MTerkini.com, SULUT – Penjabat Gubernur Dr Soni Sumarsono menginstruksikan Kepada Seluruh ASN di Sangihe sigap mengahadapi paham radikalisme yang muncul. Hal ini disampaiakan pada rapat kerja Gubernur Sulut bersama jajaran pemkab kepulauan sangihe Selasa (02/02) di pendopo santiago.

Sumarsono mengatakan Paham Radikalisme bukan lagi sebuah potensi ancaman, melainkan sudah menjadi tindakan nyata yang mengancam NKRI.

Untuk itu Sumarsono menginstruksikan tiga hal untuk mengantisipasi ancaman radikalisme, pertama mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling), kedua aktifkan kembali budaya penduduk melapor kepada kepala kampung 1 x 24 jam dan ketiga membentuk forum Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) dibawah koordinasi pemerintah kabupaten.

Sumarsono menambahkan dari hasil penyidikan pihak berwajib. hampir semua pelaku teroris pernah singgah di sulawei utara dan wilayah kepulayan merupakan jalur transit dari ke daerah-daerah rawan konflik di filipina dan poso.(alfa)

MTerkini.com, SULUT – Dibanding dengan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Utara (Prov Sulut) per tanggal 31 Desember Tahun 2014 lalu, hanya mencapai 86,40%, per tanggal 31 Desember Tahun 2015 berhasil mencapai 92,67%, sementara target keuangan 90,00%, hal ini menunjukan realisasi anggaran Tahun 2015 mencapai target, bahkan melapaui target.

Sumarsono SumarsonoTim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA), yang dipimpin Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM bersama Sekprov Ir Siswa R Mokodongan, Rabu (13/01)tadi, lewat pertemuan di ruang rapat Mapaluse Kantor Gubernur menyampaikan mencapai kinerja APBD Tahun 2015 yakni, Rp. 2.693.171.312.364 atau 92,67 persen, dari total Pagu Anggaran Rp. 2.906.338.366.339. Sedangkan target keuangan 90,00 persen, sehingga terjadi deviasi sebesar 2,67 persen dengan sisa anggaran Rp. 213.167.053.975.

Sementara, Untuk realisasi belanja tidak langsung dari pagu anggaran sebesar Rp. 1.512.489.435.885 realiasasinya Rp. 1.409.444.815.747 atau 93,19 persen dengan sisa anggaran Rp. 103.044.620.138. sedangkan belanja langsung dari pagu anggaran sebesar Rp. 1.393.848.930.454, realisasinya Rp. 1.238.726.496.617 atau 92,10 persen dengan sisa anggaran mencapai Rp. 110.122.433.837.

Diketahui untuk Tahun 2014, Pagu Anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 2.579.764.121.333 realisasinya Rp. 2.228.914.611.258 atau 86,40%. ini menunjukan terjadi peningkatan kinerja dalam penyerapan anggaran sebesar 6,27% di tahun 2015.

Selanjutnya untuk proses lelang secara elektronik rekapitulasi paket lelang APBD Provinsi Sulut per 31 Desember 2015 sebanyak 322 Paket, yang sudah dilelang sebanyak 315 paket, 7 paket gagal lelang. Efisiensi Rp. 21.196.901.993 atau 3.51 persen.

Untuk proses lelang secara elektronik per 12 Januari 2016 terdapat 135 paket lelang, realiasasinya 112 paket selesai dilelang, sedangkan 23 paket masih dalam proses lelang. Efisiensi Rp. 23.482.635.200 atau 7,49 persen.

Sementara itu pendapatan Tahun 2015 dari target Rp.1.098.288.358.000 realisasinya Rp.1.012.848.137.232 atau 92,98 persen. Demikian pula dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2015 dari pagu anggaran yang tersedia Rp66.891.890.000 realisasinya mencapai Rp. 63.726.292.143 atau 95,27 persen.

Dengan hasil pencapaian ini, Gubernur Sumarsono memberi apresiasi terhadap kinerja SKPD karena daya serap serta paket lelang sudah berjalan dengan baik, sembari meluruskan bahwa proses lelang paket proyek yang dilaksanakan pada bulan Desember 2015 lalu, merupakan perintah Presiden Jokowi, bukan kemauan saya, apalagi ada tudingan kalau Gubernur telah mengatur proses lelang dimaksud.

“Saya tidak ada titipan, satu nama atau satu huruf pun itu tidak ada, Saya tegaskan melalui forum ini dalam proses lelang ini tidak ada yang namanya titipan dari saya,” ujarnya.

Ia juga menandaskan, kalau beredar isu bahwa Gubernur sudah mengatur semua ini, itu tidak ada. Sebelumnya Saya juga sudah bertemu dengan Pak Olly Dondokambey dan Pak Steven Kandou sebagai Gubernur dan Wagub Sulut terpilih, meminta arahan terkait dengan proses lelang paket proyek ini, jawabannya jelas biarlah proses   berlangsung lewat LPSE. Secara professional kesimpulannya sama dengan saya, tidak ada titipan atau pesan apapun, tegas Sumarsono.

Jika saya sudah tidak menjabat lagi, maka semua ini di bawah pembinaan dan koordinasi dari Pak Sekprov, yang nantinya akan menjadi jembatan antara Gubernur terpilih dengan Pj Gubernur terkait dengan semua paket-paket lelang ini, tandasnya.

Sementara Sekprov Siswa Mokodongan menambahkan, terkait dengan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) khusus pejabat Eselon II lingkup Pemprov Sulut supaya segera dimasukan, karena ini merupakan kewajiban dari kita semua, kalau sampai batas waktu yang di tentukan belum juga masuk, sangsinya berupa penundaan pemberian TKD, tutup Mokodongan.(alfa)

Kunjungan ke Mitra, Sumarsono Sempatkan Singga di RS Noongan

MTerkini.com, SULUT – Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM bersama Ketua TP. PKK Sulut Ibu Dra Tri Rachayu Sumarsono sekembalinya dari kunjungan kerja sehari di Kabupaten Minahasa Tengara, menyempatkan waktu untuk , berkunjung di Rumah Sakit Daerah Noongan Sulut di Minahasa, Sabtu (09/01/2016) pekan lalu.

noogan noogan

Dalam kunjungan tersebut Gubernur diterima Dirut RS Noongan dr Fally Ratulangi bersama anak buahnya yang sedang bertugas. Usai berdialog Gubernur dan rombongan terdiri dari Kadis Sosial Sulut dr Grace L Punuh yang juga mantan Kadis Kesehatan Sulut, Kaban BPBD Ir Noldy Liow, Kasat Pol PP Maxi Lukas, serta Staf Khusus Gubernur satu persatu mengunjungi pasien di setiap sudut ruangan yang sedang dirawat di eks rumah sakit belanda itu.

Sumarsono sangat terkesan dengan keberadaan RS Noongan karena memiliki nuansa alam yang indah, karena dipenuhi deengan pepohonan sehingga udaranya terasa sejuk. “ Saya berharap manajemen RS Noongan mampu memberi pelayanan kesehatan yang terbaik bagi pasien yang sedang di rawat, sehingga para pasien ini cepat sembuh,” pintahnya.(tim)

Penjabat Gubernur Resmikan Kantor Lurah di Mitra

MTerkini.com, RATAHAN – Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM dan Ketua TP. PKK Sulut Dra Tri Rachayu Sumarsono didamping Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap SH, Sabtu (09/01/2016) meresmikan gedung kantor Kelurahan Wawali Kecamata Ratahan Kabupten Minahasa Tenggara.

Penjabat Gubernur sulut Penjabat Gubernur

Menariknya, saat akan meresmikan kantor Lurah tersebut, Dirjen Otda Kemendagri bersama Bupati menaiki bentor. Peresmian kantor Kelurahan itu diawali dengan pembacaan doa yang dipimpin seorang hamba Tuhan yang dilanjutkan, dengan penguntingan pitah serta pembukaan pintu yang dilakukan oleh Isteri tercinta dari Gubernur Sulut Dra Tri Rachayu Sumarsono.

“Dengan hadirnya fasilitas gedung kantor yang representative ini kiranya akan meningkatkan kinerja pemerintah di kelurahan ini, sekaligus dapat memotivasi peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sumarsono.

Usai menyampaikan sambutan Gubernur menyempatkan untuk pasang lampu yang merupakan tradisi tahunan menyambut tahun baru dari masyarakat Wawali. “Pasang lampu merupakan tradisi tahuna yang terpelihara secara turun temurun hingga saat ini,” tambah Bupati Mitra James Sumendap.(tim)

mumek mumekMTerkini.com, SULUT – Ova Juberth Mumek warga Tomohon yang bekerja di Arab yang dituding Penjabat Gubernur Soni Sumarsono sebagai anggota ISIS akhirnya tiba di Manado, Kamis (7/1/2016) di Bandara Sam Ratulangi.

Dengan didampingi Ketua LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Sulut Jim Robert Tindi, Ova Juberth Mumek mendatangi DPRD Sulut untuk melaporkan keberatan atas pernyataan Pj Gubernur Soni Sumarsono telah mencoreng nama dan ketidaknyaman keluarganya.

Karena tidak menemui satupun anggota Dewan, kepada wartawan dewan ia mengatakan kekecewaan dan meminta pertanggung jawaban Pj Gubernur Soni Sumarsono.

“Saya bekerja sebagai tenaga kerja kontrak di Arab sejak Oktober 2014 sampai februari 2015, kenapa saya dituduh tidak mengenakan seperti ini. Saya minta Penjabat Gubernur beri pertanggung jawaban,” kata Juberth.

Lebih lanjut ia mengatakan, Sejak pernyataan Pj Soni Sumarsono keluarga saya di Matani Tomohon terusik.

“Rumah keluarga saya sering didatangi oleh kepolisian dan beberapa orang tidak dikenal selalu menanyai soal saya, keluarga saya jadi tercoreng dan tidak nyaman,” pungkasnya.(jef)

Awal Tahun 2016 Gunung Soputan Meletus lagi

Meletus Gunung SoputanMTerkini.com, SULUT – Gunung Soputan yang berada di wilayah Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan kembali meletus. Siraman abu sudah sampai di Desa Noongan Kecamatan Langowan Barat, sekitar Pukul 22.21 Wita, Senin (04/01/2016).

Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono yang sekarang berada di Jakarta memenuhi Tanggung Jawabnya sebagai Dirjen Otda, melalui Staf Khusus Ferry Rende tengah memimpin rapat Tim Revmen mendapatkan laporan tentang meletusnya Gunung Soputan via telepon dari Bupati Mitra James Sumendap sekitar Pukul 23.37 Wita.

Ferry Rende kepada media melalui via whatsapp menjelaskan, saat ini juga Gubernur telah memberikan instruksi kepada Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Noldy Liow untuk mempersiapkan sarana pengungsi jika eskalasi meletusnya G. Soputan meningkat.

Lanjutnya, Dinas Sosial telah pula diminta Gububernur untuk menyiapkan dapur umum, beras untuk warga sekaligus Tim Tagana.

Kepala BPBD Noldy Liow langsung menindak lanjuti petunjuk Gubernur, dengan menyiapkan 30 Ribu masker, puluhan tenda pengungsian dan peralatan lainnya.

Sementara, Kadis Jemmy Lampus menyatakan bahwa Tim kesehatan akan siap bergabung dengan BPPD, “Terutama penanganan pertama menyebarkan masker untuk masyarakat, “ujarnya.(alfa)

Sumarsono : Program ‘Mari Jo Ka Manado’ Diprotes Daerah Lain

SumarsonoMANADO, (manadoterkini.com) – Penjabat Gubernur Sulut Soni Sumarsono mengaku, ada sejumlah kepala daerah di Sulut yang protes kenapa bukan daerah mereka juga dijadikan simbol ajakan “Mari Jo Ka Manado” dan mempromosikan dunia pariwisata mereka. Hal itu diungkapnya saat menghadiri ibadah Pra-Natal Pemkot Manado di Ruang Serbaguna Kantor Walikota, Jl Balaikota Tikala, Kamis (3/12) kemarin.

“Saya bilan pada mereka, kalau kalian mau, buat saja promosi ‘Mari Jo Ka Manado’ lalu terus ke daerah mereka itu. Semua itu bisa diatur, kan kalau banyak yang datang ke Manado pasti mereka juga akan menerima dampaknya,” ujarnya.

Gubernur pun mengungkap alasan kenapa yang dijadikan ajakan yakni Manado. “Di dunia maya Google saja, yang muncul bukan Sulawesi Utara tapi muncul Manado. Jadi itulah alasan Manado dijadikan hajatan ‘Mari Jo Ka Manado’ bukan Kabupaten/Kota lainnya. Kita harus berpikir positif atau fair, karena Manado jadi icon bumi Nyiur Melambai ini. Coba kalau kita ke Jakarta atau daerah lainnya, kita pasti ngomong dari Manado bukan Sulut atau daerah lainnya, dan itu realita yang terjadi,” tukas Gubernur.

Terkait program ini, Gubenrur mengakui juga bahwa saat ini sudah beberapa maskapai penerbangan menjadikan simbol ‘Mari Jo Ka Manado’ untuk pesawat mereka, dan itu kiranya membawa berkat bagi Sulut.

“Saya punya kerinduan untuk umat Kristen di Sulut, yakni melihat keberadaan objek wisata religi Bukit Kasih Kanonang yang harus dipertahankan. Kita akan tambah bangun Klenteng bagi umat Khonghucu, guna menyamai rumah ibadah yang sudah ada. Dan lokasi itu akan dinamakan kawasan Bukit Kasih AJ Sondakh sebagai sosok penggagas dan itu sudah disetujui dewan dan pemerintah pusat,” terang Sumarsono.(ald)

Irup Sumpah Pemuda, Sumarsono : Satu Untuk Bumi

Pemprov SulutSULUT, (manadoterkini.com) – Revolusi Mental untuk kebangkitan pemuda menuju aksi “Satu Untuk Bumi”. Demikian kutipan sambutan tertulis Menpora Imam Nahrawi yang dibacakan Penjabat Gubernur Sulut Dr Sumarsono MDM dalam ucapaca peringatan Sumpah Pemuda ke 87 tahun 2015 di halama kantor Gubernur, Rabu (28/10) kemarin.

“Tema ini didasari atas keprihatinan yang mendalam atas beberapa hal, tentang berubahnya pola relasi kemasyarakatan kita akibat derasnya arus mordenisasi dan kemajuan tehnologi informasi, yang diibaratkan pisau bermata dua. Satu sisi memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan dan skill. Namun pada sisi yang lain membawa dampak negatif. Seperti informasi-informasi yang besifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas, hingga radikalisme dan terorisme masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung dengan baik, “ terang Sumarsono, sambil mengutib sambutan Menpora.

Oleh Karena itu melalui revolusi mental yang digagas Presiden Jokowi kita dapat menemukan relevansinya. “Hanya dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampag negatif dari modernisasi dan globalisasi,” ujarnya.

Untuk itu Nahrawi berharap melalui revolusi mental, “para pemuda Indonesia memiliki kemandirian untuk mengambil keputusan- keputusan terbaik secara jernih sesuai dengan akal sehat tanpa harus tergantung pada orang tua, “kutib Sumarsono.(tim)

BITUNG, (manadoterkini.com) – Perintah pertemuan dadakan itu, disampaikan Penjabat Gubernur Soni Sumarsono melalui Staf Khusus Gubernur Bidang Komunikasi Publik, Ferry Rende, sekira Pukul 12.30 WITA kepada Kepala Dinas Industri dan Perdagangan Sulut, Jenny Karouw.

“Bilang sama bu Jenny Pukul 1300 WITA saya mau ke Bitung. Tapi harus dengan Forkopimda. Saya ingin mendengar langsung, lalu berdialog dengan warga,” perintah Rende mengutip pesan Sumarsono.

Perintah tersebut diberikan Sumarsono, saat makan siang dengan menu nasi kuning, bersama plot air truck asal Australi Peter yang ditugasi memadamkan api Gunung Klabat. Tempatnya di ruang makan VIP Bandara Sam Ratulangi.

Akhirnya, Jenny Karouw memastikan Kapolda bergabung. Kebetulan saat itu telah lebih dulu hadir Danlanudsri Kolonel Djoko. Tepat Pukul 13.00 Sumarsono bersama rombongan kecil dari bandara Samrat, menuju kota Bitung. Tanpa basa basi Dirjen Otonomi Daerah ini langsung menuju mesjid berukuran 6×6 meter. Ratusan warga Masata berbondong-bondong.

Sumarsono melepas sepatu, berjalan menuju pojok mesjid dan mengajak warga ikut bersila. Warga yang berlatar belakang agama berbeda duduk berdampingan secara damai.

Disamping Kadis Perindag Prov Sulut, Sumarsono juga didampingi oleh Kaban Kesbang Edwin Silangen, Karo Pemerintahan dan Humas DR Jemmy Kumendong dan Wakil Walikota Bitung Max Lomban yang disertai Sekkot Edison Humiang yang membuka dialog.(tim)

Tingkatkan Perkonomian, Sumarsono Angkat Sektor Pariwisata Sulut

Sulut Sulut

SULUT, (manadoterkini.com) – Pencanangan Visit Year Sulawesi Utara (Sulut) 2016 mendatang, dengan maskot “Marijo ka Manado” merupakan terobosan Penjabat Gubernur Dr Soni Sumarsono, untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor pariwisata.

“Tujuannya untuk mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara sebanyak mungkin ke daerah ini,” jelas Sumarsono sembari mengajak, masyarakat Sulut termasuk Pengurus dan Anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) dan Kerta Wredatama Sulut untuk menjadi duta wisata sulut.

Lanjut Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri ini, berharap PWRI mampu mempromosikan Destinasi Wisata Sulut melalui kerabat dan keluarganya baik di dalam maupun luar negeri. “Objek wisata Sulut memiliki beragam pilihan yang bisa dijumpai di seluruh Kabupaten/Kota se-Sulut. Seperti wisata alam, budaya, Kuliner, serta wisata religius, “ ujar Sumarsono.

Ditambahkan Sumarsono kuliner di Sulut sungguh luar biasa. “Kuliner di Sulut hanya dua klasifikasi yaitu enak dan enak sekali,” kunci Pembina PWRI Sulut itu.(tim)