Jelang Pilwako Manado, Pasangan Ini Semakin “Mesra”

Lucky - MORmanadoterkini.com, MANADO – Sejumlah kandidat kini mencuat sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota pada perhelatan Pemilihan Walikota (Pilwako) Manado.

Para bakal calon kepala daerah terus melakukan komunikasi politik untuk mendapatkan pasangan yang memiliki kesatuan visi dan misi membangun Kota Manado kedepan.

Terkini, dua tokoh masyarakat Sulut, Mor Dominus Bastian (MOR) yang juga sebagai Wakil Wali Kota Manado dan Ketua FKUB Sulut, Pdt Lucky Irwan Rumopa (LIR) yang cukup populis dengan jargon I’m Lucky, terpantau ‘Mesra’ terlibat perbincangan akrab dan serius disalah satu tempat kuliner di Manado, Sabtu pagi (29/02).

Keduanya, MOR dan LIR yang saat itu juga didampingi Sekretaris FKUB Sulut, Pdt Haezar Sumual dan Pembina Pelsis Sulut, Evans Steven Liow, ketika disapa wartawan tak menampik jika agenda pertemuan keduanya termasuk dalam bagian komunikasi politik untuk Pilwako Manado 2020.

“Ya benar, pertemuan kami berdua turut membahas Pilwako Manado. Berbagai program yang sudah saya siapkan untuk menata dan membangun Kota Manado dibahas untuk kesejahteraan masyarakat. Kami melihat figur MOR dengan kapasitasnya layak untuk menjalankan amanah tersebut,” ungkap Pdt LIR yang juga diketahui memiliki hubungan emosional yang kuat dengan Ketua PDIP Sulut, Olly Dondokambey.

Pdt LIR yang juga pernah menimba ilmu selama delapan tahun di Jerman dan sempat berkarya di Belanda waktu lalu, juga saat ini menjabat Koordinator Staf Khusus Gubernur dan Wagub Sulut.

Terkait hal ini, sejumlah warga Kota Manado menilai, jika pasangan MOR-LIR diusung sebagai calon Walikota dan Wawali Manado, bisa dipastikan menjadi kandidat kuat.

“Ketokohan keduanya cukup mumpuni. MOR incumbent dan warga GPDI serta Kharismatik, sedangkan figur LIR yang kerap memperjuangkan kerukunan umat beragama di Sulut notabene adalah perwakilan warga GMIM,” ujar salah satu tokoh masyarakat, Sofyan Y SH

“Apalagi dua partai pemenang Pemilu Legislatif di Kota Manado, yakni PDI Perjuangan dan Partai Demokrat menjadi kendaraan politik keduanya. MOR-LIR yang energik sangat berpeluang,” ujar Ronald dan Jimmy dari kalangan mahasiswa. (*/Rizath)

DPP Partai Demokrat Siap Kawal GSVL-Mor di MK

Ruhut Sarankan Pihak Lawan tak Perlu Paksakan Kehendak

manado
Tim DPP PD saat mengawal GSVL-MOR di Manado waktu

MTerkini.com, JAKARTA – Meski rekapitulasi perhitungan suara pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Manado 17 Februari 2016 telah menetapkan pasangan GS Vicky Lumentut dan Mor Dominus Bastiaan (GSVL-MOR) sebagai peraih suara terbanyak, namun pihak lawan dikabarkan tidak puas dengan hasil tersebut, sehingga melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

DPP Partai Demokrat pun menanggapi serius upaya gugatan yang akan dilayangkan lawan politik tersebut, sehingga tim DPP Partai Demokrat mengambil sikap tegas. “Kalau ke MK, ya kami siap mengawal GSVL-Mor,” ujar Juru Bicara Partai Dmeokrat, Ruhut Sitompul SH MH, di Mahaka Square Jakarta, akhir pekan lalu.

Hanya saja, Ruhut menyarankan pihak lawan politik untuk memikirkan kembali jika melayangkan gugatan. Santer beredar bahwa pasangan Harley Mangindaan-Jemmy Asiku (Ai-JA) yang paling getol dan ngotot untuk membawa persoalan ini hingga ke MK. Padahal ayah Ai, EE Mangindaan, merupakan kader Partai Demokrat yang duduk sebagai Ketua Dewan Pembina dan juga Wakil Ketua MPR RI dari partai berlambang mercy merah putih ini. ”Sudahlah, jangan dipaksakan untuk Pilkada Manado, GSVL-MOR itu Walikota dan Wakil Walikota Manado terpilih. Suaranya selisih sangat jauh, sehingga pihak lawan tak perlu memaksakan kehendak,” tukas Ruhut mengingatkan.

Tidak hanya itu, pria yang dikenal dengan si Poltak Raja Minyak dari Medan ini mengaku tak ada cela lagi bagi lawan untuk melemahkan pasangan GSVL-MOR. “Secara rasional dengan selisih yang ada, maka sekali lagi saya sarankan pihak lawan tak perlu memaksakan kehendak, pasti kalau menggugat MK dengan tegas akan menolak. Coba dilihat saja sangat lemah materi gugatannya, selain itu dengan selisih yang ada sangat pasti MK menolak laporan tersebut,” tandas Ruhut.

Seperti diketahui, dalam pleno KPU Manado yang digelar di Grand Kawanua Convention Center (GKCC), Kamis (25/2) pekan lalu, hasilnya pasangan GSVL-MOR unggul jauh dibandingkan pasangan Ai-JA dan pasangan Hanny J Pajouw-Tony Rawung (HJP-Tora). Pasangan GSVL-Mor yang diusung Partai Demokrat dan PKPI menang di 7 Kecamatan yakni Wenang, Bunaken Kepulauan, Tikala, Wanea, Paaldua, Bunaken dan Singkil. Pasangan Ai-JA yang diusung Partai Gerindra dan Hanura menang di dua kecamatan yakni Malalayang dan Mapanget, sementara HJP-Tora yang diusung PDIP juga menang di dua kecamatan yakni Sario dan Tuminting.

Dan dalam total rekapitulasi, pasangan GSVL-MOR menang telak dengan memperoleh 67.081 suara (35,59%), diikuti pasangan Ai-JA dengan 60.925 suara (32,32%), dan terakhir pasangan HJP-Tora dengan perolehan 60.447 suara (32,07%). Melihat perolehan suara ini, berarti selisih suara GSVL-MOR sebagai pemenang selisih 6.155 suara dengan Ai-JA sebagai peringkat kedua.

Melihat selisih suara kurang lebih 3,19% membuat materi gugatan yang akan dilayangkan Ai-JA ke MK lemah. Pasalnya untuk menerima gugatan, maka MK sudah dengan tegas merujuk pada payung hukum khusus yang mengatur tentang gugatan tersebut. Adalah Pasal 158 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada Serentak menyebutkan bahwa pembatalan pasangan calon terpilih, hanya dapat disengketakan jika, pertama selisih suara dari 0,5 persen hingga 1 persen pada daerah yang mempunyai jumlah penduduk hingga 12 juta jiwa. Kedua, 1 persen hingga 1,5 persen untuk wilayah yang mempunyai jumlah penduduk 2 juta hingga 6 juta jiwa. Serta, selisih suara 2 persen untuk daerah yang mempunyai jumlah penduduk kurang dari 2 juta jiwa.

Sehingga sengketa dapat diproses oleh MK. Di luar itu, putusan KPU atas penetapan pemenang pilkada dianggap sah. Manado yang berpenduduk di bawah 2 juta jiwa, peluang gugatan Pilkada dari pasangan calon akn diterima MK jika terjadi maksimal 2 persen suara. “Mereka (pemohon) kan mengajukannya karena perselisihan hasil. Jadi pasal 158 itu yang akan kami tetap jadikan acuan,” ujar Ketua MK Arief Hidayat.

Arief menjelaskan bahwa MK akan tetap konsisten menjalankan hal tersebut meski tidak memungkiri untuk menerima alasan lain jika memang terbukti bahwa hasil pilkada dipengaruhi dengan hal-hal lainnya saat mendengarkan keterangan pemohon. Pasal tersebut, kata Arief merupakan produk politik dan hukum yang ditentukan oleh politik UU DPR dan presiden. Kemudian pasal 158 oleh MK dibuat aturan turunnya di PMK Nomor 5 sehingga penafsiran yang betul dari pasal tersebut ada di PMK.

Sementara itu, Ketua bidang OKK DPP Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Manado yang sudah menyalurkan aspirasinya, khususnya yang memilih pasangan GSVL-MOR. Khusus kader Partai Demokrat yang tidak mendukung GSVL-MOR sudah ada catatannya. “Yang memiliki KTA (Kartu Tanda Anggota) Demokrat kan harusnya wajib memenangkan kader kita sendiri (GSVL-MOR). Jadi sudah jelas, siapa kader yang tidak mendukung sudah masuk catatan kami. Dan akan ada tindakan selanjutnya dari partai. Dan Ketua Umum (SBY, red) sudah mengantongi kader yang tidak mendukung GSVL-MOR,” tegas Pramono.(*/tim)

Komitmen Pj Walikota Manado Dipertanyakan PPK, PPS dan KPPS

PPK ManadoMTerkini.com, MANADO – Merasa dipermainkan Pemkot Manado, membuat kesabaran petugas PPK, PPS dan KPPS pada titik puncak, karena honor dan oprasional belum juga direalisasikan. Tak heran seluruh petugas penyelenggaraan add hoc yang mencapai ribuan ini menuntut pertanggungjawaban dari Penjabat Walikota Manado Roy Roring dan jajaraanya.

Pasalnya, mereka telah bekerja keras meluangkan waktu dan tenaga menyukseskan pesta demokrasi yang adalah agenda nasional.”Kami mempertanyakan komitmen Pemkot Manado dibawa pimpinan Royke Roring,” koar para PPK, PPS dan KPPS tersebut.

Bahkan dalam pekan mereka petugas add hoc dari tingkat kecamatan, kelurahan sampai lingkungan termasuk Linmas KPPS akan melakukan aksi demontrasi ke Kantor Wali Kota Manado dan DPRD Manado.

“Pemkot Manado jangan bermain api. Semua PPK sudah mengkoordinir semua PPS dan KPPS untuk turun demo,” tegas Juliana Sukimin Ketua PPK Sario yang ditunjuk menjadi juru bicara PPK se-Kota Manado.

Informasi menyebutkan, dalam surat edaran berkop Pemkot Manado yang diterima KPU dan diteruskan kepada PPK, PPS dan KPPS tanggal 15 Februari silam ditulis bahwa pemerintah baru akan mencarikan dana hibah (pergeseran) pada tanggal 22 sampai 23 Februari.

Namun ternyata pemerintah diduga melakukan pembohonggan lantaran hingga kini dana yang dijanjikan tersebut belum juga dicairkan dengan banyaknya alasan yang dinilai kurang masuk akal.

Untuk diketahui, Sabtu (27/2) sore, sejumlah PPK menggelar pertemuan terkait nasib honor mereka yang terkatung-katung akibat dipermainkan Pemkot Manado.

Hadir dalam pertemuan itu diantaranya Anggriany (PPK Singgkil), Marlene Kotambunan (PPK Pal Dua), Marcella Supit (PPK Wenang), Deasy Roring (PPK Mapanget), Donny Wehantouw (PPK Sario).

Salah satu langkah memperjuangkan nasib mereka dengan melakukan aksi demo besar-besaran, mencapai ribuan petugas penyelenggaran add mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan sampai lingkungan dan Linmas pecan ini.(*/ald)

Merasa Dibohongi PPK, PPS dan KPPS Minta Pertanggung Jawaban Pemkot Manado

Pilkada Manado
Pelantikan PPS waktu lalu.(ist)

MTerkini.com, MANADO – Padahal Pilkada Susulan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Manado periode 2016-2021 sudah terlaksana dengan baik, namun honor petugas PPK, PPS dan KPPS berserta dana oprasional hingga detik ini honor mereka belum ada tanda-tanda akan dibayar. Pelak saja mereka menuding Pemkot Manado terlalu banyak alasan memproses dana hibah tersebut.

“Kami PPK, PPS dan KPPS yang merasa dibohongin Pemkot Manado akan menuntut pertanggungjawaban Pj Walikota Manado Roy Roring dan jajaraanya,” tegas Juliana Sukiman, Ketua PPK Sario yang ditunjuk menjadi juru bicara PPK se-Kota Manado.

Apalagi penyelenggaraan pesta demokrasi lima tahunan yang berjalan aman dan lancar tak lepas dari peran serta PPK, PPS dan KPPS yang rela mengorbankan waktu dan tenaganya demi suksesnya Pilwako Susulan tersebut.

Hal ini membuat penyelenggaraan add hoc ini merasa dibohongi. Karena suksesnya pelaksanaan Pilkada Susulan tak lepas dari peran PPK, PPS dan KPPS tersebut yang telah mengorbankan waktu dan tenaga. Bahkan mereka pun membandingkan Pilwako 17 Februari dengan Pilkada 9 Desember lalu.

“Kalau Pilkada 9 Desember 2015 lalu sehari menjelang pencoblosan, honor termasuk dana oprasional sadah disalurkan, namun untuk Pilkada Susulan hingga kini belum,” aku Ando salah satu anggota PPK Paal 2.

Dua hari sebelum Pilwako digelar, tepatnya tanggal 15 Februari, KPU Manado dan PPK, PPS dan KPPS menerima surat edaran berkop Pemkot Manado. Dalam surat itu Pemkot berjanji, akan mencairkan dana hibah (pergeseran) tanggal 22 sampai 23 Februari, namun hingga kini tak kunjung direalisasikan.

Untuk diketahui KPUD Manado sudah menetapkan pasangan calon GS Vicky Lumentut dan Mor Domingus Bastiaan (GSVL-MOR) sebagai peraih suara terbanyak mengungguli paslon Harley Mangindaan-Jimmy Asiku dan Hanny Joost Pajow-Gregorius Tony Rawung.(ald)

MTerkini.com, MANADO – Sejumlah Panitia Pemungutan Suara (PPS) di beberapa Kelurahan se Kota Manado menyambangi rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara pasangan Walikota dan Wakil Walikota Manado yang diselenggarakan di Grand Kawanua International City (GKIC) Manado, Kamis (25/2/2016).

Kedatangan PPS ini menanyakan honor yang belum dibayarkan KPU Kota Manado. “Kami menunggu pembayaran honor, apalagi pilkada sudah usai,” ujar Hengky Sendow PPS Kelurahan Bumi Nyiur Kecamatan Wanea.

Ia berharap KPU Manado secepatnya membayar honor kepada petugas PPS dan KPPS apalagi Pilwako sudah selesai. “Teman-teman PPS dan KPPS berharap KPU dapat membayar honor secepatnya,” ucap Sendow.

Sementara itu saat dikonfirmasi kepada Ketua KPU Kota Manado Jusuf Wowor, ia mengatakan akan secepatnya membayar honor penyelenggara yang belum dibayar. “Lagi menunggu pencairan dari Pemkot Manado, mudah-mudahan pekan depan sudah ada pencairan dan segera akan dibayar,” singkat Wowor. (chris)

Warga Minta Ai dan HJP Bisa Legowo Terima Hasil Pleno

debat
Debat terbuka lalu

Terkini.com, MANADO – Akhirnya pelaksanaan pleno rekapitulasi penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado selesai juga. Plono yang dipimpin Ketua Jusuf Wowor bersama personil Komisioner lainnya, sejak Rabu (24/2) hingga Kamis (25/2) barusan berlangsung alot.

Meski tidak berubah dengan data yang ada di websitenya KPU. Dimana hasil pleno tersebut GSVL-Mor meraih suara terbanyak menggungguli pasangan lainnya dalam Pilkada yang telah dilaksanakan 17 Februari 2016.

Dari hasil tersebut warga Kota Manado mengharapkan agar pasangan calon Ai-JA dan pasangan calon HJP-ToRa bisa menerima secara legowo hasil pleno ini.

Seperti diungkapkan Direktur Elperisai Andi Muhammad Nur Bongkang kepada sejumlah wartawan, di sela-sela rekapitulasi pleno KPU di GKIC, Kamis (25/02/2016).

“Kami meminta pasangan calon ini bisa menerima dengan legowo karena kemenangan paslon GSVl-MOR, dikarenakan memiliki paslon ini visi dan misi untuk mengsejahterahkan warga yang sangat dirindukan warga dan diinginkan warga,” tandas Bongkang.

Senada diungkapkan Charly Takalamingan, kemenangan GSVL-Mor merupakan kemenangan warga Kota Manado. Saatnya warga bergandengan tangan untuk Manado yang lebih baik. “Sudah saatnya kita bergandengan tangan untuk Manado yang lebe bae. Kini saatnya kita menopang program-program pro-rakyat yang sudah dijanjikan paslon saat kempanye. Apalagi program seperti UC, Dana Duka, para lansia serta program lainnya sudah dinantikan masyarakat,” ungkap Charly sapaan akrabnya.

Sementara itu Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara James Karinda yang juga Wakil Ketua Tim Kamda paslon GSVL-MOR meminta agar kedua paslon ini bisa menerima dengan senang hati hasil pleno dan ke depannya mendukung program pemerintah agar kota Manado bisa lebih maju dan lebih baik lagi.(ald)

Pleno Pilwako Manado Alot, Saksi Adu Argumen

pleno kpuMTerkini.com, MANADO – Rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara pemilihan walikota dan wakil walikota Manado berlangsung alot.

Saksi dari 3 pasangan calon saling berargumen saat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Wenang usai membacakan hasil. “Kami minta rekomendasi keberatan saksi untuk ditindalanjuti” ujar Vecky Gandey saksi Pasangan calon nomor urut 1 Dr. Harley Mangindaan – Jemmy Asiku saat pleno di Hotel GKIC Manado, Rabu (24/2/2016).

Sementara itu saksi pasangan calon nomor urut 3 Vicky Lumentut – Mor Bastiaan yang dipimpin James Karinda meminta KPU Kota Manado melanjutkan pembacaan hasil karena dinilai tidak ada rekomendasi Panwascam untuk pleno PPK Wenang. “Saya rasa rapat pleno dilanjutkan saja karena saksi menandatangani hasil pleno kecamatan Wenang,” ujar James Karinda.

Namun argumen yang dikemukakan saksi, KPU Manado tetap mensahkan hasil rekapitulasi PPK Wenang. “Jadi kepada saksi silakan mencatat kejadian khusus atau berita keberatan saksi dan nanti diberikan kepada Panwaslu Kota Manado. Nanti Panwaslu akan berikan rekomendasi atau tidak,” ujar komisioner KPU Manado Sunday Rompas.

Panwaslu Kota Manado turut mengomentari apa yang dikatakan Sunday. Yurike Kaeng mengatakan sementara mengkaji temuan atau keberatan saksi. “Untuk Kecamatan Wenang sementara dikaji, bukan tidak ada rekomendasi,” ujar Kaeng. (chris)

Pleno KPU Manado Hasil Pilkada, GSVL-Mor Pasti Mulus

GSVL-MORMTerkini.com, MANADO – Pasca pencoblosan 17 Februari 2016 pekan kemarin, Rabu (24/2/2016) hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado, segera melakukan pleno perolehan suara Pilwako di Hotel Grand Kawanua Internasional City (GKIC), Kairagi. “Iya, besok sudah pasti. Pleno akan dilaksanakan di GKIC,” kata Komisioner KPU Manado, Amrain Razak, tadi malam.

KPU berharap tidak ada laporan pelanggaran yang direkomendasi saat proses pleno nanti, termasuk tudingan penggelembungan suara.

Komisioner KPU Manado E.Paransi mengakui, ada beberapa kejadian di TPS yang direkom Panwascam, tapi ternyata tidak sesuai, karena berdasarkan penjelasan atau klarifikasi dari petugas KPPS dan juga PPK menyatakan tidak demikian. ”Seperti warga luar yang menco- blos ke TPS. Warga tersebut sudah sekian tahun menetap dan tinggal di tempat tersebut, tetapi belum mempunyai KTP Manado. Ada juga beberapa persoalan lain yang menjadi pertimbangan tersendiri,” jelasnya.

Sunday Rompas, Komisioner KPU lainnya juga menjelaskan, adanya kesalahan atau kekeliruan di TPS, atau proses rekap di tingkat kecamatan, petugas PPK pastinya sudah membuat kronologi untuk mengklarifikasi kejadian sebenarnya. ”Ada beberapa PPK membuat klarifikasi, karena yang dipersoalkan atau direkom tidak seperti yang dipikirkan,” kata Rompas.

KPU juga sangat menyesalkan laporan atau rekom dari Panwascam ke pihak KPU yang terkesan asal-asalan, karena surat yang diberikan tidak menggunakan kop surat, Cap Panwaslu, dan tidak melakukan pengkajian terlebih dahulu. ”Laporan atau rekomnya harus resmi dan jelas, sesuai struk- tur isi surat panwaslu. Namun, pihak kami tetap akan menelitinya lebih saksama,” tandasnya

Akan halnya soal penggelembungan suara, Amrain Razak yakin tidak terjadi. Sebab hasil Pleno TPS memakai C1, sama dengan C1 diupload di web KPU di tingkatan pleno KPPS.

“Memang ada kesalahan-kesalahan penulisan ataupun penjumlahan dan itu diperbaiki di tingkat pleno PPK. Jadi sampai hari ini saya yakin tidak ada namanya penggelembungan, krn hasil perolehan ditayang KPU secara terbuka dan transparan, serta bisa diakses semua masyarakat,” katanya sambil menambahkan, Pilkada 5 tahun lalu lalu, masyarakat belum mengetahui hasil setelah penghitungan di TPS. “Beda dengan sekarang. Maayarakat bisa langsung tahu semua hasilnya,” pungkasnya.(*/ald)

Hari Ini KPU Manado Pleno Hasil Pilwako

manadoMTerkini.com, MANADO – Hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado, akan menggelar rapat pleno penghitungan hasil pungut hitung pilwako Manado yang sebelumnya telah di pleno 11 PPK Manado. “Hari ini akan digelar pleno tingkat Kota Manado hasil Pilwako 17 februari lalu” ujar Ketua KPU Kota Manado Jusuf Wowor, S.IP, M.Si, kepada manadoterkini.com, Rabu (24/2/2016) pagi tadi.

Dosen FISIP Unsrat ini berharap semua saksi pasangan calon untuk hadir tepat waktu. “Pleno mulai siang ini, kami berharap saksi untuk hadir tepat waktu” ujar Wowor.

Sementara itu aktivis Pemuda Katolik Manado Avner Tumengkol berharap semua pasangan calon menerima hasil yang akan di plenokan KPU Manado. “Saya berharap semua paslon siap menang, siap kalah dan menerima hasil dari KPU Manado,”kata Tumengkol. (chris)

Pleno PPK Selasai 100 Persen, Amrain : Semua Sudah Masuk ke KPU

MTerkini.com, MANADO – Tahapan penghitungan suara di tingkatan PPK akhirnya selesai dilakukan dan semua data serta dokumen sudah berada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado.

Pleno PPK Pleno PPK

Salah satu komisione KPU yakni Amrain Razak membenarkan, akan pleno di tingkat Kecamatan sudah selesai 100 persen. “Pleno di tingkat kecamatan sudah selesai 100 persen, dan semuanya sudah masuk ke KPU Manado,” tandas Razak.

Lebih jauh dijelaskannya, tahapan pleno di KPU Manado akan digelar pada tanggal 24 Februari nanti. “Untuk tahapan pleno di KPU sesuai jadwal pada tanggal 24-26 Februari nanti,” tandasnya seraya menambahkan KPU akan menggelar Pilwako ini sesuai dengan aturan dan tahapan yang sudah ada.

Pleno PPK Pleno PPK

Dalam perhitungan scan formulir C1 yang masuk ke websitenya KPU sudah 100 %. Dari tiga pasang calon Walikota dan Wakil Walikota periode 2016-2021 yang mengikuti Pilkada Manado, paslon npmor 3, GS Vicky Lumentut – Mor Dominus Bastiaan (GSVL-MOR) akhirnya tetap menempati tempat teratas dengan memperoleh 66.913 suara atau 35,57%, diikuti paslon nomor urut 1 yang memperoleh 60.727 atau 32,28%, sedangkan paslon nomor urut 4 yakni Hanny Jost Pajow-Gregorius Tonny Rawung (HJP-Tora) memperolah 60.466 atau 32.16%.Untuk diketahui hasil pemindaian atau scan formulir C1 yang diupload di KPU.go.id untuk pemilihan Walikota Manado sudah mencapai 100% suara dari 811 TPS.(ald)