Senin, 25 Mei 2020

Walikota Manado Resmikan SDN 34 dan 125 Wenang Manado

Walikota GSVL : Mari Jaga dan Manfaatkan Fasilitas Sekolah Secara Baik

ManadoMANADO, (manadoterkini.com)-WARGA masyarakat yang ada di Kelurahan Istiqlal Kecamatan Wenang, patut berbangga dengan hadirnya bangunan baru Sekolah Dasar Negeri (SDN) 34 dan SDN 124 Wenang, yang sebelumnya porak-poranda dihantam banjir bandang 15 Januari awal tahun lalu saat ini berdiri dengan megah. Kedua SDN itu sendiri diresmikan langsung oleh Walikota Manado, DR Godbless Sofcar Vicky Lumentut (GSVL) pada, Rabu (17/12) tadi. Walikota Lumentut dalam peresmian itu mengatakan bahwa, pentingnya dunia pendidikan bagi bangsa ini dalam menciptakan generasi handal dan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam membangun Indonesia terlebih khusus membangun Kota Manado dan Provinsi Sulut pada umumnya. Untuk itu dengan dibangunnya kembali sekolah ini dikatakan Lumentut, agar mari mengubur jauh-jauh dan lupakan musibah bencana banjir bandang yang terjadi lalu. Kita harus bangkit meski sempat dilanda bencana banjir lalu. Semoga sekolah ini bisa melahirkan anak-anak yang dapat membanggakan orang tua, daerah, bangsa dan negara. Saya berharap fasilitas sekolah dapat digunakan sebaik-baiknya, seperti fasilitas perpustakaan di sekolah ini. Harus dimanfaatkan oleh para anak didik, untuk itu saya minta para guru bisa mendorong minat baca dari para anak didik. Jangan sampai fasilitas perpustakaan yang ada tidak digunakan dengan baik, sehingga hanya dibaca oleh para hewan tikus-tikus dan bukan dibaca oleh para anak didik kita sendiri.

“Kehadiran fasilitas atau perpustakaan sekolah, seharusnya dibaca para murid, bukannya tikus yang pada akhirnya merusak buku yang ada,” jelas GSVL mengingatkan.

Ditambahkan Walikota Lumentut, pihaknya menyambut dengan penuh sukacita adanya bantuan Dana Kemanusiaan tersebut, lebih khusus di bidang pendidikan dalam bersama membangun SDN 34 dan SDN 125 Wenang Kota Manado. Disisi lain dikatakan Lumentut, memang saat ini orang-orang yang dari luar Manado dengan melihat keadaan yang telah normal kembali pasca bencana lalu tidak yakin dan percaya kalau Kota yang kita cintai ini sempat diterjang bencana yang dhasyat. Itu dikarenakan hanya sekitar sebulan dilakukan gotong royong baik Pemerintah, lapisan masyarakat yang tergabung lewat gerakan Mapalus dengan eksis membersihkan dan memulihkan Kota Manado ini dari sisa-sisa sampah dan lumpur pasca bencana banjir termasuk di Kelurahan Istiqlal ini.

“ Dalam sebulan pasca bencana terjadi Manado telah bersih dari sampah dan lumpur sisa bencana, itu karena secara gotong royong kami eksis bekerja untuk memulihkan kota ini lewat gerakan Mapalus. Namun sangat disayangkan apa yang dijanjikan oleh Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan, bagi warga yang terkena bencana yang menjadi wewenang Pemerintah Pusat dalam hal ini BNPB Pusat. Sesuai dengan kesepakatan rapat bersama hingga saat ini belum juga tiba atau belum diturunkan dari Pusat,” sesal GSVL.

Ditambahkannya, informasi yang ada di tengah masyarakat, terkait bantuan bencana dari pusat sudah ada di Kas Pemkot Manado, itu sama sekali tidaklah benar. Bahkan sering terdengar kalau uang bencana itu sudah diturunkan dari pusat dan ditahan-tahan serta telah dibungakan ke bank oleh Walikota GS Vicky Lumentut, untuk kepentingan pribadinya sendiri itu sangat keliru. “Bantuan bencana yang dijanjikan Pemerintah Pusat hingga saat ini belum juga di turunkan. Tapi itulah resiko menjabat sebagai Walikota,pasti ada kritikan, baik kritikan membangun maupun kritikan menduga-duga bahkan fitnahan. Dan semuanya saya telah maafkan, karena mereka mungkin tidak tahu apa yang telah mereka katakan dan perbuat dan semoga orang-orang seperti itu kembali ke jalan yang benar,” kunci GSVL.

Seperi diketahui, bantuan kemanusiaan di bidang Pendidikan untuk membangun kembali kedua sekolah yakni SDN 34 dan SDN 125 Wenang Kota Manado, menelan anggaran Rp 2,9 Miliar masing-masing telah digunakan membangun Sekolah dua lantai dengan14 ruang, 10 ruang kelas, dua ruang perpustakaan, dua ruang kantor serta enam toilet. Kedua Sekolah itu bisa berdiri dengan megah berkat bantuan dari aksi Dana Kemanusiaan Musisi Tanah Air Indonesia dan Kompas Group. Turut hadir dalam acara peresmian kedua sekolah itu yakni, Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Pusat, Trias Kuntjayohno, artis atau musisi Opie Anderesta, Kadis Diknas Manado, Corry Tendean SH, Camat Wenang Donald Sambuaga SSTP, serta guru dan murid yang ada di SDN setempat.(ald)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*