TIFF salah satu faktor pemulihan ekonomi masyarakat Kota Tomohon

WL
Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut

manadoterkini.com, TOMOHON – Pagelaran iven tahunan Tomohon Internasional Flawer Fistival (TIFF) salah satu faktor pemulihan ekonomi masyarakat. Demikian penjelasan Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut saat memberikan materi di ISC ke-6 APTIK Indonesia, Jumat (11/11/2022).

“Tujuan utama Pemerintah Kota Tomohon adalah pemulihan ekonomi nasional terutama di Kota Tomohon. Dengan adannya TIFF menjadi salah satu faktor pemulihan ekonomi masyarakat Kota Tomohon,” kata Wenny.

Tidak heran iven tahunan TIFF sangat menarik perhatian para investor lokal maupun internasional untuk menanam saham di Sulut lebih khusus di Kota Tomohon.

Menurut WL, ekowisata TIFF adalah suatu konsep pengembangan pariwisata berkelanjutan yang bertanggung jawab dan bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan, alam, budaya dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan yang konservatif. Sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat yang bertanggung jawab terhadap kesejahteraan masyarakat lokal dan pelestarian lingkungan.

“Ekowisata dapat memberikan banyak manfaat, seperti sumber pendanaan bagi kawasan konservasi, perlindungan kawasan konservasi, alternatif sumber mata pencaharian masyarakat lokal,” kata Wenny.

Lanjutnya, sektor pariwisata tentu membutuhkan upaya terorganisir dan terpadu dari semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah swasta dan perguruan tinggi.

“Oleh karena itu kita harus bersama-sama menjaga kelestarian alam dan budaya guna mendukung usaha pariwisata dan melaksanakan wonderful event seperti Tomohon International Flower Festival yang dilaksanakan setiap tahun,”ucapnya.

Event TIFF, kata WL, komitmen pemerintah bersama masyarakat Kota Tomohon dalam mengembangkan potensi daerah melalui multi sektor seperti pariwisata, perdagangan, perindustrian, pelestarian lingkungan hidup dan kebudayaan.

“Event Internasional ini telah dilaksanakan sejak tahun 2008 dan kemudiaan dilanjutkan sebagai ajang dua tahunan pada tahun 2010, 2012, 2014. hingga tahun 2015 event ini telah diterima oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk digelar setiap tahun,” tutup Wakil Wali Kota Wenny Lumentut.(SK)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.