Minggu, 31 Mei 2020

Mantan Kepala BLH Manado Jangan “Cuci Tangan”

Terkait Pengrusakan Veldbox di Bukit Pinaesaan

MANADO, (manadoterkini.com) – Dituding sebagai orang yang paling bertanggung jawab rusaknya situs sejarah veldbox, akibat pengerukan bukit, mantan kepala BLH Manado Johsua Pengkerego seakan cuci tangan dengan melempar persoalan itu ke instansi lain.

Dia berdali bahwa tak ada tanda maupun informasi tentang situs budaya tersebut. Padahal situs sejarah itu menjadi salah satu tujuan wisata andalan wisatawan yang datang di Kota Manado.

Bahkan situs budaya tersebut telah masuk dalam data Dinas Pariwisata kota Manado, dan telah beberapa kali dieskpos lewat media-media di Sulawasi Utara. “Seharusnya mantan BLH jangan cuci tangan. Karena Dia adalah orang yang paling bertanggung jawab mengeluarkan izin pengerukan,”kata tokoh Pemuda Widdy Rorimpandey kepada manadoterkini.com.

Anehnya, mantan BLH yang mengeluarkan izin pengerukan berdalih tidak mengetehui akan keberadaan veldbox di bukit Pinaesaan. “Kalau soal situs bersejarah ada di bukit itu, saya tidak tahu. Kami juga tidak mendapatkan informasi soal keberadaan situs tersebut,” katanya.

Pengkerego yang kini menjabat Asisten I Setda Kota Manado mengakui kalau izin pengerukan bukit Pinaesaan yang dikeluarkan tahun 2011 lalu, semasa Dia menjabat. Namun Dia berdalih kalau baru dilakukan saat ini itu sudah kadaluarsa. “Kalau aktifitas pengerukkan tanah baru berjalan saat ini tentunya izin yang diterbitkan 2011 sudah kadaluarsa,” kelitnya.

Disentil sebelum keluarkan izin lingkungan pengerukan bukit, sempat melakukan survey, Pangkerego mengaku ada. “Kami turun survey, tapi karena tidak ada informasi dari instansi terkait atau diperlihara dan ditandai, tentunya akan kami ketahui termasuk warga masyarakat di sekitar bukit Pinaesaan itu,” tegas Pangkerego.(ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*