BSG Cabang Tahuna Salurkan Bantuan Terkait Covid-19

bsg2 BSGmanadoterkini.com, TAHUNA – Kepedulian pihak Bank SulutGo (BSG) cabang Tahuna pantas diakui banyak pihak. Pasalnya, baru-baru ini BSG melakukan pemberian 250 paket bantuan bahan pokok bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang berprofesi sebagai sopir luar kota dan penjual kue/makanan.

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME bersama Branch Manager Bank Sulut Cabang Tahuna, Albert Tambariki SE didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe,

“Terima kasih atas kepedulian BSG Cabang Tahuna yang dengan tulus membantu warga,” ujar Jabes.

Sementara sejumlah warga penerima bantuan tersebut mengaku sangat berterima kasih atas kepedulian BSG. “Kami hanya mampu berdoa semoga Bank SulutGo cabang Tahuna diberkati, mereka benar-benar peduli dengan kami orang kecil, ” terang sejumlah warga antusias. (Victor Layuk)

Jeffry Gaghana: Bukan Tolak Bantuan, Saya Hanya Mengimbau Ikutlah Protap WHO Covid-19

Jeffry Gaghana
Jeffry Gaghana SH (ist)

manadoterkini.com, TAHUNA – Informasi penolakan bantuan paket sembako Pemprov Sulut bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe oleh oknum Kepala Dinas PMD, sempat menjadi polemik.

Terkait polemik tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sangihe, Jefry Gaghana SH, meluruskan informasi yang saat ini berkembang di masyarakat tersebut.

Menurut Jeffry Gaghana, pihaknya hanya mengimbau kepada para Kapitalaung (Kepala Desa) agar tidak melayani para petugas ataupun ASN yang datang dari Manado membawa bantuan ke Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“Jadi, saya hanya mengimbau kepada para Kapitalaung (Kepala Desa) agar mereka yang datang dari Manado membawa bantuan sembako ke Sangihe, wajib mengikuti protap kesehatan Covid-19 yaitu wajib diisolasi selama 14 hari,” ujar Gaghana, Minggu (03/04/2029

Dia beralasan mereka yang datang dari Manado sebagai daerah transmisi lokal penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19 haruslah mengikuti Protap protokol kesehatan terkait Covid-19 yang ditetapkan WHO tentang pelaku perjalanan dari daerah transmisi lokal.

“Apalagi, Manado sudah menjadi daerah transmisi lokal. Ini yang harus kami antisipasi agar tidak terjadi penularan di daerah ini (Sangihe). Bukannya kami menolak bantuan paket sembako,” ungkap Kadis PMD Sangihe ini.

Dia menambahkan bahwa bantuan paket sembako dari siapa saja termasuk dari Pemprov Sulut bagi masyarakat yang terdampak Covid-19, tidak dilarang pun tidak ditolak pihaknya.

“Silahkan saja, kalau ada bantuan sembako untuk masyarakat kita yang terdampak Covid-19 , silahkan saja. Itu malah lebih baik. Kami hanya mengantisipasi dan mencegah supaya tidak ada penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19 di daerah kami, Sangihe ini. Itu saja, dan tidak ada maksud lain,” tandas Jeffry Gaghana.

Sementara Asisten I Setdaprov Sulut Drs Edison Humiang MSi, Minggu (03/05/2020), saat dikonfirmasi memang meminta kepada Pemkab Kepulauan Sangihe agar tidak mempersoalkan bantuan tersebut.

“Pemkab Sangihe harus arif. Bantuan tidak boleh ditolak, harus diterima dan disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan,” tegas Humiang.

Terkait dengan protap pencegahan Covid-19, Humiang pun sangat mendukung. “Kalau yang datang membawa bantuan itu, memang harus mengikuti protap. Itu pasti dilakukan. Tapi, tolong bantuan harus disalurkan ke masyarakat. Kan, bantuan itu juga akan diberikan ke masyarakat lewat lembaga keagamaan,” ujar Humiang.

Diketahui, Pemprov Sulut terus menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 di 15 Kabupaten dan Kota di Sulut. Bantuan paket sembako ini disalurkan Pemprov Sulut bekerjasama dengan lembaga keagamaan pada masyarakat yang terdampak Covid-19. (*/vic)

Pj Bupati Palandung Buka TMMD Ke 98 di Sangihe

manadoterkini.com, TAHUNA – Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 98 tahun 2017 di Kabupaten Kepulauan Sangihe resmi dibuka oleh Penjabat Bupati Drs Jhon Palandung MSi yang dilaksanakan di Lapangan Malebur, Kelurahan Santiago, Kecamatan Tahuna, Rabu (05/04/2017).tahuna

Bupati Palandung selaku inspektur upacara dalam amanahnya mengingatkan bahwa kegiatan TMMD ini bertujuan untuk membantu pemerintah di daerah, terlebih khusus Sangihe dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

tahuna

“Harapan dengan kegiatan TMMD dapat mewujudkan Visi Misi pemerintah, selain itu dapat membina kehidupan yang tertib dan disiplin, bergotong royong demi terwujudnya kesejahteraan,” ungkapnya.

tahuna

Pada kesempatan itu, Palandung juga menghimbau kepada seluruh satgas untuk menjalankan tugas secara maksimal. “Bekerjalah dengan tulus agar tujuan dan sasaran yang sudah ditetapkan bisa terlaksana dengan baik, tanpa mengesampingkan budaya serta adat istiadat di tempat tugas,” tandasnya.

tahuna

Selain itu, Bupati juga menghimbau agar masyarakat Sangihe bisa menerima para satgas TMMD yang akan bertugas. Sembari berharap peran serta dan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama dalam kegiatan satgas guna tercapainya hasil yang optimal.(alfa)

Investor Enggan Turun Karena Ragu

MTerkini.com, TAHUNA-Sejumlah investor mengaku kecewa dengan pihak Pemkab Sangihe yang dianggap kurang serius dalam menangani proyek.

Hal ini diungkapkan Pemerhati Pembangunan Sangihe, Yuharto Jangkobus kepada Manadoterkini.com, Sabtu (19/3/16).

Menurutnya ketidakseriusan Pemerintah menimbulkan keraguan para pengusaha untuk menanamkan inves di Sangihe. “Banyak proyek mubazir akibat janji janji pihak Pemkab yang meragukan para pengusaha untuk berinves di daerah ini, buktinya cukup jelas invesator asing mengaku kecewa ketika datang di Sangihe. Untuk itu kami minta pihak terkait serius jangan cuma bicara saja, kasihan mereka dari luar negeri datang jauh jauh ingin bekerja sama tapi ketika mereka datang semua berubah, kan tidak enak kesan yang mereka bawa ketika pulang ke negaranya, kita seharusnya berefleksi bila ingin maju karena laut kita kaya, dan ini sangat disesalkan bila tak ada pihak lain yang mengelolahnya, “tutur Yangkobus seraya meminta pihak Pemkab serius dalam menyikapi berbagai masukan dan ide untuk kemajuan daerah ini. (Vic)

MTerkini.com, TAHUNA-Menjamurnya pasangan kumpul kebo dilingkup Pemkab Sangihe menimbulkan banyak protes berbagai kalangan, bahkan Pemkab Sangihe dituding melakukan pembiaran. Pemerhati Pembangunan Nusa Utara, Jhony Rompas angkat bicara.

Menurut pria yang getol menyuarakan aspirasi wong cilik ini seharusnya pihak terkait dalam hal ini Satpol PP segera menertibkan keberadaan pasangan kumpul kebo tersebut. “Jalan satu satunya adalah razia di tempat kost. Tahuna kan kecil, jadi lebih gampang diketahui mana pasangan kumpul kebo dan mana bukan, terus terang kami heran dengan pemkab sangihe yang melakukan pembiaran, undang undangnya jelas dan oknum oknum pns kumpul kebo berkeliaran, untuk itu kami minta tolong para pns yang terlibat diberikan bimbingan khusus, karena kalau hanya sekedar mutasi itu tak mendidik, “beber Rompas.

Senada dengan itu sejumlah PNS berharap pihak Pemkab melalui dinas terkait dalam hal ini Satpol PP untuk segera bertindak karena keluhan adanya oknum PNS kumpul kebo dari banyak pihak telah lama namun belum ditindaklanjuti. “Kami berharap yang terbaik karena ini menyangkut moral, pada dasarnya kami tak.ingin nilai setitik merusak susu sebelanga, “ketus sejumlah PNS yang enggan namanya dipublikasikan. (Vic)

MTerkini.com, TAHUNA – Dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2016. Untuk memperingatinya, Jumat (26/2/2016) dilaksanakan kerja bakti massal di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Sesuai surat tugas Bupati Kepulauan Sangihe, No 660/33/2848 16 september 2014. “Dalam kegiatan bersih-bersih ini telah dibagi kelompok kerja. Khusus untuk TNI AD, TNI AL, POLRI dan Satpol PP Lokasi sepanjang jalan Boulevard. Sedang yang lain mengikuti petunjuk, “ucap Steven Sarapi salah satu PNS kepada manadoterkini.com.

Senada dengan hal itu Guntur Samalang PNS lainnya. Iapun berharap momentum bersih bersih ini kiranya dapat diusulkan untuk menjadi kegiatan rutinitas Pemkab Sangihe. “Wajar hal ini dipertahankan, karena kita kan telah dianugerahi banyak penghargaan dalam bidang kebersihan, dan semoga mulai saat ini dan seterusnya Sangihe bebas dari sampah. Ini sekedar usul mudahan -mudahan diterima. Karena sebagai bawahan kami tetap akan terima itu apalagi ini perintah Bupati, “kunci Samalang. (vic)

MTerkini.com, TAHUNA – Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang dikoordinir Azis Janis, meminta pihak Pemkab Sangihe agar transparan dalam mengelolah keuangan berupa bantuan pusat seperti yang diberikan Presiden RI Jokowi saat mengunjungi Sangihe belum lama ini.

“Kami minta Pemkab Sangihe transparan, dana bantuan berjumlah jutaan rupiah kami awasi apalagi ini milyaran rupiah. Tentu kami kawal dan pantau terus alirannya secara ketat, “tandas Janis, Selasa (23/2/2016).

Lebih jauh lagi dirinya mendesak pihak aparat hukum agar selalu siap bila ada laporan terkait dengan permasalahan ini. Bahkan kata Janis bila ada pihak-pihak yang mencoba bermain api dirinya tak segan-segan akan melakukan langkah tegas terhadap pihak tersebut.

“Kami jelas tak mau main main, bila ada pihak yang mencoba bermain api atas hal ini, lihat saja nanti, “sembur Janis berharap semua pihak terkait harus tetap saling berkoordinasi satu sama lain agar segala macam bantuan yang masuk ke Sangihe benar benar transparan.(vic)

MTerkini.com, TAHUNA – Menjamurnya virus yang ditularkan Pekerja Seks Komersial (PSK) di Sangihe, menjadi perbincangan hangat warga. Menyikapi persoalan ini Ketua Forum LSM Sangihe, Azis Janis angkat bicara.

Menurut dia pihak terkait, Dinas Sosial dan Kesehatan diminta banyak pihak untuk segera ‘action’. “Kalau sudah ada virus mematikan yang ditularkan PSK. Sebaiknya kita waspada. Untuk dinas terkait seperti dinkes dan dinsos jangan terlelap alias lengah, kita harus sama sama menyikapi persoalan ini. Setidaknya ada upaya pencegahan, kasihan warga yang tidak tahu mengenai hal ini jadi korban sia sia, “beber janis, Senin (22/2/16).
Senada pemerhati pembangunan Nusa Utara, Ronald Tinungki juga turut menyesalkan lambatnya pihak Pemerintah Kabupaten Sangihe dalam menghadapi fenomena ini. “Harapan kami kiranya semua elemen masyarakat memberikan solusi soal prostitusi terselubung ini, setidaknya dinsos dan dinkes segera mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi hal ini, “tutup Tinungki. (vic)

MTerkini.com, TAHUNA – Setelah ditetapkan sebagai tersangka pada dugaan penyimpangan, kini oknum Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Bersatu Sangihe, PT alias Pile kini masih diperiksa pihak kepolisian dan Kejaksaan Tahuna terkait dana hibah.

“Pak Dirut tak mungkin lolos karena ada pasal yang memberatkan beliau. Saat ini beliau telah ditetapkan sebagai tersangka dan kita lihat saja nanti karena pihak Kepolisian dan Kejaksaan tengah bekerja keras mengungkap kasus dugaan penyimpangan ini, “ujar sumber, Senin (22/2/16).

Sementara itu pihak Direksi Pelayaran PT Bersatu Sangihe, mendesak Bupati Sangihe untuk bertindak cepat menunjuk direktur baru menggantikan Sang Direktur PT alias Pile.

“Ternyata seorang pile tak mampu memimpin perusahaan, kami juga gelisah ketika dipimpin dia karena sudah banyak masukan soal kebobrokan beliau dalam memimpin. Untuk itu kami minta bupati segera bertindak cepat mencopot beliau dan menggantikan dirut baru yang bersih, biar bukan putra daerah yang penting mampu memajukan perusahaan ini, “papar sejumlah abk kapal Tampunganglawo prihatin. (vic)

MTerkini.com, TAHUNA – Kinerja sejumlah Kadis di Pemkab Sangihe terus menuai sorotan berbagai kalangan. Salah satunya dari tokoh muda Nusa Utara , Johanis Missah, Kamis (11/2/16).

Dikatakannya selama ini warga pesisir yang mendiami sejumlah pulau di Sangihe terus mengeluh. Pasalnya, berbagai bantuan Dinas terkait melalui Kapitalaung dinilai tidak tepat sasaran, dan diduga ada permainan selama ini.

“Seharusnya ketika didata dan disalurkan tak ada warga yang protes tapi ini semua warga yang menilai maupun pemerintah kampung. Untuk itu supaya jelas kami minta pihak DPRD segera menghearing terlebih dahulu oknum kadis tersebut sebelum dicopot dari jabatannya, dan kami minta Bupati tegas dalam hal ini,”tegas Missah sembari meminta pihak DPRD segera menindaklanjuti apa yang diinginkan warga demi tercapainya visi misi daerah menuju Kabupaten Bahari. (vic)