Senin, 1 Juni 2020

Wagub Kandouw Berharap Pemberdayaan Perempuan Akan Pengaruhi Ekonomi Sulut

 

Sulutmanadoterkini.com, SULUT – Pemberdayaan perempuan diharap mampu memberikan dampak terhadap kemiskinan di Sulawesi Utara.

Hal inilah yang diharapkan Wakil Gubernur Sulut, Drs Steven Kandouw dikala dirinya membuka kegiatan Temu Daerah Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Nyiur Melambai, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI), di Four Point Sheraton Manado, Selasa (09/05/2017).

“Pemberdayaan perempuan yang baik akan sangat berpengaruh dalam perputaran ekonomi Sulut,” kata Kandouw.

Pada kesempatan itu, Kandouw juga mengingatkan, bahwa bumi nyiur melambai menempatkan perempuan dan laki-laki setara, sehingga peluang bagi perempuan untuk berpartisipasi, positif terbuka lebar.

Lebih lanjut, menurut Kandouw, perempuan Sulut yang memiliki kreatifitas yang baik dan berpotensi untuk menjadi pengusaha, karena itu, kreatifitas dan peluang harus terus dikembangkan.

Wagub pun sempat menyampaikan salah satu peluang yang pada momen sekarang ini tepat untuk para perempuan.

“Kerajinan tangan yang bagus kini bisa di jual untuk turis asing, ini peluang yang bisa dimanfaatkan” ujar Kandouw.

“Dari pada termakan iming-iming bekerja di luar dengan gaji melimpah, namun ternyata menjadi korban trafficking, lebih baik menjadi wirausaha yang bisa memberi efek positif dalam laju perkembangan ekonomi daerah tercinta ini,” ungkapnya.

Koordinasi pemerintah kabupaten/kota dan pemprov Sulut menjadi salah satu perhatian. Ini menurutnya, untuk mengsikronkan program serta menghindari kesalapahaman.

Kegiatan ini dilaksanakan 2 hari, 9-10 Mei 2017, sementara untuk 10 Mei diisi dengan field tour, dimana para peserta akan turun langsung ke lapangan.

Diketahui kegiatan tersebut difasilitasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulut. Hadir pada pembukaan, Sekretaris Deputi Partisipasi Masyarakat KemenPPPA RI, Yuni, Kadis DP3A Sulut, Ir Meike Pangkong, unit Kerja PP-AS Provinsi dan Kabupaten Kota, wakil dari LSM, Ormas, PSW dan PSGA dan juga pelaku Usaha maupun Media.(alfa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*