan di Kota Tomohon, yang notabenenya adalah Kota Pendidikan juga. Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Tomohon Miky Wenur. Menurut Dia penerapan kebijakan ini harusnya dievaluasi kembali oleh SKPD terkait.

“Jangan sampai kegiatan belajar mengajar di sekolah swasta terganggu. Bagaimanapun juga, pilihan mendapat pelayanan pendidikan ada di tangan orang tua siswa. Harusnya pemerintah bisa melihat kondisi ini, mempertimbangkan kembali,” ujar Wenur.

Ditambahkannya, kondisi tenaga pendidik jika dibandingkan antara pengajar swasta dan ASN. Masih lebih banyak kategori pengajar dari sekolah swasta. Meski dominan, kondisi ini justru menjamin peserta didik,  mendapatkan edukasi dan literasi secara optimal pastinya.

“Kurang lebih 60 sekolah di Tomohon itu swasta sisanya negeri. Nah, bagaimana pelayanan pendidikan bisa jalan, kalau tenaga pengajarnya ditarik. Saya berharap kebijakan penarikan guru ASN di sekolah swasta ini bisa ditinjau kembali, sangat tidak cocok jika diterapkan di Tomohon,” katanya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Kristen I Tomohon Altje Liuw mengatakan, dirinya yang juga pengajar ASN yang bekerja  di sekolah swasta. Tak bisa berbuat banyak, perihal penerapan kebijakan ini. Memang, kata dia, pola yang selama ini berjalan, harusnya tak perlu diubah lagi. Mempertimbangkan kondisi sebaran guru di Tomohon, yang dinilai belum ideal.

“Khusus sekolah kita saja ada  35 guru ASN dari total 72 tenaga pengajar. Harusnya pemberlakuan kebijakan ini melibatkan kita juga para pengajar. Jangan sampai anak didik yang jadi korban nantinya,” tandasnya.(sem)

Gubernur OD Ajak Umat Katolik Terus Perkuat Kebersamaan

manadoterkini.com, TOMOHON – Orang nomor satu di Bumi Nyiur Melambai itu juga berharap agar para umat Katolik se-Kevikepan Tomohon dapat terus memperkuat kebersamaan baik didalam pemerintahan, bergereja maupin bermasyarakat.OD

“Saya selalu berharap, kekompakan, kebersamaan, persatuan dan kesatuan didalam pemerintahan, bergereja, maupun bermasyarakat akan tetap mewarnai kehidupan kita sekalian, demi terwujudnya Sulut berdikari dalam ekonomi, berdaulat dalam politik dan berkepribadian dalam budaya,” ungkap Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE saat menghadiri ibadah misa sekaligus misa perdana Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu di Tomohon, Minggu (5/11/2017) siang.

Di tempat yang sama, Uskup Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu mengapresiasi dukungan Pemprov Sulut dan Pemkot Tomohon sehingga ibadah dapat berjalan lancar.OD

“Semoga kebersamaan dan kerukunan yang terjalin antara umat katolik dan masyarakat di Tomohon terus mempertahankan suasana yang kondusif serta selalu bekerjasama dalam membangun,” tandasnya.

Ibadah itu turut dihadiri Wali Kota Tomohon Jimmy Eman, para pejabat Pemprov Sulut dan pastor se-kevikepan Tomohon.(*/red)

Wenur: Kota Tomohon Siap Bidik Medali di PORPROV IX di Minahasa

wenurmanadoterkini.com, TOMOHON – Kota Tomohon bidik medali sebanyak mungkin dalam perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (PorProv) Sulawesi Utara ke IX Tahun 2017 yang diselenggarakan di Kabupaten Minahasa 9 -16 oktober 2017.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tomohon Miky Wenur meminta dukungan doa seluruh masyarakat Kota Tomohon untuk mendukung kontingen Kota Tomohon yang akan berlomba di Tondano Minahasa mulai hari ini. “Mari kita Dukung dan suport buat kontingen, official dan seluruh tim yang berangkat,” kata Wenur saat melepas Kontingen Kota Tomohon di Aula rumah dinas Walikota minggu (8/10/2017).

Wenur bertitip kepada Kontingen senantiasa menjaga nama baik Kota Tomohon selama bertanding sehingga bisa mengharumkan nama Kota Tomohon. “Saat bertanding jaga kekompakan dan junjung tinggi sportivitas,” katanya.

Seperti diketahuai, dalam Porprov IX Sulut di Minahasa tercatat ada 21 cabang olahraga yang di perlombakan yakni Atletik, Biliard, Bola basket, Bola volly, Bridge, Bulutangkis, Catur, Karate, Kempo, Menembak, Panjat tebing, Pencak silat, Sepak bola, Futsal, Selam, Taekwondo, Tenis lapangan, Tenis meja, Tinju dan Wushu. (cia)

Jadi Irup HUT RI ke-72, Ini Pesan Walikota Tomohon

manadoterkini.com, TOMOHON – Upacara pengibaran bendera Merah Putih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-72 di Kota Tomohon, Kamis (17/8) berlangsung  khidmat.

Eman, HUT RIUpacara yang digelar di Halaman Walikota  Tomohon, tampil sebagai Inspektur Upacara (Irup) yakni Walikota Tomohon Jimmy F Eman dan pembacaan Proklamasi dilakukan Ketua DPRD Tomohon.

“Tanggal 17 Agustus ini, kita merayakan upacara hari ulang tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada usia negara yang sudah masuk ke-72 tahun ini, semoga anak bangsa, semakin menyadari perannya masing-masing,” ujar Walikota.

Anak bangsa lanjut Walikota, semakin memiliki rasa persatuan dan kesatuan serta naluri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang tinggi. Semoga dengan upacara pengibaran bendera ini, revolusi mental benar-benar bisa berubah.

Sadarilah tegas Walikota, bahwa kemerdekaan ini tidak mudah diraih para penjuang bangsa. Dengan keringat, darah, pengorbanan jiwa dan raga untuk meraih kemerdekaan tersebut dilakukan para penjuang.

Ketika sudah merdeka sekarang ini Walikota mengajak agar ini diisi dengan berbagai aktivitas yang baik, sehingga nawacita para pejuang tersebut dapat tercapai.

“Kitalah yang menjadi penerus cita-cita pejuang, membangun negara ini agar lebih baik lagi,” tegasnya.‎

Dia mengakui, pada usia Negara RI ke-72 ini, Kota Tomohon masih banyak mengalami berbagai kekurangan. Infrasturkur masih belum memadai, sumber daya manusianya juga masih lemah. Sehingga untuk mewujudkan Kota Tomohon yang lebih baik itu, masih butuh banyak perjuangan.

“Nah. Inilah tugas berat kita melanjutkan perjuangan para Pahlawan kita. Mari dengan kemampuan masing-masing kita berjuang membangun Kota Tomohon ke arah yang lebih baik,” ajaknya.

Walikota berharap kedepannya Kota Tomohon bisa sejajar, bahkan lebih maju dari daerah-daerah lain yang lebih dulu maju dan berkembang sekarang ini. Sehingga apa yang menjadi tujuan kita bisa terwujud.

Upacara pengibaran bendera pusaka Merah Putih itu, diikuti ratusan pelajar SD, SMP, SMA/SMK, anggota TNI, Polri, Satpol PP, Perhubungan, Korpri dan para Veteran.

Hadir pada upacara itu, Wakil Walikota Tomohon Serly A Sompotan, unsur Forkopimda, para pejabat di jajaran Pemkot Tomohon dan undangan penting lainnya.

Pada sore harinya sekitar  pukul 16.30 WITA digelar upacara penurunan bendera pusaka Merah Putih. Acara penurunan bendera pusaka itu, juga berlangsung khidmat diakhiri dengan lantunan lagu-lagu perjuangan.(ron/dav)

Hampir Rampung, SAS Pantau Dekorasi Kendaraan TOF

 

sas
SAS memantau perampungan kendaraan hias

manadoterkini.com, TOMOHON – Tournament Of Flower (TOF) salah satu kegiatan di puncak acara TIFF 2016. Makanya, Ketua Panitia TIFF 2016 Syerly A Sompotan (SAS) menyempatkan diri memantau pekerjaan dekorasi kendaraan yang akan digunakan pada pelaksanaan kegiatan nanti.

“Pekerjaan yang dilakukan para dekorator lumayan cepat. Padahal pekerjaan ini baru dilakukan sejak Sabtu pekan lalu, namun sudah ada beberapa kendaraan yang sudah hampir seratus persen selesai pembuatan rangkanya,” tutur SAS disela-sela pelaksanaan simulasi TIFF di lokasi start eks Kantor Walikota Kakaskasen II, Senin (1/8/2016).

Diungkapkannya, memang dalam pekerjaan dekorasi ini yang paling memakan waktu itu pembuatan rangka, karena harus benar-benar kuat sehingga bisa menopang bunga-bunga maupun hiasan lainnya.

“Biasanya pembuatan rangka ini memakan waktu tiga hari. Sedangkan, untuk pemasangan styrofoam dan bunga-bunga hiasan masing-masing membutuhkan waktu dua hari,” tuturnya, seraya mengatakan berdasarkan pantauan ini sangat optimis semua float kendaraan akan selesai didekor sebelum H-1 pelaksanaan kegiatan.(tim)

Penolakan 3 Tim Dekorator tak Pengaruhi Pelaksanaan TIFF 2016

 

ToF, TIFF. Kota Tomohonmanadoterkini.com, TOMOHON – Kurang dari delapan hari lagi ivent besar TIFF 2016 digelar di Kota Tomohon Sulut. Persiapan mensukseskan agenda bertajuk internasional ini, dimatangkan panitia.

Sayangnya, tim dekorator kendaraan hias yang diposting panita TIFF tak memenuhi kuota yang ditargetkan panitia, dimana 3 dekorator menolak penandatanganan kontran dan satunya lagi mengundurkan diri.

“Sesuai target itu ada 31 kontrak dekorator kendaraan hias yang disiapkan. Sayangnya, 3 enggan menandatangani kontrak dan satunya lagi undur diri, sisanya 27 dekorato yang akan menjalankan tugas menghiasi kendaraan peserta,” beber Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan (Dispertanakan) Kota Tomohon Ervinz Liuw, selaku koordinator Tournament of Flower (TOF) yang merupakan bagian dari TIFF ini.

Penolakan kontrak 4 dekorator tersebut, seyogyanya tidak mempengaruhi suksesnya pelaksanaan TIFF 2016 pada 8 Agustus, mendatang. Optimsme selesainya dekorasi seluruh kendaraan hias, bisa terwujud sebelum pelaksaanan iven ini. Dimana, semua kendaraan sudah bisa dihias oleh bunga-bunga asli Tomohon seperti Krisan dan Aster.

“Panitia akan menyediakan pendamping untuk mengawasi kerja dekorator. Nanti, dekorator harus menyusun jadwal. Sebenarnya, pekerjaan dekorasi ini tidak terlalu dikhawatirkan karena para dekorator sudah pengalaman,” pungkasnya.(tim)

Arpol Gantikan Rotikan Ketua Dewan Pengurus KORPRI Tomohon

KORPRI
Penyerahan Petaka KORPRI oleh Sekprov Sulut kepada Sekot Tomohon

manadoterkini.com, TOMOHON – Dewan Pengurus KORPRI Kota Tomohon periode 2016-2021, kini dinakodai Arnold Poli mengantikan James Rotikan.

Arpol sapan Poli yang kini menjabat Sekda Tomohon dilantik dan dikukuhkan oleh Sekprov Sulut Ir Siswa Rahmad Mokodongan, selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI Sulut di Aula serbaguna Pemkot Tomohon, Senin (18/07).

Pelantikan terhadap Arpol Cs berdasarkan Keputusan Dewan Pengurus Provinsi Sulut No: Kep 16/DP.PROV/VI/2016 Tanggal Juni 2016 Tentang pengukuhan komposisi dan personalia Dewan Pengurus Korpri Kota Tomohon periode Tahun 2016-2021sebagai penasehat Walikota Jemmy Eman dan Wawali Syerly Sompotan.

Ketua DR Drs Arnold Poli SH MAP, dibantu 7 wakil Ketua, Sekretaris Jantje Mongilala SE dibantu seorang Wakil Sekretaris. Pengurus ini juga dilengkapi dengan 7 Koordinator Bidang, disamping koordinator dari masing-masing SKPD yang ada.

Mokodongan minta Arpol Cs selaku pengurus Korpri yang baru dilantik, harus memiliki konsistensi dan komitmen untuk membawa angin perubahan dalam kiprah dan pengabdian di Kota Tomohon, guna memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan para anggotanya dan memberikan perhatian yang serius dan bersungguh-sungguh dalam menahkodai Kopri Kota Tomohon.

“Disamping itu dengan berlakunya UU No 5 Tahun 2014 tentang ASN maka keberadaan korpri hiharapkan menjadi organisasi profesi yang profesional,” ujarnya.

Sebelumnya Walikota Tomohon Jimmy Eman memberi apresiasi kepada Pemprov khususnya kepada Sekprov selaku Ketua Korpri Sulut yang telah memberikan perhatian kepada Korpri Kota Tomohon.

“Saya percaya Dewan Pengurus Korpri Kota Tomohon akan tetap jawa di tahun yang akan datang, setiap program Korpri nantinya akan di tunjamg dengan dana lewat APBD,” janjinya.

Poli sendiri berjani akan melanjutkan program pengurus lama yaitu untuk   terus mendukung program kegiatan pemererintah kota lewat Visi dan Misi pemerintahan Eman-Sompotan (Emas) saat ini.(tim)

Luar Biasa, SAS Relah Turun ke Jalan Kumpul Koin Demi Penanggulangan Bencana Sangihe

 

tomohon
Aksi nyata Wawali Tomohon untuk bencana Sangihe

manadoterkini.com, TOMOHON – Luar biasa aksi nyata Wakil Walikota Tomohon Syerli Sompotan sebagai kepedulian untuk korban bencana di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Aksi nyata Ibu Wawali sebagai bentuk kepedulian untuk korban bencana Sangihe patut diapresiasi. Tak banyak kepala daerah yang relah turun ke jalan untuk korban bencana. Ini bentuk kepedulian sosial yang seharusnya mengguga masyarakat luas,” ungkap tokoh masyarakat Tomohon, Moning Montolalu.

Senada diungkapkan Susan warga Kelurahan Kakaskasen, aksi sosial yang dilakukan Wawali jangan dipolitisir.
“Jangan dipolitisir aksi nyata untuk bencana. Kalau mau jujur Wawali dari segi finasial memiliki kelebihan, tapi ini wujud mengguga masyarakat,”katanya.

Belakangan pro dan kontra terkait turunnya Wawali mengumpulkan koin untuk bencana Sangihe.
“Jangan hanya menyoroti aksi Wawali turun ke jalan. Harusnya saling menopang dan buktikan aksi sosial untuk korban bencana, “tandasnya sembari menambahkan dengan siapa Wawali turun ke lapangan tidak menjadi soal.(toar/tim)

Catat Hattrick WTP, Pemkot Tomohon Gelar Rakorev Keuangan Daerah

 

tomohonmanadoterkini.com, TOMOHON – Dinamika perkembangan lingkungan yang strategis tercemin dalam kondisi umum dan obyektif, guna mendorong adanya pemantapan pengelolaan keuangan daerah dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang baik, bersih dan berwibawa. Hal tersebut diungkapkan Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak ketika membawakan sambutan dalam Rakorev Keuangan Daerah di Aula Kantor Walikota (16/6/2016).

Eman mengatakan, untuk mewujudkan hal tersebut perlu dilakukan Rakorev Keuangan sebagai bagian dari tugas dan tanggung jawab bersama guna meningkatkan akuntabilitas, transparansi dan tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Eman pun mengatakan bahwa capaian atas opini WTP Murni adalah upaya bersama yang tidak mudah.

“Pencapaian Opini WTP adalah kerja keras kita bersama dan untuk mempertahankannya adalah hal yang lebih sulit lagi,” ucap Eman

Apreasi pun diberikan kepada pihak BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan) yang senantiasa memberi dukungan melalui tuntunan, arahan bagaimana seharusnya mengelola keuangan dengan baik dan benar sesuai aturan yang berlaku kepada pihak Pemerintah Kota Tomohon sehingga bisa meraih Opini WTP dari pihak BPK RI.

Sementara itu Kepala Perwakilan BPKP Sihar Panjaitan AK MM CA CFrA QIA mengatakan dalam proses yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan disetiap daerah, pihaknya tentunya memberikan tuntunan, pemahaman atau metode bagaimana cara untuk mengelola keuangan dengan baik dan benar sehingga wujud dari kesemua itu, ketika pemerintah daerah dalam melaksanakan pengelolaan keuangan sesuai dengan aturan yang berlaku dipastikan akan dengan mudah memperoleh opini yang baik dari pihak BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI dalam hal pengelolaan keuangan.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Badan Milik Daerah (DPPKBMD) Dr Juliana D Karwur Mkes MSi mengungkapkan Rakorev ini dilaksanakan guna memantapkan koordinasi dan keterpaduan program yang bertujuan untuk mendorong pengelolaan APBD yang sehat, efisien, efektif serta dalam rangka mendorong penyerapan APBD yang optimal dan tepat waktu.

Hadir dalam kegiatan ini Tim BPKP perwakilan Sulut masing-masing Agus Catur Hartanto, bersama Agus Widodo, hadir pula Unsur PT. Taspen Manado Theresia Lumingkewas sebagai Kabid Pelayanan dan Manfaat bersama Marwan Tahumil sebagai Account Officer. Hadir sebagai peserta para SKPD jajaran Pemerintah Kota Tomohon termasuk para PPK, Bendahara Pengeluaran, Bendahara Penerimaan serta Pengurus dan Penyimpan Barang SKPD. (toar)