400 Lebih Tenaga Kerja Asal China Diduga tak Miliki Visa Kerja

PT Conch, James Karindamanadoterkini.com, BOLMONG – 400 lebih tenaga kerja asal Cina yang bekerja di Perusahan Semen PT Conch di Bolmong, diduga illegal, karena tidak memiliki visa kerja. Demikian diungkapkan Ketua Komis IV DPRD Sulut James Karinda SH MH, saat melakukan sidak bersama Dinas Tenaga Kerja dan Pengawas Tenaga Kerja di perusahan semen tersebut.

Menurut Karinda, PT Conch telah mempermainkan daerah Sulawesi Utara. ”PT Conch telah mempermainkan daerah kita karena mempekerjakan tenaga kerja asing dengan visa turis. Bahkan saat kami berkunjung dan mengecek di seputaran perusahaan, melarikan diri ke dalam hutan,”aku Karinda.

Lanjut politisi Demokrat ini, dengan bukti yang didapat Komisi 4, Gubernur Olly Dondokambey dapat menindak tegas PT Conch.

“Karena selain belum memiliki izin telah melanggar undang-undang ketenagakerjaan dan keimigrasian. Pekerja asing yang bekerja di sana sangat banyak tapi mereka melecehkan aturan di Indonesia. Dan pemerintah di daerah kita terkesan kondisi ini berlangsung terus,”jelas Karinda.(timredaksi)

manadoterkini.com, MANADO – Pembangunan pabrik semen milik PT Conch North Sulawesi Cement (CNSC) di Bolmong, tenyata tak sepenuhnya diterima masyarakat pada luas. Pasalnya, berprosesnya pembangunan pabrik semen tersebut membuat gusar masyarakat.

“Seharusnya, perusahaan semen itu sadar diri dan segera melaksanakan pengurusan izin dan selesaikan masalah ganti rugi dan alih fungsi lahan milik negara,” kata Presidium Masyarakat Peduli Investasi Bolaang Mongondow Firasat Mokodompit, Senin (27/3/2017).

Kekecewaan masyarakat lingkar pabrik yang kurang dilibatkan dalam pembahasan bersama PT CNSC, seperti dalam hearing bersama DPRD Sulut baru-baru ini ternyata menimbulkan kecurigaan.

Tidak heran ada isu berkembang kalau anggota DPRD yang turun lapangan mendapat hadiah dari PT Conch. Dugaan tersebut sempat menjadi bola liar untuk memuluskan pengoprasian pabrik tersebut.

Menurut Mokodompit, hearing tersebut justru hanya melahirkan dua ‘image negative’ yaitu pertama dugaan suap anggota DPRD Sulut dan ancaman memenjarakan Gubernur Sulut Olly Dondokambey.(timredaksi)

Soal Uang 100 Juta dari PT Conch, Tumiwa : Saya Tidak Tahu!

Boy Tumiwa, DPRD Sulut, Tambang Semen, PT Conch
Anggota DPRD Sulut Boy Tumiwa BSc SH

manadoterkini.com, SULUT – Sebelum dilakukan hearing antara PT Coanch Cement Nort Sulawesi dengan instansi terkait, beradar kabar dalam kunjungan lapangan di Desa Solog, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Komisi III DPRD Sulut, diduga menerima “hadiah” dari persuhan tambang semen tersebut.

Bahkan isu yang berkembang diduga sudah ada main mata antara perusahan tamban semen itu dengan Komisi III DPRD Sulut, dengan menerima hadiah uang Rp 100 juta masing-masing personil.

Mendengar isu tak sedap tersebut, personil Komisi III DPRD Sulut dari Fraksi PDIP Boy Tumiwa BSc SH, membantahnya kepada wartawan, Senin (27/3/2017).

“Saya ikut dalam rombongan untuk kunjungan kerja ke PT.Conch Cement North Sulawesi tapi tidak benar bila kami menerima uang seperti yang diisukan tersebut. Bahkan saya tidak pernah tahu dengan uang tersebut,” tegas Boy Tumiwa.(jef)

Astaga… PT Conch Ancam Pidanakan Gubernur Sulut?

Sulut
Anggota DPRD Sulut melakukan hearing PT PT Conch Cement North Sulawesi

manadoterkini.com, SULUT – Ada hal menarik ketika PT. Conch Cement North Sulawesi dipanggil hearing oleh Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dihadiri juga oleh Dinas-dinas terkait seperti Kepala Dinas (Kadis) ESDM, Kadis Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu, Kadis Tenaga Kerja, Kabid Laut dinas Tenaga Kerja.

Lewat Kuasa hukum PT Conch Cement North Sulawesi Sultan Udin Musa mengatakan “Kelihatannya ada pihak-pihak yang ingin menghalangi sehingga PT Conch Cement North Sulawesi belum bisa berproduksi. Kita harus tahu ini adalah program strategis dari pemerintah pusat. Jadi apabila ada yang menghalangi ada ancaman pidana. Tidak terkecuali bapak Gubernur,” pungkas Udin Musa.

Dalam hearing juga kali ini Komisi III DPRD Sulut yang hadir terkesan memberikan perlakuan khusus untuk PT Conch, terlihat jelas saat eksekutif terus dicecar dengan begitu banyak pertanyaan terkait kendala-kendala yang mengakibatkan perijinan PT Conch belum rampung hingga saat ini.

Dan Intinya dalam hearing kali ini pihak Eksekutif dianggap sangat menghambat investasi yang nilainya Triliun rupiah ini. (Jef)

Investasi Hingga 10 Triliun, Amir Liputo Dukung PT Conch Beroprasi

Amir Liputomanadoterkini.com, SULUT – Hasil kunjungan lapangan Komisi 3 DPRD Sulut ke ke pabrik semen PT CONCH North Sulawesi di Desa Solok, Kabupaten Bolmong beberapa waktu lalu mendapati Investasi PT CONCH menelan anggaran 8 hingga 10 Trilliun Rupiah. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Sulut Amir Liputo kepada wartawan.

“Kami menghitung investasi sekitar 8 Trilliun dan mungkin akan menghabiskan hingga 10 Trilliun ketika berproduksi hingga pengembangan. Sepenuhnya kami mendukung melihat multi effek, yakni pabrik semen ini pertama di Indonesia timur untuk pabrik semen besar. Perusahaan memiliki reputasi baik dan telah memiliki pabrik di Kalimantan Selatan,” jelas Amir Liputo usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan manajemen PT CONCH menghadirkan Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Happy Korah, Dinas Perhubungan serta pejabat lainnya.

Lanjut Amir Liputo, penyerapan tenaga kerja PT CONCH hingga 1200 orang akan menekan angka pengangguran di Sulawesi Utara bahkan gaji karyawan diatas UMP, sangat bermanfaat bagi masyarakat dan akan berdampak pada peningkatan ekonomi.

“DPRD berharap sesuai visi misi Gubernur mendukung investasi, kendala yang dialami dicarikan jalan keluar. Meskipun soal perizinan tidak serta-merta keluar karena harus sesuai prosedur, namun semangat keterbukaan diiringi kecepatan dan kemudahan pengurusan perizinan akan menarik lebih banyak investor masuk ke Sulawesi Utara,” terang Amir Liputo sambil berharap pabrik semen tersebut dapat beroperasi pada September 2017 sesuai harapan dari pemilik.(timredaksi)

Pabrik Semen PT CONCH Siap Bangun Jalan Tol dan Hotel

PT Corm
Owner PT CONCH, Jen Go Hoa (Tengah) didampingi Anggota DPRD Sulut Amir Liputo

manadoterkini.com, SULUT – Investor Penanaman Modal Asing (PMA) asal Tiongkok yakni PT CONCH North Sulawesi, berkomitmen meningkatkan perekonomian Sulawesi Utara. Bahkan kedepan pihaknya akan melirik berinvestasi di bidang tenaga listrik, perhotelan bahkan pembangunan jalan tol, jika telah menghasilkan semen berkualitas.

“CONCH adalah pabrik semen termoderen dengan mutu terbaik di dunia. Kami akan mempekerjakan lebih dari 10.000 tenaga kerja yang sebagian besar tenaga kerja lokal terutama warga sekitar pabrik. Kedepan mungkin kami bisa membangun jalan tol karena telah memiliki bahan baku semen,” jelas Jen Go Hoa kepada wartawan usai melakukan hearing melalui perantara.

Hanya saja hingga kini PT Conch masih terkendala perizinan yang belum tuntas sehingga menjadi penghambat pembangunan dan pengoprasian untuk memproduksi semen di Desa Solok, Kabupaten Bolmong.

Dalam Rapat Dengar Pendapat baru-baru ini bersama Pemprov Sulut yakni Dinas ESDM, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Perhubungan, yang difasilitasi Komisi III DPRD Sulut, sekaligus meminta dukungan masyarakat pada umumnya.

Owner PT CONCH, Jen Go Hoa menuturkan pihaknya akan mendapat dukungan seluruh komponen pemerintahan dan masyarakat Sulawesi Utara.

“Sebenanrnya tujuan kami datang kesini untuk mendapatkan dukungan DPRD. kendala izin pelabuhan belum keluar karena IUP (Ijin Usaha Pertambangan) belum diperoleh,” ujar Jen Go Hoa melalui penerjemah.(timredaksi)