Senin, 25 Mei 2020

Situs Sejarah Veldbox di Manado Hancur

MANADO, (manadoterkini.com) – Pengerukan bukit di Manado begitu mudahnya mendapatkan izin dari Badan Lingkungan Hidup Kota Manado. Alhasil, situs sejarah veldbox di Bukit Pinaesaan Kelurahan Komo Luar kini hancur akibat pengerukan membabi-buta.

Wakil Walikota Manado Harley Mangindaan yang baru-bari ini naik ke puncak bukit Pinaesaan, melihat langsung hancurnya tindakkan pengrusakan situs bersejarah tersebut hanya bisa menyesali. “Saya tidak habis pikir, kenapa sampai situs sejarah ini ikut dihancurkan. Bukit Pinaesaan juga kenapa sampai ada izin pengerukkan yang keluar. Akan kondisi ini saya akan mintai klarifikasi dari SKPD terkait di Pemkot Manado,” terang Wawali.

Wawali pun pertanyakan, apakah situs bersejarah yang ada di setiap pelosok kota Manado telah didata untuk dimasukan dalam anggaran pemeliharaan. Pasalnya, jika tidak tentunya nasib situs-situs sejarah akan sama dengan situs sejarah Veldbox bukit Pinaesaan.

Disatu sisi Wawali meminta agar para intansi terkait untuk tegas ketika ada kegiatan yang tidak berpihak pada lingkungan, apalagi hingga merusak situs bersejarah. “Jangan sampai sudah hancur tanpa bentuk seperti ini baru terkesan ada tindakan. Tindak tegas bagi perusak situs bersejarah serta aktifitas yang tidak berpihak pada lingkungan,” sembur Wawali yang mengaku menerima laporan warga begitu banyak terkait aktifitas galian dan pengerukkan bukit yang meresahkan.

Mantan Kepala BLH Manado Joshua Pangkerego yang dikonfirmasi terkait dengan galian serta pengerukkan bukit Pinaesaan itu menyatakan, kalau benar memang izin lingkungan yang dikeluarkan tahun 2011 lalu. “Dan saya menjabat kepala BLH Manado waktu itu. Tapi kalau aktifitas pengerukkan tanah baru berjalan saat ini tentunya izin yang diterbitkan 2011 sudah kadaluarsa,” kelit Asissten 1 Manado ini.

Sedangkan soal keberadaan situs sejarah Veldbox di bukit Pinaesaan, Pangkerego menyatakan tidak tahu. “Kalau soal situs bersejarah ada di bukit itu, saya tidak tahu, kami juga tidak mendapatkan informasi soal keberadaan situs tersebut,” katanya.

Disentil sebelum keluarkan izin lingkungan pengerukan bukit, sempat melakukan survey, Pangkerego mengaku ada. “Kami turun survey, tapi karena tidak ada informasi dari instansi terkait atau diperlihara dan ditandai, tentunya akan kami ketahui termasuk warga masyarakat di sekitar bukit Pinaesaan itu,” tegas Pangkerego Minggu kemarin.

Pelak saja hal ini mengundang reaksi para budayawan di Kota Manado. Menurut Drs Ronny Mangare Msi, rusaknya situs sejarah veldbox akibat dari lemahnya pengawasan Pemkot Manado terhadap nilai sejarah dan budaya. “Seharusnya pengawasan itu diperketat. Rusaknya veldbox bukit Pinaesaan membuktikan lemahnya bidang pengawasan Pemkot Manado,”ujar Mangare sembari mempertanyakan fungsi pengawasan di Pemkot Manado.(ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*