Rabu, 3 Juni 2020

Pemkot Manado Diminta Kaji Kembali Tarif Angkot bagi Siswa

MANADO, (manadoterkini.com) – Pemberlakuan tarif angkot yang baru sesuai dengan SK nomor 47 tahun 2014, bagi siswa hingga kini terus berpolemik. Pasalnya, kenaikan harga angkot bagi siswa dari Rp 2500 menjadi Rp 3500 jelas sangat memberatkan.

Seperti yang disampaikan orang tua murid Elsye Mudeng – Tuwo, warga Malalayang Dua, kepada manadoterkini, Senin (01/12). Menurutnya, kenaikan tarif bagi siswa lebih besar dari pada tarif bagi warga pada umumnya Rp 3800. “Tarif angkor bagi siswa di Manado perlu dikaji kembali. Pasalnya, persentasi kenaikan lebih besar dari penumpang umum. Hal ini jelas tidak masuk akal, harusnya tarif bagi siswa itu berada di bawah,”ujar Elsye ibu rumah tangga ini.

Bahkan Dia kecewa karena aparat engan menindaklanjuti. Pasalnya, sudah sejak diterapkan para sopir tidak mengindakan SK dari Walikota tersebut. Dimana para sopir dengan enteng tidak menyediakan uang kembalian. “Kebanyakan para sopir tidak lagi mengembalikan uang Rp 500 dengan alasan tidak ada. Jadi kami meminta pemerintah selayaknya mengkaji kembali akan kenaikan tarif angkot di Manado,”tandasnya.

Ditambahkannya, seharusnya kenaikan tarif angkot dibulatkan saja Rp3000, karena sebelumnya tariff angkot kan Rp2500 per orang, harusnya dibulatkan menjadi Rp3000. Lanjutnya, pemerintah diharapkan bisa mengkaji sebaiknya dengan menggunakan metode hitung-hitungan yang wajar.

Sekedar diketahui, pasca kenaikan BBM beberapa waktu lalu, pemerintah langsung menaikkan tariff angkot sesuai dengan SK no 47 tahun 2014, dimana para siswa diwajibkan membayar Rp3500 per orang, sedang umum diwajibkan Rp3800 per orang. (ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*