MTerkini.com, AMURANG – Keberadaan Kapal MVPP Karadheniz Powership Zeynep Sultan yang populer dengan istilah kapal genset raksasa di perairan Minahasa Selatan (Minsel) dinilai tidak berguna. Menyusul belakangan ini pemadaman listrik kembali sering dirasakan warga masyarakat Minsel yang menjadi daerah berlabuhnya kapal Turki tersebut.

Artel Kodongan salah satu warga Minsel menyatakan kekesalannya terhadap keberadaan kapal Zeynep Sultan, yang kehadiran kapal tersebut untuk mengatasi persoalan kebutuhan listrik di Sulut dan sekitarnya.

“Akan tetapi pemadaman listrik hingga kini masih sering terjadi,” ujarnya.

Pelayanan PT PLN Suluttenggo mulai dipertanyakan, karena dari pengakuan sebelumnya menyatakan bahwa tidak akan ada lagi pemadaman listrik, ataupun jika ada itu karena gangguan alam terhadap jaringan listrik, seperti pohon tumbang dan lain sebagainya.

“Namun melihat cuaca saat ini yang biasa-biasa saja, jadi mengherankan jika ada alasan gangguan sehingga dilakukan pemadaman listrik,” ketusnya.

Hal senada dikeluhkan oleh Yandri Wenas warga Minsel, Dia mengharapkan pihak PLN agar dapat meminimalisir pemadaman listrik yang sering terjadi belakangan ini.

“Tidak hanya itu, kami minta agar Minsel yang memiliki PLTU terbesar di Sulut dan tempat berlabuhnya Kapal Genset Zeynep Sultan, agar diprioritaskan dalam pelayanan kebutuhan listrik masyarakat yang ada,” tandasnya.

Seperti diketahui beberapa hari terakhir ini, pihak PLN terus melakukan pemadaman listrik, bahkan pada Sabtu (13/2) ini, PLN melakukan pemadaman hingga 5 Jam lamanya.(dav)

Sambil Nyalakan Lilin, Warga Sulut Demo Minta GM PLN Suluttenggo Mundur

MTerkini.com, SULUT – Warga Sulawesi Utara dibuat kesal dengan padamnya listrik hingga ber jam-jam. Bahkanpun di wilayah Kalasey dan Mandolang listrik padam sampai 3 hari dan di Tondano sampai 20 jam.
Lantaran kesalnya ulah PLN, warga Sulut demo dan mendatangi kantor Wilayah PLN Suluttenggo sempat terjadi adu mulut didepan gerbang masuk.

Hal ini disebabkan palang pintu ditutup dan dijaga ketat satpam PLN dengan pengawalan kepolisian dan meminta pendemo untuk tidak masuk kedalam, akhirnya dengan negosiasi pendemo diijinkan masuk. “Pak GM Welcome kalau ingin berdiskusi,” ujar salah satu petinggi PLN.

plnSementara itu didalam ruangan, pendemo meminta listrik dimatikan sambil memasang Lilin sebagai penerangan didalam ruangan sebagai simbol bahwa di Sulut sedang krisis listrik, “Kami di Kalasey dan Mandolang pak GM (Baringin Nababan –red) belum manyala sedangkan disini listrik menyala,” ujar Mekar Salindeho .

Aksi spontanitas warga Sulut ini tergabung bersama Pers, Anggota DPRD Sulut Fanny Legoh dan Perwakilan Masyarakat Jhon Dumais di Kantor PLN Suluttenggo di Jalan Bethesda pada senin (18/1/2016) diterima langsung oleh pimpinan PLN. “Kami minta GM PLN Suluttenggo untuk mundur dari jabatan karena dinilai selalu mengumbar janji kepada warga Sulut,” koar Raymond.

Selain menyampaikan tuntutan beberapa poin kepada PLN, warga juga mendesak kepada PLN untuk lebih profesional dalam memelihara kelistrikan di Sulut, “Kami menduga ada penyimpangan dugaan Korupsi dan kami berharap pak GM membongkarnya,” tutur Valentino.

plnBaringin Nababan GM PLN Suluttenggo mengatakan pihaknya ingin listrik tidak padam, tapi ini terjadi karena factor interkoneksi, “Tiba-tiba listrik kita terganggu, ada pembangkit keberatan dan ada pembangkit keringanan,” ujar Baringin.

Menurut Nababan jika terjadi demikian akan overload dan bahkanpun ada pembangkit yang langsung mati, “Kalau sudah mati tentu saat akan dinyalakan tentu tidak sekaligus, satu persatu,” ujarnya.

Ia mengatakan selain terjadi gangguan teknis seperti ini, juga hal lain karena mesin yang ada saai ini sudah tua dan perlu diperbaharui, “Pasti setelah normal akan kita perbaiki, begitu juga dengan peningkatan SDM teknisi, sebagian besar masih muda dan belum berpengalaman,” tuturnya.

Ia juga meminta maaf kepada warga Sulut terkait krisis listrik. Ia berharap beberapa hari kedepan kapal listrik dari Turki akan jalan karena sebagian teknisi baru sampai hari ini dan kalaupun sudah jadi akan dinyalakan satu persatu bukan sekaligus. “Kalau bilang mau mundur terserah direksi, tapi ijinkan saya untuk menangani masalah listrik di Sulut,”tutup Nababan.

Sementara itu Jhon Dumais berharap PLN kedepan lebih berbenah sehingga masalah listrik di Sulut aman, “Kasian para penjual ikan di RM, di Pasar, Salon dan usaha yang memakai listrik. Semoga kedepan listrik akan normal seperti biasa,” ujar Dumais. (chris)

MTerkini.com, SULUT – Warga berharap kejadian pembakaran kantor PLN di daerah lain tidak terjadi di Sulawesi Utara. Untuk itu, warga meminta pertanggung jawaban GM PT PLN Suluttenggo yang menyatakan siap mundur jika masih terjadi pemadaman listrik.

Pasalnya, hingga tadi malam, warga Manado serta daerah lainnya di Sulut masih mengalami pemadaman listrik. Olehnya mereka mengancam tidak akan membayar tagihan listrik. “Sudah keterlaluan, kinerja PLN tak becus. BUMN ini harus menjadi perhatian Presiden,” ujar Jekson Sulangi SH kepada manadoterkini.com.

Senada dikatakan Dayton Andreson, meminta GM PLN Suluttenggo mempertanggung jawabkan stetemennya waktu lalu. “Katanya kan kalau tidak akan ada lagi pemadaman. Kalau pun ada pemadaman dirinya siap mundur dari jabatannya. Hal itu harus dipertanggung jawabkan,” tandasnya.

Apalagi kinerja PLN Sulutenggo terus dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, sejak Desember 2015 hingga Januari 2016, pemadaman listrik terus terjadi tanpa dilakukan pemberitahuan terlebih dahulu.

“Torang nda tau apa alasan, ini PLN terus kase mati lampu. So keterlaluan ini namanya,” ujar Chrley Talamingan.

Menurutnya, pemadaman aliran listrik tak tanggung-tanggung bisa sampai 3 kali dalam sehari dan ini yang membuat warga sangat was-was, karena akan berimbas pada rusaknya peralatan elektronik.

“Torang pe alat elektronik somo rusak kalu mati lampu terus. Apa dorang (PLN) mo ganti rugi,” ujarnya dengan nada kesal.

Warga mengancam tidak akan melakukan pembayaran rekening listrik dengan pemadaman listrik yang menurut mereka sudah tidak wajar.(mlz)

MTerkini.com, AMURANG – Sejumlah elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) meminta GM PLN Suluttenggo Ir Baringin Nanaban agar segera mundur dari jabatannya. Pasalnya, janji GM PLN untuk 2016 tidak ada pemadaman ternyata tidak benar buktinya, pada Selasa (5/1/2016) tadi malam pemadaman terjadi hingga 3 Jam.

“Mana janji GM PLN tahun 2016 sudah tidak ada pemadaman, buktinya pemadaman masih berlanjut. Lebih baik kalau tidak mampu mundur saja dari Jabatannya. Apalagi itukan janji Nanaban kalau ada pemadaman pada 2016 ini, dia siap mundur,” ujar Tonny Lumenta SH tokoh muda Minsel.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Minsel Karel H Lakoy. Dia mengatakan, pada akhir tahun 2015 yang lalu, antara Penjabat Gubernur Sulut DR Soni Sumarsono MDM dan Penjabat Bupati Minsel Ir Rene Hosang MSi bersama pimpinan PLN Suluttenggo sudah membentuk komitmen bersama bahwa di tahun 2016, tidak ada lagi pemadaman listrik secara bergilir saat meninjau kapal berkapasitas 120 MW yang didatangkan dari Turki beberapa waktu lalu.

“Inilah yang kami tuntut, karena adanya pemadaman GM PLN harus mundur seperti yang dia janjikan beberapa waktu lalu kepada sejumlah wartawan dan Penjabat Gubernur Sulut,” tukasnya.

Menurut mantan anggota DPRD Minsel ini juga mengatakan bahwa, dari Informasi yang diketahui banyak pembangkit listrik yang sudah dibangun baik itu yang di Moinit dan Gorontalo serta pembangkit listrik lainnya yang ada di Sulut dan Gorontalo.

“Apalagi saat ini PT PLN sudah mendatangkan Kapal Apung berkapasitas 120 MW untuk mengatasi masalah listrik di Sulut. Namun ternyata yang disampaikan oleh pimpinan PLN itu sendiri kenyataannya lepas dari pada komitmennya, jadi sidah saatnya GM PLN Suluttenggo mundur dari jabatannya,” tandasnya.(dav)

Wenur Sorot Pelayanan PLN Suluttenggo

WenurTOMOHON, (manadoterkini.com) – Padahal PLN Suluttenggo telah berjanji tidak akan ada lagi pemadaman listrik, namun kenyataan sebaliknya. Pelak saja hal ini langsung mengundang reaksi Ketua DPRD Tomohon Miky Yunita Wenur. “Pemadaman berulang-ulang akhir-akhir ini harusnya menjadi perhatian instansi terkait (PLN,red),” kata Wenur.

Wenur juga menyesalkan akibat pemadaman tanpa pemberitahuan, membuat pekerjaan menumpuk. “Akibat pemadaman listrik pekerjaan menjadi menumpuk,” ujar Wenur usai paripurna kepada wartawan.

Dilain pihak, Wenur menyayangkan pelayanan pihak PLN yang kurang maksimal, padahal Tomohon adalah penyuplay listrik. “Menjadi perhatian kepada instansi tersebut untuk meningkatkan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Karena sebelumnya pasca kemarau panjang disampaikan tidak ada lagi pemadaman aliran listrik. Apalagi kota Tomohon ada pengendali suplai Geothermal Lahendong,” urai Wenur sembari menambahkan kiranya pihak PLN mengkaji atau memberikan pemberitauan terlebih dahulu. “ Pemberitahuan agar masyarakat tidak risau dan galau akibat pemadaman tersebut,” tutup Wenur.(efd)

AMURANG, (manadoterkini.com)-Dengan berbagai alasan terjadinya blackout di sistem kelistrikan Sulut dan Gorontalo, PLN nyaris tiap hari, bahkan sampai seharian penuh memadamkan aliran listrik. Imbasnya sudah jelas yakni mengganggu aktifitas kehidupan bahkan membuat rakyat tersiksa Sulut yang didalamnya rakyat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). “Sebagai perusahaan milik Negara, PLN harusnya menjamin ketersediaan listrik, bukan malah sebaliknya. tidak guna kami bayar-bayar tagihan, kalau pelayanan seperti ini. Kalau memang tidak mampu lebih baik para pimpinan PLN Suluttenggo mundur saja. Krisis listrik harus secepatnya dituntaskan agar penderitaan warga segera berakhir,” tukas Hezky Liando tokoh muda Minsel ini kepada manadoterkini.com.

Pemadaman listrik yang terjadi di seluruh kabupaten/kota di Sulut ini memang telah menjadi sorotan banyak pihak.

Senada disampaikan Wakil Ketua GAMKI Minsel, Dirinya mengaku prihatin dan mengecam PLN yang dinilai tidak maksimal dalam memberikan pelayanan listrik ke masyarakat. “Masalah pemadaman listrik ini benar-benar sangat meresahkan masyarakat. Dan warga sangat dirugikan dalam hal ini. Kami akan menuntut agar PLN memprioritaskan pelayanan yang terbaik dari pada penagihan rekening listrik. Kalau warga terlambat bayar, langsung dilakukan pemutusan arus listrik ke rumah warga tersebut. Kalau PLN yang bertingkah seperti ini, tidak ada sanksi yang mereka terima. Makanya kami harus menuntut apa yang menjadi hak masyarakat,” tandas Masengi.(dav)

AMURANG, (manadoterkini.com) – Warga di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) nampaknya bisa memaklumi alasan PLN melakukan pemadaman. Lantas, bagaimana jika pemadaman terjadi berulangkali dalam sehari.

Tak hanya kesal, kritik hingga hujatan terhadap PLN pun meluncur deras diucapkan para warga setempat. ”Kami maklum dengan alasan PLN melakukan pemadaman. Tapi kalau dalam satu hari ini lampu mati, dan akhirnya mati ulang, bagimana le PLN pe karja,” tanya Hezky Liando Warga Minsel ini kepada manadoterkini.com.

Warga pun lantas meminta PLN tidak seenaknya untuk melakukan pemadaman. ”Kalau dikritik bahkan diancam demo sekalipun tidak berguna. Ini petugas-petugas PLN kalau kita lihat sudah tidak ada urat malu samua. Jadi kami sebagai pelanggan hanya berharap supaya PLN lebih profesional, karena sebagai pelanggan kita juga punya hak untuk mendapatkan pelayanan terbaik,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan Generasi Muda Minsel Jackson Rorimpandey SH. Dia mempertanyakan pembangkit listrik yang ada di Minsel yaitu PLTU Amurang di Desa Tawaang dan PLTD yang ada di Desa Lopana. ”Minsel kan memiliki Dua pembangkit listrik. Kenapa tak bisa mengatasi krisis listrik di Minsel. Kami menduga ada aroma korupsi di tubuh PLN,” tandasnya.

Seperti diketahui, akibat listrik padam, segala aktivitas kegiatan warga lumpuh total. Selain itu, warga mensesalkan manajemen PLN lantaran warga dengan taat membayar listrik tanpa potongan, namun bertolak balik dengan sikap PLN yang tidak maksimal memberikan pelayanan terhadap masyarakat.(dav)

SULUT, (mandoterkini.com) – Krisis listrik di Sulawesi Utara, terus saja terjadi. Tak heran belakangan warga Sulut belakangan diperhadapkan dengan pemadaman bergilir dari Perusahan Listrik Negera (PLN). Informasi salah satu penyebabnya adalah PLTU Amurang sedang mengalami ganguan kebocoran pipa Boiler dan pipa condensator pada tanggal 30 september 2015 jam 01.20 wita.

Yaitu unit 1 OFF sebesar 15 megawatt dan unit 2 OFF sebesar 18 megawatt pada tanggal 01 oktober 2015 jam 00.30 wita dan untuk perbaikan unit tersebut di butuhkan waktu 9 hari sehingga bisa beroperasi pada 8 oktober 2015.

General Manajer PLN Suluttenggo Baringin Nababan, menuturkan meskipun ada mengalami kerusakan, tapi di PLTU Amurang adanya penambahan pembangkit tenaga uap tahap 3 dan 4. Dengan kapasitas 2x 30 megawatt yang sedang dalam pekerjaan pembangunan dan di perkirakan selesai pada desember 2016.

Untuk unit 3 dan 4 diperkirakan selesai pada februari 2017 yang mesinnya dibeli dari Korea dan India. “Mudah-mudahan dengan adanya ketambahan mesin ini maka diharapkan akan memenuhi kebutuhan masyarakat Sulut,” tegas Nababan.(tim)

MANADO, (manadoterkini.com) – Krisis listrik yang menimpa Sulawesi Utara, termasuk Kota Manado, bukan baru, namun sudah berlangsung lama. Apalagi akibat dari pemadaman tak hanya barang elektronik yang rusak, bahkan arus pendek menjadi penyebab kebakaran akhir-akhir ini.

“Pemadaman listrik banyak perabot dan alat-alat elektronik rumah tangga mengalami kerusakan. Bahkan menyebabkan terjadinya kebakaran akibat tegangan arus pendek listrik,”ungkap Ketua Komisi D DPRD Manado Apriano Ade Saerang.

Untuk itu, Saerang meminta kinerja PLN perlu diaudit secara profesional agar diketahui kesalahan yang menjadi penyebab terjadinya pemadaman. Apalagi pemadaman akhir-akhir ini terjadi secara terus menerus.

“PLN sering berdalih masalah debit air yang berkurang karena musim kemarau sehingga terjadi pemadaman, saya kira itu bukan lagi alasan. Karena sepengetahuan saya, walaupun air banyak tetap selalu ada pemadaman listrik. Jadi saya pikir kinerja PLN harus dievaluasi kembali,” ujarnya di ruang gedung Parlemen, Jl Balaikota Tikala.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Komisi D, Dijana Pakasim yang mengatakan bahwa PLN saat ini seakan tidak bisa dikritik atau disalahkan. “Semua yang dilakukan oleh PLN salah karena sudah menyusahkan rakyat banyak, tapi tak pernah tersentuh. Sepertinya ada yang kekuatan besar yang melindungi PLN, sehingga walau sudah sangat salah, tidak bisa disalahkan,” tandas Pakasim.(mlz)

Listrik Sering Padam di Mitra, Bupati James Sumendap Akan Menyurat ke Presiden Jokowi

Sumendap (ist)
James Sumendap (ist)

RATAHAN, (manadoterkini.com) – Pemadaman Listrik secara terus menerus oleh Perusahan Listrik Negara (PLN), yang sengat dikeluhkan Masyarakat, mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati James Sumendap SH akan menyurati Presiden, serta Kementerian terkait.

Menurut Bupati, pemadapan listrik oleh PLN yang dilakukan terus menerus bahkan tanpa pemberitahuan resmi dengan alasan resmi yang tidak jelas, sangat tidak etis. Ini sangat mengganggu dan menghambat aktifitas, bahkan merugikan Masyarakat. “Tidak hanya itu, hal tersebut, sangat mengambat kinerja Pemerintahan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Bupati, manajemen PLN Suluttenggo perlu dikaji kembali. Sampai saat ini, masalah ini terus dikeluhkan semua Masyarakat. Bahkan, disemua media terus dipublikasi atas keluhan tentang pemadaman listrik. Namun, sampai saat ini tidak ada perubahan. “Ini sangat mengganggu bahkan apabila listrik padam, jaringan komunikasi, internet juga hal penting lainnya dalam menunjang kinerja dari masyarakat dan Pemerintah sangat terhambat,” ungkapnya.

Berkaitan dengan hal tersebut Bupati menyampaikan akan menindak lanjuti dengan menyurat ke Presiden, Menteri ESDM, Menkopolhukam, dan Menteri Perekonomian. “Saya harus menyurat berkaitan dengan Pemadaman Listrik dan Kinerja PLN. Ini akan segera dilakukan, mengingat sudah terlalu banyak Rakyat yang mengeluh,” jelasnya. (bmw/chris)