Tim Tenis Meja Sulut Melangka ke 16 Besar

manadomanadoterkini.com, SULUT – Kabar gembira juga datang dari cabang olah raga Tenis meja. Pasalnya tim Sulut Hebat yang dibondong ke PORNAS KORPRI sunggu luar biasa dan menjanjikan untuk membawah pulang medali.

Tim yang dimanajeri Kadis Pertanian Arie Bororing serta diperkuat oleh Karo Pemerintahan dan Otda Jemmy Kumendong melangkah ke babak 16 besar setelah mengalahkan Tim dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.

Hasil ini menjadikan Tim Tenis Meja Juara Grup dan pada malam ini juga langsung akan bertanding menghadapi pemenang Antara Tim Jawa Timur dan Tim Lampung untuk memperebutkan posisi 8 besar.

Hasil lain dari cabor Catur Kilat nomor perseorangan dengan Pecatur Kahar Mokoginta, setelah memainkan 8 babak yang melelahkan, memastikan lolos ke babak selanjutnya setelah masuk 10 besar 70 peserta. (tim/red)

Hadapi PORPROV Sulut 2017, Tim Tenis Meja Manado Mantapkan Latihan

manado
Tim PTMSI saat melakukan latihan fisik di KONI Manado, guna menghadapi PORPROV di Tondano

manadoterkini.com, MANADO – Menghadapi Pekan Olah Raga Provinsi (PORPROV) Sulawesi Utara akan digelar 10 – 13 Oktober 2017 di Tondano. Tim Tenis Meja Manado telah dibentuk oleh PengKot PTMSI Manado dengan komposisi terus mematangkan persiapan dengan meningkatkan porsi latihan, baik fisik maupun teknik para pemain.

Untuk memenuhi terget 5 emas dari KONI Manado, Ketua Pengkot PTMSI Manado Bertje Wowor mengakui akan peningkatan porsi latihan terhadap tim guna menghadapi Porprov bulan depan. “Target capaian 5 medali emas, oleh karena itu latihan sudah dilaksanakan sejak akhir bulan Agustus. Pemantapan fisik dilaksanakan di Lapangan KONI Manado setiap Sabtu jam 7.00 – 08. 30 sedangkan pemantapan teknik dilaksanan pada jam 17.00 – 21.30 setiap senin s/d sabtu sesuai dengan waktu sekolah atlit yang kebanyakan masih pelajar,” ujar Wowor.

manado
Tampak kostum merah atlet Tenis Meja Putri Marsyanda Mudeng

Nantinya, tim yangdibentuk PTMSI Manado berdasarkan hasil seleksi pada akhir Mei yang dilaksanakan di Youth Center Manado akan dicanangkan oleh Walikota Manado GS Vicky Lumentut. “Pemantapan teknis untuk sementara dilaksanakan di PTM JP Manado yang nantinya akan dipusatkan di Youth Center Manado setelah pencanangan oleh Walikota Manado,” ujar Bertje.

Sementara itu disela-sela latihan Coach Mansur Lakoro yang sudah malang melintang melatih Tim Nasional pada beberapa iven kejuaraan internasional mengatakan “tiada rotan akarpun jadi” sambil menunggu tim manajer terbentuk oleh KONI dan Dispora Manado.

PTMSI Manado
Foto bersama para Atlet Tenis Meja dengan pelatih saat melakukan latihan fisik di KONI Manado

Untuk diketahui Tim Putra (Audy Sangor,  Alvons Wengke,  Jenly Limbat,  Vaivel Ruusen), Tim Putri (Elyseba Mudeng, Praisy Sulangi, Dea Pangemanan, Destri Mananu), dan Tim Pelatih (Mansur Lakoro,  Jongke Wowor,  Bertje Wowor).(*/timredaksi)

Tuan Rumah Kejurnas Tenis Meja, Gubernur Olly Komitmen Tingkatkan SDM

manadoterkini.com, SULUT – Sulawesi Utara dipercayakan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja kelompok umur Tahun 2017. Karena itu selaku pemerintah dan tuan rumah, Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE sangat mendukung kegiatan skala nasional tersebut.

manado
Pembukaan Kejurnas Tenis Meja kelompok umur tahun 2017

Gubernur mengatakan, kejuaraan nasional tenis meja ini merupakan salah satu kegiatan yang strategis dan sangat bermanfaat dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

“Sebagai bentuk manifestasi dan komitmen kita untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan atau memberdayakan potensi talenta bangsa serta memberikan kesempatan untuk berprestasi, berkreasi sekaligus melestarikan nilai-nilai olahraga dalam rangka pembinaan dan pengembangan olahraga tenis meja di tanah air,” kata Gubernur sebagaimana disampaikan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdaprov Sulur, DR Jemmy Kumendong MSi  pada acara Pembukaan Kejuaraan Tenis Meja Meja, di Auditorium Unsrat Manado, Sabtu (15/07/2017 ) pekan lalu.

Lanjutnya, olahraga juga merupakan bagian dari proses pembentukan generasi bangsa yang sehat dan unggul. Selain itu, dengan terselenggaranya kejuaranan nasional ini di Sulut, akan memberikan nilai positif tersendiri pada sektor pariwisata, dimana dengan adanya iven-iven positif seperti ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dari berbagai daerah serta mancanegara khusunya pencinta tenis meja untuk turut menyaksikan kegiatan yang berskala nasional.

kejurnas, kelompok umur“Saya menghimbau kepada para peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-  baiknya tanamkan jiwa sportivitas yang tinggi dalam menggapai prestasi, hindarilah persaingan yang dibumbui dengan cara-cara negatif, pahamilah bahwa ajang kejurnas kelompok umur ini selain untuk mencari siapa yang terbaik, juga sebagai wahana mempererat jalinan silahturahmi, baik antar sesama atlet maupun pencinta tenis meja di tanah air. Teruslah mengukir prestasi karena prestasi yang tinggi di bidang olahraga dapat membangkitkan rasa kebanggaan dan kepercayaan diri dan sangat penting untuk melanjutkan proses pembangunan,” pesannya.

Melalui kesempatan tersebut, Gubernur mengajak agar sinergitas yang terjalin tetap dijaga. Selain itu mengingatkan agar senantiasa bersatu menangkal gerakan radikal guna optimalnya visi pembangunan.

“Saya mengajak untuk senantiasa tetap bersatu menangkal, dan jangan terprovokasi oleh gerakan radikal dan terorisme. Tetap memperkokoh semangat untuk menjauhi narkoba, menggelorakan dan meneguhkan semangat dan nilai-nilai Pancasila,” imbaunya, sembari menyampaikan, “Selamat bertanding semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa  menganugerahkan berkat dan rahmat-Nya serta menuntun dan menyertai setiap langkah upaya yang kita lakukan,” tutupnya.(alfa)

Resmi Dibuka, Kejurnas Tenis Meja Kalompok Umur Diikuti 176 Peserta

manadoterkini.com, SULUT – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Meja Kelompok Umur Tahun 2017, diikuti oleh 20 Provinsi dengan jumlah peserta 176 orang. Kejurnas yang dilaksanakan di Auditorium UNSRAT, Manado, Sabtu ( 15/07 ) kemarin dibuka Ketua Penggurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia ( PB PTMSI ) Ir H.M Lukman Edy MSi, dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE, yang diwakili oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah DR Jemmy Kumendong MSi.

Kejurnas, Tenis Meja
Inilah Kontingen kerjunas Tenis Meja tahun 2017

Dalam sambutanya Ketua PB PB PTMSI mengapresiasi kepada pemerintah provinsi Sulut dan salut kepada panitia daerah yang telah melaksanakan agenda nasional ini.

“PB PTMSI sangat mensuport, mendukung penuh kegiatan ini sebagai sarana untuk mencari bibit unggul yang bisa mengharumkan nama daerah dan bangsa,” kata Lukman Edy.

“Bertandinglah dengan penuh semangat tunjukanlah prestasi yang baik bertanding dengan penuh sportivitas, kedepan iven-iven akan dibuat lebih banyak lagi untuk mengairahkan pencinta tenis meja di tanah air,” tuturnya.

Untuk diketahui kejurnas berlangsung dari tanggal 15 s/d 19 juli 2017 ini diikuti oleh 20 Provinsi dengan jumlah peserta 176 orang , terbagi dari kelas Pemula 12 tahun putra/putri, Kadet 15 tahun putra/ putri dan Yunior 18 tahun putra/putri.manado

Dalam kesempatan itu diadakan eksebisi ganda putra antara Karo Jemmy Kumendong berpasangan dengan Waketum KONI Pusat Mayjen Suwarno melawan Ketum PB PTMSI Lukman Edy dan Sekjen PTMSi Robert Hermawan.

Turut Hadir Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen.( Purn ) TNI Suwarno, Sekjen PB PTMSI Robert Hermawan, Ketua KONI Sulut Kolonel Inf Theo Kawatu, Bendahara KONI Sulut Noldy Makalew, Ketua PTMSI Sulut Billy Kaloh dan Penggurus PB PTMSI serta Ketua- Ketua PTMSI di Indonesia.(timredaksi)

Tiga Atlet PON Paralympic Asal Minsel Optimis Bawa Pulang Emas

tenis meja
Tiga atlet tenis meja PON Paralympic asal Minsel

manadoterkini.com, AMIRANG – Tiga atlet PON Paralympic asal Minahasa Selatan, masing-masing Hendra Sariman (Buyungon),  Farly Tilaar (Teep), dan Janlie Kondoy (Teep) yang akan mengikuti pertandingan Cabang olahraga (Cabor) tenis meja optimis bisa membawa pulang medali emas.
“Kita berangkat tentunya punya target. Medali emas menjadi impian semua atlet, itu juga menjadi terget kami semua,” tadas Tilaar yang akrab dengan panggilan Nope.

Sulawesi Utara (Sulut) akan menurunkan delapan atlet di ajang PON Paralympic Jawa Barat (Jabar). Multi event terakbar bagi seluruh atlet penyandang cacat tersebut akan digelar pada tanggal 16 hingga 22 Oktober mendatang.

“Ada delapan atlet penyandang cacat yang sekarang dilatih intensif supaya bisa bersaing di PON Jabar. Tiga diantaranya berasal dari Minsel, dua dari Minahasa Utara (Minut), Dua lagi dari Minahasa, dan Manado Satu atlet,” kata pelatih Paralympic Cabor Tenis meja Sulut Frelly Nelwan kepada manadoterkini.com.

Menurut Dia, para atlet paralimpic ini akan diberangkatkan pada tanggal 11 Oktober 2016 mendatang.

“Mereka akan diberangkatkan satu minggu sebelum pertandingan dilaksanakan, atau tanggal 11 sebelum pertandingan dilaksanakan pada 16 Oktober 2016,” tandasnya.(dav)

Onibala : Anggaran Peralatan Atlet Peparnas Akan Ditindaklanjuti

 

onibalamanadoterkini.com, SULUT – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara Drs Mecky M Onibala MSi mengatakan, anggaran yang diperuntukan untuk peralatan Pekan Paralimpik Nasional (Peparlimpik) masuk di APBD Perubahan 2016 ini.

“Pekan Paralimpik Nasional itu sudah dianggarkan pada anggaran perubahan, kemari saya sudah menyuruh PPTK untuk segerah menindaklanjuti, sementara untuk proses pengadaannya harus melalui pihak ketiaga,” ujar Onibala kepada manadoterkini.com.

Diapun menjelaskan bahwa soal belum adanya perlengkapan dan dana pelatda baru diketahu lewat pembritaan media ini.

“Hari jumat saya baru tiba di Manado dari PON, ” ungkapnya.

Dengan informasi ini, dirinya selaku Kadis Dispora akan segera menindak lanjuti dan mengawal anggaran ini.

Namun dia mengatakan, terkait biaya pelatda selama dua bulan, Onibala mengaku tidak ada anggaran.

“Anggarannya tidak ada, jadi kalau tidak ada gimana …?,” ucapnya.

Keterlambatan dan pengeluhan ini, Onibala pun memohon maaf terlebih kepada pelati dan para atlet paralimpik.

“Mohon maaf apa yang diabaikan, ” kata Onibala.

Dia menyayangkan kurangnya koordinasi antara pengurus, para pelati dan terutama PPTK sehingga berujung pada keterlambatan.

“Hal ini akibat kurangnya koordinasi, baik dari PPTK juga dari pengurus atlet paralimpik ini, pungkasnya.(alfa)

Praysi : Sukses Itu Butuh Perjuangan

JUARA baru tenis meja putri kelompok umur 12 tahun ini menjadi pembicaraan di berbagai iven di Kota Manado hingga Sulut. Dialah Praysi Sulangi, siswi Kelas 4 SD GMIM Betlehem Minaga, yang adalah pendatang baru dalam cabang olahraga tenis meja. Tak heran namanya pun disebut-sebut sebagai genarsi Cerdas yang akan menjadi kebanggaan Manado dan Sulut.

Praysi Sulangi
Praysi Sulangi

Putri dari Jakson Sulangi SH (Pengacara) dan Maya Kalang SPd (Guru SMA 7 Manado) akhir-akhir ini menjadi juara dalam berbagai iven tenis meja di bumi Nyiur Melambai. Pasalnya, untuk menjadi atlet Hebat tentunya harus punya kecerdasan dan kerja keras yang ekstra lebih dari biasanya.

“Kesuksesan itu butuh perjuangan. Semangat saja ternyata tidak cukup, harus kerja keras dan disiplin serta dengar-dengaran terhadap arahan pelatih. Itulah spirit yang selalu ayah (Jekson Sulangi,red) sampaikan,” ungkap adik dari Reylan Sulangi, ketika bersua dengan manadoterkini.com.

PhotoGrid_1464580185107
Praysi bersama Mama dan Papa

Untuk diketahui Putri kelahiran 4 Desember Tahun 2006 ini, pada Juli mendatang akan berangkat ke Jakarta, mewakili Sulut dalam Olimpiade Olaharaga Siswa Nasional. Bahkan informasi manadoterkini.com, Praysi akan menjadi wakil Sulut dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dimana Sulut menjadi Tuan rumah.(***)

Era Baru Kebangkitan Tenis Meja Kota Manado

manadoterkini.com, MANADO – Harapan Walikota Manado GS Vicky Lumentut, menghadirkan bibit baru dalam dunia olahraga sebagai pembinaan generasi muda sepertinya mulai menuai hasil.

Praysi
Praysi usai menjuarai O2SN tingkat Provinsi Sulut
Praysi dan Kots Alfrits Nelwan (ujung kiri) foto bersama Dispora Manado
Praysi dan Kots Alfrits Nelwan (ujung kiri) foto bersama Dispora Manado

Seperti halnya dalam cabang olahraga tenis meja, di berbagai kelompok umur mulai bergeliat. Artinya, dari banyaknya kegiatan seperti liga pejalar serta O2SN memberikan dampak yang luar biasa bagi generasi muda di Kota Manado.

Buktinya dalam cabang tenis meja, untuk kelompok umur 12 tahun Praysi Sulangi siswa Kelas 4 SD GMIM Betlehem Minanga, Malalayang Dua yang merupakan pendatang baru di Kota Manado mampu menjadi jawara baru bahkan menjadi wakil Sulut untuk mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Setelah menjuarai O2SN, Putri dari pengacara kondang Jekson Sulangi SH ini akan mewakili Sulut di tingkat Nasional. “Ya, nantinya Praysi akan mewakili Sulut untuk mengikuti O2SN tingkat Nasional di Jakarta. Jadi yang menjadi kebanggaan kami orang tua Praysi bukan hanya Manado tapi Sulut. Kami berharap ini menjadi tonggak kebangkitan tenis meja di Kota Manado,” ujar Sulangi kepada manadoterkini.

Manariknya, Praysi yang tergabung dalam Tim Minaga besutan kots Alfrits Nelwan, baru genap setahun mengenal dengan yang namanya bat tenis meja. “Mei ini genap setahun. Mereka ditempa mulai dari cara memegang bat tenis meja hingga teknik dalam bermain. Ini juga berkat dukungan rukun filia yang selalu mensupport generasi muda agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif. Kedepan kita berharap bukan hanya Praysi tapi juga yang lainnya,” ungkap dr Charly Takalamingan yang juga digadang sebegai dokter fisik dari Praysi serta Tim Minaga.

Untuk diketahui, Praysi kini menjadi kebanggaan warga Minaga, Malalayang Dua, karena selain mampu menjadi wakil Manado, sudah menjadi wakil Sulut di pusat. “Terima kasih semua dukungan dan doanya. Ini akan menjadi motivasi bagi generasi muda di Minanga maupun Manado pada umumnya,” ungkap Maya Kalangi SPd yang merupakan ibunda dari Praysi.(ald)