Minggu, 31 Mei 2020

Banyak Pejabat dan PNS di Minsel Tidak Masuk Kantor

AMURANG, (manadoterkini.com) – Profesionalisme dan komitmen menegakkan good governance sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS), baik pejabat maupun para staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), patut dipertanyakan. Pasalnya, meski sudah diingatkan sebelumnya bahwa libur Natal hanya berlaku tanggal 25 dan 26 Desember, namun masih saja ada PNS yang memperpanjang hari liburnya.

Hal ini terungkap ketika manadoterkini.com melakukan pantauan di Kantor Bupati Kelurahan Pondang Kecamatan Amurang Timur, Senin (29/12) kemarin hingga Selasa (30/12).

Terlihat aktivitas perkantoran masih terlihat sepi. Hampir di semua ruangan kerja terlihat hanya beberapa PNS yang berada di dalamnya. Tidak banyak aktivitas yang dilakukan, selain terlihat memberikan salam Natal dan terlibat dalam perbincangan bersama seputar hari Natal. Ada pula yang memilih tidur-tiduran di ruangan kerja sambil menunggu datangnya apel sore.

Kenyataan ini juga terlihat di beberapa institusi yang berada di luar Kantor Bupati, seperti di Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispertanak), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Dinas Kehutanan (Dishut), Dinas Perkebunan (Disbun), Kantor Pengelola Kebersihan dan Pertamanan (KPKP), Badan Ketahanan Pangan, BP4K. Bahkan, sejumlah PNS yang coba dikonfirmasi mengaku tidak tahu harus berbuat apa di hari pertama masuk kerja setelah empat hari libur. Ada yang mengaku kecapean setelah melewati hari Raya Natal.

Malah ada yang mengaku masih ingin mengunjungi pusat-pusat perbelanjaan untuk mempersiapkan segala-sesuatu menyambut perayaan Tahun Baru.

Dibagian lain, sejumlah staf yang setia di tempat kerjanya mengatakan ada beberapa pejabat dan staf PNS yang datang ke tempat kerja tepat pada waktunya, namun demikian hanya beberapa saat di tempat kerja dan selanjutnya meninggalkan ruangan tanpa ada alasan yang jelas.

Sebaliknya ada pula pejabat dan staf yang tidak datang tepat pada waktunya. Hal ini terlihat saat digelarnya apel pagi di masing-masing instansi Pemkab Minsel. Jika ditaksir dalam presentasi maka terhitung 10 persen dari jumlah keseluruhan PNS di masing-masing SKPD tidak menghadiri. “Tadi mereka (pejabat dan staf-red) masuk kerja tepat waktu, hanya saja keberadaan mereka di sini cuma 3-4 jam dan selanjutnya meninggalkan tempat kerja. Saya tidak tahu mereka ke mana dan apa alasan mereka keluar,” ujar sejumlah staf sambil meminta nama mereka jangan ditulis.

Dan jika ditaksir dalam presentasi, maka terhitung 10 persen dari jumlah keseluruhan PNS di masing-masing instansi tidak masuk kerja, tidak datang tepat pada waktunya dan memangkas jam kerja. Namun demikian ada beberapa instansi yang menunjukkan kedisiplinannya dan loyalitasnya pada tugas selaku abdi negara.

Mereka adalah pejabat dan staf yang ada di Bagian Pembangunan, Sekretariat Daerah Kabupaten Minsel, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Minsel, Dinas Capil, Kntor Satpol-PP.

Sementara itu, Sekdakab Minsel Drs Danny Rindengan MSi ketika dikonfirmasi di ruang kerjannya mengakui hal tersebut. Dikatakannya, dari laporan yang masuk memang menunjukkan ada sejumlah PNS yang tidak masuk kantor, datang ke tempat kerja tidak pada waktunya, dan meninggalkan lokasi kerja sebelum berakhirnya waktu kerja. “Kalau mau dikalkulasikan jumlahnya bisa mencapai 10 persendi setiap instansi. Ada yang tidak masuk kerja, ada yang terlambat masuk kantor dan ada yang meninggalkan tempat kerja sebelum waktunya,” ujarnya.

Dikatakannya, terhadap para PNS ini akan diberlakukan sanksi administrasi berupa teguran lisan dan tertulis. “Kita akan berlakukan sanksi administrasi. Yang belum pernah melakukan pelanggaran yang sama akan dikenai sanksi ringan berupa teguran lisan tapi jika ada yang sudah beberapa kali melakukan hal yang sama, akan dikenai sanksi berupa pemotongan TTP dan bisa saja kenaikan pangkat mereka akan ditunda,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas dan Kabag yang terlihat masuk kantor hingga sore hari, selain Sekdakab Minsel Drs Danny Rindengan MSi, yakni Kadis Capil Drs Corneles Mononimbar, Kadis Disperindakop Samuel Setho Slaat ST, Kepala BKDD Minsel Drs Roy Tiwa, Kadispora Henrie Lumapow SH MSi, Kabag Pembangunan Ir Novi Pusung, Kasatpol PP Nofriet Dadi Ransulangi, Kadis DPKPAD Denny Kaawoan, Kabag Hukum Lucky Tampi SH, Kabag Ortal Frangky Mamangkey, sedangkan yang lainnya sudah tidak terlihat lagi alias menghilang.(dav)

Tags: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*