Berita PilihanPemerintahan

Pemprov Sulut Gerak Cepat, Langsung Aktifkan Posko Darurat, Data Korban di RS dan Kerusakan Dikebut,

×

Pemprov Sulut Gerak Cepat, Langsung Aktifkan Posko Darurat, Data Korban di RS dan Kerusakan Dikebut,

Sebarkan artikel ini

manadoterkini.com, SULUT – Pasca gempa bumi Magnitudo 7,6 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara langsung bergerak cepat melakukan pendataan korban di seluruh rumah sakit kabupaten dan kota, sekaligus menginventarisasi kerusakan fasilitas publik.

Di bawah arahan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, tim gabungan dikerahkan menyisir fasilitas kesehatan di berbagai wilayah seperti Manado, Bitung, Tomohon, dan Minahasa. Pendataan dilakukan secara real-time guna memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

Selain itu, inventarisasi kerusakan juga terus dikebut. Laporan awal mencatat sejumlah fasilitas publik terdampak, mulai dari kantor pemerintahan, rumah sakit, rumah ibadah, hingga permukiman warga.

 

Langkah Strategis Tanggap Darurat

Dalam menghadapi situasi ini, Pemprov Sulut langsung mengaktifkan sejumlah langkah strategis:

 

Pusat Komando Aktif

Posko Tanggap Darurat dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) segera dioperasikan untuk memantau perkembangan situasi secara real-time.

 

Koordinasi Intensif

Sinergi dilakukan bersama BMKG, BNPB, BPBD kabupaten/kota, serta unsur TNI dan Polri guna mempercepat proses evakuasi dan pengamanan.

Pemerintah daerah diinstruksikan segera mengevakuasi masyarakat di wilayah rawan, khususnya pesisir, menuju titik aman dan menyiapkan lokasi pengungsian.

 

Pendataan Menyeluruh

Tim gabungan melakukan pendataan kerusakan dan korban. Laporan awal mencakup kerusakan fasilitas publik seperti Kantor Wali Kota Manado, RS Bethesda di Tomohon, rumah ibadah, serta permukiman warga di Minahasa, Bitung, dan Tomohon.

Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing informasi hoaks, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan.

Gubernur Yulius Selvanus juga telah melaporkan kondisi terkini kepada Menteri Dalam Negeri RI, sembari memastikan proses pendataan terus berjalan di 15 kabupaten/kota terdampak. Ia turut menginstruksikan jajaran untuk memberikan penanganan maksimal kepada korban, termasuk bagi keluarga korban meninggal dunia.

Pemprov Sulut menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memastikan keselamatan warga sebagai prioritas utama, sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.

Data yang berhasil dirangkum media ini, Kerusakan Dua Gereja Katolik di Wilayah Minahasa, Akibat Gempa Bumi, 2 April 2026.

Kerusakan bangunan akibat gempa juga terjadi pada dua Gereja Katolik (Paroki Kembes dan Paroki Rumengkor) di wilayah Kabupaten Minahasa.

Di Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari. Sebuah rumah milik warga dilaporkan rusak parah setelah tertimpa talud yang ambruk akibat getaran gempa. Pemilik rumah, Roni Endwa Siahaya (53).

Gedung KONI Sulut Hall B lapangan basket sebagian ambruk dan memakan korban tertimbun material dan diinformasikan meninggal dunia atas nama Deice Lahia. (***/Pra)