Polres Bitung Endapkan Kasus Korupsi?

garda tipikor
Refly Ombong – Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) Bitung

manadoterkini.com, BITUNG – Saat ini Polres Bitung tengah mengusut sejumlah kasus dugaan korupsi. Akan tetapi, penanganan terkesan lamban karena sampai detik ini belum ada perkembangan berarti. Alhasil, muncul penilaian institusi tersebut sengaja mengendapkan penanganan kasus.

“Tidak berlebihan kalau Polres Bitung dianggap mengendapkan penanganan kasus korupsi. Buktinya sampai sekarang tidak ada kejelasan soal perkembangan beberapa kasus”, tukas Refly Ombong selaku Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) Bitung, Rabu (15/06)‎.

Dia pun mencontohkan beberapa kasus yang perkembangannya tidak jelas. Selain dugaan korupsi pengadaan sawmill di Terminal Kayu Sagerat, terkini ada kasus pengadaan dua buah kapal penangkap ikan di Dinas Kelautan dan Perikanan Bitung.

“Malah untuk pengadaan sawmill sudah sangat lama. Bayangkan diusut dari tahun 2012 lalu, sampai sekarang belum selesai”, ketusnya.

Refly sendiri punya saran kepada Polres Bitung. Menurut dia, kalau memang kesulitan membongkar kasus, ada baiknya institusi itu meminta supervisi dari Polda Sulut.

“Malah kalau perlu, biar Polda Sulut ambil alih penanganannya. Di sana penyidiknya lebih banyak, jadi bisa lebih leluasa menangani kasus”, tuturnya seraya menambahkan, GTI akan terus memonitor penanganan kasus korupsi di Polres Bitung.

Sayangnya terkait hal ini, pihak yang berkompeten di Polres Bitung belum bisa dimintai tanggapan. Upaya konfirmasi yang ditujukan ke Kasat Reskrim AKP Coustantein Samuri, tak membuahkan hasil. Ponselnya tidak aktif saat dihubungi semalam,‎
Hanya saja sebelumnya Samuri pernah menyampaikan komitmennya. Ia menjamin pihaknya profesional mengusut kasus dugaan korupsi.

“Kita sangat serius menangani kasus korupsi. Cuma memang penanganan membutuhkan waktu lama karena kasus seperti ini tidak mudah” ucapnya beberapa waktu lalu. (Redaksi)‎

GTI Kota Bitung Desak Penegak Hukum Telusuri IPAL Biogas

reflymanadoterkini.com, BITUNG – Bangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biogas tahu yang terletak di Kelurahan Girian Bawah RT 01/RW 02 Kecamatan Girian rupanya menjadi perhatian Garda Tipikor Indonesia (GTI) Kota Bitung.‎

Menurut Ketua DPC GTI Kota Bitung, Refly Ombong “bangunan tahun 2012 itu menarik untuk diusut, karena semenjak dibangun tak pernah difungsikan kendati sudah dua kali dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah (Pemkot) Bitung. ‎Penegak hukum harus segera menelusuri IPAL Biogas tahu Girian Bawah ini, karena telah menelan ratusan juta anggaran pemerintah, tapi tak berfungsi,” kata Refly, Jumat (27/5/2016).‎

Dari data lanjut Refly, “IPAL Biogas tahu Girian Bawah bukanlah hal yang baru bagi penegak hukum di Kota Bitung, terutama jajaran Polres. Mengingat sekitar tahun 2013 lalu, masalah pembangunan IPAL pernah ditangani dengan memanggil pihak Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemkot Bitung dan sejumlah orang yang dianggap mengetahui proses pembangunan itu”, ‎

Lanjutnya Juga, “Kami (Garda Tipidkor red) berharap pihak Polres bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kota Bitung kembali mengusut IPAL Biogas itu hingga tuntas, mengingat hingga kini tak kunjung difungsikan karena sudah rusak.

Pihaknya Juga ‎siap membantu aparat penegak hukum untuk mengusut IPAL Biogas itu, serta sejumlah fasilitas pemerintah yang dibangun tapi tak bisa difungsikan hingga kini.

“Kami selalu mensuport penegak hukum mengusut bangunan IPAL Biogas tahu Girian Bawah dan akan mengawalnya” tandasnya.(ref)