Berita PilihanEkonomi dan BisnisManado

Mendesak untuk Pembangunan Infrastruktur Sulut, Percepatan Pembebasan Lahan MORR Tiga 

×

Mendesak untuk Pembangunan Infrastruktur Sulut, Percepatan Pembebasan Lahan MORR Tiga 

Sebarkan artikel ini

BPJN Sulut mendesak percepatan pembebasan lahan MORR Tiga di Manado karena masih ada puluhan bidang tanah yang belum tuntas, menghambat kelanjutan proyek vital ini.

manadoterkini.com, MANADO – Percepatan kelanjutan pembangunan Manado Outer Ring Road (MORR) tiga di Manado, belakangan terkendala masalah krusial yakni pembebasan lahan. Tidak heran Pemerintah Provinsi Sulawesi didesak untuk segera menyelesaikan masalah krusial tersebut.

Masih terdapat sejumlah bidang tanah yang belum bebas di dua segmen proyek diakui Kasatker PJN Wilayah I, Ringgo Radetyo.

“Situasi ini memerlukan koordinasi lintas instansi yang lebih intensif. Karena keterlambatan ini berpotensi besar menghambat penyelesaian proyek MORR tiga secara keseluruhan,” aku Ringgo

Ia pun mengakui pembebasan lahan ini menjadi pekerjaan rumah bersama antara BPJN Sulut, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulut, serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Dinas Perkimtan) Sulut sehingga bisa dipercepat.

“Tanpa penyelesaian masalah lahan, pemerintah pusat, dalam hal ini Jakarta, tidak dapat mengucurkan anggaran pembangunan secara optimal,” lanjut Ringgo dikutip dari kantor berita Antara Sulut.

 

Kendala Pembebasan Lahan MORR Tiga Tahap Empat

Ringgo Radetyo menjelaskan bahwa di segmen MORR tiga tahap empat, masih ada sembilan bidang tanah yang belum tuntas pembebasannya. Dari jumlah tersebut, lima bidang sudah memasuki tahap konsinyasi, sementara empat bidang sisanya masih dalam proses pembebasan lahan.

Kondisi ini tentu menjadi tantangan serius bagi BPJN Sulut yang sedang berupaya menyelesaikan proyek. Pembangunan MORR tiga tahap empat sendiri memiliki panjang 2,6 kilometer. Proyek ini merupakan kelanjutan dari tahap-tahap sebelumnya yang sudah rampung.

Keterlambatan pada tahap ini dapat berdampak domino pada jadwal keseluruhan proyek. Proses konsinyasi dan pembebasan lahan memerlukan koordinasi yang cermat. Semua pihak terkait harus bersinergi untuk mempercepat penyelesaian masalah ini.

 

Tantangan di MORR Tiga Tahap Lima

Selain tahap empat, Ringgo juga menyoroti kondisi di MORR tiga tahap lima. Pada segmen ini, jumlah bidang tanah yang belum bebas bahkan lebih banyak. Tercatat, sekitar 17 bidang lahan masih belum berhasil dibebaskan hingga saat ini.

Angka 17 bidang ini menunjukkan skala tantangan yang lebih besar di tahap lima. Jika masalah pembebasan lahan MORR Tiga ini tidak segera ditangani, progres pembangunan akan tertunda signifikan. Hal ini bisa menimbulkan kerugian waktu dan biaya.

Penyelesaian masalah lahan di kedua tahap ini sangat krusial. Kesiapan lahan menjadi prasyarat utama bagi pemerintah pusat untuk melanjutkan pendanaan dan pengerjaan konstruksi. BPJN Sulut berharap ada langkah konkret dari Pemprov Sulut.

 

Dampak dan Kolaborasi Lintas Instansi

Ringgo menegaskan bahwa belum tuntasnya pembebasan lahan di kedua segmen MORR tiga ini akan menghambat pembangunan secara keseluruhan.

“Jakarta prinsipnya siap masuk kalau lahan sudah pasti bebas, kita kerja paralel dan itu sedikit menghambat,” ujarnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa dana pusat siap dikucurkan jika syarat lahan terpenuhi.

Oleh karena itu, masalah pembebasan lahan MORR Tiga ini menjadi tanggung jawab bersama. BPJN Sulut tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan penuh dari BPN Sulut dan Dinas Perkimtan Sulut. Ketiga instansi ini harus duduk bersama mencari solusi terbaik.

Pembangunan MORR tiga ini merupakan proyek strategis yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas di Manado dan sekitarnya. Tahap empat yang sedang dibangun sepanjang 2,6 kilometer ini adalah kelanjutan dari MORR tiga tahap satu (1,5 km), tahap dua (1,5 km), dan tahap tiga (1,9 km) yang telah selesai. (*/ald)