Minggu, 24 Mei 2020

Berdalih Bayar Materai, UPTD Dikpora Amurang Timur Diduga Lakukan Pungli

AMURANG, (manadoterkini.com) – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Minsel, nampaknya menjadi lahan subur buat oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dalam upaya memperkaya diri. Lihat saja setelah pada beberapa waktu lalu, ratusan Kepala Sekolah (Kepsek) sempat mengeluh karena harus menyetor uang sebesar 300 ribu rupiah saat pencairan dana BOS, kini puluhan guru kembali mengeluh, karena oleh petugas UPTD Dikpora telah mematok uang meterai sebesar 50 ribu rupiah, setiap pencairan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP).

Berdasarkan informasi dari sejumlah guru yang ada di Kecamatan Amurang Timur mengaku kalau saat penyaluran TTP yang dilakukan oleh petugas UPTD Dikpora Amurang Timur, kembali diminta untuk membayar biaya meterai yang sudah di patok sebesar 50 ribu rupiah. Padahal menurut dia, jika pada waktu pengurusan berkas, seluruh penerima sudah pernah mengumpulkan sejumlah meterai, untuk berkas yang sama. “Waktu awal memasukan berkas pengusulan TTP, kami semua sudah mengumpulkan meterai berdasarkan jumlah yang diminta oleh petugas dari UPTD Dikpora Amurang Timur. Namun anehnya, saat pencairan mereka (petugas,red) kembali meminta uang dengan alasan yang sama. Dan akhirnya jumlah TTP yang kami terima terpaksa harus berkurang,” keluh sejumlah guru yang meminta nama mereka jangan ditulis.

Sementara itu, Kepala UPTD Amurang Timur, Tuplin Aruperes saat dikonfirmasi, mengaku belum mengetahui adanya persoalan tersebut, karena saat pencairan TTP, dirinya sedang berada diluar daerah untuk mendampingi Tim yang mengikuti lomba Maengket. “Nanti saya tanyakan dulu ke bendahara apakah memang betul ada pemotong TTP atau tidak, soalnya waktu penyaluran, saya sedang berada di Surabaya. Dan setahu saya, meterai yang di kumpulkan oleh guru-guru sudah digunakan saat pencairan TTP Triwulan 1 dan 2,” ujarnya.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*