Kamis, 28 Mei 2020

Mantan Kepala BLH Manado ‘Enggan Tanggung Dosa’ Keluarkan Izin

MANADO, (manadoterkini.com) – Rusaknya veldbox di bukit Pinesaan kini menjadi bola panas. Pasalnya, mantan Kepala BLH Manado yang kini Asisten I Setda Manado, Joshua Pangkerego yang dikonfirmasi terkait dengan galian serta pengerukkan bukit Pinaesaan mengakui kalau benar memang izin lingkungan yang dikeluarkan tahun 2011 lalu. “Saya menjabat kepala BLH Manado waktu itu. Tapi kalau aktifitas pengerukkan tanah baru berjalan saat ini tentunya izin yang diterbitkan 2011 sudah kadaluarsa,” kelit Asissten I Setda Manado ini.

Ironisnya, situs sejarah veldbox di Bukit Pinaesaan, Pangkerego menyatakan tidak tahu. “Kalau soal situs bersejarah ada di bukit itu, saya tidak tahu. Kami juga tidak mendapatkan informasi soal keberadaan situs tersebut,” katanya.

Disentil sebelum keluarkan izin lingkungan pengerukan bukit, sempat melakukan survey, Pangkerego mengaku ada. “Kami turun survey, tapi karena tidak ada informasi dari instansi terkait atau diperlihara dan ditandai, tentunya akan kami ketahui termasuk warga masyarakat di sekitar bukit Pinaesaan itu,” tegas Pangkerego.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Manado pun dianggap Pangkerego tidak ada data soal situs budaya dan sejarah di wilayah Manado. “Harusnya kejadian ini menjadi koreksi Disparbud Manado, paling tidak harus ada data situs dan budaya di Manado serta diberikan tanda termasuk harus dipelihara agar diketahui warga,” sindir Pangkerego.

Sindiran Pangkerego pun langsung ditanggapai mantan Kadisparbud Manado Peter Assa. “Situs budaya yang ada di Manado sedikitnya ada 50 lebih sudah masuk dalam data. Dan lagi data situs budaya dan sejarah tersebut sebelumnya diumumkan dalam rapat lintas SKPD,” beber Assa.

Assa justru melihat, BLH yang seharusnya ada koordinasi ke Disparbud Manado sebelum menerbitkan izin aktifitas galian. “Harusnya ketika berikan izin harus survey. Mekanisme izin apapun ada verifikasi lapangan itu berkoordinasi dengan instasi teknis. Agar bisa dilakukan inventarisir dulu sebelum keluarkan izin. BLH Manado sebenarnya ikut bertanggungjawab terkait dengan situs dan sejarah yang ada bukan hanya pikirkan lingkungan hidup. Kasus seperti ini juga bukan hanya sekali terjadi tapi pernah kejadian di Paal Dua Dendengan,” tutup Assa.(*/ald)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*