Berita PilihanManado

Ecoli di Atas Ambang Batas, DPRD Manado Bungkam, Moniaga : Jangan Diam Seribu Bahasa

×

Ecoli di Atas Ambang Batas, DPRD Manado Bungkam, Moniaga : Jangan Diam Seribu Bahasa

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, MANADO – Air bersih yang di produksi Perumda Wanua Wenang belakangan menjadi ancaman serius bagi kesehatan publik mencuat di Kota Manado. Anehnya, hingga kini anggota legislatif yang merupakan legitimasi warga Kota Manado bungkam alias diam seribu bahasa.

Padahal, sangat jelas dalam dokumen Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Kepatuhan BPK-RI Tahun 2023 hingga Triwulan III 2025, terungkap bahwa pengujian kualitas air yang dilakukan PDAM dinilai belum sepenuhnya memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023.

“Ada apa dengan dewan Kota Manado. Air bersih yang produksi PDAM Manado, ternyata terpapar bakteri E-COLI di atas ambang batas maksimal dan sudah jadi bolah liar d masyarakat, kenapa meraka hanya bungkam, ” kata aktivis Sulut Iwan Aloisius Moniaga kepada manadoterkini.com, Kamis (26/3/2026) di salah satu rumah kopi di bilangan Paal 2, Manado.

Pasalnya, air bersih yang seharusnya menjadi sumber kehidupan, justru terindikasi terkontaminasi bakteri berbahaya E-Coli – mikroorganisme yang berasal dari tinja manusia dan berisiko memicu penyakit pencernaan hingga infeksi serius.

“Hal ini harusnya menjadi atensi bagi mereka, karena berhubungan dengan Hajat hidup orang banyak yang adalah kebutuhan pokok atau kebutuhan dasar yang sangat penting bagi seluruh rakyat Indonesia, yang pengelolaannya diatur oleh negara (Pasal 33 UUD 1945) untuk kemakmuran bersama,” urai Moniaga.

Kontaminasi bakteri E-COLI yang berasal dari tinja atau kotoran manusia di dalam air bersih produksi PDAM Manado tersebut dinilai bukan kelalaian semata.

Indikasinya adalah, biaya uji laboratorium pada air yang diproduksi tidak mencapai 1 persen dari biaya beban umum pengelolaan keuangan di perusahaan milik warga Kota Manado itu.

“Dalam data LHP BPK-RI yang saya peroleh, PDAM hanya menganggarkan biaya uji laboratorium dibawah satu persen dibandingkan dengan biaya lainnya yang digunakan untuk operasional PDAM,” tukas Moniaga.

Jika demikian, Moniaga menilai wajar apabila kualitas air bersih produksi PDAM tidak bagus. Karena hanya mengandalkan tawas dan kaporit.

“Kalau anggaranya hanya dipakai pada hal yang tidak berhubungan dengan kualitas air, wajar kalau kualitasnya diragukan dan bahkan terkontaminasi bakteri tinja manusia,” tuturnya.

Mantan Presidium GMNI ini, menyindir fungsi pengawasan DPRD Manado yang seharusnya mengingatkan Wali Kota Andrei Angouw selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) yang juga masih saja diam, malah terkesan membiarkan.

“Jangan nanti ada korban dulu baru bergerak. Bukan tidak mungkin ribuan pelanggan sudah terpapar e-coli. Untuk dipanggil hearing saja, mungkin tidak terpikirkan bagi mereka. Padahal ini berhubungan ribuan warga Kota Manado,” tegasnya. (***)