Minahasa Selatan

Desa Kumelembuai Satu Rayakan HUT ke-28 dengan Semangat Persatuan dan Refleksi Pembangunan

×

Desa Kumelembuai Satu Rayakan HUT ke-28 dengan Semangat Persatuan dan Refleksi Pembangunan

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, KUMELEMBUAI –  Desa Kumelembuai Satu merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 pada Sabtu (23/8), yang menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat desa untuk mengenang perjalanan panjang pembangunan serta memperkuat komitmen menuju masa depan yang lebih baik.

‎Acara peringatan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Camat Kumelembuai, Michael Kamang Waworuntu, jajaran Forkopimcam Kumelembuai, para hukum tua, tokoh masyarakat, dan warga Desa Kumelembuai Satu.

‎Pejabat Hukum Tua Desa Kumelembuai Satu, Rivo Mongkaren, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan ini sebagai momentum mempererat rasa persatuan dan kebersamaan.

“Melalui semangat HUT Desa ke-28 ini, mari kita tingkatkan persatuan, kekompakan, dan kerja sama seluruh warga dalam membangun Desa Kumelembuai Satu yang kita cintai,” ujar Rivo.

‎Ia juga mengingatkan pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa.

‎“Sebagai generasi penerus, kita harus meneladani semangat para pejuang yang rela mengorbankan harta, benda, bahkan nyawa demi kemerdekaan yang kini kita nikmati,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rivo menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak lepas dari peran serta aktif seluruh masyarakat.

‎“Pemerintah tidak akan berhasil merealisasikan program kerja tanpa dukungan dari seluruh warga. Mari kita isi momen Hut Desa dan Hut kemerdekaan ini dengan karya dan kontribusi positif sesuai bidang masing-masing,” tegasnya.

‎Di akhir sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara HUT ke-28 Desa Kumelembuai Satu.

‎“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, sehingga acara berjalan lancar, meriah, dan penuh makna,” pungkasnya.

‎Perayaan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi sarana refleksi atas kemajuan yang telah dicapai, serta forum perencanaan menuju pembangunan desa yang berkelanjutan.(str)