Sri Mulyani Guyur Rp 1 Triliun Untuk SulutGo

manadoterkini.com, SULUT – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati

mengalokasikan dana sebesar Rp 11,5 triliun untuk disebar ke tujuh BPD, yaitu Bank DKI, bjb, Bank Jateng, Bank Jatim, Bank SulutGo, Bank Bali, dan Bank Jogja.

“Hari ini yang tanda tangan Jabar, DKI, Jateng, Sulawesi Utara, Gorontalo total seluruh untuk anggaran BPD sekitar Rp11,5 triliun,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, pemerintah tak menerapkan syarat yang ketat bagi BPD.

Pemerintah, kata dia, hanya meminta dana itu disalurkan kepada sektor-sektor usaha yang produktif supaya upaya pemulihan ekonomi berjalan lancar.

“Kita inginkan BPD bisa memberikan kredit murah kepada sektor usaha agar bisa membangkitkan usahanya yang terdampaknya terutama di daerah,” ujarnya.

Program penempatan dana di BPD merupakan kelanjutan dari penempatan dana di empat bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Keempat bank itu yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN.

“Ini merupakan program lanjutan dengan program kerja sama antara bank pembangunan daerah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional,” tuturnya.

Berikut rincian penempatan dana pemerintah di BPD:

1. BPD Jawa Barat dan Banten (bjb) Rp2,5 triliun
2. BPD DKI Jakarta (Bank DKI) Rp2 triliun
3. BPD Jawa Tengah (Bank Jateng) Rp2 triliun
4. BPD Jawa Timur (Bank Jatim) Rp2 triliun
5. BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo (Bank SulutGo) Rp1 triliun
6. BPD Bali (Bank Bali) Rp1 triliun
7. BPD DI Yogyakarta (Bank Jogja) Rp1 triliun

Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey saat melakukan kunjungan kerja di Kota Tomohon, Senin (27/7/2020), dirinya mengapresiasi dukungan pemerintah pusat terhadap pemulihan ekonomi Sulut di masa pandemi Covid-19 melalui penempatan dana di Bank SulutGo.

“Itu karena apa? Karena dia percaya Gubernur akan beking dengan bagus bukang Gubernur menumpang pa Bank SulutGo kong ambe-ambe doi pa Bank Sulut dan dia percaya karena pertumbuhan ekonomi torang disaat Covid aja 4,2%, daerah laeng so minus, karena torang pe strategi pas,” kata Olly.

Menurut Olly, perekonomian Sulut di masa pandemi Covid-19 sebagian besar ditunjang oleh sektor pertanian. Karenanya, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 6% pada tahun 2021, dana di Bank SulutGo akan disalurkan untuk pengembangan sektor usaha produktif di Sulut dengan bunga ringan.

“Kekuatan ekonomi Sulut ada di tangan bapak, ibu, 70% pertumbuhan ekonomi datang dari pertanian, 30% dari tanaman keras, 35% dari tanaman holtikultura, kalau torang kuat pasti ekonomi di Sulut tumbuh terus sehingga masyarakat tidak kehilangan pekerjaan dibantu oleh Bank Sulut dengan bantuan dana Rp 1 triliun dengan bunga yang murah nyanda sama deng pinjam di bank-bank lain nanti depe skema torang ator, depe skema supaya masyarakat mendapatkan pinjaman dengan bunga yang sangat murah sehingga bisa mendapatkan modal untuk usaha yang lebih baik,” lanjutnya. (*/Rizath)

Hari Ini Grab Buka Peluang Usaha Digitalisasi UMKM

manadoterkini.com, SULUT – Untuk mendukung masyarakat yang kini lebih banyak beraktivitas dari rumah dan sekaligus membantu UMKM membuka digitalisasi bisnis di masyarakat dengan program Grab Akselerator UMKM.

Head of East Indonesia, Grab Indonesia Halim Wijaya dalam press conference virtual, Kamis (9/7/2020) lalu mengatakan peluang ini bisa dimanfaatkan para pelaku usaha mendaftarkan diri mulai 20 Juli 2020 di situs www.grabforgood.id.

Menurut Halim Wijaya, program ini menyangkut Pertama Competitive Review, yaitu fokus pada topik seperti legalitas, pemasaran, literasi keuangan, hingga daya saing produk.

Kedua Product Review hal ini merupakan sesi bagi para ahli untuk menilai produk dan rencana bisnis dari para peserta.

Ketiga adalah konsultasi. Sesi untuk mendiskusikan berbagai topik seputar ekspansi pasar, pengelolaan sumber daya, modal dan bantuan bisnis.

Lanjut Halim Wijaya nantinya setiap UMKM bisa menggunakan aplikasi GrabMerchant Platform digital untuk para pelaku usaha mengelola dan mengembangkan bisnis online.

“Jutaan UMKM dapat memanfaatkan aplikasi ini untuk memulai digitalisasi bisnis mereka,” kata Halim.

Halim Wijaya menambahkan, untuk memberikan kesempatan belajar dan meningkatkan kapasitas jutaan UMKM Indonesia, Grab akan menciptakan sebuah microsite. yang berisi langkah usaha yang berisi kiat dan trik untuk membangun bisnis, Album pengusaha lokal yang menampilkan kisah sukses UMKM serta Bergabung dengan Grab langsung mendaftarkan bisnis mereka di platform Grab.

UMKM juga dapat mendaftar sebagai merchant Grab di www.grabforgood.id. (Rizath)

manadoterkini.com, SULUT – Head of East Indonesia, Grab Indonesia Halim Wijaya dalam press conference virtual, Kamis (9/7/2020) mengatakan Grab telah meluncurkan Laporan Dampak Sosial 2019/2020 Edisi Kedua yang difokuskan pada dampak COVID-19 terhadap komunitas dan cara Grab meresponsnya.

“Di Indonesia sendiri, Grab telah berkomitmen lebih dari Rp 260 miliar dan menciptakan lebih dari 24 inisiatif baru untuk meringankan dampak pandemi pada para mitra, garda terdepan, dan komunitas selama pandemi COVID-19,” katanya.

Di Manado, Grab telah menghadirkan 3 layanan baru untuk mendukung mitra, masyarakat, dan juga UMKM di tengah pandemi.

Untuk mendukung masyarakat yang kini lebih banyak beraktivitas dari rumah, dan sekaligus membantu UMKM dan mitra Grab agar tetap memiliki penghasilan, Grab luncurkan layanan kurir GrabAssistant dan layanan belanja GrabMart.

Memasuki era new normal, Grab juga menghadirkan layanan GrabProtect, armada khusus pertama di Indonesia yang memberikan perlindungan tambahan bagi mitra pengemudi dan pelanggan berupa partisi dari plastik tebal untuk keamanan perjalanan.

Grab juga menghadirkan pengantaran tanpa kontak dan bekerja sama dengan petugas medis untuk melakukan edukasi kepada ratusan mitra merchant GrabFood untuk memastikan kebersihan dan keamanan proses usaha kuliner mereka.

Sementara itu Walikota Manado Dr. Ir. Godbless Sofcar Vicky Lumentut, S.H, M.Si, D.E.A., dalam rilisnya mengapresiasi seluruh program Grab yang ada di Kota Manado.

“Langkah baik yang dilakukan Grab pastinya akan berdampak besar kepada masyarakat Manado sekarang dan masa depan. Para pengusaha kecil dan tradisional ini harus siap menghadapi “new normal” dengan tetap bisa menjalankan bisnisnya.”

“Pemerintah juga sudah siapkan lokasi bagi para IKM dan UMKM untuk mereka membuka usahanya kembali. Program #TerusUsaha dari Grab merupakan wujud nyata kolaborasi sektor swasta dan pemerintahan yang dapat membantu digitalisasi UMKM agar memiliki daya saing dan lebih mudah dijangkau pembeli.” jelasnya.

Grab berharap program #TerusUsaha yang dijalankan di Kota Manado akan mendorong perekonomian masyarakat dalam waktu dekat.

“Inisiatif berasaskan gotong-royong yang sudah dijalankan oleh Grab selama pandemi ini kami harapkan mampu membantu masyarakat yang terkena dampak. Grab pun sudah membantu para mitra untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar tetap memiliki daya saing dalam pemulihan ekonomi di era tatanan kehidupan baru. Kami akan terus berupaya agar wirausahawan mikro atau bisnis sekecil apa pun mampu beradaptasi dalam era tatanan baru dan mempertahankan mata pencaharian mereka. Mari bersama ubah susah menjadi peluang dengan Terus Usaha,” tutup Halim. (*/Rizath)

Riset: UMKM dan Gig Worker Berperan Besar Bagi Perekonomian Manado

manadoterkini.com, SULUT – Riyadi Suparno, M.Sc, Direktur Eksekutif, Tenggara Strategics dalam pemaparannya melalui video conference, Kamis (9/7/2020) menyebutkan Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics juga merilis studi yang dilakukan di bulan Januari 2020 di kota Manado, dalam riset tersebut, diketahui bahwa gig economy yang didukung oleh teknologi Grab telah memberi dampak bagi ketahanan ekonomi Manado.

Mitra Grab Manado yang disurvei menyatakan bahwa Grab tidak hanya menawarkan peluang ekonomi yang lebih baik bagi pekerja informal (yang merupakan 56,5% dari total tenaga kerja Indonesia), tetapi juga meningkatkan pertumbuhan bisnis kecil dan menciptakan lapangan pekerjaan di luar platform Grab.

Riyadi menyebutkan,
peningkatan Pendapatan & Pemasukan. Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Manado yang disurvei melihat peningkatan pendapatan hingga 22% menjadi Rp64.7 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Manado meningkat 26% menjadi Rp8.5 juta per bulan sejak bergabung.

Sebanyak 45% mitra merchant GrabFood Manado juga mengaku tidak perlu penambahan modal untuk meningkatkan bisnisnya.

Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan pun dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike di Manado dengan peningkatan pendapatan hingga 105% menjadi Rp5,6 juta per bulan dan 175% menjadi Rp 4,2 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab.

Peningkatan ini membuat para mitra bisa menabung yang membuka akses keuangan lainnya, seperti produk investasi dan pinjaman.

Sejumlah 22% mitra pengemudi GrabBike dan 16% mitra pengemudi GrabCar di Manado baru membuka rekening tabungan pertama mereka ketika bergabung dengan Grab.

Peningkatan penghasilan pun membuat lebih banyak mitra Grab mulai mengatur keuangan pribadi mereka. Sebanyak 76% mitra pengemudi GrabBike dan 73% mitra pengemudi GrabCar sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp1,1 juta hingga Rp1,7 juta. Dengan adanya tabungan di bank dan kesehatan finansial yang lebih baik, sebanyak 59% dari mitra pengemudi GrabBike dan 59% mitra pengemudi GrabCar dapat lebih mudah meminjam uang setelah bergabung dengan Grab karena penyedia jasa keuangan lebih memercayai mereka. Pinjaman ini membuat mereka lebih leluasa mengembangkan bisnis atau berinvestasi pada kendaraan mereka.

Teknologi Membuka Kesempatan Usaha. Dari riset tersebut, terbukti ada banyak masyarakat yang terinspirasi untuk membuka usaha. Sebanyak 10% mitra merchant GrabFood Manado terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 13% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya.

Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. Sebanyak 43% mitra merchant GrabFood dan 19% mitra agen GrabKios di Manado menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Riyadi Suparno, menyatakan melalui riset ini seluruh elemen terkait bisa melihat kontribusi yang sudah dilakukan oleh pihak Grab dalam beberapa waktu ke belakang.

“Saat Manado mulai beradaptasi untuk menyambut era pasca-COVID-19, kami percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung Manado dalam perjalanannya menuju pemulihan ekonomi. Kami melihat bahwa ada peningkatan kualitas hidup para gig workers di Manado sebesar 16% setelah bergabung dengan Grab.”

“Untuk itu, kesiapan para gig workers pelaku UMKM secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal. Dalam riset tersebut, kami juga menemukan bahwa 27% mitra GrabFood mempekerjakan rata-rata dua karyawan baru saat bisnis mulai bertumbuh. Sistem digital dari platform Grab juga bisa membantu mereka tetap menjalankan bisnisnya di tengah wabah COVID-19 dan siap memasuki era tatanan kehidupan baru.“ jelasnya. (*/Rizath)

Grab Fokuskan Dukungan Digitalisasi UMKM Lokal Melalui Program #TerusUsaha

manadoterkini.com, SULUT – Head of East Indonesia, Grab Indonesia Halim Wijaya mengatakan

Grab telah umumkan program baru #TerusUsaha untuk percepat pertumbuhan dan digitalisasi UMKM Manado di era tatanan baru pasca COVID-19.

Menurut Halim Wijaya, riset terbaru menyebutkan bahwa pekerja informal yang tergabung dalam ekosistem Grab telah berkontribusi Rp 402 miliar terhadap perekonomian di kota Manado.

Setelah memberikan kontribusi ekonomi hingga Rp. 402 Miliar di Kota Manado, Grab telah bekerja sama dengan Pemerintah Kota Manado berikan akses digital dan biaya promosi bagi ratusan IKM binaan Disperindag.

Melalui aplikasi serba bisa terkemuka di Indonesia, hari ini, Kamis (9/7/2020) mengumumkan program #TerusUsaha di Manado untuk bantu transformasi digital Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar dapat beradaptasi dan berkembang di era tatanan baru.

“Program ini mencakup pelatihan untuk meningkatkan keterampilan para pelaku UMKM dalam menjalankan bisnisnya, iklan gratis untuk meningkatkan visibilitas UMKM secara online dan sebuah microsite yang dirancang khusus untuk para pelaku UMKM. Grab juga bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Manado untuk membawa ratusan mitra Industri Kecil Menengah (IKM) binaan masuk dalam platform digital. Program ini  juga dirancang khusus untuk mendukung program pemerintah, #BanggaBuatanIndonesia,” jelas Halim dalam rilisnya.

Lanjut Halim, UMKM dan pekerja di sektor informal menjadi tulang punggung ekonomi Manado. Berdasarkan riset Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics, gig worker di empat layanan Grab secara keseluruhan berkontribusi sebesar Rp402 miliar pada perekonomian Manado di tahun 2019, jelas

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik di tahun 2018, menunjukkan terdapat lebih dari 60.000 UMKM di Kota Manado, atau merupakan 20,87% jumlah UMKM di provinsi Sulawesi Utara. UMKM juga menyerap hampir 40% dari jumlah tenaga kerja di Sulawesi Utara, namun faktanya ada lebih dari 92% UMKM Sulawesi Utara yang belum terdigitalisasi.

Melihat hal ini, kebutuhan untuk digitalisasi dan peningkatan kapasitas UMKM untuk bisa beradaptasi dan berkembang menjadi penting agar ketangguhan ekonomi kota Manado dapat terjaga di era new normal ini.

Halim Wijaya menjelaskan, Manado sangat identik dengan pariwisata karena alamnya yang indah. Tumbuhnya sektor pariwisata juga mendorong sektor ekonomi lainnya, yaitu kuliner dan kerajinan yang sebagian besar pelakunya adalah UMKM.

Program #TerusUsaha yang sejalan dengan misi GrabForGood merupakan langkah konkret dari Grab untuk meningkatkan kemampuan, kapasitas, serta jangkauan bagi UMKM dan individu dalam menyambut masa depan ekonomi digital.

“Kami akan mendorong bisnis kecil dan tradisional untuk merangkul teknologi dan menuju digitalisasi, untuk memastikan mereka tidak tertinggal dalam era digital. Untuk memastikan UMKM di Manado tetap mampu bertahan dan terus maju di tengah wabah COVID-19, kami sediakan berbagai wadah dan teknologi untuk pelaku UMKM belajar dan mulai melakukan transformasi digital bersama Grab.” kata Halim.

Program #TerusUsaha yang siap membantu digitalisasi UMKM Manado. Grab akan meluncurkan berbagai inisiatif dalam 6 bulan ke depan untuk membantu UMKM Manado untuk:

#1) Meningkatkan Visibilitas dan Permintaan.
Digitalisasi IKM dengan Disperindag kota Manado: Fokus pada digitalisasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang ada di bawah naungan Disperindag.

Sebanyak 100 IKM di Kota Manado telah terdigitalisasi melalui layanan GrabMart dan GrabFood agar mereka mendapatkan kesempatan lebih besar dan bisa lebih dijangkau oleh masyarakat luas.

Grab juga membantu memberikan biaya pengiriman khusus kepada IKM terdaftar guna meningkatkan peningkatan penjualan mereka. Diharapkan bantuan ini bisa mendorong permintaan masyarakat kepada produk-produk yang dipasarkan oleh mitra IKM.

Dukung Usahawan Lokal: Grab akan membantu puluhan ribu UMKM untuk meningkatkan visibilitas online dan meningkatkan penjualan melalui penyediaan iklan gratis khusus pada laman utama aplikasi.

Grab juga akan memberikan ruang untuk beriklan di media sosial dan saluran digital Grab. Pelanggan akan diarahkan pada laman transaksi langsung saat meng-klik iklan ini.

#2) Memberikan Pelatihan Keterampilan dan Pertumbuhan bagi Bisnis Kecil. Microsite khusus bagi UMKM: Ruang bagi jutaan UMKM untuk mencari tips terkait pengembangan bisnisnya, inspirasi dari bisnis kecil yang sukses, dan cara bergabung dalam ekosistem digital Grab: www.grabforgood.id.

Grab Akselerator UMKM: Grab bermitra dengan organisasi nirlaba, Sahabat UMKM, dalam menyediakan program akselerasi lengkap bagi pemilik usaha kecil di Indonesia.

Peserta terpilih akan mengikuti program pelatihan gratis selama 2,5 bulan yang difokuskan pada Business Assessment, Product Review dan Konsultasi. Berbagai topik juga akan dibahas termasuk legalitas, pemasaran, literasi keuangan,  pengelolaan sumber daya, modal, hingga daya saing produk.

Para pemilik usaha kecil dapat mendaftarkan diri mereka di microsite mulai 20 Juli 2020. Program pelatihan ini akan diberikan oleh praktisi yang ahli dan berpengalaman di bidangnya.

#3) Menciptakan Kesempatan Pendapatan Baru Bagi Mereka yang Membutuhkan. Menjadi Agen Individu GrabKios: Grab juga menghadirkan inisiatif untuk membantu masyarakat yang mata pencahariannya terdampak akibat COVID-19, untuk bergabung sebagai agen individu GrabKios. Mereka bisa menawarkan produk finansial dan digital seperti pengiriman uang, pembelian produk asuransi mikro, pembayaran tagihan, dan pulsa melalui aplikasi GrabKios kepada komunitas sekitar mereka.

Hal ini akan membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan, selain juga membantu menyediakan layanan digital bagi 170 juta masyarakat Indonesia yang belum memiliki akses perbankan atau yang terbatas. Individu yang tertarik hanya perlu mengunduh aplikasi GrabKios untuk mendaftar, lalu akan dilakukan proses verifikasi hanya memerlukan waktu 24 jam sebelum mereka bisa mulai berjualan.

Sementara itu Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Olly Dondokambey yang diwakili oleh Asisten II, Praseno Hadi, MM, Ak pada video conference mengatakan sangat mendukung. Gubernur menyambut baik program yang dijalankan oleh Grab di Kota Manado.

“Peran Industri, Kecil dan Menengah (IKM) di Sulawesi Utara tentunya sangat besar, terutama untuk penyerapan tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Namun, transformasi digital menjadi kunci agar IKM bisa bertahan dan bertumbuh. Pemerintah sangat mendukung program #TerusUsaha milik Grab yang  akan membantu IKM di Manado bisa memiliki daya saing dan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat luas. Dari pihak pemerintah, saya sudah ajak masyarakat untuk berbelanja barang-barang kebutuhan dari IKM yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Grab membuat masyarakat jadi lebih mudah dalam berbelanja dari rumah cukup dengan smartphone. Kita harus bersama-sama membantu keberlangsungan IKM di tengah pandemi supaya perekonomian tetap berputar dengan baik.” jelas Praseno Hadi. (*/Rizath)

Gubernur Olly Dondokambey Jual Kopra ke Bitung

Olly Dondokambeymanadoterkini.com, SULUT – Bagi Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, Senin (8/6/2020) dengan menyetir mobil truk, bermuatan kopra sebanyak 4,12 ton yang akan dijualnya ke PT Multi Nabati Sulawesi, Kota Bitung.

Berangkat dari kediamannya di Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara, sambil didampingi istri tercinta, Rita Tamuntuan.

Ditengah perjalanan, tepatnya di Wangurer, Bitung, Olly sendiri sempat berhenti sejenak untuk mengurus surat jalan sebelum menyopir truk hingga pabrik.

Selain menjual kopra yang ditampung pabrik dengan harga Rp 7.150 per kilogram, Olly juga berkesempatan melihat langsung proses pembelian kopra yang dilakukan pihak pabrik.

Menurut Olly oopra tersebut diangkut dari tempat fufu (tempat pengolahan kopra) dan membawa kopra ke pabrik.

“Saya datang kemari untuk melihat secara langsung mutu kopra itu sendiri dan konsultasi dengan pabrik bagaimana meningkatkan hasil mutu kopra petani sehingga harganya juga bisa maksimal dan masyarakat mendapatkan manfaat yang lebih baik,” kata Olly.

Dirinya juga meminta masyarakat tidak takut menjual kopra berkualitas baik ke pabrik.

“Melihat secara langsung kegiatan ini ternyata berjalan dengan baik sehingga petani di Sulut jangan takut seluruh produk kopra mereka pasti dibeli oleh Wilmar yang penting mutunya kita akan jaga terus supaya kadar airnya tambah lebih baik sehingga manfaat buat kita semua bisa kita rasakan secara langsung,” ungkap Olly.

Lebih lanjut, Olly juga mengajak masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitasnya untuk mencegah penyebaran COVID-19 di Sulut.

“Masyarakat jangan berhenti beraktifitas ekonomi tapi syarat-syarat yang diminta pemerintah untuk melakukan standar COVID-19 seperti hari ini pabrik ini bisa berjalan dengan baik, tapi semua menggunakan masker, semua menggunakan standar COVID-19 sesuai yang dianjurkan oleh pemerintah, sehingga pabrik ini tidak diam dan saya juga mengharapkan masyarakat juga begitu,” ujar Olly.

“Semua harus mengikuti standar COVID-19 agar supaya kegiatan ekonomi di Sulut itu berjalan, karena virus COVID-19 ini setali tiga uang dengan kegiatan ekonomi kita, harus berjalan bersama sama. Kita lawan virus COVID-19 ini dan ekonomi kita juga harus jaga dan jangan kita takut sambil kita memproteksi diri kita,” tegas Olly Dondokambey. (*/Rizath)

BSG Cabang Tahuna Salurkan Bantuan Terkait Covid-19

bsg2 BSGmanadoterkini.com, TAHUNA – Kepedulian pihak Bank SulutGo (BSG) cabang Tahuna pantas diakui banyak pihak. Pasalnya, baru-baru ini BSG melakukan pemberian 250 paket bantuan bahan pokok bagi masyarakat terdampak Covid-19 yang berprofesi sebagai sopir luar kota dan penjual kue/makanan.

Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Ezar Gaghana SE ME bersama Branch Manager Bank Sulut Cabang Tahuna, Albert Tambariki SE didampingi sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe,

“Terima kasih atas kepedulian BSG Cabang Tahuna yang dengan tulus membantu warga,” ujar Jabes.

Sementara sejumlah warga penerima bantuan tersebut mengaku sangat berterima kasih atas kepedulian BSG. “Kami hanya mampu berdoa semoga Bank SulutGo cabang Tahuna diberkati, mereka benar-benar peduli dengan kami orang kecil, ” terang sejumlah warga antusias. (Victor Layuk)

Langgar Maklumat Walikota, Siap-siap Izin Usaha Retail Dicabut Dinas PM-PTSP

manado
Wali Kota GS Vicky Lumentut saat mengunjungi salah satu pusat retail di Kota Manado belum lama ini.

manadoterkini.com, MANADO –  Maklumat Walikota Manado GS Vicky Lumentut terkait pembatasan jam operasional sejumlah retail atau toko modern yang tersebar di Kota Manado mulai pukul 09.00 pagi sampai pukul 21.00 atau jam 9 malam, telah disepakiti bersama melalui meeting vidcom yang diikuti perwakilan retail seperti  Fresh Mart, Galaxy Mart, Multimart, Smart Store, Golden Swalayan, Transmart, Lotte Mart, Alfamart, Indomaret, Paniki Jaya, Fiesta Ria, Alfamidi, Jumbo Swalayan, Indo Grosir dan Hypermart disaksikan DPD Aprindo Sulut, Rabu (13/5/2020) sore tadi.

Pembatasan jam operasional ini diberlakukan mulai Kamis (14/5/2020) besok. Dinas PM-PSTP (Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Manado sendiri siap mengedarkan dan mensosialisasi maklumat tersebut ke masyarakat luas setelah ditanda tangani wali kota.

“Diharapkan pemilik retail ikut mensosialisasi maklumat Wali Kota ini, ditempel sejumlah retail. Jangan ada lagi bilang tidak tahu soal ini maklumat itu,” tegas Kadis PM-PSTP Kota Manado, Charles Rotinsulu.

Isi maklumat wali kota terkait social dan physical distancing tersebut antara lain, tidak memperbolehkan pembeli atau pengunjung yang tidak memakai masker melakukan transaksi jual beli dalam retail.

Ada petugas khusus setiap retail untuk melakukan alat pengukuran suhu tubuh terhadap pengunjung. Dalam melakukan transaksi, memperhatikan jarak 1 meter antar pengunjung maupun kasir.

“Jadi sirkulasi udara diperhatikan. Jangan paksakan pengunjung terkumpul berlebihan dalam ruangan yang kapasitas hanya mampu melayani beberapa orang saja, karena memperhatikan jarak. Dan pastikan pengunjung memakai masker, jika tidak jangan dilayani,” pesan Wali Kota GSVL.

Ada sanksi menanti jika ditemukan toko-toko modern tersebut tidak memperhatikan maklumat wali kota tersebut. “Sanksinya ditutup, atau bisa sampai pencabutan izin usaha oleh PTSP. Maklumat ini nanti ditaruh di tempat-tempat strategis,” tegas GSVL.

Maklumat wali kota ini berlaku selama masa tanggap darurat hingga 29 Mei nanti sambil melihat perkembangan pasca pandemic covic-19. “Kasat Pol PP saya minta dikawal maklumat ini,” pesan Wali Kota dua periode.(*aldi)

1.872 Pekerja Perhotelan Dapat Bantuan BSG

Sulutgo
Kantor Utama Bank Sulutgo di Manado

manadoterkini.com, SULUT – Bank SulutGo (BSG) sebagai Bank Daerah terus aktif membantu pemerintah dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19 terhadap masyarakat.

Direktur Utama BSG, Jeffry Dendeng, didampingi Direktur Umum, Revino Pepah, menjelaskan pihaknya kali ini memberikan bantuan kepada 1.872 pekerja disektor perhotelan yang dirumahkan bahkan pemutusan hubungan kerja akibat terdampak COVID-19.

“Jadi kali ini BSG memberikan bantuan bahan pokok kepada 1.872 orang pekerja yang tersebar pada 18 hotel di daerah ini. Jumlah tersebut berdasarkan data dari pengurus hotel karena situasi pandemi COVID-19 sehingga banyak dari mereka yang dirumahkan,” jelas Jeffry Dendeng.

Pihaknya pun berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban kebutuhan ekonomi mereka.

Lanjut Dendeng saat ini, sesuai anjuran Pak Gubernur untuk penerapan budaya Mapalus, harus saling support moril maupun materil dan mendoakan agar kita semua bisa segera keluar dari masa sulit ini.

Sementara Direktur Umum, Revino Pepah, menambahkan bantuan BSG akan terus disalurkan kepada berbagai pihak yang terdampak COVID-19.

Diketahui sebelumnya bantuan BSG juga telah disalurkan kepada lintas sektor, diantaranya tiga ribuan ojek online, delapan ribuan pensiunan dan media.

Terkait bantuan BSG ini, Ketua PHRI Sulit, Nico Lieke, menghaturkan terima kasih atas perhatian ‘Torang Pe Bank’ terhadap pekerja perhotelan yang terdampak COVID-19. “Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kami,” ujar Lieke. (*/Rizath)

BSG Bakal Berikan Bantuan Bagi 7.623 Pensiunan

Sulutgo
Kantor Utama Bank Sulutgo di Manado. (Foto. Ist) 

manadoterkini.com, SULUT – Ditengah situasi menghadapi masa Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh Negara termasuk di daerah Sulawesi Utara, Bank SulutGo (BSG) yang akrab dengan slogan Torang Pe Bank bakal membantu para pensiunan.

Direktur Umum BSG, Revino Pepah didampingi Pemimpin Corporate Secretary, Jane Rombepajung dan
Pemimpin Departemen Public Relation, Heince Rumende menjelaskan, pihaknya
akan segera memberikan bantuan bahan pokok kepada kalangan pensiunan yang pembayaran pensiun lewat BSG yang ada di Wilayah Sulut dan Gorontalo.

“Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat disaat wabah Pandemi COVID-19, kami akan memberikan bantuan bahan pokok kepada kalangan pensiunan PNS yang pembayaran pensiun mereka melalui Bank Sulut di wilayah Sulut dan Gorontalo,” ungkap Pepah melalui Rumende, Rabu (29/04/2020).

Lebih lanjut Rumende menjelaskan, pihaknya telah melakukan pendataan jumlah pensiunan tersebut berjumlah total 7.623 orang, yang terbagi pada Wilayah Sulut sebanyak 5.869 orang dan Wilayah Gorontalo 1.754 orang.

Kegiatan bantuan tersebut akan dilaksanakan saat pembayaran Pensiun bulan Mei 2020 ini.

“Kegiatan di laksanakan 4 hari mulai Senin tgl 4 s/d 8 mei 2020,” jelas Rumende seraya menambahkan kegiatan bantuan juga sebelumnya juga telah dilaksanakan untuk lebih dari 2000 ojek online yang tersebar di Manado dan sekitarnya. (*/Rizath)