SULUT, (manadoterkini.com) – Pimpinan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) meminta Panwaslu Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara (Sulut) untuk segera menertibkan Alat Peraga Kampanye (APK) Ilegal yang masih terpasang “Harus segera ditertibkan, apalagi ketika saya masuk ke Kota Manado banyak APK bukan produk KPU, termasuk tulisan Sulut Hebat, itu kan jargon salah satu Partai Politik,” ujar Pimpinan Bawaslu RI Nasrullah saat rakor stakeholder di GKIC Manado.

Bahkan pun Nasrullah meminta khusus Panwaslu Kota Manado untuk bergerak cepat menurunkan APK ilegal. “Saya minta Panwaslu Kota Manado segera menurunkan APK tersebut,” tegas Nasrullah.

Ditempat terpisah saat dikonfirmasi kepada Ketua Panwaslu Manado Sjane Walangarei, Ia mengatakan secepatnya akan bergerak menindaklanjuti apa yang disampaikan Pimpinan Bawaslu RI. “Akan kami turunkan secepatnya. Yang lalu kami belum turunkan karena masih berkordinasi dengan Bawaslu terkait APK tersebut, apakah akan memenuhi unsur kampanye atau tidak,” tutup Sjane. (chris)

Bawaslu Sulut Siap ‘Take Over’ Panwas Manado, Imba Belum Aman

suak
Johnny Alexander Suak saat pembukaan Forum Stakeholdrs di GKIC

SULUT, (manadoterkini.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulut, rencananya akan mengambil alih Panitia Pengawas Pemilu Kota Manado. Pasalnya hingga kini belum ada kejelasan kasus Jimmy Rimba Rogi sebagai Calon Walikota Manado.

Hal ini disampaikan langsung oleh Komisioner Bawaslu Sulut Jhonny Suak saat Rakor Stakeholders Pengawas Pemilu.

Bahkan Suak mewarning Panwas Manado dalam waktu satu minggu saja. “Kami memberikan waktu satu minggu. Karena kasus Manado itu sudah lama. Padahal sudah ada rekomendasi yang diberikan oleh Bawaslu Sulut,” jelas Suak.

Sementara itu Ketua Bawaslu RI Muhamad yang juga hadir sebagai narasumber dalam Rakor yang dilaksanakan di GKIC mengatakan, Bawaslu RI sudah mengeluarkan rekomendasi ke KPU RI bahwa siapa saja calon yang maju Pilkada dalam status masih bebas bersyarat tidak bisa diloloskan.

“Pokoknya siapa saja yang masih berstatus bebas bersyarat itu tidak bisa ikut. Ini bukan maunya Bawaslu, tetapi undang-undang mengatur itu,” papar Muhamad.(chris)

MANADO, (manadoterkini.com) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Manado meminta publik menanti hasil putusan rekomendasi terkait nasib calon Walikota Jimmy Rimba Rogi.

Kepada manadoterkini.com, Ketua Panwaslu Kota Manado meminta Paslon dan warga tetap tenang sembari menunggu rekomendasi yang akan keluar pada hari ini.

“Selesai dikaji akan segera kami informasikan kepada publik, pastinya besok (hari ini -red),” jelas Sjane Jumat (9/10) malam tadi.

Menurut Sjane pelimpahan Bawaslu RI dan Bawaslu Sulut ke Panwaslu sudah jelas dan apapun keputusan harus diterima semua pihak. “Kan sudah dilimpahkan kepada kami, karena itu biarkan kami mengkaji lebih dalam masalah ini,” ujarnya.

Ia juga meminta supaya warga Manado tetap tenang dalam putusan yang akan diambil nanti. “Kami berharap tetap tenang dan menjaga persatuan dan keamanan Kota Manado,” tutup Walangarei. (chris)

Menanti Rekomendasi Panwaslu Manado, Nasib IMBA di Pilwako 50:50

Ketua Panwas Manado
Sjane Walangarei, SS, M.Hum

MANADO, (manadoterkini.com) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Manado saat ini masih mengkaji lebih dalam dan mendetail calon Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi. Hal tersebut dikatakan Ketua Panwaslu Kota Manado Sjane Walangarei, SS, M.Hum saat ditemui manadoterkini.com jumat (9/10) barusan. “Untuk saat ini kami melihat keikutsertaan Pak Jimmy Rimba Rogi masih 50:50, artinya bisa Lolos bisa tidak,” ujar Walangarei.

Ia juga mengatakan sejauh ini Panwaslu Kota Manado melihat kasus ini seperti biasa saja dan meminta Paslon Jimmy Rimba Rogi – Boby Daud untuk tetap tenang dan tim pemenangan jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang saat ini. “Kami berharap pak Imba dan tim pemenangan tetap tenang, dan biarkan Panwaslu Kota Manado bekerja untuk mendapatkan keputusan mengenai masalah ini,” ujarnya.

Sjane juga menjelaskan Panwaslu Kota Manado tidak main-main dalam mengkaji status Imba sehingga apa yang akan dihasilkan nanti memang benar sesuai dengan hasil kajian dan analisa yang baik, “Dalam mengkaji masalah ini kami libatkan ahli-ahli hukum sehingga akan menghasilkan analisis yang terbaik karena berkompeten di bidangnya,” ujar Walangarei.

Ketika ditanya apakah masalah ini ada tekanan dari penguasa, Walangarei menepisnya bahwa tidak ada sama sekali tekanan. “Tidak ada tekanan, kalau dari pusat itu bukan tekanan tapi menyuruh kami untuk berpikir dan menganalisa kasus ini sehingga boleh menghasilkan hasil yang terbaik,” ujarnya sambil tertawa.

Sjane juga mengatakan kiranya Bawaslu RI dan Bawaslu Sulut menerima hasil yang akan diputuskan oleh Panwaslu Kota Manado apapun hasilnya. “Kan sudah dilimpahkan kepada kami (Panwaslu-red) jadi semua harus menghormatinya termasuk Bawaslu dan warga Kota Manado,” ujarnya.

Ia berharap warga Kota Manado bersabar karena ketika selesai di kaji, secepatnya akan disampaikan kepada publik. “Akan segera kami sampaikan, mungkin besok (hari ini -red) dan juga akan langsung diserahkan rekomendasinya kepada KPU Kota Manado,” tutup Walangarei. (chris)

Terkait Nasib IMBA, KPU RI Minta KPU Manado Menunggu Rekomendasi Panwaslu Manado

IMBA
Imba dan Boda ketika mendaftar di KPU Manado

MANADO, (manadoterkini.com) – Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado nomor urut 2 Jimmy Rimba Rogi dan Bobby Daud sementara berproses pasca dilaporkannya status hukum Imba oleh beberapa LSM setelah ditetapkan sebagai Paslon oleh KPU Manado.

Bahkanpun KPU Kota Manado telah dipanggil oleh KPU Sulut untuk memberikan keterangan terhadap penetapan Imba, hasilnya KPU Manado diperintahkan untuk melakukan konsultasi ke KPU Ri di Jakarta.

Ketua KPU Manado Eugenius Paransi saat diwawancarai manadoterkini.com usai pleno DPT pekan lalu di Hotel Gran Puri mengatakan dilema dalam kasus calon Wali Kota Manado, Jimmy Rimba Rogi. Hal ini karena surat edaran KPU RI yang menyebut syarat bagi calon mantan narapidana adalah bebas akhir, tapi disisi lain ada surat yang bisa saja muncul untuk mengoreksi syarat tersebut.

“Kami menetapkan paslon di Manado berdasarkan verifikasi yang kami lakukan dan semuanya itu mengacu pada surat edaran KPU RI,” ujar Paransi yang juga Akademisi Hukum Unsrat ini.

Ia juga menjelaskan terkait konsultasi dengan KPU RI, KPU Manado menjelaskan proses penetapan Imba sesuai dengan aturan yang berlaku. Tapi menurut Paransi KPU RI hanya meminta KPU Manado untuk menunggu hasil rekomendasi Panwaslu Kota Manado.

Paransi mengatakan keputusan untuk meloloskan Imba sepenuhnya mengacu pada surat edaran KPU RI. “Bunyi surat edaran KPU amat jelas mensyaratkan calon mantan narapidana sah jika berstatus bebas akhir, kan dalam SK Kemenkum HAM, bebas akhir Imba adalah 29 Desember 2014,” tuturnya.

Ia menuturkan masih menunggu hasil rekomendasi Panwaslu Manado karena KPU Manado menetapkan Imba berdasarkan Pengecekan langsung ke Lapas Sukamiskin terkait masa bebas akhir Imba.

Sementara itu Ketua Panwaslu Manado, Sjane Walangarei kepada manadoterkini.com mengatakan, pihaknya masih menanti surat dari Kemenkum HAM mengenai status hukum Imba.

“Kalau masalah Imba, kami belum bisa berkomentar lebih, kami masih menunggu surat dari Kemenkum HAM dan kemungkinan hari senin (besok)sudah ada, dan akan kami konferensi pers kepada teman-teman Wartawan,” ujar Walangarei. (chris)

MANADO, (manadoterkini.com) – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Manado semakin solid dalam menghadapi Pilkada Kota Manado 9 Desember 2015. Hal ini terlihat jelas saat rapat kordinasi (rakor) yang diselenggarakan selama 3 hari di Hotel Gran Puri yang dihadiri semua Pimpinan dan Panwascam di 11 Kecamatan.

Dalam jumpa pers, Ketua Panwaslu Kota Manado Sjane Walangarei menjelaskan bahwa rakor yang dilaksanakan dalam rangka menyamakan persepsi sebagai penyelenggara baik Panwaslu, KPU Manado, Kajari maupun Panwascam untuk semakin solid dan sinergi dalam pengawasan dan penyelenggaraan Pilkada.

“Kami berharap pilkada ini akan berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku dan menghindari konflik-konflik yang akan muncul nantinya,” ujar Walangarei.

Panwaslu Kota Manado juga mengatakan kiranya perwakilan Paslon yang hadir yakni LO penghubung kiranya dapat meneruskan hasil rakor ini kepada Paslon dan tim pemenangannya.

“Kami berharap hasil ini disampaikan kepada paslon dan tim pemenangan, sehingga ada hasil kordinasi yang baik antara panwaslu dan paslon terlebih aturan-aturan yang harus ditaati selama tahapan pelaksanaan Pilkada,” tandasnya.

Namun sangat disayangkan ada 2 LO Penghubung yang tidak hadir dalam rakor yang diselenggarakan Panwaslu Manado. (chris)

Panwaslu Manado Gelar Rakor Pengawasan Tahapan Kampanye

panwas manadoMANADO, (manadoterkini.com) – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Manado menggelar rakor pengawasan kampanye menghadapi pilkada 9 desember 2015, di Hotel Grand Puri (22-24/9).

Ketua Panwaslu Kota Manado Sjane Walangarei, SS, M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini berfungsi untuk menyamakan pola pikir. “Panwascam merupakan eksekutor dilapangan dalam hal pengawasan Pilkada,” ujar Walangarei.

Ia berharap kiranya Panwascam melakukan fungsi kontrol pengawasan dengan baik dilapangan dalam mewujudkan pilkada yang berkualitas dan berintegritas. “Harus juga memahami aturan dan regulasi yang berlaku sehingga dilapangan tidak akan kesulitan,” tutur Walangarei.

Sementara itu Kapolres Kota Manado Rio Permana, dalam paparannya menyampaikan bahwa Selain penguasaan materi pengawasan dengan baik, Panwascam harus punya mental yang kuat dalam mengungkap setiap pelanggaran yang ada.

Agar Panwaslu jeli mencari setiap potensi pelanggaran aturan kampanye. Terdapat potensi kegiatan kampanye terselubung pada kegiatan-kegiatan seremonial tertentu, seperti pada saat acara ulang tahun, pernikahan, dan lainnya. Kemudian pada masa tenang, agar Panwascam mewaspadai dan mengawasi kegiatan “serangan fajar” berupa pembagian uang, hadiah, bantuan dari paslon, yang biasanya dilakukan secara tersembunyi dengan kode-kode tertentu

Terkait money politik, agar timses Paslon, dapat membedakan mana yang termasuk money politic dan mana yang masuk cost politic. Cost politic, seperti biaya sewa tempat, honor artis pada saat kampanye, adalah biaya yang dibolehkan.

Kasat Intel Kota Manado dalam paparannya menyampaikan Agar Panwascam menguasai dan memanfaatkan ilmu intelijen dalam rangka mengungkap setiap pelanggaran, khususnya metode jaringan dan agen. Ia berharap agar Panwascam dapat mendayagunakan jaringan yang dimiliki.

Dalam rangka pengamanan diri, Panwascam harus berkoordinasi dengan Kapolsek setempat. Peran Panwaslu pada pilkada sebagai pengawas, dan juga penyelidik, rentan mengalami intimidasi dan tekanan. Hal ini merupakan permasalahan klasik yang juga dialami pihak kepolisian. Untuk menghindari resiko tersebut, Kapolresta Kota Manado, telah mengkondisikan tiap-tiap polsek di Manado agar siap mem-back up Panwascam bila diperlukan. (chris)

Walandouw : Terjadi Pelanggaran, Warga Manado Silakan Melapor ke Panwaslu

WalandouwMANADO, (manadoterkini.com) – Masih maraknya Alat Peraga Kampanye (APK) yang terpasang di lorong di Kota Manado menjadi perhatian serius dari Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Manado.

Ketika dimintai keterangan diruang kerjanya, Stanley Walandouw, SE, MSi, Ak, CA membidangi Kordinator Divisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia menegaskan himbauan terhadap Alat Peraga Kampanye (APK) Ilegal yang masih terpasang sudah diingatkan Panwaslu Manado terhadap pasangan calon dan tim pemenangannya.

“Sudah kami sampaikan, dan kalau juga belum akan segera kami tertibkan tentunya berkordinasi dengan KPUD dan instansi terkait seperti Pol PP dan aparat Kepolisian, karena mereka yang berwenang menurunkan APK, Panwas hanya mengawasi,” ungkap Walandouw di ruang kerjanya belum lama ini.

Terkait sekretariat Pemenangan, Walandouw mengingatkan kepada tim pemenangan bahwa yang hanya boleh terpasang yakni papan nama sekretariat. “Terkait papan nama sekretariat, tidak boleh ada baliho. Baliho hanya bisa terpasang sesuai yang diatur dan dicetak oleh KPUD Manado,” ujarnya.

Walandouw menegaskan sampai saat ini belum ada laporan yang masuk terkait APK maupun keterlibatan ASN dalam kampanye. “Banyak laporan bahwa APK masih terpasang, tapi laporan itu tidak ada satupun yang masuk di Panwaslu Manado oleh warga, begitu juga ada laporan waktu lalu terkait ASN, tapi itui hanya sebatas telpon. Harus membuat laporan di Panwaslu Kota Manado,” terang Stanley.

Ia juga berharap kepada masyarakat kiranya jika mendapat temuan pelanggaran silakan melapor ke Panwaslu Manado dengan membawa identitas lengkap. (chris)

MANADO, (manadoterkini.com) – Pasca Gugatan Sengketa Pilkada Pasangan Independen Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado Markus Palantung – Robert Pardede dikabulkan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Manado, Selasa, (8/9), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Manado siap menjalankan putusan tersebut.

Ketua KPUD Manado Eugenius Paransi, SH, MH usai mendengarkan pembacaan hasil putusan Panwaslu Manado, mengatakan pihaknya akan segera melakukan rapat dengan Komisioner KPUD Manado untuk membahas tindak lanjut dari keputusan ini. “Kami akan segera melakukan rapat bersama komisoner mengenai langkah-langkah yang akan diambil setelah keluarnya keputusan ini,” ujar Paransi.

Paransi juga menjelaskan putusan yang diambil Panwaslu terkait dukungan yang ada di 4 kecamatan yang mendapat suara null merupakan fakta dilapangan sesuai verifikasi PPS. “Verifikasi tersebut sesuai temuan PPS,” ujarnya.

Menjawab terkait salah satu factor diterimanya gugatan paslon Independen karena dinilai KPUD Manado tidak memberikan surat undangan verifikasi kepada paslon dibantah oleh Paransi. “Kan hasil kesepakatan bersama bahwa tidak perlu surat menyurat tapi komunikasi dengan Handphone atau telpon saja,” kata Paransi.

Paransi juga mengatakan Panwaslu dinilai keliru memutuskan karena hanya menggunakan satu saksi, serta pembacaan putusan terlihat tidak kompak. “Saksi hanya satu, seharusnya harus lebih dari satu. Kalau hanya satu berarti tidak memenuhi syarat, dan pembacaan keputusan pada sore ini kami menilai Panwaslu Manado tidak kompak, ” tandasnya.

Panwaslu Manado dalam konfersensi pers mengatakan keputusan ini berdasarkan hasil musyawarah pimpinan atas kesepakatan bersama. “Keputusan ini merupakan keputusan bersama atas komisioner Panwaslu walaupun ada dinamika yang terjadi didalamnya,” ujar Roy Laya bersama .

Menjawab tudingan KPUD Manado yang mengatakan dalam sidang putusan sengketa terlihat tidak ada kekompakkan, Walandouw mengatakan semuanya itu adalah proses dinamika yang berjalan, “Pastinya keputusan ini sudah sesuai dengan data dan bukti dari setiap saksi,” tukas Walandouw. (chris)

MANADO, (manadoterkini.com) – Diterimanya Gugatan sengketa pemilu Pasangan Independen Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado Markus Palantung – Robert Pardede disambut baik oleh Markus Palantung dan Robert Pardede.

Bahkanpun sementara pembacaan putusan tampak LO Pasangan Independen ini mendekati sang kandidat dan mencium serta mencipika-cipiki kandidat, mengexpresikan kegembiraan saat mendengar peluang besar mereka akan ikut serta dalam pilwako 9 desember 2015 mendatang.

Dalam wawancara dengan manadoterkini.com, Markus Palantung mengatakan pihaknya memberi apresiasi atas putusan Panwaslu Manado yang mengabulkan gugatan pemohon terkait dukungan dibeberapa Kecamatan yang mendapat null suara. “Kami sambut baik keputusan ini dan kami tetap optimis bisa bertarung dalam Pilwako Manado,” ujarnya.

Ia juga mengatakan pihaknya akan memanfaatkan waktu yang direkomendasikan Panwaslu Manado kepada KPUD Manado terkait verifikasi di 4 kecamatan. “Kami yakin bisa memanfaatkan waktu 3 hari ini dan optimis bisa ikut Pilwako Manado,” ujar Palantung. (chris)