TONDANO, (manadoterkini.com) – Lagu “O Minahasa Kinatoanku” dan lagu “Esa Mokan” yang ditampilkan oleh Tim Kesenian Minahasa, berhasil memukau warga Belanda yang memadati lokasi pameran Tong Tong Fair 2015 di Malieveld, Den Haag, Belanda.

Saat tampilan tarian Katrili, suasana acara yang dipenuhi para “bule” asal Eropa ini langsung bertepuk tangan gembira mengikuti lantunan gerak dan lagu para penari Minahasa ini hingga tarian selesai.

Disela-sela penampilan tarian tersebut, tampak pula seorang personil Wulan Minahasa tampil di podium dan menyanyikan lagu “O Minahasa Kinatoanku” dan lagu “Esa Mokan”.

Bahkan saat Tim Kesenian ini turun dari atas panggung, tampak para warga Belanda menyerbu para penari ini untuk berfoto bersama dan langsung menawar topi berbentuk burung yang digunakan dalam tarian Pisok untuk dibeli dengan harga mahal dengan mata uang UERO.

Sekda Minahasa yang menyaksikan langsung pentas ini menyampaikan rasa bangganya atas penampilan maksimal dari para Waraney Wulan MInahasa sehingga telah membawa nama baik daerah bahkan Provinsi Sulawesi Utara dan bangsa Indonesia.

Tim Kesenian yang terdiri dari 20 peserta Waraney Wulan Minahasa (WMM) beserta official dan beberapa pejabat Pemkab Minahasa dipimpin Sekdakab Jeffry Korengkeng SH MSi ini, tampil sebagai peserta pertama dalam Tong-Tong Fair ini dengan menampilkan tarian Maengket, tarian Pisok, tarian Tetengkoren dan ditutup dengan tarian Katrili.

Diakhir penampilan Tim Kesenian Minahasa ini, Sekda Jeffry Korengkeng SH MSi bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Ny Seeve Korengkeng-Warouw, Asisten I Drs Denny Mangala MSi, Kadis Pariwisata Debby Bukara SE. Kabag Humas dan Protokol Agustivo Tumundo SE MSI, Kabag Kemasyarakatan Widi Rinjani SSos, Sekdis Pariwisata Basaria Tiara Lumbangaol MSc serta seluruh penari dan official lainnya diundang naik ke panggung untuk menerima apresiasi dari penyelenggara.

Adapun para Waraney dan Wulan Minahasa yang tampil memukau ini untuk promosi budaya dan kesenian di Eropa ini, diantaranya Derien Saerang, Natasha Gabriela Sumual, Richard Theis, Ferry Kumentas, Friska Tani, Brian Mailangkay, Frengky NIcolaas, Diane Christine Rantung, Megumi Geraldin Kusen, Nisia Tewu, Whitney Pangkey, Riebka Rori, Reinhard Mangala, Valdano Sajow, Princess Pontoh, Elfiera Bororing, Falentin Laloan, Levina Gimon dan Johanis Pantouw.(fln)

MANADO, (manadoterkini.com) – Setelah membuka Pameran Minahasa Expo 2014 dalam rangka Hari Jadi Minahasa ke 586, Bupati Minahasa Drs. Jantje Wowiling Sajow, M.Si, selanjutnya membuka Grand Final pemilihan Waraney Wulan Minahasa, di Wale ne’ Tou Tondano Jumat (31/10) 22.00 Wita.

Bupati Minahasa Jantje W. Sajow mengatakan supaya Waraney Wulan yang terpilih supaya bisa memperkenalkan potensi pariwisata Minahasa. “Jangan hanya kita menunjukkan kegantengan atau kecantikan kita, tapi bagaimana kita turut serta dalam agenda pembangunan dan perubahan Minahasa yang lebih baik ke depan,”terang JWS sapaan akrab Bupati.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Minahasa Debby Bukara, SE, M.Si mengatakan kegiatan ini merupakan agenda yang telah tersusun setiap tahun.”Agenda ini memang telah menjadi kegiatan rutin untuk mempromosikan potensi pariwisata dan duta pariwisata yang ada di Minahasa, terdiri dari 61 peserta perwakilan dari SKPD dan Kecamatan,”ungkapnya.

Hadir juga dalam pembukaan tersebut, Ketua TP PKK Minahasa Dr Olga Sajow-Singkoh M.Hum, Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang bersama Wakil Ketua TP PKK Minahasa Jashinta Sarundajang-Paat, Unsur Muspida, Kapolres, Dandim 1303 Minahasa, Kejaksaan Negeri Minahasa, DPRD serta undangan membuka Grand Final Waraney Wulan Minahasa.

Pantauan manadoterkini.com di gedung Wale ne’ Tou Tondano yang juga di seputaran lokasi Pameran Minahasa Expo 2014 tampak riuh memberi semangat kepada para finalis yang menjadi dukungannya.(chris)