Lolang : Manado Dipilih Karena Sukses Gelar Apresiasi Film Indonesia

manadomanadoterkini.com, SULUT – Ketua Panitia FFI 2017 Leni Lolang menjelaskan alasan dipilihnya Manado sebagai tuan rumah FFI 2017.“Manado terpilih karena sudah berpengalaman menyelenggarakan Apresiasi Film Indonesia.Persiapannya sudah matang. Kami optimis kegiatan ini akan sukses. Tak lupa juga kami berharap dukungan dari media,” kata Lolang.

Untuk diketahui 5 Oktober lalu, panitia Festival Film Indonesia (FFI) 2017 secara resmi mengumumkan daftar nominasinya. Tercatat, ada 22 kategori yang disuguhkan di FFI tahun ini. Masing-masing nominator akan bersaing untuk membawa pulang Piala Citra. Dari 22 kategori yang ada, 18 adalah kategori untuk film panjang, sementara 4 lainnya untuk film pendek, animasi dan dokumenter. Ada pula kategori penghargaan khusus yakni lifetime achievement dan in memoriam.

(tim/mlz)

Malam Puncak Anugerah Apresiasi Film Indonesia Sukses Digelar

Setelah menjalani serangkaian acara dari registrasi, proses seleksi, pengumuman nominasi, bahkan roadshow dibeberapa kota di Indonesia, termasuk di Manado, malam puncak anugerah Apresiasi Film Indonesia (AFI) akhirnya sukses digelar, di Grand Kawanua Convention Center, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (08/10/2016) malam.

afi

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengawali sambutannya mengatakan, terima kasih kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy, atas perannya yang begitu besar untuk Sulut, karenanya pada kegiatan Gala Diner yang sekaligus dirangakaikan dengan pengumuman nominasi, dalam rangka HUT Provinsi Sulut ke-52, pemprov Sulut memberikan penghargaan warga kehormatan kepada Mendikbud Muhadjir Effendy.

afi

“Atas nama pemerintah provinsi Sulut mengucapkan terima kasih atas peran besar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy untuk Sulut. Karena itu, kami memberikan penghargaan warga kehotmatan. Muda mudahan ini menjadi perhatian khusus bagi kemajuan pendidikan di Sulut, ” ungkapnya.

afi

Diapun berterima kasih dan bangga atas dipilihnya Sulut sebagai tuan rumah AFI 2016. “Kami juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan penyelenggara acara AFI di tahun 2016, karena sudah memili Sulut sebagai tuan rumah. Bagi Sulut ini suatu kebanggaan karena baru kali ini diadakan AFI di wilayah ini, sejak 52 tahun berdirinya Profinsi Sulut, “tandas Dondokambey.

afi

Gubernur Dondokambey pun berharap dengan kehadiran AFI di Sulut, bisa membawa generasi muda akan lebih mencintai seni dan seni peran sehingga nantinya bisa bersaing ditengah kanca perfilman Nasional.

afi

“Kami harapkan bagi bupati dan walikota dan seluruh stakeholder perfilman di Sulut, agar mulai hari ini kita dorong supaya nilai nilai kebudayaan sulawesi utara mulai bisa menjadi corong dan bisa ditampilkan di kawasan nasional, ” tutur Dondokambey.

afi

“Ini perlu saya sampaikan, karena sekarang ini Sulut sedang mendorong sektor pariwisata agar bisa menjadi salah satu tempat tujuan pariwisata, baik dalam negeri maupun luar negeri, ” ungkapnya sembari berharap malam penghargaan AFI 2016 di Sulut berkesan bagi para tamu.

Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dalam sambutannya mengatkan, Film Indonesia pada tahun 2015 dan 2016 banyak disukai masyarakat Indonesia, dan menjadi salah satu tontonan pilihan utama. Salah satu ukurannya adalah, ada film Indonesia yang sudah ditonton lebih dari 6 juta penonton, selama 30 hari penayangan di bioskop.

“Hal ini menunjukan bahwa film kita mulai mampu menunjukan supremasinya di negara sendiri, dan mampu menghasilkan gagasan gagasan besar, ide-ide yang menarik sehingga diakui keberadaannya. Dukungan kemajuan tehnologi dibidang perfilman dikuasai, perlengkapan produksi, pasca produksi serta ketrampilan dan kedisiplinan tinggi para insan film sehingga sekarang telah memasuki era panen raya perfileman indonesia, ” ujarnya.

Lanjut Muhadjir, semua itu merupakan potensi yang luar biasa sehingga dengan kemampuan yang ada maka tinggal mengoptimalkan kreatifitas dan inovasi sehingga perfilman Indonesia dapat diperhitungkan didalam negeri dan diluar negeri.

Diapun menyampaikan bahwa film menjadi tugas kementerian pendidikan dan kebudayaan karenanya dia berharap seluruh insan perfilman Indonesia memahami kemana film Indonesia akan dibawah.

“Film indonesia tidak lepas dari visi mulianya, misi sucinya yaitu sebagai pengembang amanat pendidikan bangsa. Oleh karena itu kami akan terus memantau, memberi dorongan, dan juga memberi perhatian terhadap perjalanan film indonesia di masa yang akan mendatang, ” tandas Muhadjir sembari mengharapakan tahun tahun mendatang kerjasama yang erat akan terjalin antara kemendikbud dan insan perfilman Indonesia, sehingga semakin akrab dan kompak dalam rangka membangun Indonesia jaya, berkemajuan dan penuh dengan kreasi kreasi yang mengejutkan.

Diketahui, pelaksanaan AFI tahun ini adalah kelima kalinya. Pertama tahun 2012 dilaksanakan di Sentul Bogor Jawa Barat, 2013 di Senayan Jakarta, 2014 di Medan, 2015 di Jogja dan 2016 dilaksanakan di Manado.

Turut hadir dalam malam puncak penganugrahan Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw, Ir Rita dondokambey-Tamuntuan, dr Kartika Devi Kandouw -Tanos MARS, Wakil Ketua OJK RI, Ketua DPRD Sulut, Forkopimda, Bupati dan Walikota, pejabat lingkup Pemprov Sulut serta tamu undangan dan para artis Ibukota diantaranya Rima Melati, Widyawati, Marini, Poppy Sovia, Kiniaryosi dan Karina Salim, Donny Damara, Dadang C Noer, Teuku Zacki, Ruth Sahanaya, Andira ,Sarah Idol, Bisma Smas.(alfa/advetorial)

Inilah Daftar Pemenang Malam Anugerah AFI 2016

 

sulutmanadoterkini.com, SULUT – Daftar nominasi ajang Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016 yang dilaksanakan di Grand Kawanua Convention Center, Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (08/10/2016) tadi malam, dan para pemenang sudah diapresiasi dan menerima piala Dewantara AFI 2016.

Para daftar nominasi pemenang ini berhasil didapat setelah dipilih beberapa dewan juri yang diketuai oleh Embi C. Noer, dengan anggota: Totot Indrarto, Yan Wijaya, Tommy F. Awuy, Dimas Jayasrana, Tio Pakusadewo, Chandra Endroputro, Lukman Sardi, Lasja F. Soesatyo, Dewi Umaya, dan Ratih Ibrahim.

Berikut daftar lengkap penerima penghargaan AFI 2016 :

KATEGORI PENGHARGAAN UTAMA

Apresiasi Film Cerita Panjang Bioskop:
Salawaku
Apresiasi Film Panjang Non Bioskop:
Istirahatlah Kata-kata
Apresiasi Film Pendek Kategori Umum:
Pangreh
Apresiasi Film Pendek Kategori Pelajar:
Ijinkan Saya Menikahinya
Apresiasi Film Pendek Kategori Mahasiswa:
Emak
Apresiasi Film Dokumenter Kategori Umum:
Pantja Sila: Cita-cita & Realita
Apresiasi Film Dokumenter Kategori Mahasiswa/Pelajar:
Kami Hanya Menjalankan Perintah, Jenderal!
Apresiasi Film Animasi Kategori Umum: Timun Emas
Apresiasi Film Animasi Kategori Pelajar dan Mahasiswa:
Lakuna
Apresiasi Film Anak:
Amarta

KATEGORI PENGHARGAAN KHUSUS:

Apresiasi Asosiasi:
Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI)
Apresiasi Lembaga Pendidikan:
Universitas Multimedia Nusantara, Serpong
Apresiasi Komunitas:
Sumbawa Cinema Society
Apresiasi Festival Film:
Jogja-Netpac Asian Film Festival
Apresiasi Kritik Film:
Hikmat Darmawan
Apresiasi Program Film:
Layar Perak (Program TV)
Apresiasi Trailer Film:
Ach… Aku Jatuh Cinta
Apresiasi Poster Film:
Ada Apa Dengan Cinta 2
Apresiasi Pemerintah Daerah:
DI Yogyakarta

PENGHARGAAN INSPIRATIF:

Apresiasi Adi Karya (lifetime achievement untuk kategori karya film):
Si Mamad
Apresiasi Adi Insani (lifetime achievement untuk kategori insan film):
Hartanto

Malam Anugerah AFI 2016 digelar oleh Kemdikbud RI melalui Pusat Pengembangan Film (Pusbang Film) bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Sulut dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sulut.

Diketahui, beberapa film nasional yang masuk daftar nominasi Apresiasi Film Indonesia 2016, diantaranya seperti film My Stupid Boss, Ada Apa Dengan Cinta 2 dan film Athirah, baru akan tayang di bioskop Minggu depan.(alfa)

Sulawesi Utara Siap Sambut Ratusan Artis Nasional

Tumuntuanmanadoterkini.com, SULUT – Penyelenggaraan iven spektakuler Apresiasi Film Indonesia (AFI) telah didepan mata. Panitia Lokal yang dinahkodai oleh Ketua Ir Rita Dondokambey Tamuntuan dan Wakil Ketua Kartika Devi Kandouw Tanos menyatakan kesiapan untuk menggelar iven ini.

“Sulut siap menyambut ratusan artis nasional yang akan berpartisipasi dalam iven AFI, ” tegas Ketua Panitia Lokal Rita Dondokambey Tamuntuan.

“Manado bakal menjadi ibukota film Indonesia Oktober ini karena ratusan artis papan atas serta sinema bakal membanjiri kota Tinutuan untuk menghadiri malam penganugerahan Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016 pada 8 Oktober 2016,” tandasnya.

Sementara, Ketua Harian AFI 2016 Fanny Legoh mengatakan bahwa para artis tersebut sudah mengkonfirmasikan kehadiran mereka pada panitia. Dibeber Fanny, sejumlah artis akan tiba sebelum hari H dan akan terlibat pada sejumlah kegiatan pra AFI, antaranya mengunjungi sekolah – sekolah.

Dikatakan Fanny, panitia sudah siap untuk menghelat acara itu. ” Semua sudah siap, dari penginapan, transportasi hingga tempat penyelenggaraan kegiatan, ” ungkap Legoh sembari mengatakan iven AFI di Sulut juga menjadi ajang untuk membangkitkan potensi perfilman Sulut.

Dikatakan Legoh, potensi perfilman Manado sangat besar. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya artis nasional berdarah Manado. Ternyata setelah dicek, banyak artis yang ternyata berdarah Sulut, ada yang ibunya berdarah Manado atau ayahnya, ” kata dia.

Untuk menggarap potensi tersebut, Legoh berencana membentuk badan perfilman daerah. “Dengan badan ini potensi perfilman daerah akan tergarap maksimal, visinya adalah dari Manado ke Jakarta, ” ujar dia.

Selama ini, warga Manado harus hijrah ke Jakarta untuk bisa berkiprah di dunia perfilman. Namun, dengan adanya badan tersebut, maka warga Sulut yang berpotensi bisa sekolah akting di Manado.
“Nanti akan kita bicarakan dengan pak Gub,” tuturnya sembari mengatakan badan ini masih berupa usulan.(alfa)

Menteri Puan Harapkan Insan Perfilman Indonesia Berikan Nilai Positif Bagi Masyarakat

puan maharani
Foto Menko PMK Puan Maharani saat malam nominasi Apresiasi Film Indonesia (AFI) di GKIC Novotel Manado

manadoterkini.com, SULUT – Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, minta insan perfilman Indonesia untuk senantiasa memperhatikan makna dan pesan yang ingin ditampilkan dalam setiap filmnya.

“Dalam setiap pembuatan film Indonesia insan perfilman Indonesia tidak hanya memperhatikan aspek komersilnya saja, namun juga keinginan untuk menyebarkan nilai-nilai positif, nilai-nilai yang memberikan motivasi kepada masyarakat, memberikan inspirasi untuk kemajuan dan memperkuat karakter kebangsaan Indonesia,” ungkap putri Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Menurut Puan film tidak hanya menghibur, namun juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk menyampaikan nilai-nilai positif yang bermanfaat bagi kehidupan bangsa.

“Bisa dalam bentuk pengetahuan ilmiah, semangat nasionalisme, perilaku positif, mimpi untuk kehidupan yang lebih baik dan sebagainya. Film dapat menghipnotis para penontonnya, dimana mereka akan menerima perilaku para pemain yang dianggap sebagai hero. Bahkan melalui perfilman propaganda untuk kepentingan tertentu juga dapat dilakukan,” ujarnya.

Masyarakat kita telah mengalami lompatan budaya dari budaya lisan menjadi tulisan dan berkembang menjadi budaya tontonan, dan tidak heran film memiliki pengaruh besar bagi masyarakat kita saat ini.

“Semoga apresiasi dapat diberikan pada film-film yang mampu membawa pesan nilai budaya, kearifan bangsa dan pembangunan karakter bangsa,” tandas Puan sembari mengatakan Indonesia kaya akan kebudayaan, kearifan bangsa dan keindahan pesona negeri. Karena itu, Insan perfilman juga dapat memperkuat kekayaan budaya dan pesona negeri yang ada di Indonesia.(alfa)

Apresiasi Film Indonesia 2016

 

AFImanadoterkini.com, SULUT – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Apresiasi Film Indonesia memberikan penghargaan kepada para insan film tanah air, baik para profesiaonal maupun pelajar dan mahasiswa atas komitmen, ketekunan, kerja keras, dan semangat mereka dalam menghadirkan film-film yang berkualitas.

AFI hadir berangkat dari keinginan untuk membantu memajukan industri film tanah air. Oleh karenanya sejak perhelatan pertama hingga saat ini AFI terus berupaya untuk menghadirkan gelaran yang tak hanya merakyat namun juga penuh makna dan sarat akan pembelajaran disetiap tahunnya.

Pemilihan Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sebagai ajang pesta AFI 2016 diharapkan akan membangkitkan gairah perfilman di Bumi Nyiur Melambai yang sejak lama kaya akan potensi insan perfilman Nasional. (alfa)

Berikut jadwal kegiatan AFI 2016, baik yang sudah terselenggara maupun yang akan dilaksanakan.

10 Juni 2016 ; Launching AFI 2016. Pada Launcing tersebut sudah dilakukan penandatanganan MoU antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey sebagai penyelenggara AFI 2016.

17 Juni – 24 Agustus 2016
Periode pendaftaran AFI 2016.

1 Juli – 17 September 2016
Periode penjurian.

7 September – 2 Oktober 2016
Road Show AFI 2016 (Diskusi dan Nonton bareng) di Banjarmasin, Makasar, Malang dan Padang.

23 September 2016
Pengumuman nominasi AFI 2016, sekaligus Gala Diner peringatan HUT Provinsi Sulawesi Utara ke-52, dilaksanakan di GKIC (Grand Kawanua Convention Center) Manado.

6,7,8 Oktober 2016
Zona AFI 2016 : Pameran, lorong waktu, Bazaar, di area terbuka Grand Kawanua Manado.

8 Oktober 2016
Pawai artis keliling Kota Manado, Malam Anugerah AFI 2016, di GKIC Manado.

Tim Seleksi Film AFI 2016
Adrian Jonathan
Devi Rahmawati
Dewi Hughes
Lulu Ratna
Perdana Kartawiyudha

Tim Juri AFI 2016
Chandra Endroputro
Dewi Umaya
Dimas Jayasrana
Embi C Noer
Lasja F Susatyo
Lukman Sardi
Ratih Ibrahim
Tio Pakusadewo
Tommy F Awuy
Totot Indrarto
Yan Widjaja

Nominasi AFI 2016 Diumumkan pada HUT Provinsi Sulut

Fanny Legoh
Fanny Legoh Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut.

manadoterkini.com, SULUT -Apresiasi Film Indonesia (AFI) yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pusat Pengembangan Perfilman (Pusbang Film) kian dimantapkan. Kegiatan pada Oktober 2016 ini, akan segera mengumumkan film yang masuk nominasi.

Hal ini dikatakan Fanny Legoh, Ketua Harian AFI kepada sejumlah wartawan di ruang komisi IV dewan provinsi (deprov).

Program yang menjadikan Sulawesi Utara (Sulut) sebagai tuan rumah dinilai bakal memacu kreatifitas dalam dunia film.

“Hasil nominating dari 236 judul film akan diumumkan tanggal 23 September saat HUT Provinsi” ujar Fanny Legoh Sekretaris Komisi IV DPRD Sulut.

Ditambahkan Legoh, artis film berdarah kawanua akan diundang diacara ini Seperti Mika Tambayong, Wiliam Umboh dan Yongky Mokalu.

“Kami Panitia akan melaksanakan nonton bareng. Namun lokasi dan pelaksanaannya belum dapat dipastikan antara tanggal 23 September sampai dengan 1 Oktober 2016,” kata Legislator dari PDIP ini.

James Karinda sebagai Ketua Komisi IV DPRD Sulut sangat mengapresiasikan pelaksanaan AFI.

“Acara ini saya yakin akan sangat menunjang pariwisata daerah kita juga,” singkatnya.(Jef )