Ribuan Umat Muslim di Bolmong Sambut Kedatangan Gubernur Olly

manadoterkini.com, SULUT – Ribuan umat muslim di Kabupaten Bolaang Mongondow dari berbagai elemen penuh antusias menghadiri tasyakuran empat tahun kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven O.E. Kandowu yang digelar di lapangan depan kantor Bupati Bolmong, Sabtu (22/2/2020).

SULUT HebatSebelum dimulainya tasyakuran yang dirangkaikan dengan peringatan lsra Miraj Nabi Muhammad SAW 1441 H 2020 M dan Harla Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) ke-39 ini, semua area mulai dari pintu masuk hingga ke dalam tenda yang disiapkan panitia, penuh sesak dengan umat muslim yang menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam acara nampak hadir, jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dan para pejabat di lingkup Pemprov Sulut dan Pemkab Bolmong.Bolmong

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly mengaku bersyukur kepada Tuhan karena bisa bertemu dengan umat muslim Bolmong. “Tentunya kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT karena sudah menghantar kita di tempat ini,” ucap Olly.

Ia mengatakan Sulut merupakan daerah yang dibangun di atas kemajemukan, dengan stabilitas keamanan yang terkendali. “Harmonisasi kehidupan masyarakat di tengah-tengah pluralitas tengah memposisikan Sulut sebagai daerah teraman di Indonesia yang dilandasi dengan hidup rukun dan damai di tengah perbedaan,” sambungnya.SULUT Hebat

Olly menuturkan, kehadirannya di Bolmong bersama jajaran Pemprov Sulut sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. “Tugas pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Saya kira ini hal yang sangat baik bagi kita bagaimana komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah sehingga terjalin hubungan yang baik , kalau hubungan itu baik berjalan terus seluruh pembangunan di Sulut pasti sukses,” ungkap Olly.

Sementara itu, Bupati Yasti mengapresiasi kemajuan Sulut selama 4 tahun di bawah kepemimpinan ODSK dengan jargon Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan dalam menurunkan angka kemiskinan di Sulut.

“Jadi kalau angka kemiskinan disesuaikan dengan jargon itu untuk 5 tahun lagi maka bisa dipastikan tak akan ada lagi orang miskin di Sulut. Kuncinya kepemimpinan ODSK harus dilanjutkan lagi,” kata Yasti.sulut hebat

Lanjut Yasti, pembangunan infrastruktur di Bolmong juga selalu diperhatikan Gubernur Olly. Angggaran waduk yang sebelumnya hanya mendapat dana Rp 800 milliar, kini bertambah naik drastis jadi Rp 1,9 triliun.

“Tak hanya itu, pertumbuhan ekonomi Sulut pun berangsur bahkan di atas rata-rata tingkat pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5 persen. Jadi Kalau OD-SK lanjutkan kepemimpinan 5 tahun lagi, maka panjang landasan pacu Bandara Loloda Mokoagow dari 1800 meter bakal menjadi 3000 meter,” tandas Yasti.SUkut Hebat

Diketahui, dalam kunker ke Bolmong, Gubernur Olly memberikan sejumlah bantuan dari Pemprov Sulut bagi masyarakat Bolmong, diantaranya beras 20.020 kilogram, hibah uang Rp. 750 juta untuk LPTQ, hibah uang untuk DMI Sulut, penerangan jalan tenaga surya (40 titik) senilai Rp. 1 miliar, 1 unit bangunan pengolahan kelapa dan pompa air, bibit tanaman, pupuk dan berbagai bantuan lainnya.

‌Selain itu, Gubernur Olly bersama rombongan mengikuti sejumlah agenda lainnya di Bolmong, diantaranya HUT Jemaat GMIM Betlehem Durian Wilayah Sinonsayang, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Konsistori GMIBM Siloam Nonapan, mengunjungi Jemaat GMIBM Imanuel Nonapan, penutupan Kegiatan Remaja Bermazmur GMIBM dan peletakan Batu Pertama Gereja GMIBM Nazareth Desa Ambang Dua.SULUT Hebat

Kemudian, HUT GMIBM Wilayah Bolaang ke-15, Peresmian Menara Gereja GMIBM Hermon Baturapa, acara Tulude di GMIBM Eben Heazer Labuan Uki, Peletakan Batu Pertama Pastori GMIBM Trinitas, Inobonto dan peletakan batu pertama pembangunan Konsistori GMIBM Sion Langagon.

“Sudah menjadi tanggung jawab pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Saya kira hal-hal seperti ini menjadi berkat bagi kita dalam rangka melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita dalam membangun sarana dan prasarana rumah ibadah,” kata Olly saat menghadiri agenda pembangunan rumah ibadah di Bolmong.

Sulut hebat

“Karena kalau masyarakat sejahtera, jemaat sejahtera pasti gereja lebih sejahtera. Tidak setiap saat kita mendapatkan kesempatan membangun sarana prasarana rumah ibadah,” kuncinya. (Adv/Rizath)

4 Tahun Kepemimpinan OD-SK, Olly: Sulut Hebat Karena Tuhan

Sulutmanadoterkini.com, SULUT – Gubernur Olly Dondokambey SE mengatakan bahwa Sulawesi Utara (Sulut) telah banyak menghadirkan beragam torehan prestasi dan keberhasilan dan menjadi hebat karena Tuhan.

Hal itu disampaikan Olly saat memperingati HUT Ke-4 kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven Kandouw (OD-SK) di Ruang Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Rabu (13/2/2020).

Meski di tengah kesuksesan, Olly mengakui banyak pekerjaan besar yang harus diselesaikan dan dilanjutkan.

“Kepemimpinan dapat berhasil karena ada persatuan dan kebersamaan,” kata Olly Dondokambey didampingi Steven Kandouw.

Kunci sukses yang dicapai OD-SK, lanjut Olly bukan karena kuat dan kemampuan semata. Melainkan karena ada penyertaan Tuhan.

“Takut akan Tuhan adalah kuncinya. Capaian selama 4 tahun, karena torang membangun bersama. Persatuan akan membawa kemenangan, pemerintahan OD-SK juga seperti itu,” tegas Olly.

Olly juga mengatakan kalau Sulut Hebat, itu karena kasih Tuhan, kita diluputkan dari bencana, investasi yang datang ke Sulut terus mengalir dan pemerintahan berjalan mulus, itu juga karena Tuhan.

“Kita perlu lima tahun lagi untuk menyelesaian tugas yang lebih baik,” tutur Olly. (Rizath)

Tiga Tahun Kepemimpinan OD-SK, Ini Kata Eddyson Masengi

manado
Drs Eddyson Masengi MM

manadoterkini.com, SULUT – Tiga tahun sudah roda pemerintahan Sulawesi Utara (Sulut) dinahkodai pasangan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK). Berbagai kebijakan dan prestasi telah dicapai dua figur ini.

Terkait hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sulut Drs Eddyson M Masengi MM kepada manadoterkini.com mengatakan, sebagai Anggota DPRD dan sebagai mitra dari pemerintah tentunya mengucapkan banyak selamat dan sukses kepada Gubernur Sulut, Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Sulut, Steven OE Kandouw.

“Setelah Tiga tahun memimpin Sulut, berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Dari segi penyelenggaraan pemerintahan lanjut Masengi, sebagai mitra, telah tercipta suatu kerjasama yang baik dalam arti yang positif, selama ini agenda-agenda DPRD berjalan dengan baik, salah satu indikator bahwa hampir semua paripurna dihadiri oleh Pak Gubernur dan Wagub.

“Menurut pengamatan kami sebagai mitra ada kepedulian dari gubernur, dan Wagub,” ujar Politisi Partai Golkar ini.

Lanjutnya, terkait kewenangan gubernur dalam aspek pemerintahan sebagai kepala pemerintahan, sesuai visi. “Walaupun target-targetnya belum secara keseluruhan dicapai, masih ada sana sini yang perlu dibenahi. Ini tentunya melibatkan semua stakeholder. Saya menilai seperti itu, dan sesuai dengan program kewenangan gubernur terkait dengan hal-hal dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perlu ada peningkatan lagi,” tukasnya.

Dan, pelaksanaan fungsi gubernur sebagai koordinator dengan instansi vertikal yang ada di daerah, termasuk Forkompimda. Selama ini menurut Masengi sudah berjalan dengan baik dan terkoordinasi.

“Yang perlu juga mungkin bagaimana fungsi gubernur sebagai kepala daerah terkait program-program pemerintah pusat yang ada di daerah. Seperti Balai Jalan, Balai Sungai. Yang ini saya memesan khusus, karena kita melihat sendiri, program ke depan jalan tol belum selesai, masih ada keluhan-keluhan masyarakat terkait bencana alam, saya berharap dengan kewenangan yang ada terhadap Gubernur sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, Balai Jalan dan Balai Sungai ini betul-betul taat,” ujar Putra Tompasobaru ini.

Tambah Masengi, fungsi gubernur sebagai kepala daerah mewakili pemerintah pusat di daerah terhadap kabupten/kota.

“Kita meyadari bahwa dengan penyelenggaraan otonomi daerah dan sistem pemerintahan, maka akan terjadi gubernur itu berbeda partai dengan bupati/walikota yang ada di wilayah di Sulut. Dan ini merupakan satu realita yang tidak bisa dipungkiri karena sistem yang kita lakukan. Namun menurut hemat saya, ini perlu ditingkatkan, karena saya melihat dalam rapat-rapat ditingkat provinsi, masih ada saja walikota/bupati yang tidak hadir. Ini merupakan satu catatan. Kenapa, Kalau kita berbicara sistem perencanaan pelaksanaan program pembangunan, maka itu urutan-urutannya jelas, benang merahnya harus jelas, kebijakan pemerintah pusat, kebijakan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus bersinergi sehingga pemerintahan bisa berjalan dengan baik,” tandasnya.(dav)

Beri Bantuan Pembangkit Listrik Untuk Sulut, OD-SK Apresiasi Perhatian Jokowi

sulut hebat
Presiden RI Joko Widodo

Visi-Misi Nawacita yang dihadirkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) akhirnya membuahkan hasil di Sulawesi Utara, tak tanggung-tanggung pembangunan infrastruktur bernilai triliunan rupiah dikucurkan untuk pemerataan pembangunan.

Terakhir, Senin (21/1/2019) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi skala 500 KW yang beroperasi di Lahendong diberikan guna membantu permasalahan listrik di Sulut. Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi skala 500 KW merupakan kerjasama Pemerintah Indonesia dan Jerman.

Bantuan tersebut diserahkahkan langsung oleh Duta Besar Jerman untuk Indonesia Peter Schoof kepada Presiden Joko Widodo yang diwakili Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir.

Sulut hebat

Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang hadir langsung saat penyerahan bantuan mengapresiasi kerja sama tersebut. Bantuan dari Pemerintah Jerman berupa Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Binary Cycle 500 KW di Lahendong merupakan salah satu bentuk kepedulian Presiden Jokowi kepada masyarakat Sulut, katanya.

“Kami mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah Jerman dan Pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Pak Jokowi atas seluruh yang apa kita terima saat ini,” kata Olly.

Lanjut Olly, bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat Jokowi-JK kepada masyarakat Sulut. Untuk itu, Olly mengapresiasi kinerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla atas pesatnya pembangunan infrastruktur di Sulut.

Sulut hebat

“Saya juga berterimakasih kepada Pak Jokowi dan Pak Jusuf kalla. Ini bukan kampanye. Ini kenyataan di lapangan,” tandas Olly.

Harapan kami, Pemerintah Jerman terus bekerjasama dengan Kemenristekdikti dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) terkait penggunaan teknologi geotermal yang terbaik di sini, sehingga masyarakat bisa merasakannya,” imbuh Olly.

Terbukti juga, di tahun 2018, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut mampu mengukir berbagai capaian pembangunan, antara lain: Pertumbuhan Ekonomi pada Triwulan ke-III berada pada angka 5,66 persen. Lebih tinggi dari capaian nasional 5,17 persen.

sulut hebat

Selain itu, angka kemiskinan dapat ditekan dan berada pada posisi 7,59 persen dari sebelumnya 8,98 persen, angka pengangguran juga mampu ditekan hingga 6,86 persen, dari sebelumnya 7,18 persen pada tahun 2017.

Begitu juga di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisawatan mancanegara selang bulan Januari hingga Desember 2018 telah melampaui angka 110.000 sedangkan untuk wisatawan domestik mencapai 2,6 juta, jelas Olly.

Karenanya, untuk meningkatkan terus kemajuan pembangunan ini, Olly Dondokambey mengajak semua pihak untuk selalu mendukung pelaksanaan program pembangunan Sulut pada tahun 2019 ini. Selain itu, Olly pun terus memacu sejumlah pembangunan proyek infrastruktur di Sulut.

Sulut hebat

Sebelumnya, Menristekdikti M Nasir mengatakan pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan hingga mencapai 23 persen tahun 2025. Sampai tahun ini porsi penggunaan energi terbarukan di Indonesia baru berkisar delapan persen hingga sembilan persen.

“Dari geotermal sendiri baru berkontribusi empat persen dari sembilan persen renewable energy. Jadi potensinya masih sangat tinggi,” ujar Nasir.

Tambah Menristekdikti, target penggunaan energi terbarukan 23 persen pada 2025 salah satunya bisa dicapai melalui pengembangan energi panas bumi atau geotermal karena Indonesia memiliki potensi panas bumi yang bisa diolah menjadi listrik dengan kapasitas 28 ribu MW hingga 29 ribu MW.

sulut hebat

Sebelumnya Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ir. Rida Mulyana, M.Sc mengatakan pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan energi yang adil, yang bertujuan untuk memberikan akses yang sama terhadap energi bagi semua orang Indonesia, melalui pengembangan infrastruktur energi dan mengoptimalkan potensi sumber energi lokal dengan ketersediaan terjamin, aksesibilitas, keterjangkauan dan keberlanjutan. Untuk mewujudkannya, Pemerintah melakukan upaya terbaik, diantara nya meningkatkan rasio elektrifikasi menjadi 99,9% pada 2019 dan memaksimalkan pemanfaatan energi terbarukan untuk menjamin keberlanjutan dan keterjangkauan energi.

Selama periode 2010 hingga 2018, rasio elektrifikasi meningkat dari 67,2% menjadi 98,05%. Namun bauran energi utama untuk pembangkit listrik masih didominasi oleh energi fosil, dengan batubara sebesar 58,64%, gas 22,48%, minyak 6,18%, dan energi terbarukan sekitar 12,71%. Untuk mendorong pemanfaatan energi terbarukan, Pemerintah melalui Kebijakan Energi Nasional telah menargetkan untuk meningkatkan peran energi terbarukan sebesar 23% dalam ba uran energi nasional pada tahun 2025. Untuk mencapai target ini, sekitar 45 GW listrik akan dipasok oleh energi terbarukan pada 2025.

 

(Advetorial-Rizath Polii)

Jadi Tuan Rumah, Olly Dondokambey Dukung Penuh Forum Mitigasi Bencana Perubahan Iklim

Sulut hebat

GUBERNUR SULAWESI UTARA, Olly Dondokambey, SE sebagai pemimpin atas Provinsi dengan 287 pulau mendukung penuh terlaksananya The Archipelagic and Island States Forum (AIS) di Manado.

Olly menilai agenda yang diikuti delegasi dari 20 Negara Kepulauan itu mampu meningkatkan kapasitas dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim.

Olly menuturkan, Sulut sebagai bagian integral dan salah satu daerah kepulauan di Indonesia, Sulut menyambut gembira pelaksanaan kegiatan dalam rangka kerja sama pembangunan Negara Kepulauan dan Negara Pulau ini.

sulut hebat

“Forum ini menjadi katalisator bagi pembentukan kerjasama antar Negara Kepulauan dan Negara Pulau dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman, menyesuaikan diri dan meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim,” kata Olly pada pembukaan AIS di Grand Kawanua Convention Center Manado, (1/11/2018).

Olly juga berharap melalui AIS Forum dapat memberikan informasi penting bagi seluruh masyarakat Sulut tentang mitigasi perubahan iklim.

“Kegiatan ini akan mengingatkan seluruh masyarakat untuk lebih peduli menjaga lingkungan,” ucap Olly.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mewakili Presiden Joko Widodo, menyaksikan penandatanganan kesepakatan Deklarasi Manado, oleh para pemimpin dan perwakilan yang tergabung dalam The Archipelagic and Island States Forum.

sulut hebat

“Forum ini bisa menjadi ajang berbagi pengetahuan, mencari solusi cerdas dan kreatif, diperbesar dan diperbanyak untuk digunakan oleh pihak-pihak yang membutuhkan. Saya berharap forum ini bisa mendorong keterlibatan bisnis dan solusi keuangan inovatif untuk mendanai proyek perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan”, ujar Menko Luhut.

Kesepakatan bersejarah oleh Forum yang beranggotakan negara-negara pulau dan kepulauan yang kebanyakan berada di kawasan Asia-Pasifik ini antara lain berisi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ekonomi biru, pemanfaatan laut berkelanjutan yaitu pemanfaatan sumber daya laut dan serta mekanisme pembiayaan inovatif pada tindakan iklim.

Forum AIS diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama dengan dengan United Nations Development Program (UNDP). AIS merupakan platform bagi pemerintahan negara-negara anggota untuk terlibat dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan – sektor swasta, masyarakat sipil, dan akademisi, tentang inisiatif perubahan iklim bertema dan perlindungan laut.

sulut hebat

Menko Luhut mengatakan negara pulau dan kepulauan memiliki sifat-sifat optimis, adaptif dan inovatif dalam menyelesaikan berbagai masalah dengan pendekatan yang paling hemat biaya. Sejarah dan budaya mengajarkan bagaimana negara-negara pulau dan kepulauan menyelesaikan masalah mereka.

“Kita harus menjadi Moana, seorang anak perempuan yang memiliki semangat inovatif, dan selalu optimis dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya,” kata Menko Luhut.

Moana adalah film animasi yang menggambarkan petualangan seorang gadis cilik Polinesia dalam mencari jati dirinya.

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia mengambil peran untuk memimpin dan membentuk mekanisme pembiayaan baru untuk mendukung inisiatif perubahan iklim dan proyek-proyek pembangunan di negara-negara anggota Forum.

sulut hebat

Di bawah Deklarasi Manado, anggota AIS setuju untuk memperkuat komitmen kerjasama dalam mitigasi perubahan iklim, manajemen bencana. Bekerjasama dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi, sampah plastik di laut, tata kelola maritim, mendorong pengembangan tata kelola kelautan.

Country Director UNDP untuk Indonesia, Christophe Bahuet mengatakan bahwa Forum AIS memberikan kontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan berkomitmen untuk membantu agar negara-negara pulau dan kepulauan yang rentan tidak luput dari SDG’s.

“Forum AIS inisiatif akan fokus pada solusi pengembangan praktis dan akan membuka peluang baru bagi negara pulau dan kepulauan kecil yang rentan terhadap perubahan iklim untuk menemukan cara inovatif dalam melindungi sumber daya laut sambil meningkatkan pendapatan mereka,” kata Bahuet menambahkan.

“Pembiayaan inovatif adalah dimensi penting dari inisiatif dan UNDP Indonesia yang akan membantu para anggotan mengakses mekanisme baru seperti keuangan campuran, keuangan Syariah, dan obligasi hijau, untuk proyek-proyek di bawah Forum AIS ” kata Mr. Bahuet.

Sulut hebat

Dengan naiknya permukaan laut akibat pemanasan global, negara-negara pulau dan kepulauan, khususnya yang kecil, merupakan wilayah yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Delegasi dari 20 negara termasuk Kuba, Pulau Comoro, Siprus, Fiji, Guinea Bissau, Indonesia, Jamaika, Madagaskar, Selandia Baru, Papua New Guinea, Saint Kitts dan Nevis, Sri Lanka, Seychelles, Singapura, Kepulauan Solomon, Suriname, Timor Leste dan Inggris menghadiri Forum Menteri AIS.

Pembukaan AIS Forum turut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim Kemenko Maritim RI Purbaya Yudhi Sadewa, para delegasi AIS Forum dan pejabat di Lingkup Pemprov Sulut. (*/Rizath)

Kerja OD-SK, Ekonomi dan Pembangunan Sulut Jadi Hebat (1)

Sulut

MENAPAKI dua tahun setengah masa kepemimpinan Olly Dondokambey SE dan Drs. Steven Kandouw [OD-SK] sebagai Gubernur Sulut dan Wakil Gubernur Sulut dalam memperjuangkan amanat rakyat, di tengah HUT Ke-54 Provinsi Sulawesi Utara pengabdian dengan ketulusan dan keikhlasan ditunjukkan OD-SK demi mempersembahkan kinerja terbaik kepada Rakyat Sulawesi Utara menjadikan Provinsi yang dikenal dengan Nyiur Melambai ini menjadi hebat.

Sulut

Dimasa awal kepemimpinan OD-SK pada tahun 2016, Pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw mencetus program yang brilian dan strategis yang dikenal dengan ODSK (Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan) sebagai instrument Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2016 – 2021, untuk menangani secara serius masyarakat miskin di Sulut yang pada waktu itu cukup tinggi.

Sulut

Berbagai kerja keras Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam membangun Sulut lewat program ODSK pun mendapat apresiasi baik dari kalangan masyarakat maupun pemerintah pusat.

Lewat visi “Terwujudnya Sulawesi Utara Yang Berdikari Dalam Ekonomi, Berdaulat Dalam Politik Serta Berkepribadian dalam Budaya, Olly Dondokambey dan Steven Kandouw mulai membangun Sulut menjadi lebih hebat.

Sulut

Dengan misi mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumberdaya kemaritiman, serta mendorong sektor industri dan jasa; Memantapkan pembangunan sumberdaya manusia yang berkepribadian dan berdaya saing; Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai destinasi investasi dan pariwisata yang berdaya saing; Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri; Memantapkan pembangunan insfrastuktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan; Mewujudkan Sulawesi Utara sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur; Mewujudkan Sulawesi Utara yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik tersebut menjadikan “Sulut Hebat” bukan hanya mimpi.

Dibidang Pembangunan:
Melalui program pengentasan kemiskinan “Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan” (ODSK), Provinsi Sulut pemerintah pusat melirik Sulut dengan penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik 2018 yang diberikan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menpan RB Syafruddin dan diterima oleh Asisten Administrasi Umum Praseno Hadi, di hotel Shangrila Surabaya, Rabu (19/9/2018).

Sulut

Bukan tanpa alasan ide brilian Olly-Steven lewat program ODSK mendapat apresiasi. Dalam sambutannya Menpan RB mengatakan, pemerintah mendorong inovasi-inovasi yang bersifat lokal dan instansional, tetapi potensial untuk diterapkan secara nasional diangkat dan dijadikan program nasional. Selain itu, pembentukan Mal Pelayanan Publik (MPP) di daerah  harus diteruskan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik di tanah air.

Dari Top 99 inovasi 2018, banyak juga bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam berusaha, sejalan dengan upaya mempercepat pembangunan nasional. Kuatnya pilar perekonomian daerah bertumpu pada dua hal, yaitu masuknya investasi ke Indonesia dan iklim perekonomian yang sehat. Keduanya bertopang pada penyelenggaraan kemudahan investasi dan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB).

Sulut

Program ODSK berhasil mendapat penghargaan dari pemerintah pusat karena Pemprov sulut dianggap berhasil melakukan inovasi publik dengan melaksanakan program pengentasan kemiskinan, dalam kurun waktu 2 tahun angka kemiskinan Sulut berhasil turun secara signifikan.

Dimana pada tahun 2016 berada di angka 8,34 dan pada tahun 2018 7,8 persen. Keberhasilan program ODSK ini telah dipaparkan langsung oleh Sekrprov Edwin Silangen kepada tim penilai 99 Inovasi Publik tahun 2018.

Sulut

Tersedianya Perda tentang APBD Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2018 (Peraturan Gubernur Nomor 6 Tahun 2017), Peraturan Gubernur Nomor 80 Tahun 2017 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2018 secara tepat waktu. Penerapan Transaksi non tunai berdasarkan Instruksi Gubernur Nomor:900/2950.1/Sekr.BPKADB, dalam rangka peningkatan efektif dan efisien belanja daerah, guna mewujudkan tertib administrasi pengelolaan kas, peningkatan pengendalian internal pengelolaan kas, menghasilkan posisi kas harian secara real time.

SUlut

 Penambahan Unit Pelayanan SAMSAT Pembantu, SAMSAT Corner, SAMSAT Keliling, dan SAMSAT Drive-through; Peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan melalui pengembangan system pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui aplikasi E-SAMSAT dan program SEE SAMRAT yang digunakan untuk penulusuran dan penagihan tunggakan pajak kendaraan bermotor.

 (Advetorial/Rizath)

Sulut

Hebat! OD-SK Kembali Bawa Pemprov Sulut Raih WTP

manadoterkini.com, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E. Kandouw (OD-SK) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas laporan keuangan Pemprov Sulut 2017 dan implementasi rencana aksi yang telah dilaksanakan.

wtp

Laporan hasil pemeriksaan tersebut diserahkan langsung oleh Anggota VI BPK RI, Harry Azhar Azis kepada Gubernur Olly disaksikan Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw dan Wagub Kandouw pada rapat paripurna istimewa di Kantor DPRD Sulut di Manado, Selasa (5/6/2018) pagi.

Harry mengungkapkan bahwa pencapaian opini WTP untuk keempat kalinya secara berturut-turut oleh Pemprov Sulut tersebut juga diikuti dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Sulut.

IMG-20180605-WA0020

“Tujuan akhir WTP adalah meningkatnya kemakmuran rakyat. Seperti di Sulut, perekonomian tumbuh sebesar 6,68 persen, jumlah penduduk miskin turun menjadi 8,10 persen dan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) mencapai 71,05. Semuanya ini di atas rata-rata nasional,” katanya.

Lanjut Harry, berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh BPK, dapat disimpulkan bahwa penyusunan LKPD Pemprov Sulut tahun 2017 telah sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah berbasis akrual, telah diungkapkan secara memadai, dan tidak terdapat ketidakpatuhan yang berpengaruh langsung dan material.

manado

Selain itu Pemprov Sulut telah menyusun dan merancang unsur-unsur Sistem Pengendalian Intern yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan.

Menurut dia, prestasi ini menjadi momentum untuk lebih mendorong terciptanya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah sehingga akan menjadi kebanggaan bersama yang patut dipertahankan oleh seluruh jajaran Pemprov Sulut.

manado

Kendati demikian, meskipun telah memberikan opini WTP, BPK tetap memberikan catatan tentang laporan keuangan ataupun kemungkinan timbulnya ketidakakuratan pelaksanaan kegiatannya yang harus diselesaikan dalam tenggat waktu 60 hari.

Di tempat yang sama, Gubernur Olly menyampaikan terima kasih kepada BPK RI atas hasil pemeriksaan LKPD Pemprov Sulut. “Secara khusus, saya ucapkan terima kasih dan berikan apresiasi kepada BPK RI. Tentunya hasil yang diberikan akan mendorong manajemen pengelolaan keuangan daerah yang semakin transparan, akuntabel, efektif dan efisien, dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

FB_IMG_1528176276572

Menurut Olly, sejak kehadiran Perwakilan BPK RI di Sulut telah menghasilkan banyak terobosan cerdas dan progresif yang dilakukan untuk memberikan asistensi bagi manajemen pengelolaan keuangan daerah secara lebih baik, lebih bermakna dan lebih berwawasan hukum.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara tidak pernah berhenti melakukan perubahan dan perbaikan terhadap dimensi-dimensi manajemen keuangan daerah, utamanya untuk meraih opini WTP, sebagai salah satu indikator keberhasilan proses pembangunan yang dijalankan,” paparnya.

manado

Lebih jauh, Gubernur Olly mengatakan akan menindaklanjuti setiap rekomendasi BPK atas hasil pemeriksaan LKPD Pemprov Sulut. “Hal ini pasti akan menjadi fokus perhatian kami, serta akan ditindaklanjuti sebagaimana ketentuan yang ada demi kemajuan bersama,” imbuhnya.

Adapun penyerahan opini WTP turut dihadiri jajaran Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD Sulut, Kepala BPK RI Perwakilan Sulut Tangga Muliaman Purba, Sekdaprov Edwin Silangen, SE, MS dan para pejabat Pemprov Sulut. (*/Rizath)

APBD Sulut 2018 Ditetapkan Sebagai Perda

APBD Sulut 2018manadoterkini.com, SULUT – Sejak diajukannya rancangan APBD Proviinsi Sulut Tahun Anggaran 2018, dengan segala keterbatasan yang ada, Pemrov Sulut telah berkomitmen untuk mampu mengakomodir segala aspek kebutuhan masyarakat didalamnya. Demikian kutipan sambutan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven O.E Kandouw pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi  Sulut dalam Pengambilan Keputusan Terhadap Ranperda Tentang APBD  Provinsi Sulut T.A  2018 yang ditetetapkan sebagai Perda,Kamis (16/11/2017).

APBD Sulut 2018 APBD Sulut 2018

“Komitmen ini kemudian disambut baik oleh DPRD Provinsi Sulut yang senantiasa memberikan masukan, informasi, rekomendasi sekaligus kritik  yang  membangun dalam rangka penyempurnaan berbagai kekurangan,”ujar Kandouw.APBD Sulut 2018

Sejalan dengan itu maka yang telah disepakati kerangka APBD 2018 

Pendapatan, Total pendapatan ditatapkan sebesar  Rp. 3.778.595.766.441,- bertambah Rp.222.222.966.441 atau sebesar 6, 25% dibanding dengan APBD T.A 2017. Dengan rincian : Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 1.168.433.686.441, Dana Rp. 2.586.412.080.000,- lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp. 23.750.000.000,-.

Belanja, Total Belanja Daerah ditetapkan sebesar Rp.4.179.095.766.441, bertambah sebesar Rp. 606.753.266.441 atau 16,98% dari APBD tahun 2017 dengan rincian.

Anggaran Belanja Tidak Langsung ditetapkan sebesar Rp.2.196.086.886.053,- Anggaran Belanja Langsung sebesar Rp. 1.983.008.880.388,-  yang diperuntukan bagi kepentingan publik.

Pembiayaan Daerah, penerimaan Pembiayaan Daerah ditetapkan sebesar Rp. 450.500.000.000 sementara Pengeluaran Pembiayaaan Daerah ditetapkan sebesar Rp.50.000.000.000,-APBD Sulut 2018

Lanjut Kandouw, kerangka pendanaan ini tentu tetap memperhatikan.dan mengedepankan prinsip -prinsip penganggaran.”Pertisipasi masyarakat, transparansi dan akuntabilitas anggaran, disiplin anggaran, keadilan anggaran, efisiensi dan efektivitas anggaran serta taat pada azas, “ujar Kandouw.APBD Sulut 2018

Merespon rekomendasi badan anggaran telah menyampaikan beberapa tentang kinerja Polisi Pamong Praja diharapkan mendapatkan pengadaan alat kelengkapan.APBD Sulut 2018

“Polisi Pamong Praja  ini diharapkan mampu menjaga terutama mengamankan perda-perda yang telah ditetapkan oleh lembaga dewan terhormat dan tidak kalah penting Pol PP akan dipakai untuk menjaga aset -aset kita, jelas Kandouw. Turut hadir Forkopimda Sulut Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silangen dan Pejabat Eselon 2 dilingkup Pemprov Sulut. (*/red)

Stabilitas Keamanan Terjaga, Jokowi : Terima Kasih Gubernur dan Walikota

Buka Kongres Trisakti XX GMNI, Presiden Jokowi Apresiasi Terjaganya Stabilitas Keamanan di Kota Manado

SEBAGAI tuan rumah penyelenggaraan Kongres Trisakti XX Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Walikota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA ikut mendampingi Presiden Joko Widodo bersama Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey SE, di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kecamatan Wenang, Rabu (15/11) pagi tadi.

FB_IMG_1510745675937 FB_IMG_1510745678628

PASPAMLRES JAGA KETAT PEMBUKAAN KONGRES XX GMNIpaspampres

DENGAN penjagaan ketat Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), lokasi acara yang bersebelahan dengan rumah dinas Gubernur Sulut itu, dipenuhi ribuan angggota GMNI dari seluruh Indonesia.

JOKOWI : Demi GMNI Saya Ke Manado

Jokowi

PRESIDEN JOKOWI mengatakan demi acara GMNI, dirinya rela meninggalkan kesibukan sebagai kepala negara dan datang ke kota Manado tengah malam tadi. manado

“Saya tiba di Manado pukul 01.30 dini hari. Ini saya lakukan demi GMNI. Oleh karena itu saya mengajak segenap insan GMNI untuk bersatu dalam membangun Indonesia,” ujar Presiden Jokowi.

JAGA STABILITAS KEAMANAN, JOKOWI : TERIMKASIH GUBERNUR DAN WALIKOTA

GMNI

ORANG nomor satu di Indonesia itu, berterima kasih kepada Gubernur Sulut dan Walikota Manado karena mampu menjaga stabilitas keamanan.

jokowi
Sambutan dan arahan Presiden Joko Widodo sekaligus membuka Kongres GMNI

“Terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara dan Walikota Manado yang telah mampu menjaga stabilitas keamanan di daerah ini,” ujar Presiden Jokowi.

GSVL : TERIMA KASIH KUNJUNGAN PRESIDEN DI MANADO

WALIKOTA GSVL menyampaikan terima kasih atas kunjungan Presiden Jokowi ke Sulut khususnya ke Kota Manado. Apalagi, kunjungan ini berdampak luas bagi peningkatan perekonomian di daerah ini.

manado
Walikota GSVL dan Prof Paula saat menyambut kedatangan Presiden RI ketuju Joko Widoso dan Ibu Negara

“Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Manado tentunya memberikan dampak yang positif bagi perekonomian Kota Manado. Ini juga menunjukan perhatian yang sangat besar dari kepala Negara untuk meningkatkan pembangunan di Sulawesi Utara khususnya di Kota Manado,” pungkasnya.

manado manado

Presiden Jokowi dan ibu Negara Iriana Joko Widodo serta rombongan tiba Manado sekira pukul 01.00 Wita, usai mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) di Vietnam dan KTT Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) di Manila, Filipina.

manado manado

Di Kota Manado sendiri Presiden Jokowi dan rombongan, memilih nginap di Hotel Sintesa Peninsulla dan makan siang di salah satu restoran seafood di kawasan Tikala yang selanjutnya bertolak ke Bandara Internasional Sam Ratulangi guna kembali ke Ibukota Jakarta.(Lipsus)

Night Bus Kalahkan Pengabdi Setan, Ini Deretan Pemenang FFI 2017

minutmanadoterkini.com, MANADO – Film Pengabdi Setan menjadi yang terbanyak membondong piala citra pada ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2017, di Grand Kawanua International City, Manado, Sabtu (11/11/2017).

Sejak diselenggarakan pertama kali pada 1955, perhelatan FFI menjadi tolak ukur perkembangan kualitas film tanah air.

Seluruh Piala Citra telah diserahkan kepada para pemenang. Film Pengabdi Setan meski memperoleh piala terbanyak yakni tujuh buah piala, namun belum membawa pulang Sutradara Terbaik maupun Film Terbaik.

Perolehan jumlah terbanyak diikuti film Night Bus yang menjadi Film Terbaik tahun ini. Film Night Bus membawa pulang enam piala.

FFI PIala Citra

Berikut detail daftar pemenang Festival Film Indonesia 2017:

1. Pemenang kategori Penata Busana Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Gemailla Gea Gerintiana dalam film Night Bus.

2. Pemenang kategori Penata Rias Terbaik Festival Film Indonesia 2017 diraih oleh Cherry Wirawan dalam film Night Bus.

3. Pemenang kategori Penata Suara Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Khikmawan Santosa & Anhar Moha dalam Pengabdi Setan.

4. Pemenang kategori Penata Musik Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Aghi Narottama, Tony Merle & Bemby Gusti dalam Pengabdi Setan.

5. Pemenang kategori Sinematografi Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Ical Tanjung dalam Pengabdi Setan.

6. Pemenang kategori Pengarah Artistik Festival Film Indonesia 2017 adalah Allan Sebastian Pengabdi Setan.

7. Pemenang kategori Pencipta Lagu Tema Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah The Spouse Kelam Malam Pengabdi Setan

8. Pemenang kategori Pemeran Anak Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Muhammad Adhiyat dari Pengabdi Setan.

9. Pemenang Penyunting Gambar Terbaik Festival Film Indonesia 2017 diberikan kepada Kelvin Nugroho dan Sentot Sahid dalam film Night Bus.

10. Pemenang kategori Penata Efek Visual Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Finalize Studios dalam Pengabdi Setan.

11. Pemenang kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik dimenangkan oleh Tonny Trimarsanto, sutradara Bulu Mata.

12. Pemenang kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Wahyu Utami Wati, sutradara The Unseen Works.

13. Pemenang kategori Film Pendek Terbaik Festival Film Pendek Indonesia 2017 adalah Ruah, arahan Makbul Mubarak.

14. Pemenang kategori Animasi Pendek Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Lukisan Nafas arahan Fajar Ramayel.

15. Pemenang kategori Penulis Skenario Asli Terbaik adalah Ernest Prakasa dalam film Cek Toko Sebelah.

16. Pemenang kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Rahabi Mandra dan Teuku Rifnu Wikana dalam film Night Bus.

17. Pemenang Pemeran Pembantu Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Yayu Unru dalam film Posesif.

18. Selanjutnya adalah Pemenang Pemeran Pendukung Wanita Terbaik adalah Christine Hakim dalam film Kartini.

19. Pemenang kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik adalah Putri Marino dalam film Posesif.

20. Pemenang kategori Pemeran Pria Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Teuku RIfnu Wikana dalam film Night Bus.

21. Lifetime Achievement Awards Budiyati Abiyoga.

22. Pemenang Sutradara Terbaik Festival Film Indonesia 2017 adalah Edwin, sutradara Posesif.

23. Pemenang kategori Film Terbaik Festival Film Indonesia adalah Night Bus. (*/mlz)