Berita PilihanPemerintahan

Paskibra Asal Talaud Viral di Medsos, Kewenangan Kesbangpol Kab/Kota Sudah Ditindaklanjuti Provinsi Sulut

×

Paskibra Asal Talaud Viral di Medsos, Kewenangan Kesbangpol Kab/Kota Sudah Ditindaklanjuti Provinsi Sulut

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, SULUT – Salah satu anggota Paskibra Provinsi Sulawesi Utara asal Kabupaten Kepulauan Talaud, yang sempat viral di media sosial belum pulang akibat terkendala tiket ternyata langsung ditindaklanjuti Kesbangpol Sulut.

Salah satu Purna Paskibra Sulut Iwan Meniaga yang merupakan instruktur merangkap pelatih menuturkan pihak Kesbangpol Sulut langsung bertindak dan menyelesaikan membelikan tiket pulang Paskibra tersebut padahal sebenarnya menjadi ranahnya Kabupaten/Kota.

“Dari Pemprov Sulut dalam hal ini Gubernur pasti ada. Yang di sayangkan pihak Kesbangpol Talaud yang kurang sigab dan tanggap. Bahkan dari pengeluhan anggota Paskibra asal Talaud ini kepada kami pelatih mereka datang dengan biaya sendiri dari orang tua,” ujar Iwan kepada manadoterkini.com.

Terpisah, Kepala Badan Kesbangpol Sulut, Johnny Alexander Suak, SE, MSi, menjelaskan bahwa mekanisme penjemputan dan kepulangan para Paskibraka memang menjadi tanggung jawab Badan Kesbangpol Kabupaten/Kota sesuai penetapan pemerintah daerah masing-masing.

“Sudah ditindaklanjuti, Badan Kesbangpol Daerah Sulut telah mengambil kebijakan untuk membelikan tiket pulang Paskibra utusan Kabupaten Talaud tersebut,” kata Johnnny Suak ketika dikonfirmasi media ini, Kamis (21/08/2025) pagi.

“Dan memang, jadwal pulang ke Talaud, hari Jumat besok. Kini mereka tinggal sama kerabat dan keluarga di Manado,” tambah Suak.

Suak menyebutkan bahwa Paskibra untuk 14 kabupaten/kota se-Sulut berjumlah 56 orang telah kembali ke daerah masing-masing dengan aman dan selamat, dan di jemput dan diantar oleh Badan Kesbangpol kabupaten/kota masing-masing.

“Untuk sebagian besar daerah 56 Anak Paskibraka, proses penjemputan berjalan baik dan lancar. Semua Paskibraka sudah dipulangkan dengan aman dan kembali ke daerah masing masing di jemput oleh Kesbangpol Kabupaten/Kota. Tinggal 4 peserta dari Talaud yang belum pulang, dan Kesbangpol Provinsi Sulut sudah tanggulangi dengan membeli tiket,” ungkapnya.

Ditanya soal honor bagi 60 peserta Paskibra, Suak menyebutkan sudah disiapkan Rp2 juta per orang. Dan, tinggal tunggu pembayaran saja, akhir Agustus ini, pastinya aman semua.

“Pokoknya semua peserta sejak ikut latihan, makan dan minum sampai penginapan di hotel aman semua. Termasuk pakaian selama latihan dan seragam Paskibra, semuanya aman. Ya, tinggal tunggu pemberian honor saja,” pungkasnya.

Ia juga menegaskan, sejak 2023 hingga 2024, program Paskibraka tingkat provinsi ditangani oleh Kesbangpol Sulut. Namun, tidak ada anggaran khusus untuk perjalanan datang dan pulang utusan Kabupaten/Kota, sehingga biaya perjalanan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah asal, sesuai SK Walikota atau Bupati yang menetapkan peserta Paskibraka Utusan Kabupaten Kota, tapi kedepan kita akan anggarkan.

Johnny berharap, ke depan mekanisme ini bisa dipahami dan dijalankan dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan serupa.

“Yang terpenting, anak-anak kita tetap bisa pulang dengan selamat, membawa kebanggaan sebagai Paskibraka yang sudah mengharumkan nama daerahnya,” tambahnya. (*/ald)