Minggu, 31 Mei 2020

Distanak Boltim Bantah Lakukan Pungli

TUTUYAN, (manadoterkini.com) – Adanya informasi dari sejumlah warga kelompok ternak penerima bantuan uang sebesar Rp 200 juta dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), bahwa adanya ‘permintaan fee’ (imbalan,red) dari pihak Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sebesar 20 persen atau sebesar Rp 20 juta/kelompoknya, ditepis Kepala Distanak Boltim, Ramlah Mokodompis, bahwa pada kenyataannya tidak seperti itu.

“Tidak pernah ada permintaan hitungan persen seperti itu. Kalaupun ada kelompok yang ingin memberikan kepada staf saya yang mengurus semua berkasnya di Jakarta, itu juga saya tidak bisa tolak ataupun bilang jangan (melarang,red),” ujar Mokodompis kepada manadoterkini.com Rabu (17/12).

Selain itu dirinya juga, waktu lalu telah memenuhi panggilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Boltim untuk dimintai klarifikasi laporan tersebut. “Saya sudah memberikan bayangan kepada mereka (DPRD,red). Bantuan itu nantinya dari pusat akan datang turun lapangan untuk memerikasa langsung keberadaan uang tersebut, apakah difungsikan sesuai dengan peruntukannya atau tidak,” ujarnya lagi.

Dijelaskannya juga dalam tahapan pengurusan berkas administrasi dipusat itu sangatlah rumit dan itu juga prosesnya memerlukan jaringan (kenalan,red) agar bisa dipercepat pengurusannya. “Sebenarnya di Boltim tidak mendapatkan jatah, namun karena lobi-lobi akhirnya Boltim bisa mendapatkan bagian sebanyak empat kelompok yang tersebar di 3 Kecamatan seperti, Kecamatan Tutuyan desa Tombolikat Selatan 1 kelompok, Nuangan desa Motongkad 1 kelompok dan Modayag Bersatu desa Modayag 2 Kelompok,” jelasnya, sembari menambahkan pihaknya memberikan leluasan kepada kelompok dalam pengelolaan pembangunan dan pembelian hewan sapi.

Sebelumnya melalui salah satu warga peserta kelompok asal Kecamatan Tutuyan, Riswan Muhammad mengatakan, bahwa kelompoknya hanya akan memberikan Rp 5 jutaan untuk tahapan awal pencairan 40 persen atau Rp 80 juta. “Jadi kami tidak akan memberikan anggaran lebih dari 10 persen, dan pelaksanaan pembangunan dan pembelian hewan sapi untuk dijadikan ternak itu kami sendiri yang akan melaksanakannya,” katanya.(ojr)

Tags: , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*