IPM Sulut tahun 2019 alami peningkatan 1,09 persen

IPMmanadoterkini.com, SULUT – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK) berhasil meningkatkan Indeks Pembangunan manusia (IPM) sebesar 0,79 poin atau tumbuh sekitar 1,09 persen dibandingkan tahun 2018. Dimana tahun 2019 IPM Sulut mencapai 72,99 dengan kategori tinggi.

Berdasarkan sumber humpemprovsulut pembangunan manusia di Sulut terus mengalami kemajuan selama periode 2010 hingga 2019.

IPM Sulut terus meningkat dari 67,83 pada tahun 2010 menjadi 72,99 pada tahun 2019 sekaligus menempatkan IPM Sulut pada posisi ketujuh di Indonesia atau IPM tertinggi se Sulawesi.

Selama periode tersebut, IPM Sulut rata-rata tumbuh sebesar 0,82 persen per tahun, dan meningkat dari level “sedang” menjadi “tinggi” mulai tahun 2015.

Pada tahun 2019 IPM Sulut meningkat sebesar 0,79 poin atau tumbuh sebesar 1,09 persen dibandingkan IPM pada 2018 dan merupakan pertumbuhan tertinggi dalam sepuluh tahun terakhir.

IPM merupakan indikator yang digunakan untuk melihat perkembangan pembangunan manusia di suatu wilayah dalam jangka panjang. Untuk melihat kemajuan pembangunan manusia, terdapat dua aspek yang perlu diperhatikan yaitu kecepatan dan status pencapaian IPM.

Pembangunan manusia didefinisikan sebagai proses perluasan pilihan bagi penduduk (enlarging people choice). IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk) di suatu wilayah.

IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. (*/icad)

manadoterkini.com, SULUT – Dengan penambahan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang begitu banyak seminggu terakhir ini diperkirakan rumah sakit bakal penuh.

Mengantisipasi hal tersebut pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Gugus Tugas COVID-19 Sulut telah melakukan berbagai langkah-langkah antisipatif dengan cara menyiapkan rumah singgah sebagai alternatif rumah sakit darurat.

“Lagi diupayakan oleh Pemprov Sulut salah satunya yang diusulkan oleh pak Gubernur (Olly Dondokambey) ke pemerintah pusat adalah mengkonversi salah satu rumah singgah menjadi rumah sakit darurat untuk dapat merawat pasien PDP, tapi hal itu lagi dalam persiapan,” tegas Steven Dandel saat jumpa pers melalui video conference, Sabtu (27/6/2020).

Dandel juga menambahkan bahwa sejauh ini pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sudah menyiagakan dua rumah sakit permanen yang nantinya juga akan dikonversi menjadi rumah sakit full COVID, yaitu Rumah Sakit Noogan di Minahasa dan Rumah Sakit Bitung.

“Rumah Sakit Noogan nantinya akan dipakai untuk wilayah Minahasa dan Minahasa Tenggara serta Boltim. Kemudian Rumah Sakit Bitung akan disiagakan rumah sakit full COVID dengan bad (tempat tidur) diatas seratus,” jelas Dandel.

Sementara lanjut Dandel, untuk Rumah Sakit Prof Kandou Manado, sudah menambah kapasitas tempat tidur ruang isolasi.

“Dari yng kemarin delapan puluh mereka sudah naikkan sampai seratus lima puluh dan wacana sementara dipersiapkan juga kenaikan kapasitas ruang isolasinya menjadi dua ratus lima puluhan bad. Jadi upaya-upaya itu sementara dilakukan untuk mengantisipasi bila terjadi penambahan kasus PDP maupun positif COVID-19,” jelas Dandel. (Rizath)

manadoterkini.com, SULUT – Hari ini jumlah merupakan pertama kalinya jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulawesi Utara (Sulut) mencapai empat digit yaitu 1.024 dengan hari ini penambahannya sebanyak 54 kasus.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulut Bidang Epidemiologis dr Steven Dandel, MPH saat jumpa pers melalui video conference, Sabtu (27/6/2020).

Dandel juga menjelaskan data yang diumumkan Gugus Tugas COVID-19 Pusat berbeda dengan data yang disampaikan oleh Gugus Tugas COVID-19 Sulut dikarenakan ada kesalahan yang disampaikan rumah sakit swasta di Sulut pada data all record Gugus Tugas pusat.

Dimana data yang benar penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulut hari ini adalah 54 kasus bukan 55 karena terjadi double (dobel) register, kesalahan yang sama seperti kemarin, jelas Dandel.

Sementara kasus 947 yang diumumkan kemarin telah dinyatakan ganda dalam pelaporan, untuk itu kasus tersebut telah ditarik. Itu berarti jumlah yang dilaporkan kemarin sebanyak 971 berubah menjadi 970.

Berikutnya update terkini perkembangan epidemiologis COVID-19 di Sulut.

1. Kasus 971. Laki-laki 51 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di salah satu Rumah Sakit di Manado.

2. Kasus 972. Perempuan 34 tahun asal Minsel. PDP dan yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 26 Juni 2020 dengan komorbid atau penyakit penyerta adalah Infeksi darah.

3. Kasus 973. Perempuan 52 tahun asal Kota Kotamobagu. PDP dan yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 26 Juni 2020 dengan komorbid atau penyakit penyerta adalah Infeksi darah.

4. Kasus 974. Laki-laki 49 tahun asal Manado. PDP.

5. Kasus 975. Laki-laki 51 tahun asal Minut.

6. Kasus 976. Laki-laki 2 tahun asal Manado.

7. Kasus 977. Laki-laki 34 tahun asal Manado.

8. Kasus 978 Laki-laki 32 tahun asal Kota Kotamobagu.

9. Kasus 979 Laki-laki 27 tahun asal Manado.

10. Kasus 980 Perempuan 27 tahun asal (KTP) Jakarta atau luar wilayah.

11. Kasus 981. Laki-laki 38 tahun asal Manado.

12. Kasus 982. Laki-laki 71 tahun asal Manado.

13. Kasus 983. Laki-laki 22 tahun asalnya masih dalam verifikasi.

14. Kasus 984 Laki-laki 27 tahun asal Kabupaten Minsel.

15. Kasus 985. Perempuan 40 tahun asal Manado.

16. Kasus 986. Laki-laki 40 tahun asal Tomohon.

17. Kasus 987. Perempuan 31 tahun asal Tomohon.

18. Kasus 988. Laki-laki 26 tahun asal Manado.

19. Kasus 989. Perempuan 33 tahun asal Manado.

20. Kasus 990. Laki-laki 32 tahun asal Manado.

21. Kasus 991. Laki-laki 40 tahun asal Minahasa.

22. Kasus 992. Perempuan 29 tahun asal Manado.

23. Kasus 993 Laki-laki 29 tahun asal Manado.

24. Kasus 994. Perempuan 61 tahun asal (KTP) Jakarta.

25. Kasus 995. Laki-laki 29 tahun asal Bitung.

26. Kasus 996. Laki-laki 52 tahun asal Manado.

27. Kasus 997: Laki-laki 43 tahun asal (KTP) Bali.

28. Kasus 998. Laki-laki 39 tahun asal Bitung.

29. Kasus 999. Laki-laki 40 tahun asal Jawa Timur.

30. Kasus 1.000. Laki-laki 65 tahun asal Manado.

31. Kasus 1.001. Perempuan 40 tahun asal Manado.

32. Kasus 1.002. Perempuan 10 tahun asal Manado.

33. Kasus 1.003. Laki-laki 75 tahun asal (KTP) Papua.

34. Kasus 1.004. Perempuan 47 tahun. asal (KTP) Papua.

35. Kasus 1.005. Perempuan 35 tahun asal Bitung.

36. Kasus 1.006. Laki-laki 27 tahun asal Bitung.

Dandel menambahkan dari kasus nomor 975 – 1006 lewat screening pribadi di laboratorium swasta.

37. Kasus 1.007. Perempuan usia masih dalam verifikasi asal Manado. Screening pribadi.

38. Kasus 1.008. Perempuan 42 tahun asal masih dalam verifikasi.

39. Kasus 1.009. Laki-laki 29 tahun. Yang bersangkutan berasal dari luar wilayah tapi berdomisili Bitung.

40. Kasus 1.010. Laki-laki 33 tahun. Yang bersangkutan berasal dari luar wilayah tapi, berdomisili di Minut.

41. Kasus 1.011. Laki-laki 30 tahun asal Manado. Screening institusi.

42. Kasus 1.012. Perempuan 60 tahun asal masih dalam verifikasi. Screening laboratorium swasta.

43. Kasus 1.013. Perempuan 25 tahun asal Kota Kotamobagu. Screening Dinkes Kota Kotamobagu.

44. Kasus 1.014. Laki-laki 4 tahun asal Tomohon. PDP.

45. Kasus 1.015. Perempuan 46 tahun asal Manado. PDP.

46. Kasus 1.016. Laki-laki 33 tahun asal Minahasa. PDP.

47. Kasus 1.017. Perempuan 40 tahun asal Manado. PDP.

48. Kasus 1.018. Laki-laki 64 tahun asal Manado. PDP.

49. Kasus 1.019. Laki-laki 60 tahun asal Manado. PDP.

50. Pasien 1.020. Laki-laki usia masih dalam diverifikasi. PDP.

51. Kasus 1.021. Perempuan 27 tahun asal Manado. Screening Dinkes Sulut.

52. Kasus 1.022 Laki-laki 71 tahun asal Minut. PDP.

53. Kasus 1.023. Perempuan 40 tahun asal Minut. PDP.

54. Kasus 1.024. Perempuan 38 tahun asal Minut. PDP.

Sementara untuk pasien yang dinyatakan sembuh hari ini tidak ada. Total tetap 172 kasus.

Yang meninggal dunia hari ini ada 2 kasus yaitu kasus 972 dan 973. Total kasus meninggal berjumlah 76.

Kasus aktif atau yang sementara dirawat berjumlah 776 kasus. (Rizath)

manadoterkini.com, SULUT – Kita tidak punya pilihan, kecuali menang melawan virus ini. Bersatu, bersinergi dan berkolaborasi adalah jawabannya,” Presiden RI Joko Widodo.

Prioritas langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulut ialah guna menyelamatkan saudara saudara kita yang sudah terpapar COVID-19 dan dengan segera membatasi, menghentikan, dan memutus rantai penyebaran COVID-19 di masyarakat Sulawesi Utara sehingga tidak menambah jumlah korban jiwa dan bisa menyelamatkan lebih banyak lagi jiwa masyarakat.

Melihat Kondisi itu setiap warga negara Indonesia dan Provinsi Sulawesi Utara lebih khusus para Mahasiswa, Siswa SMA/SMK dan Generasi Mileniall dan Muda merasa terpanggil untuk ikut serta dalam membela negara dengan menjadi Kader Bela Negara untuk ikut aktif terlibat dalam menghambat penyebaran dari pandemi COVID-19 ini untuk menyelamatkan masyarakat Indonesia.

Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 bahwa “Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”. Yang artinya, setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dari negara serta wajib untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara.

Membela negara bukan hanya dalam wujud perang bersenjata, melainkan juga dalam perang melawan COVID-19 dengan berbagai cara dan daya yang dimiliki tiap-tiap individu, maka Kader Bela Negara harus bersatu lawan COVID-19.

Bersatu, bergotong royong, dan bekerja sama merupakan solusi dalam mengatasi pandemi COVID-19. Saat ini 209 negara di dunia sedang menghadapi permasalahan COVID-19. Musuh yang dihadapi ialah penyakit yang disebabkan virus atau COVID-19, yang tidak kasatmata.

Imbauan pemerintah Indonesia bahkan pemerintah Provinsi Sulut Bapak Gubernur Olly Dondokambey SE mengatakan dalam upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 ke daerah yang dibawa orang tanpa gejala, kita harus melakukan protokol kesehatan pake masker, cuci tangan dan perkuat Imun.

Tidak ada seorang pun tentunya yang ingin mencelakakan keluarga, orangtua, dan saudara kita karena tanpa disadari bahwa kita termasuk pembawa/carrier (orang tanpa gejala) COVID-19.

Maka perlu adakan isolasi mandiri dengan melibatkan elemen masyarakat yang ada di wilayah masing-masing. Isolasi mandiri juga dilakukan dengan memisahkan kelompok rentan, menerapkan pemisahan antara kaum muda dan kaum tua, karena orang tua lebih rentan terinfeksi dan kaum muda berpotensi menjadi penular tanpa gejala.

Maka menjadi tanggung jawab bersama sebagai anak bangsa guna memerangi pandemi COVID-19 ini. Gugus Tugas pemerintah yang sudah dibentuk tidak dapat bekerja sendiri tanpa mendapat dukungan dan kepatuhan dari seluruh masyarakat.

Strategi ke depan yang masih harus terus dilakukan ialah bagaimana meningkatkan stamina/imunitas tubuh masyarakat, penerapan protokol pencegahan penularan, dan disiplin diri ataupun kolektif.

Upaya yang dilakukan guna mencegah penyebaran COVID-19 tidak dapat dilakukan dengan bekerja sendiri-sendiri. Perlu adanya para kader bela negara yang membantu antara pemerintah, masyarakat, media, dan dunia usaha mulai Provinsi, kabupaten/kota, sampai desa/kelurahan.

Dengan landasan pemikiran diatas maka Kesbangpol Sulut akan melaksanakan Webinar Seminar Nasional dengan Tema : “Bersatu, Kader Bela Negara Lawan COVID-19”.

Dalam kegiatan ini akan menampilkan sebagai Keynote Speaker yaitu Menteri Pertahanan H. Prabowo Subianto, yang didahului dengan pembukaan/pengantar diskusi oleh Gubernur Provinsi Sulut Bapak Olly Dondokambey, SE.

Narasumber dalam Webinar ini adalah
1. Menteri Dalam Negeri, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.
2. Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS) Letjen TNI Agus Widjojo.
3. Rektor Universitas Pertahanan (UNHAN) Laksdya TNI Dr. A. Octavian, S.T., M.Sc., DESD.
4. Glen P M Lolong, Technical Officer, Country Health Emergency Prepanrednes IHR WHO.
5. Rocky Wowor Anggota DPRD Sulut/Ketua Forum Bela Negara Sulut.

Sebagai Moderator Johnny Suak/Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa, didampingi oleh host yaitu Imelda dari Protokol Pemprov Sulut.

Pelaksanaan Webinar Bela Negara pada Hari/Tanggal: Selasa, 30 Juni 2020. Pada pukul: 10.00 WITA – Selesai.

Dengan pelaksana: Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Sulut melalui aplikasi Zoom Meeting ID: 607 709 9809 dengan Password: belanegara.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Ketua FKUB Sulut Bapak Pdt Lucky I Rumopa, MTh.

Perjuangan kita melawan COVID-19 masih panjang. Sinergi dan kolaborasi seluruh lapisan komponen masyarakat dibutuhkan untuk menang dalam pertempuran ini.

Yakin dan optimistislah bahwa dengan bekerja sama kita bisa mengatasi krisis ini dan kembali beraktivitas seperti sediakala. Bersama Tuhan, mari kita bahu-membahu melawan COVID-19.
Bersatu Kader Bela Negara Lawan COVID-19.

Penulis: Evans Steven Liow, SSos., MM

Bertambah 43. COVID-19 di Sulut Capai 971

manadoterkini.com, SULUT – Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Utara (Sulut) Bidang Epidemiologis dr Steven Dandel, MPH dalam siaran pers melalui video conference, menerangkan bahwa jumlah penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulut hari ini, Jumat (26/6/2020) berjumlah 43 kasus.

Dengan bertambahnya pasien positif COVID-19 ini, jumlah akumulatif COVID-19 di Sulut menjadi 971 Kasus. Berikut update terkini perkembangan epidemiologis COVID-19 di Sulut.

1. Kasus 929. Laki-laki 21 tahun asal yang bersangkutan masih dalam diverifikasi.

2. Kasus 930. Perempuan 49 tahun asal Manado. OTG, disalah satu rumah sakit di Manado. Awalnya yang bersangkutan melakukan screening pribadi.

3. Kasus 931. Perempuan 65 tahun asal Manado. PDP.

4. Kasus 932. Perempuan 39 tahun asal Manado. Screening institusi.

5. Kasus 933. Laki-laki 29 tahun asal Manado. Screening institusi.

6. Kasus 934. Perempuan 28 tahun asal Manado. Screening institusi.

7. Kasus 935. Laki-laki 26 tahun asal Jakarta. Yang bersangkutan datang untuk kunjungan kerja di Manado dan melakukan screening pribadi.

8. Kasus 936. Perempuan 23 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah karyawan di fasilitas kesehatan (Faskes) swasta di Manado.

9. Kasus 937. Laki-laki 61 tahun asal Manado. PDP.

10. Kasus 938. Perempuan 43 tahun. Asal Manado. Screening institusi.

11. Kasus 939. Laki-laki 73 tahun asal Banten. PDP.

12. Kasus 940. Laki-laki 62 tahun asal Minut. Screening institusi.

13. Kasus 941. Perempuan 61 tahun asal Manado. PDP.

14. Kasus 942. Perempuan 32 tahun asal Tomohon. Screening institusi.

15. Kasus 943. Perempuan 43 tahun asal Manado. PDP.

16. Kasus 944. Perempuan 36 tahun asal Minahasa. Screening pribadi.

17. Kasus 945. Laki-laki 45 tahun asal masih dalam verifikasi. Screening pribadi.

18. Kasus 946. Laki-laki 29 tahun asal Manado. PDP.

19. Kasus 947. Perempuan 36 tahun asal masih dalam verifikasi. Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT).

20. Kasus 948. Perempuan 29 tahun asal Manado. Screening institusi.

21. Kasus 949. Laki-laki 23 tahun asal Manado. Screening institusi.

22. Kasus 950. Laki-laki 41 tahun asal Minut. Screening institusi.

23. Kasus 951. Laki-laki 24 tahun asal Manado. Screening pribadi.

24. Kasus 952. Perempuan 51 tahun asal Manado. PDP.

25. Kasus 953. Perempuan 63 tahun asal Manado. PDP.

26. Kasus 954. Laki-laki 53 tahun asal Manado. Screening pribadi.

27. Kasus 955. Laki-laki 64 tahun asal masih dalam verifikasi. Screening pribadi.

28. Kasus 956. Laki-laki 70 tahun asal Manado. PDP yang bersangkutan KERT dengan kasus 941.

29. Kasus 957. Laki-laki 52 tahun asal masih dalam verifikasi. Screening pribadi.

30. Kasus 958. Perempuan 46 tahun asal Minahasa. OTG, karyawan rumah sakit.

31. Kasus 959. Laki-laki 57 tahun asal Tomohon. PDP.

32. Kasus 960. Laki-laki 43 tahun asal Tomohon. PDP di Rumah Sakit Tomohon dan dirujuk ke rumah sakit di Manado.

33. Kasus 961. Laki-laki 36 tahun asal Manado. PDP.

34. Kasus 962. Laki-laki 52 tahun asal Manado. PDP.

35. Kasus 963. Perempuan 54 tahun asal Manado. PDP.

36. Kasus 964. Perempuan 62 tahun asal Manado. PDP.

37. Kasus 965. Perempuan 57 tahun asal Manado. PDP.

38. Kasus 966. Perempuan 62 tahun asal Manado. PDP.

39. Kasus 967. Laki-laki 49 tahun asal Manado. PDP.

40. Kasus 968. Perempuan 46 tahun asal Manado
PDP.

41. Kasus 969. Perempuan 39 tahun asal Minut. Screening Dinkes Sulut.

42. Kasus 970. Perempuan 35 tahun asal Manado. Screening Dinkes Sulut.

43. Kasus 971. Laki-laki 37 tahun asal Bitung.

“Kasus 971 ini adalah kasus yang ditemukan di provinsi tetangga (Gorontalo) di RSUD Toto Gorontalo. Yang bersangkutan adalah
Pelaku perjalanan yang ditemukan dalam sistem all record dan terlapor sebagai pasien yang ada di Sulut,” jelas Dandel.

Sementara untuk pasien yang sembuh di Sulut bertambah 1 kasus, sehingga total kasus sembuh berjumlah 172. Kasus yang sembuh yaitu kasus 131.

Untuk kasus meninggal dunia hari ini tidak ada dan total kasus meninggal dunia tetap berjumlah 73. (Rizath)

Bertambah 36. COVID-19 di Sulut Capai 928

manadoterkini.com, SULUT – Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulut Bidang Epidemiologis dr Steven Dandel, MPH dalam siaran pers melalui video conference, Kamis (25/6/2020) mengatakan penambahan hari ini kasus COVID-19 di Sulut berjumlah 36 bukan 46 seperti yang disampaikan Gugus Tugas COVID-19 pusat.

“Hal itu dikarenakan ada 10 data pasien yang berasal dari Maluku Utara di perusahaan tambang terhitung dari Sulut,” jelas Dandel.

Berikut update terkini perkembangan epidemiologis COVID-19 di Sulut.

1. Kasus 893. Perempuan usia 73 tahun asal Minahasa. Yang bersangkutan adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di salah satu rumah sakit di Manado dan sudah meninggal dunia pada tanggal 24 Juni 2020 dengan penyakit penyerta (komorbid) pembesaran jantung dan pneumonia.

2. Kasus 894. Perempuan usia 35 asal Manado. PDP.

3. Kasus 895. Laki-laki usia 56 asal Manado. PDP.

4. Kasus 896. Perempuan usia 65 asal Manado. PDP.

5. Kasus 897. Laki-laki usia 39 asal masih dalam verifikasi.

6. Kasus 898. Laki-laki usia 29 asal masih dalam verifikasi.

7. Kasus 899. Perempuan usia 36 asal masih dalam verifikasi.

8. Kasus 900. Perempuan usia 59 asal Manado.

9. Kasus 901. Perempuan usia 32 asal Manado.

10. Kasus 902. Laki-laki usia 58 asal Manado.

11. Kasus 903. Laki-laki usia 46 asal Minut.

12. Kasus 904. Laki-laki usia 27 asal Manado.

13. Kasus 905. Laki-laki usia 38 asal Manado.

14. Kasus 906. Perempuan usia 32 asal Manado.

15. Kasus 907. Laki-laki usia 50 asal Minut.

16. Kasus 908. Laki-laki usia 25 asal Manado.

17. Kasus 909. Laki-laki usia 36 asal Manado.

18. Kasus 910. Perempuan usia 3 asal Manado.

19. Kasus 911. Laki-laki usia 37 asal Manado.

Menurut Dandel, kasus 897 – 911 merupakan kasus mandiri. Dalam arti, para pasien yang melakukan inisiasi pemeriksaan di laboratorium swasta secara mandiri.

20. Kasus 912. Laki-laki usia 56 asal Manado. Screening Dinkes. Yang bersangkutan adalah Orang Tanpa Gejalah (OTG).

21. Kasus 913. Perempuan usia 44 tahun asal Kota Kotamobagu. Screening Dinkes.

22. Kasus 914. Perempuan usia 38 tahun asal Kota Kotamobagu. Screening Dinkes.

23. Kasus 915. Perempuan usia 62 tahun asal Minahasa. Screening di Puskesmas.

24. Kasus 916. Laki-laki usia 16 tahun asal Minahasa. Yang bersangkutan Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan kasus 377.

25. Kasus 917. Laki-laki usia 54 tahun asal Minahasa. Yang bersangkutan Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan kasus 377.

26. Kasus 918. Laki-laki usia 63 tahun asal Minahasa. Screening di Puskesmas.

27. Kasus 919. Laki-laki usia 49 tahun asal Minahasa. Screening di Puskesmas.

28. Kasus 920. Perempuan usia 1 tahun asal Minahasa. KERT dengan kasus 86.

29. Kasus 921. Perempuan usia 59 tahun asal Manado. PDP.

30. Kasus 922. Perempuan usia 65 tahun asal Minut. PDP.

31. Kasus 923. Laki-laki usia 79 asal Manado. KERT dengan kasus 265.

32. Kasus 924. Perempuan usia 53 asal Minahasa. KERT dengan kasus 86.

33. Kasus 925. Perempuan usia 42 tahun asal Minahasa. Screening Dinkes, yang bersangkutan adalah tenaga kesehatan (Nakes) di Minahasa.

34. Kasus 926. Laki-laki usia 27 tahun asal Minut. (OTG).

35. Kasus 927. Perempuan usia 35 tahun asal Tomohon. KERT dengan kasus 155.

36. Kasus 928. Perempuan usia 36 tahun asal Tomohon. Yang bersangkutan adalah Nakes di Tomohon.

Sementara untuk pasien yang sembuh di Sulut bertambah 19 kasus, sehingga total kasus sembuh berjumlah 171. Kasus yang sembuh yaitu kasus 74, 83, 89, 129, 130, 133, 137, 197, 188, 201, 295, 297, 325, 240, 259, 729, 732, 804 dari Manado dan kasus 143 dari Minahasa.

Untuk kasus meninggal dunia hari ini bertambah 2 kasus, masing-masing kasus 808 dan 893. Total kasus meninggal dunia berjumlah 73.

Kasus aktif atau sementara dirawat berjumlah 686. (Rizath)

Pemeriksaan Mandiri Mendominasi Penambahan 31 Kasus COVID-19, Total 892

manadoterkini.com, SULUT – Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulut Bidang Epidemiologis dr Steven Dandel, MPH mengatakan hari ini kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Sulut bertambah 31, dan total akumulatif telah mencapai 892 kasus.

Hal itu disampaikan Steven Dandel dalam jumpa pers melalui video conference Rabu, (24/6/2020). Dalam jumpa pers itu hadir pula Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulut Bidang Kebijakan Pemerintahan Dr Jemmy Kumendong.

Berikut update terkini perkembangan epidemiologis COVID-19 di Sulut sesuai data Gugus Tugas COVID-19 Sulut.

1. Kasus 862. Laki-laki (L), usia 46 tahun asal luar wilayah (Jakarta)

2. Kasus 863. Laki-laki (L), usia 34 tahun asal luar wilayah (Jakarta)

3. Kasus 864. Laki-laki (L), usia 33 tahun asal Bitung.

4. Kasus 865. Laki-laki (L), usia 50 tahun asal luar wilayah (Makasar)

5. Kasus 866. Laki-laki (L), usia 51 tahun asal luar wilayah (Kalimantan Tengah).

6. Kasus 867. Laki-laki (L), usia 35 tahun asal luar wilayah (Sulawesi Selatan)

7. Kasus 868. Perempuan (P), usia 29 tahun asal Manado.

8. Kasus 869. Laki-laki (L), usia 39 tahun asal luar wilayah (Jateng).

9. Kasus 870. Perempuan (P), usia 54 tahun asal Manado.

10. Kasus 871. Laki-laki (L), usia 70 tahun asal luar wilayah (Bekasi).

11. Kasus 872. Laki-laki (L), usia 32 tahun asal luar wilayah (Jateng).

12. Kasus 873. Laki-laki (L), usia 34 tahun asal Manado.

13. Kasus 874. Laki-laki (L), usia 48 tahun asal Tomohon.

14. Kasus 875. Laki-laki (L), usia 57 tahun asal Manado.

15. Kasus 876. Laki-laki (L), usia 15 tahun asal luar wilayah (Jateng).

Menurut Dandel, ke lima belas kasus ini (862-876) merupakan kasus mandiri. Dalam arti, para pasien yang melakukan inisiasi pemeriksaan di laboratorium swasta secara mandiri.

16. Kasus 877. Perempuan (P), usia 51 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan sudah dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 20 Juni 2020.

17. Kasus 878. Laki-laki (L), usia 55 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah PDP di salah satu rumah sakit di Manado.

18. Kasus 879. Perempuan (P), usia 33 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah PDP di salah satu rumah sakit di Manado.

19. Kasus 880. Perempuan (P), usia 37 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah PDP di salah satu rumah sakit di Manado.

20. Kasus 881. Laki-laki (L), usia 53 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah PDP di salah satu rumah sakit di Manado.

21. Kasus 882. Laki-laki (L), usia 41 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah PDP di salah satu rumah sakit di Manado.

22. Kasus 883. Perempuan (P), usia 67 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah PDP di salah satu rumah sakit di Manado.

23. Kasus 884. Perempuan (P), usia 23 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah PDP di salah satu rumah sakit di Manado.

24. Kasus 885. Perempuan (P), usia 60 tahun asal Minahasa. Yang bersangkutan adalah PDP di salah satu rumah sakit.

25. Kasus 886. Laki-laki (L), usia 81 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan kasus 86.

26. Kasus 887. Perempuan (P), usia 53 tahun asal Minahasa. Yang bersangkutan adalah Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan kasus 86.

27. Kasus 888. Perempuan (P), usia 39 tahun asal Minahasa. Yang bersangkutan adalah Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan kasus 134.

28. Kasus 889. Laki-laki (L), usia 29 tahun asal Manado. Yang bersangkutan adalah Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan kasus 270.

29. Kasus 890. Laki-laki (L), usia 27 tahun asal Manado. Screening Dinkes Kota Manado.

30. Kasus 891. Laki-laki (L), usia 6 tahun asal Tomohon. Yang bersangkutan adalah Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan kasus 257.

31. Kasus 892. Laki-laki (L), usia 59 tahun asal Minut. Yang bersangkutan adalah pelaku perjalanan.

Sementara dengan bertambahnya 31 kasus baru ini, jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit atau juga disebut pasien aktif juga bertambah menjadi 670 kasus.

Yang sembuh hari ini bertambah tiga kasus, yakni kasus 169, 191 dan 315. Total kasus sembuh berjumlah 152.

Untuk pasien yang meninggal dunia hari ini ada satu orang yaitu kasus 877, hal itu menambah jumlah pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang meninggal dunia sebanyak 70 kasus. (Rizath)

Capai 861 Kasus. Lagi Nakes Jadi “Korban” COVID-19

manadoterkini.com, SULUT – Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulut Bidang Epidemiologis dr Steven Dandel mengatakan hari ini ada penambahan 7 kasus terkonfirmasi positif COVID-19.

Dengan bertambahnya 7 kasus baru hari ini, Selasa (23/6/2020), itu berarti jumlah akumulatif pasien positif COVID-19 di Sulut mencapai 861 kasus.

Berikut update terkini perkembangan epidemiologis COVID-19 di Sulut.

1. Kasus 855. Perempuan 33 tahun, asal Manado. Yang bersangkutan adalah Tenaga Kesehatan (Nakes) di salah satu Fasilitas Kesehatan yang ada di Manado.

2. Kasus 856. Perempuan 48 tahun, asal Tomohon. Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan kasus 339.

3. Kasus 857. Perempuan 31 tahun, asal Minahasa. Nakes di salah satu Fasilitas Kesehatan yang ada di Minahasa.

4. Kasus 858. Perempuan 57 tahun, asal Minahasa KERT dengan kasus 265.

5. Kasus 859. Bayi perempuan usia 7 hari, asal Manado. Yang bersangkutan adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di salah satu Rumah Sakit.

6. Kasus 860. Laki-laki 35 tahun, asal Manado. PDP di salah satu Rumah Sakit.

7. Pasien 861. Perempuan 36 tahun, asal Manado. PDP di salah satu Rumah Sakit.

Sementara pasien positif COVID-19 yang dirawat di rumah sakit atau juga disebut pasien aktif berjumlah 643.

Yang sembuh hari ini bertambah dua kasus, yakni kasus 215 dan 218. Total kasus sembuh berjumlah 149.

Kabar gembira hari ini, tidak ada pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia. (Rizath)

Satu Pasien COVID-19 Hari Ini Ciptakan Mini Cluster Keluarga

manadoterkini.com, SULUT – Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulut Bidang Epidemiologis dr Steven Dandel MPH mengatakan bahwa hari ini hanya ada ketambahan 1 pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Meski hanya bertambah 1 kasus, namun pasien yang terhitung secara kuantitatif 854 ini merupakan bagian dari mini cluster keluarga.

“Yaitu kasus 854: Perempuan, 16 tahun asal Kota Kotamobagu. Yang bersangkutan Kontak Erat Resiko Tinggi (KERT) dengan kasus 828 dan masuk pada mini cluster keluarga,” jelas Dandel.

Dandel juga mengonfirmasikan bahwa pada hari ini ada penambahan 2 kasus yang telah terkonfirmasi dua kali pemeriksaan laboratorium negatif atau sembuh.

Yaitu kasus 82 dari Bitung dan kasus 294 dari Manado. Dengan bertambahnya 2 kasus sembuh ini, itu berarti jumlah total kasus sembuh di Sulut sebanyak 147 kasus.

Sementara hari ini ada penambahan 1 kasus yang dinyatakan telah meninggal dunia, yaitu kasus 69. Total kasus meninggal berjumlah 70 kasus.

Sedangkan jumlah pasien aktif atau yang sementara dirawat sebanyak 639 kasus. (Rizath)

Sulut Kekurangan Petugas Laboratorium PCR

manadoterkini.com, SULUT – Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulut Bidang Epidemiologis dr Steven Dandel MPH mengatakan bahwa di Sulut saat ini kapasitas petugas laboratorium masih sangat terbatas.

Hal itu diutarakan Dandel dalam jumpa pers melalui video conference, Senin (22/6/2020).

“Kapasitas petugas laboratorium yang mampu melaksanakan ini (pemeriksaan COVID-19) masih sangat terbatas,” tutur Dandel.

Hal itulah yang membuat beberapa pemeriksaan sampel mengalami kendala disamping adanya kerusakan di sejumlah laboratorium.

Menurut Dandel, petugas laboratorium PCR ini butuh skill tersendiri dan perlu ada job training, karena tidak sembarang orang mampu melakukan pemeriksaan.

“Saya sendiri meski sebagai dokter, belum terlatih untuk melaksanakan itu (pemeriksaan PCR), butuh pelatihan tersendiri. Jadi kekurangan kita di petugas laboratorium yang masih sangat sulit, butuh investasi lagi untuk menambah petugas laboratorium,” jelas Dandel. (Rizath)