Senin, 25 Mei 2020

Walikota GSVL Dukung Pemberantasan Illegal Fishing di Perairan Manado

Pimpin Upacara Hari Nusantara

manado

Upacara hari nusantara di Manado.(ist)

MANADO, (manadoterkini.com) – Visi Indonesia tentang ‘Poros Maritim’ yang dikumandangkan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) guna penegakkan kedaulatan ekonomi dan wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI), itu mendapat dukungan penuh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Manado. Seperti yang diutarakan Walikota Manado, DR G.S Vicky Lumentut saat dipercayakan memimpin Upacara Hari Nusantara ke 14 yang dilaksanakan Senin (15/12) pagi di kawasan Mega Mas Manado.

Kepada sejumlah wartawan, Walikota Lumentut menyatakan pihaknya sangat memuji dan mendukung langkah berani Pemerintah Pusat seputar pemberantasan Illegal Fishing yang marak terjadi di perairan Indonesia oleh kapal-kapal asing luar negeri. Oleh karena itu, khusus untuk perairan Manado. Pihaknya juga sangat berharap adanya pembasmian kasus Illegal Fishing yang pada akhirnya merugikan nelayan kita sendiri. “Aksi menenggelamkan kapal asing yang kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia, itu terobosan yang luar biasa dan bagus serta sangat berarti. Semuanya pasti untuk masyarakat, karena laut sehat pasti ikan berlimpah dan masyarakatnya akan sejahtera,” ujar Walikota Lumentut.

manado

Walikota GSVL dan Wawali melepas penyu. (ist)

Dijelaskannya, Poros Maritim adalah sebuah cita-cita bersama untuk mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara maritim terbesar dan terkuat di dunia. Dan peringatan Hari Nusantara menjadi pengingat bahwa, dua pertiga wilayah Indonesia merupakan laut mengandung sumber daya alam sangat melimpah dan luar biasa. Peringatan Hari Nusantara ini juga menjadi bentuk penghormatan atas kedaulatan bangsa Indonesia sebagai negara maritim.

Pemerintah Indonesia pada 13 Desember 1957 mendeklarasikan laut pedalaman adalah bagian dari wilayah Indonesia. Deklarasi ini menyatukan seluruh pulau dan kepulauan ke dalam satu kesatuan NKRI. Dengan pandangan visionernya para pendiri republik melihat bahwa laut teritorial yang hanya dibatasi sejauh 3 mil akibat warisan imperialisme akan membawa dampak negatif. Hal ini berbahaya karena pada akhirnya wilayah kita dikotak-kotakkan dan ada jarak antara pulau satu dengan yang lain. Sebagai Negara Kepulauan, wilayah Nasional Indonesia adalah suatu hamparan perairan laut luas dengan puluhan ribu pulau yang tersebar di dalamnya yang merupakan suatu wilayah kesatuan laut Nusantara (Mare Nostrum) dan pulau yang bulat dan utuh dengan wilayah udara di atasnya. Perjuangan mempertahankan kepentingan nasional tersebut berujung pengakuan Indonesia sebagai Negara Kepulauan terbesar di dunia (The Biggest Archipelagic State) pada tahun 1982 pada Konvensi Hukum Laut Internasional.

“Oleh karenanya tidak beralasan bagi kita untuk tidak memperingatinya setiap tahun, karena deklarasi tersebut mengandung makna dan arti sebagai penyatuan wilayah NKRI,” tegas Walikota GSVL saat membawakan sambutan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.

Dari pantauan yang ada, Upacara Bendera Hari Nusantara kali ini tergolong unik. Dimana, tiang bendera Merah Putih berada di tengah laut dan dikibarkan oleh para regu selam. Dan usai upacara, Walikota Lumentut bersama Wakil Walikota DR Harley Mangindaan melakukan pelepasan ratusan ekor anak penyu dilanjutkan dengan menanam pohon di sekitar pantai Mega Mas tersebut.

Turut hadir dalam hajatan itu, Ketua DPRD Kota Manado, Ny Nortje Van Bone, Kapolres Manado, Kombes Pol Sunarto, Sekot Ir Harfey Sendoh, Kepala DKP Provinsi Sulut, Ir Ronald Sorongan, Kepala DKP Kota Manado, Ir Meisje Wollah MSi dan sejumlah pejabat teras Pemkot Manado serta aparat TNI/Polri, dan pelajar.(ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*