Terkait SK Partai NasDem Untuk Sulut I, VAP: Semua Saya Serahkan Kepada Tuhan

manadoterkini.com, AIRMADIDI-Siapakah yang akan diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem), untuk calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), akan segera diketahui bersama. Pasalnya, Dr (HC) Vonnie Anneke Panambunan STh, yang digadang-gadang sebagai calon kuat, dikabarkan telah berangkat ke Jakarta hari ini, Kamis (18/6/2020).

VAP-sebutan akrab Panambunan, diketahui telah terbang menuju ibukota negara, dengan tujuan menjemput Surat Keputusan (SK) Partai NasDem sebagai calon Gubernur Sulut. Akan hal ini, ketika dikonfirmasi kepada VAP sebelumnya, mengatakan dirinya sampai saat ini belum memegang SK.

“Semua Saya serahkan kepada Tuhan, namun berdasarkan iman dan keyakinan, SK Partai NasDem pasti akan diberikan kepada orang yang sudah berjuang. Karena jika Tuhan sudah membuka jalan, tidak ada seorangpun yang bisa menutupnya,” ujar VAP.

Lebih lanjut, VAP pun yakin, bahwa apa yang dikerjakannya, akan diperhitungkan oleh Tuhan, asal yakin dan percaya.

“Saya yakin, apa yang sudah saya lakukan untuk Partai NasDem dan masyarakat Sulut, pasti akan membuahkan hasil yang baik. Dengan berusaha dan kerja keras, serta bersandar kepada Tuhan, pasti cita-cita saya menjadi Gubernur akan tercapai,” kata Ketua KBPP Polri Sulut ini, sembari menambahkan, keyakinannya juga berdasarkan 1 Korintus 1 : 27-29.(Pow)

GSVL-CEP bertemu, apakah akan berpasangan di Pilgub Sulut?

CEPmanadoterkini.com, MANADO – Tahun 2020 ini ada 7 Kabupaten/Kota termasuk Provinsi Sulawesi Utara akan melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah. Tahun politik, tidak heran hampir semua sudut di daerah Nyiur Melambai membicarakan siapa figure—figur yang akan bertarung pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulut maupun Pemilihan Walikota/Wakil Walikota dan Bupati/Wakil Bupati.

Khusus di Sulut, sederat nama disebut-sebut bakal ikut bursa. Semakin dekat perhelatan politik itu, maka semakin intens pula komunikasi politik antar kader-kader terbaik Bumi Nyiur Melambai.

Terbaru, terjadi pertemuan dua tokoh yang disebut-sebut bakal maju di Pilgub Sulut. Adalah Walikota Manado DR GS Vicky Lumentut (GSVL) dan Bupati Minahasa Selatan Christiany Euginia Paruntu (CEP), Selasa (11/02/2020) bertemu di Jakarta, sharing dan tukar pikiran. Pertemuan keduanya langsung mendapat respon positif, apalagi foto-foto sudah beredar luas di media sosial.

Pastinya apa yang dibicarakan keduanya menjadi tanda tanya besar bagi warga Sulawesi Utara. Berbagai spekulasi pun bermunculan, karena semakin dekatnya perhelatan Pilkada Serentak. Yang pasti salah satu yang dibicarakan soal pemerintahan dan kontestasi Pilgub Sulut. Apalagi, baik GSVL maupun CEP memang sudah tak bisa lagi mencalonkan diri di daerah masing-masing karena sudah menjabat dua periode. Loncatan ke level lebih atas jadi alternatif.

Dalam pertemuan itu, keduanya pun sempat memberi simbol “C”. Simbol “C” memang kerap digunakan keduanya. GSVL menggunakan simbol “C” menggambarkan slogannya di Kota Manado yakni Cerdas, sedangkan CEP menggunakanya karena inisial namanya.

manadoTak hanya simbol “C”, keduanya juga terlihat memberi simbol “salam 5 jari”. Salam ini juga kerap digunakan GSVL di Kota Manado sebagai simbol kerukunan.

Apakah ini isyarat keduanya akan berpasangan di Pilgub Sulut? Belum diketahui, karena ada mekanisme partai yang akan ditempuh keduanya. Hanya saja, koalisi bisa saja terjadi.

Diketahui, perolehan kursi di DPRD Provinsi Sulut menjadi syarat utama mencalonkan kandidat di Pilgub Sulut. Partai Nasdem mengantongi kursi utuh yakni 9, sehingga bisa mencalonkan kadernya tanpa harus berkoalisi dengan partai lain. Sementara Partai Golkar hanya 7 kursi, sehingga masih harus menambah kursi dari partai lain untuk koalisi. Apakah keduanya akan berpasangan di Pilgub Sulut? Nanti akan terjawab dalam beberapa hari kedepan.

Untuk diketehui dalam caption foto, GSVL menyebut ini merupakan pertemuan antara dua sahabat seperjuangan, tapi menarik GSVL di akhir tulisannya menyebut kata ‘solid bersatu’. “Iya tadi saya bertemu dengan Ibu Bupati Minsel. Kami kawan seperjuangan dalam Diklat di Kalibata dan Short Course di Harvard Kennedy School. Kita berbincang bagaimana kondisi dan pembangunan baik di Kota Manado maupun Kabupaten Minsel,” kata GSVL.

GSVL sendiri tak menampik ada pembicaraan seputar politik, namun katanya itu biasa dilakukan sesama politisi. “Saya dan ibu bupati berdialog bebas, karena sama-sama kepala daerah dua periode. Kita tadi juga sempat diskusi ringan soal situasi politik di Sulut, itu biasa dibicarakan sesama politisi. Apalagi tahun 2020 akan dilaksanakan Pilkada baik itu Pilgub, Pilbup maupun Pilwako. Kita punya visi yang sama membangun Sulut. Solid dan bersatu, untuk berjuang bagi kesejahteraan rakyat,” tutup GSVL.

(*/malz)

Komisi II DPR RI Puji Pilaksanaan Pilkada Serentak 2017 di Sulut

manado
Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali bersama Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat diwawancarai wartawan pos Pemprov Sulut

manadoterkini.com, MANADO – Pelaksanaan Pilkada Serentak di Sulawesi Utara (Sulut) baru-baru ini menuai pujian. Hal itu disampaikan Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali di sela kunjungan kerja Komisi II ke Sulut, Senin (27/2/2017) kemarin. Pesta demokrasi dinilai tidak menemui kendala yang serius.

“Pada umumnya situasinya kondusif, tidak ada kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak 2017 ini. Kalau pun ada hanya kendala teknis yang tidak signifikan berpengaruh pada kesuksesan pelaksanaan Pilkada ini,” ungkap Zainudin.

Menurut politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur itu, warga Sulut telah menggunakan hak politiknya dengan baik. Bahkan, warga menyambut pilkada yang berlangsung 15 Februari lalu itu tanpa ketakutan dan ketegangan. Sisi keamanan dalam pelaksanaan Pilkada pun dinilai tidak ada masalah.

“Jadi seperti inilah yang namanya pesta demokrasi, warga dapat menyalurkan aspirasinya dengan baik. Warga dapat menentukan pilihannya sendiri,” imbuhnya.

Pujian dari Zainudin senada dengan pernyataan Gubernur Olly Dondokambey, SE. Olly memastikan pilkada yang berlangsung di Kabupaten Bolaang Mongondow dan Kepulauan Sangihe itu berjalan baik. “Pilkada berlangsung lancar. Semuanya sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan,” paparnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut Yessy Momongan dalam pertemuan itu menjelaskan pilkada berlangsung lancar meskipun sempat diwarnai terlambat sampainya surat suara.

“Kami bersyukur Pilkada berjalan lancar. Di Sangihe ada TPS yang terlambat menerima surat suara. Itu dikarenakan lokasi dan pengaruh cuaca,” jelasnya.(alfa)

MANADO, (manadoterkini.com) – Pemadaman listrik di wilayah Sulawesi Utara selama menjadi momok yang perlu disikapi pemerintah. Pasalnya, persoalan listrik bisa menghambat investasi di Sulut yang lagi pesat tumbuh.

Akan hal itu, Steven Kandouw kandidat Calon Wakil Gubernur Sulut yang menjadi pasangan Olly Dondokambey ini berani mengambil sikap menjanjikan 5 tahun kedepan tidak akan ada pemdaman listrik.

“Saat saya dan Pak Olly Dondokambey dipercayakan oleh warga Sulut, tidak akan terjadi pemadaman listrik lagi, karena kami punya solusinya,” kata Kandouw.

Lanjutnya, program kerja kedepan adalah dengan memanfaatkan geotermal atau panas bumi di Sulut.

“Sulut memiliki kandungan Sumber Daya Alam yang luar biasa. Salah satunya adalah panas bumi. Semua titik potensi pemanfaatan panas bumi untuk listrik sudah didata dan akan dilakukan pemanfaatan guna sumber daya listrik,” jelasnya.

Mantan Ketua DPRD Sulut ini, memastikan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mendatangkan anggaran guna pembiayaan pemanfaatan geotermal.

“Untuk pemanfaatan geotermal ditiap titiknya akan memakan biaya sampai Rp5oo Miliar dan penggunaan anggarannya akan didapatkan lewat koordinasi dengan pemerintah pusat,” ungkap Kandouw.

Janji politik Kandouw berlasan, karena jaringan yang dimiliki PDI Perjuangan ke pemerintah pusat sangat kuat, terlebih Olly Dondolambey sendiri adalah petinggi DPP PDI Perjuangan.

“Penganggaran untuk pemberdayaan geotermal pasti akan terealisasi, yang membawa pengaruh positif terhadap pembangunan di Sulut. Meski itu baru janji politik, bisa dipastikan karena melihat latar belakang OD di pusat,”ujar Franky Sege warga Malalayang Dua.(jef/tim)

Wow, 30 Warga Sulut Belum Masuk Dalam DPT Pilkada Sulut

Zulkifli GolonggomSULUT, (manadoterkini.com) – Sebanyak 30 wajib pilih di Sulawesi Utara belum masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) Sulut. Hal ini terungkap dalam pleno DPT Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur 9 desember 2015, Minggu (4/10) di Hotel Sahid Kawanua Teling Manado.

Ke 30 warga tersebut yakni berada di Tikela perbatasan Kota Manado dan Kabupaten Minahasa. Menurut KPU Kota Manado bahwa Pemilih di Tikela telah dipindahkan oleh Dinas Catatan Sipil Kota Manado ke Kabupaten Minahasa dan secara otomatis telah terdaftar hak pilihnya di Minahasa. “Sudah dialihkan oleh Pemkot Manado,” ujar Ketua KPU Manado Eugenius Paransi.

Tapi saat ditanya perwakilan Tim Pemenangan kepada KPU Minahasa terkait hak pilih warga Tikela, mereka mengatakan bahwa sebagian daftar pemilih telah masuk ke DPT dan sisanya belum. “Kami masukkan ke DPT sebanyak 143 pemilih, dan sisanya akan dimasukkan dalam DPTB1,” ujar salah satu Personel KPU Minahasa.

Sementara itu Pimpinan Bawaslu Sulut Johnny Suak menegaskan kepada KPU Sulut untuk menindaklanjuti temuan terbaru Bawaslu Sulut, jangan sampai masalah ini akan terbawah sampai ke Mahkamah Konstitusi. “30 wajib pilih ini harus segera ditindaklanjuti, jangan sampai KPU disebut melanggar HAM dengan memasung hak pilih mereka, karena mereka telah melapor ke Bawaslu Sulut,” ujar Suak.

Sementara itu Komisioner KPU Sulut membidangi Divisi Data Zulkifli Golonggom mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan Bawaslu ini. “Akan kami perhatikan, terlebih KPU Kabupaten Minahasa, sehingga mereka akan masuk dalam DPTB1 dan DPTB2,” ujar Golonggom.

Seperti diketahui, warga di Tikela menginginkan memilih di Kota Manado dengan berdalil telah mengantongi KTP Kecamatan Tikala, Kota Manado dan pada Pilcaleg 2014 lalu memilih di Kota Manado, sedangkan disisi lain warga Tikela berdomisili di Wilayah Kabupaten Minahasa, tepatnya di Kecamatan Tombulu.(chris)

KPU Tetapkan DPT Pilgub Sulut

KPU Sulut
Pleno DPT oleh KPU Sulut

SULUT, (manadoterkini.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan/Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut(4/10) pukul 15.00 Wita, di Hotel Sahid Teling.

Pleno ini dimulai dengan pembacaan Daftar Pemilih Sementara (DPS) di 15 Kabupaten Kota se Sulawesi Utara.

Adapun Total keseluruhan hasil pleno untuk 15 Kabupaten dan Kota di Sulawesi Utara yakni tersebar dalam 163 Kecamatan dari 1.838 Desa/Kelurahan jumlah TPS 4.450 dengan rincian. Jumlah Pemilih Tetap Laki-laki 982.162 dan Jumlah Pemilih Tetap Perempuan: 956.970 dengan Total Jumlah Pemilih 1.939.132.

Adapun Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dikarenakan Meninggal dunia, pemilih ganda, belum cukup umur, pindah domisili, TNI/Polri, hilang ingatan, tidak dikenal. Sedangkan jumlah pemilih baru di Pilkada Sulut yakni 40.017 dan Pemilih TMS 89.758

Pleno ini dihadiri lengkap 5 Komisoner KPU Sulut, KPU Kabupaten dan Kota se Sulut, Bawaslu Sulut Herwyn Malonda, Johny Suak dan Sjamsurizal Aj. Musa, dan Panwaslu Kabupaten/Kota se Sulut, serta tim pemenangan Paslon. (chris)

BOLMONG, (manadoterkini.com) – Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Bolmong, Jefry Tumelap ST MT, mengakui jika Calon Gubernur Sulut yang diusung Demokrat – Gerindra, yaitu Dr Maya Rumantir, masih takut memberi janji lebih, terkait pemekaran Provinsi Bolaang Mongondow Raya (P-BMR) ujar Tumelap, ketika dimintai tanggapan, atas statement Maya Rumantir, ketika menghadiri peringatan HUT Partai Demokrat ke-14, di Restoran Lembah Bening, Jumat (11/9) tadi malam kepada wartawan.

“Untuk itu diperlukan dorongan dari elit politik BMR, terlebih khusus partai pengusung Gerindra dan Demokrat menjadi tugas sebagai orang Bolmong untuk mengingatkan agar beliau senator Dr. Maya Rumantir punya perhatian lebih. menyadari PBMR sudah menjadi kebutuhan warga Bolmong raya untuk mendapat perhatian terkait pemekaran yang sudah diperjuangkan sejak lama.” ungkap anggota komisi III DPRD Bolmong. (tim)

Panwas Kecamatan Malalayang Ikut Awasi Razia Penurunan APK Calon

manadoMANADO, (manadoterkini.com) – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Malalayang turut serta mengawasi jalannya Razia Alat Peraga Calon (APK) yang dilaksanakan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Manado, saat menurunkan APK milik Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut serta Calon Walikota dan Wakil Walikota Manado, Sabtu, (29/8) di Bahu dan Malalayang sekitar pukul 15.00 Wita.

“Kami telah mengintruksikan PPL di Kelurahan untuk berkordinasi dengan Tim Pemenangan Calon untuk menurunkan APK, dan 2 hari tersebut APK Calon masing-masing sebagian sudah diturunkan,” ujar Ketua Panwascam Malalayang Danni Bunga, SH.

Danni juga mengatakan pihaknya akan terus menghimbau dan mengawasi atribut calon yang masih terpajang. “Kami akan awasi terus sampai ke lorong-lorong. Jika tidak maka akan dijadikan temuan dan dilaporkan terus ke Panwaslu Kota Manado,” ujarnya.

Ia juga menghimbau kepada Tim Pemenangan kiranya bekerja sama dengan Panwas terkait APK yang masih terpasang. Razia kali ini nampak dikawal penuh oleh Panwascam Malalayang, bahkanpun terlihat hadir saat menurunkan APK salah satu calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut di pertigaan jalan Sea, Malalayang. Dalam razia APK kali ini berhasil menurunkan 1 Buah Baliho Bilboard dan Puluhan spanduk dan baliho ukuran kecil, serta stiker calon. (chris)

SULUT, (manadoterkini.com) – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akan menggelar kampanye damai dengan 2 pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, kamis (27/8) besok hari.

“Besok ada kampanye damai untuk pasangan calon yang telah ditetapkan,” ujar Kordinator Divisi Hukum dan Teknis Ardiles Mewoh.

Kampanye damai besok akan dilaksanakan di lapangan Mega Mass Manado dihadiri langsung oleh KPU Sulut, Bawaslu, Pasangan Calon dan pendukung.

“Untuk pendukung dibatasi per pasangan calon hanya membawa 300 orang,” ujar Ardiles.

Ia mengharapkan kiranya kampanye damai besok, kandidat pasangan calon menghimbau kepada pendukungnya untuk tertib dan menjaga keamanan bersama, “Kami berharap ada kita semua bekerja sama dengan kepolisian menjaga keamanan bersama,” tutup Mewoh. (chris)

AMURANG, (manadoterkini.com)-Untuk Menjaga Kondusifitas Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menuju Pilkada Bermartabat dan Berinterigitas Sebanyak 150 Anggota Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) Se – Kabupaten Minsel pada Jumat (21/8) siang tadi resmi dilantik oleh Ketua Panwaslu Minsel Eva Keintjem.

Pelantikan tersebut dilaksanakan di Restourant Golden Carity Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur.

Keintjem dalam sambutannya mengatakan, pelantikan dan pembekalan Anggota PPL ini untuk menjaga Kondusifitas untuk Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) dan Bupati/Wakil Bupati Minsel yang bermartabat dan berintrigitas. “Untuk 150 anggota PPL yang baru saja dilantik sebagian masih wajah lama dan sebagian wajah baru, tujuanya adalah agar mereka paham dan mengerti jika mereka dilapangan dan bagaiman cara pencegahan jika ada permasalahan,” ujar Keintjem kepada manadoterkini.com usai melantik para anggota PPL tersebut.

Lanjut Dia, ada berapa tahapan yang dilalui untuk menjadi PPL, agar mendapatkan anggota yang berkualitas. “Ya untuk menjadi Anggota PPL tidak sembarang orang, mereka harus netral dalam bertugas sehinga kami menseleksi dengan sangat ketat, test tertulis dan uji kelayakan masing – masing peserta yang bertujuan menghasilkan anggota PPL yang mempunyai dedikasi tinggi dalam bertugas,” tandasnya.(dav)