Minselmanadoterkini.com, AMURANG – Franky Donny Wongkar SH (FDW) bersama bakal calon wakilnya yakni Pdt Petra Yanni Rembang (PYR) pada Rabu (17/6/2020) telah menandatangani komitmen menangkan pilkada bersama PDI Perjuangan pada Pilkada Serentak Tahun 2020.

FDW dan bakal calon wakilnya PYR pada pilkada yang dbakal digelar 9 Desember 2020.

Dua bakal calon kepala daerah menandatangani komitmennya di rumah kediaman Ketua DPD PDIP Sulut sekaligus Bendahara Umum DPP PDIP Olly Dondokambey SE.

Mereka yang ikut menyaksikan penandatanganan adalah Wakil Ketua DPD PDIP Sulut sekaligus wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Sulut Drs Steven Kandouw.

DPP PDIP meminta FDW dan PYR menandatangani surat pernyataan komitmen untuk memenangkan Pilkada 2020.

Surat pernyataan komitmen itu mengarah pada rekomendasi bakal calon DPP PDIP.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Sulut yang juga Calon Bupati Minsel Franky Donny Wongkar SH yang dikonfirmasi manadoterkini.com Kamis (18/6/2020) membenarkan telah melakukan penandatanganan tersebut.

“Iya benar kemarin kami sudah melakukan penandatanganan kesiapan sebagai calon. Dan proses tersebut merupakan bagian dari tahapan yang harus diikuti oleh setiap bakal calon,” ungkap Wongkar yang juga Wakil bupati Minsel ini.

Terkait SK, dirinya mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada DPP.
“Soal SK biarlah DPP yang menentukan,” tutupnya.(dav)

Pilkada Minsel, Pendamping MEP Belum Jelas

minsel mep
Michaela Elsiana Paruntu (MEP)

manadoterkini.com, AMURANG – Kendati Partai Golkar sudah merestui dr Michaela Elsiana Paruntu (MEP) sebagai calon Bupati Minahasa Selatan (Minsel) dalam Pilkada nanti. Namun hingga saat ini siapa calon wakil bupatinya belum juga ada kejelasan.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Minsel Drs Freddy Rawis ketika dikonfirmasi manadoterkini.com belum lama ini mengakui untuk calon bupati sudah direstui DPP yaitu dr Michaela Elsiana Paruntu (MEP). Namun untuk calon wakil bupati menurutnya belum ditentukan DPP. Diakuinya ada beberapa nama yang diusulkan ke DPP saat ini sementara dikaji.

“Yang pasti ada beberapa nama calon wakil bupati itu sudah ditangan DPP. Karena yang sudah ada hasil survei baru MEP. Sedangkan nama calon wabup masih sementara dilakukan survei. Yang menentukan nanti semua lewat survei. Selain itu sebagian besar nama-nama itu belum berkomunikasi dengan DPP maupun DPD I Golkar Sulut dan DPD II Golkar Minsel,” paparnya.

Lanjutnya untuk itu dalam waktu dekat akan konsolidasi tim penjaringan dengan DPD I dan DPD II. Apakah nama-nama calon bupati akan dipakai untuk calon wakil bupati atau bagaimana.

Dia memaparkan, calon bupati yang telah diusulkan yaitu MEP. Sedangkan untuk calon wakil bupati yang diusulkan yaitu Ventje Tuela S. Sos, Drs Robby Sangkoy MPd, dan Frangky Pasla.(dav)

ROSO – HARUM Penuhi Syarat Jumlah Dukungan Calon Independen

minselmanadoterkini.com, AMURANG – Pasangan bakal calon (balon) bupati dan Wakil bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dari jalur independen Royke Somdakh dan Ir Harits Andre Umboh (ROSO-HARUM) telah memenuhi syarat jumlah dukungan sebagai calon independen di Pilkada Minsel Tahun 2020.

Pasangan jalur independen ROSO-HARUM menyerahkan syarat dukungan untuk Pilkada Minsel 2020 di Kantor KPU Minsel pada Jumat (21/2/2020) pekan lalu.

Ketua KPU Minsel Rommy Sambuaga menyebutkan bahwa pasangan ROSO-HARUM telah memenuhi syarat dukungan sebagai calon independen di Pilkada 2020.

Pasangan ROSO-HARUM menurutnya sudah menyerahkan syarat dukungan ke KPU Minsel untuk maju jalur perseorangan.  KPU sudah melakukan pengecekan kurang lebih 20 ribuan e-KTP yang memenuhi syarat. Dan jumlah itu sudah melebihi ketentuan syarat 10 persen atau minimal 16.986 e-KTP yang harus dikumpulkan

“Kami menetapkan pasangan ROSO-HARUM memenuhi syarat jumlah dukungan. Kami terima sebanyak 20 ribu lebih e-KTP yang memenuhi syarat,” jelasnya Senin (24/2/2020).

Proses selanjutnya akan dilanjutkan dengan verifikasi faktual di lapangan untuk memastikan dukungan tersebut. Yang akan dilaksanakan mulai  26 Februari sampai 15 Maret 2020 mendatang.

“Pasangan ROSO-HARUM ini belum bisa mendaftar sebagai calon independen karena berkas syarat dukungan baru akan dilakukan verifikasi faktual mulai tanggal 26 Februari sampai 15 Maret 2020,” imbuhnya

Sebelumnya Cabup Royke Sondakh mengatakan penyerahan syarat dukungan untuk pasangan calon Bupati dan wakil bupati yang lewat jalur independen atau perseorangan dibuka mulai tanggal 19-23 Februari 2020.

“Kami sudah mengumpulkan 20 ribu fotokopi e-KTP. Jumlah ini melebihi dari syarat minimal 16.958 e-KTP yang harus dikumpulkan. Pagi tadi kami sudah serahkan ke KPU,”  pungkasnya.(dav)

RML Siap Bertarung Kembali di Pilkada Minsel

minsel
Mantan Bupati Ramoy Markus Luntungan kembali maju di Pilkada Minsel

manadoterkini.com, AMURANG – Bagi masyarakat Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), nama Drs Ramoy Markus Luntungan (RML) memang tak asing lagi. Sebab, pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Minsel periode 2005-2010  menyatakan kembali siap berjuang merebut kursi orang nomor satu di Kabupaten Minsel.

Kepada manadoterkini.com, Senin (17/2/2020), alasan RML maju di Pilkada 2020,  karena keinginan masyarakat dan pendukung setianya di Kabupaten Minsel.

Sebab, Kabupaten Minsel yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Minahasa, Minahasa tenggara dan Bolmong merupakan ujung tombak dan membutuhkan pemimpin yang kuat.

“Bukan berarti saya menganggap yang sekarang lemah. Saya tidak bisa menyalahkan seseorang. Apalagi menilainya. Ini semua dari masyarakat yang melihat langsung. Kita membutuhkan pemimpin yang kuat,” terangnya.

Pria yang juga merupakan lulusan IPDN Jatinaor ini juga tidak ingin mengumbar janji kepada masyarakat. Sebab, era jaman sekarang, masyarakat lebih cerdas dan membutuhkan pembuktian.

“Apalagi money politik. Saya tidak akan lakukan. Sudah habiskan duit banyak untuk berbuat kecurangan, betapa ruginya kita. Mending kita ibadah.Toh, umur kita juga pasti akan habis,” tuturnya.

Dia tidak ingin ketika terpilih,  namun bekerja dibawa tekanan dan tidak leluasa.

“Contoh saja, kalau saya disponsori orang, ketika saya naik, pasti ada tekanan lagi. Saya akan lakukan seperti terpilih sebelumnya tanpa ada biaya aneh-aneh,” pungkasnya.

Dia menanggapi cemooh masyarakat yang menyatakan dirinya pergi dari Minsel setelah kalah pada saat mencalonkan diri Sebagai calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) beberapa waktu lalu.

“Saya tidak pernah lari. Begitu saya kalah, saya terima dengan sprotif dan tidak ada kepikiran akan mengugat dan sebagainya. Saya hormat dengan pemenangnya. Saya juga sering ke Minsel, tapi masyarakat nggak tahu. Toh saya punya rumah di Minsel dan banyak teman di Minsel,” tambahnya.

Sebenarnya, dia tak ingin lagi terjun ke dunia politik. Namun, karena desakan masyarakat, sehingga membuat dirinya harus ikut pastisipasi lagi.

“Saya menangis karena politik. Dan saya tidak ingin lagi masuk politik. Tapi banyak yang panggil saya kembali,” ujarnya.

RML belum bisa menyampaikan kendaraan politik yang akan dibawanya pada Pilkada Minsel nanti. Sebab, partai politik masih bisa berubah-berubah. Namun, pihaknya akan tetap kembali ingin mengabdi kepada masyarakat Minsel.(dav)

Pilkada Minsel, Akhir Maret PDIP Umumkan Pendamping FDW

minsel
Franky Donny Wongkar SH

manadoterkini.com, AMURANG – Rekomendasi calon bupati dan calon wakil bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) pada Pilkada 2020 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dipastikan aakan diumumkan pada akhir bulan Maret 2020 mendatang. DPC PDIP Minsel siap mendukung penuh semua keputusan DPP.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPD I PDI-P Minsel saat berkunjung ke Kabupaten Minsel pada Jumat lalu. Dia mengaku hingga kini PDI-P belum mengeluarkan rekomendasi untuk bakal calon bupati dan wakil bupati. “Rekomendasi secara resmi akan keluar pada tanggal 23 Maret mendatang. Sebab, kami juga masih menunggu rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan,” katanya.

Dia mengatakan siapa pun yang akan diberikan rekomendasi dari DPP, DPC PDIP siap mendukung penuh.

“Kalau kita tetap tegak lurus dengan partai. Siapa pun yang akan direkomendasi, kami akan dukung penuh,” ujarnya.

Dia mengatakan pada saat penjaringan PDIP beberapa waktu yang lalu setidaknya ada beberapa tokoh yang mendaftar sebagai bakal calon bupati dan Wabup, yakni Franky Donny Wongkar SH (FDW) Asiano G Kawatu (AGK), Ricky S Tumanduk (RST), Pdt Petra Rembang, dan Verna GM Ingkiriwang (VGMI).

“Sedangkan, tokoh yang mendaftar sebagai bakal calon wakil, yakni RST, Petra Rembang dan VGMI. Ya, kita lihat nanti siapa yang akan diberi rekomendasi,” kata dia.

Sementara itu, bakal calon bupati FDW, mengaku optimistis akan banyak mendapat usungan partai politik (Parpol) untuk berlaga dalam kontestasi pada Pilkada 2020.(dav)

Jelang Pilkada Minsel 2020, AHU Mulai Dilirik Sejumlah Partai

andry umboh
Ir Andry Harits Umboh MSi

manadoterkini.com, AMURANG – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Sejumlah Partai Politik (Parpol) yang ada mulai melirik sejumlah figur untuk diusung. Salah satunya adalah politisi Partai Perindo Andry Harits Umboh (AHU). “Kami memang mulai mempertimbangkan sejumlah nama. Salah satunya nama AHU,” ungkap pengurus Nasdem Sulut.

Menurut Dia, ada beberapa pertimbangan partai melirik AHU. Mulai dari rekam jejak AHU yang pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Minsel.

AHU ketika itu berperan sebagai mantan anggota DPRD Minsel memiliki rekam jejak yang baik, bahkan hingga saat ini sangat peduli terhadap masyarakat Minsel.

“Tapi ini masih bahan pertimbangan ya. Kita juga masih memikirkan nama lain ke depan. Segala kemungkinan masih bisa terjadi,” imbuhnya sembari meminta namanya jangan dipublikasikan.

Sementara itu, AHU sendiri saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya akan ikut terlibat kembali dalam kontestasi Pilkada Minsel apabila mendapat dukungan parpol dan masyarakat.

Keterlibatan tersebut, katanya, bisa sebagai calon bupati atau calon wakil bupati. “Terlibat dalam Pilkada itu tidak sekadar calon bupati saja, bisa juga wakil bupati, tergantung suasana dan logical politik” tukasnya.

Meski demikian, AHU menyebut akan melihat dukungan masyarakat ataupun partai politik untuk memastikan keikutsertaannya dalam Pilkada Minsel 2020.

Kalau masyarakat Minsel menginginkan dan ada partai yang mengusung maka dia menyatakan siap untuk itu. “Terima kasih kepada Parpol yang memberi ruang bagi saya. Itu kehormatan bagi saya,” tandasnya.(dav)

CEP Kembali Tegaskan Golkar Tetap Usung Cabup Untuk Pilkada Minsel

Partai Golkar
Ketua DPD Sulut Partai Golkar Christiany Eugenia Paruntu SE

manadoterkini.com, AMURANG – Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) yang juga Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Christiany Eugenia Paruntu SE (CEP) kembali menegaskan untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, Partai Golkar Minsel tetap mengusung calon bupati (Cabup) dan bukan wakil bupati (Wabu).

Hal ini menurut CEP bahwa, PG merupakan partai pemenang pada Pilcaleg 2019 di Minsel.

“Jadi kalau ada yang mengatakan PG Minsel pada pilkada 2020 hanya akan mengusung Wakil bupati, itu tidak benar, saya tegaskan PG Minsel akan mengusung Cabup dan bukan vawabup,” tegasnya.

Lanjut Dia, kalau ada partai lain yang ingin berkoalisi bisa asal harus papan dua.

“Dan jika ada partai yang ingin berkoalisi, harus papan dua, karena PG akan mengusung papan satu,” tukasnya.

Hanya saja Dia mengatakan kalau tidak menutup kemungkinan kalau PG akan mengusung kader sendiri.

“Tidak menutup kemungkinan PG Minsel akan mencalonkan Cabup dan Cawabup dari internal partai saja,” tandasnya.(dav)

MFP Harapan Milenial Maju di Pilkada Kabupaten Minsel

manado
Michael Fanny Pangkey (MFP

manadoterkini.com, AMURANG – Sebentar lagi pentas Pemilihan Bupati (Pilbup) akan bergulir. Salah satu daerah yang akan menentukan pemimpinnya lima tahun ke depan yakni Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Sebagai daerah yang berada di Minahasa paling Selatan ini, situasi politik terlihat masih dingin. Namun arus dukungan bagi siapa kandidat yang akan maju sudah mulai terasa.

Satu sosok pengusaha sukses harapan baru bagi generasi penerus yakni Michael Fanny Pangkey (MFP). “MFP adalah sosok pemuda yang mandiri. Dia punya segudang pengalaman, baik dalam berorganisasi maupun di dunia wira usaha kekinian,” ungkap Kendi Kodongan warga Minsel.

Lanjutnya, untuk Minsel saat ini memang butuh inovasi-inovasi yang cemerlang, guna mengimbangi perkembangan zaman yang semakin pesat.

“Kaum milenial saat ini dinilai mampu berinovasi. Generasi yang dikenal memiliki ciri khas kreatif ini didukung oleh perkembangan teknologi yang maju saat ini. Sehingga tidak heran jika para angkatan inilah menjadi salah satu penilaian positif bagi calon pemimpin ke depan,” jelasnya.

MFP yang juga merupakan anak muda yang berjiwa bisnis ini memang sudah mulai dikenal di setiap kalangan. Pembawaan yang rendah hati, humanis dan enerjik ini juga merupakan salah satu milenial yang patut diperhitungkan dalam Pilkada Minsel 2020 – 2025 mendatang.(dav)

Pilkada Minsel, FDW Jadi Ancaman Calon Lain

FDW
Franky Donny Wongkar SH

manadoterkini.com, AMURANG – Adu kontestasi figur di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado sengit. Sekretaris DPD PDI-P Sulawesi Utara (Sulut) yang juga Wakil Bupati (Wabup) Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar SH (FDW) turut menggoyang peta politik Negeri Minahasa paling Selatan. Partai-partai penguasa kursi legislatif diwarning. Kehadiran FDW yang bakal akan di calonkan PDI-P untuk papan satu pada Pilkada Minsel 2020 jadi ancaman bagi calon lain.

Kharisma FDW yang merakyat dan murah senyum ini sudah mulai di cinta warga se- enteru Minsel. Sosok FDW ini, sangat disegani masyarakat Minsel. Elektabilitasnya sudah sangat nampak.

Teranyar, banyak yang mengidam-idamkan dirinya untuk mencalonkan diri sebagai papan Satu pada Pilkada 2020. Bahkan FDW dipandang sebagai senjata menakutkan bagi calon lain pada pertarungan nanti. Utamanya mereka yang memiliki cukup kursi dominan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minsel.

“FDW adalah kader yang juga politisi PDI-P yang sejati. Dia juga sudah memegangi jabatan Sekretaris DPD-PDI-P Sulut untuk beberapa periode. Komitmennya terhadap PDI-P tidak pernah diragukan. Ia adalah kader terbaik di Sulut, dicintai kader dan masyarakat Sulut khususnya masyarakat Minsel,” tegas Sandra Rondonuwu kader PDI-P yang juga Caleg terpilih untuk DPRD Sulut Dapil Minsel – Mitra.

Faktor pendukung lainnya, FDW terbuka pada semua kalangan dan sangat diterima. Partai PDI-P baginya, sangat menaruh harapan agar FDW bisa mengangkat elektabilitas Partai berlambang moncong putih.

“Apalagi kalau FDW bergandengan tangan dengan Ketua DPD PDI-P Sulut Olly Dondokambey SE,” tambah Ketua DPC PDI-P Minsel Stefanus Lumowa.

Sosok FDW yang menjadi ancaman bagi kader partai lain ikut diakuinya. Politisi senior PDI-P itu akan mampu menaklukkan figur-figur milik partai lain dalam Pilkada nanti.
“FDW bisa bersaing dengan kader Golkar lain maupun partai lain. Apalagi bersama MEP. FDW menjadi juga sosok yang harus diwaspadai partai lain,” tandasnya.(dav)

Pilkada Minsel, Golkar Jagokan MEP Cabup

Partai Golkarmanadoterkini.com, AMURANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjagokan dr Michaela Elsiana Paruntu MARS (MEP) untuk menjadi calon bupati dari partai tersebut pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang.

Munculnya nama MEP, menurut Ketua harian DPD Partai Golkar Minsel James Artur Kojoingan, merupakan aspirasi dari seluruh pengurus kecamatan (PK), Ketua Dewan Penasihat DPD dan Organisasi sayap partai. Dia juga dianggap layak untuk dicalonkan dari Partai Golkar.

“Aspirasi secara umum yang berkembang begitu, agar MEP maju sebagai cabup dalam Pilkada 2020. Hal ini mengemuka saat pertemuan dengan pengurus PK, Dewan Penasihat dan organisasi sayap partai pada rapat pleno konsolidasi dan pemilihan pimpinan DPRD dari Partai Golkar yang digelar di restouran siera amurang,” ujar Kojoingan.

MEP, jelas Kojoingan, adalah kader senior partai berlambang beringin tersebut.

“Terkait aspirasi para kader tersebut, kami sepakat dan akan mengirimkan surat ke DPD I Sulut dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Kami berharap ini bisa menjadi bahan pertimbangan DPP dalam memberikan rekomendasi cabup-cawabup, selain juga dari hasil survei,” ujarnya.

Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan (juklak) DPP Partai Golkar, penentuan pasangan calon kepala daerah mesti ditentukan berdasarkan survei, serta ditetapkan oleh DPP.(dav)