KEK, IHP dan Jalan Tol Jadi Isu Debat Kandidat di Kota Bitung

debat kandidatBITUNG, (manadoterkini.com) – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Internasional Hup Port dan Jalan tol, menjadi isu hangat dalam debat kandidat pasangan calon Walikota dan calon Wakil Walikota Bitung putaran ketiga, Jumat (20/11) yang digelar KPU Bitung, di ruang rapat DPRD Kota Bitung.

Personil KPU Bitung Victory Rotty menuturkan, debat kandidat tersebut hanya difokuskan tiga isu tersebut. “Debat kali ini, hanya dibatasi pada tiga isu central yakni KEK, Bitung port dan Jalan Tol Manado-Bitung, dengan mengangkat dua tema,” jelas Rotty.

Debat terbuka ini, diikuti oleh tujuh Paslon di Kota Bitung. Adapun tema Debat ada dua yaitu pertama, Menyerasikan program pembangunan Kabupaten/Kota, Provinsi dan Nasional. Kedua Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Kebangsaan.(ref)

KPU Kota Bitung Akan Lakukan Bimtek Terhadap Saksi Paslon

manadoBITUNG, (manadoterkini.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Bitung, Kamis (19/11) melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) dengan pasangan calon/tim sukses pasangan calon yang bertempat di aula KPU.

Rapat tersebut dalam rangka memantapkan persiapan debat terbuka pasangan calon walikota dan wakil walikota Bitung Tahun 2015, yang akan dilaksanakan Jumat (20 /11) besok di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bitung. “KPU kota Bitung laksanakan Rakor sekaligus forum pilkada damai,” kata Victor Roty.

Pertemuan yang dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Panitia Pemilihan Kecamatan ini, lebih banyak membahas tentang teknis-teknis pelaksanaan Debat Publik Paslangan calon walikota dan wakil walikota Bitung.

Dalam pertemuan ini juga disepakati tentang pelaksanaan Bimbingan teknis pemungutan dan perhitungan suara oleh KPU kota Bitung terhadap saksi pasangan calon walikota dan wakil walikota Bitung.(ref)

Sondakh : ASN Dilarang Melakukan Politik Praktis

hensonBITUNG, (manadoterkini.com) – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bitung diingatkan untuk bersikap netral dalam Pemilu Serentak 9 Desember 2015 mendatang. Hal ini ditegaskan Walikota Bitung Hanny Sondakh seiring dengan semakin dekatnya pelaksanaan Pilkada di Kota Bitung.

“Sebagai Aparatur Sipil Negara harus bersikap netral. Selain itu sesuai anjuran, sebagai warga negara yang baik dan bertanggung jawab, harus menggunakan hak pilihnya,” tegas Sondakh.

Lanjut Sondakh, sesuai amanah undang-undang, Aparatur Sipil Negara harus netral. Meski memiliki hak pilih, namun dilarang keras untuk melakukan politik praktis, sehingga dalam moment pembinaan itu diberikan pembinaan netralitas pegawai negeri dan cipta kondisi Pilkada.

Walikota Bitung juga berharap agar seluruh lapisan masyarakat turut mensukseskan pilkada dengan salah satu cara yaitu turut mencoblos, sebab Pilkada ini adalah memilih pemimpin kota Bitung yang hanya berlangsung sekali dalam lima tahun.

“Pililah sesuai hati nurani kalian Calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung priode 2016-2021 suara rakyat suara Tuhan yang menentukan pemimpin Kota Bitung kedepan,” kunci Sondakh.(ref)

BITUNG, (manadoterkini.com) -Walikota Bitung Hanny Sondakh meminta segenap Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat meredam berbagai Isu-isu jelang Pilkada serentak, yang dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan serta perdamaian masyarakat di Kota Bitung.

“ASN harus cerdas dalam menyikapi berbagai isu, dimana ASN merupakan penengah untuk meredamkan berbagai persoalan masyarakat di Kota Bitung, karena tugas ASN untuk memberikaan pelayanan yang baik juga sebagai contoh netralitas kerukunan terhadap segenap masyarakat Bitung,” tegas Walikota, Minggu (2/8).

Apalagi saat ini ditengah tahapan Pilkada serentak, ASN harus mampu menunjukan netralitasnya dalam upaya menjaga stabilitas politik dan Kamtibmas, jangan sampai kalangan PNS terkotak-kotak atau terjadi kelompok-kelompok akibat Isu Pilkada. Sondakh menegaskan agar ASN jangan berpolitik praktis, apalagi terlibat langsung dalam mendukung salah satu pasangan calon dalam Pilwako Bitung.

“ASN jangan mau mengikuti ajakan-ajakan terlebih paksaan untuk mendukung pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota, jangan sampai terpengaruh terhdap isu-isu ataupun terlibat aktif dalam politik praktis, hati-hati,,!,” warning Sondakh.

Lanjutnya, justru diharapkan ASN harus netral dan berdoa sehingga kota Bitung aman, damai dan tentram dan Pilkada Kota Bitung dapat berjalan dengan baik dan lancar, sebab siapapun pasangan calon yang menang, itu adalah kehendak Tuhan. Untuk itu PNS Fokus saja terhadap tugas dan tanggung jawab sebagai abdi negara dengan memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat demi kemajuan pemabngunan kota Bitung kedepan. (onx)

Daftar ke KPUD Bitung, HH dan FK Siap Kalah Optimis Memang

bitungBITUNG, (manadoterkini.com) – Diusung Gabungan Partai yakni PKP Indonesia, Partai Demokrat, PKB dan Partai Gerindra, Hengky Honandar dan Fabian Kaloh siap kalah namun optimis menang.

Tal ayal, sikap sederhana dan merakyat namun menggigit ditunjukan oleh pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung periode 2015-2020 itu saat mendaftarkan diri di KPUD Bitung, yang terletak di Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari, baru-baru ini.

Tanpa iring-iringan dan pengawalan massa namun ada pendukungnya. ”Kami nantinya sudah punya visi-misi membangun Bitung berdikari namu tetap menciptakan situasi yang terus kondusif. Dan mohon dukungan dan doanya untuk masyarakat kota Bitung yang lebih sejahtera,” ungkapnya dengan harapan menang.

Sementara itu, Ketua KPUD Bitung Josep Sammy Rumamby didampingi oleh anggota Selvie Rumampuk, Viktory Rotty dan Sekretaris KPUD Ryllo Panay serta disaksikan oleh Panwas Kota Deiby Londok dan Robby Kambuh, menuturkan setiap pasangan calon walikota dan wakil walikota baik dari perseorangan/independen dan partai politik atau koalisi partai politik harus memenuhi persyaratan pencalonan dan syarat calon. “Syarat lainnya seperti memasukan LHKPN kepada KPUD maupun persyaratan lainnya,” ucap Rumamby.(onx)

BITUNG, (manadoterkini.com) – Mendaftar di hari kedua, ratusan pendukung mengantar pasangan Max Jonas Lomban (MJL)-Maurits Mantiri (MM) di kantor KPUD Bitung. Pendaftaran pasangaan yang diusung oleh Partai NasDem dan PDI-P di KPU, bertepatan dengan peringatan 27 Juli yang adalah hari bersejarah bagi partai berlambang Banteng Moncong Putih.

“Kami sengaja memilih hari ini, karena ini moment penting bagi perjalanan PDI-P, dan kami optimis bisa memenangkan Pilkada di Kota Bitung pada tanggal 9 Desember 2015,” kata MJL.

“Saya mengharapkan semua kader PDI-P menyatukan tekad, kita sepakat memenangkan pertarungan ini dan membuat rakyat tersenyum,” sambung MM. (onx)

Hari Kedua Pendaftaran di Pilwako Bitung, Sudah Enam Pasang

bitungBITUNG, (manadoterkini.com) -Tercatat sudah ada enam pasangan calon untuk Walikota dan Wakil Walikota Bitung yang mendaftar secara resmi di KPU sampai dengan hari kedua, sesuai jadwal pendaftaran tanggal 26-28 Juli 2015.

Hal ini disampaikan oleh Humas KPU Kota Bitung, Victory Rotty, Senin (27/7) tadi malam. Keenam pasangan calon tersebut, 4 pasangan Perseorangan dan 2 dari gabungan partai politik.

“Pasangan Perseorangan yakni Stevanus Pasuma-Jan Karundeng, Linna Utiaracmman-Petrus Singale, Ridwan Lahiya-Max Purukan, Michael Jakobus-Paulus Kumentas, untuk gabungan Parpol Aryanti Baramuli Putri-Santi Gerald Luntungan dan Max Jonas Lomban-Maurtits Mantiri,” jelas Rotty.

Sedangkan untuk hari terakhir (Selasa,28/7) pendaftaran belum tahu apakah masih akan bertambah atau tidak.

“Untuk pemeriksaan kesehatan dimulai tanggal 29 Juli sampai 1 Agustus,” pungkasnya. (onx)

60 Hari Sesuda Penetapan, ASN dan Anggota Dewan Harus Mundur

Victory Rotty
DR (c) Victory Rotty MPd MTh

BITUNG, (manadoterkini.com) – Komisioner KPUD Bitung Bidang Humas DR. (c) Victory Rotty, MPd, MTh, menegaskan Calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Anggota DPRD, harus mundur 60 hari sesudah penetapan.

“Berdasarkan Peraturan KPU nomor 12 tahun 2015 tentang perubahan PKPU nomor 9, pasal 68 ayat (1) SK Pemberhentian calon dari ASN dan Anggota DPRD minimal enam puluh hari setelah penetapan,” jelas Rotty.

Sesuai jadwal KPU, penetapan pasangan calon untuk pilkada serentak tanggal 24 Agustus, maka batas waktu pemasukan SK Pemberhentian sebagai ASN dan Anggota Dewan pada tanggal 23 Agustus.

“Apabila sampai enam puluh hari sesudah penetapan yang bersangkutan tidak memasukkan SK Pemberhentian, maka secara otomatis calon tersebut tidak memenuhi syarat atau dengan kata lain tidak bisa mengikuti proses selanjutnya,” pungkasnya.(onx)

BITUNG, (manadoterkini.com) – Pilwako Bitung semakin menarik untuk diikuti. Setalah Hengky Honandar-Fabian Kaloh dan Max Lomban-Maurits Mantiri, akhirnya empat partai yakni Golkar, Hanura, PAN dan PPP menyandingkan Aryanti Baramuli Putri dan Santy Gerald Luntungan untuk bertarung di dalam Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Tiket pasangan Baramuli-Luntungan sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota Bitung periode 2016-2021 diungkapkan Athos Sompotan.

“Tak hanya rekomendasi, tapi pengurus DPP keempat partai itu langsung menerbitkan Surat Keputusan pencalonan untuk Baramuli-Luntungan,” kata Sompotan.

Sompotan juga mengatakan, dengan resminya pasangan Baramuli-Luntungan mengantongi Surat Keputusan dari empat partai, maka pasangan ini akan segera mendaftarkan diri ke KPU Kota Bitung sebagai pasangan calon walikota dan wakil walikota Bitung.

“Jika tidak ada halangan, Senin (27/7) besok pasangan Baramuli-Luntungan bakal mendaftarkan diri ke KPU Kota Bitung,” katanya.

Dengan resminya pasangan Baramuli-Luntungan mengantongi tiket pencalonan, maka dipastikan Pilkada Bitung kini telah memiliki tiga pasangan calon. yakni pasangan Hengky Honandar-Fabian Kaloh, Max Lomban-Maurits Mantiri dan Baramuli-Luntungan.(onx)

MJL-Mantiri di Pilwako Bitung, Mantiri Ajak Kader PDIP Rapatkan Barisan

mantiriBITUNG, (manadoterkini.com)-Drama perburuan mendapatkan SK DPP untuk ditetapkan sebagai Calon Walikota dan Wakil Walikota Bitung dalam Pilkada serentak pada tanggal 9 Desember 2015 dari Koalisi PDI-P, NasDem, PKB dan PAN, berakhir.

DPP telah mengeluarkan putusan final, menetapkan Max Jonas Lomban (MJL) sebagai Calon Walikota Bitung berpasangan dengan Ir. Maurits Mantiri (MM) Ketua PDI-P Kota Bitung sebagai calon Wakil Walikota Bitung 2016-2021.

“Ini sudah putusan final dari DPP PDI-P, NasDem, PKB dan PAN, untuk itu saya mengajak semua kader partai untuk merapatkan barisan, mendukung keputusan DPP,” kata Mantiri.

Ia menjelaskan, saat ini sudah ada empat partai koalisi yang menandatangani SK DPP yakni PDI-P, NasDem, PKB, PAN, dan tidak menutup kemungkinan akan ada partai politik lain yang akan menyusul untuk mendukung pasangan MJL-MM.

“Konsolidasi partai dilanjutkan, keputusan DPP harus segera diamankan. Kita harus sepakat buat rakyat Kota Bitung tersenyum,” pungkasnya.(onx)