Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Minahasa Selatan

Dana KUBE di Minsel Diduga Dikebiri Oknum Pegawai Dinsosnakertrans

×

Dana KUBE di Minsel Diduga Dikebiri Oknum Pegawai Dinsosnakertrans

Sebarkan artikel ini

AMURANG, (manadoterkini.com)-Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang diperuntuhkan untuk warga kurang mampu lewat kelompok yang dibentuk saat ini sudah disalurkan oleh Kementerian Sosial lewat rekening kelompok penerima. Hanya saja, penyaluran tersebut diduga dipotong secara sepihak oleh sejumlah oknum pegawai yang ada di Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Minahasa Selatan (Minsel).

Hal ini diakui oleh sebagian kelompok penerima bantuan, mereka mengaku diharuskan menyetor sejumlah uang tanpa penjelasan yang jelas.

Seorang anggota KUBE di Amurang mengatakan, saat pencairan pertengahan Agustus lalu, beberapa oknum dari Dinsonsnaker datang dan meminta sejumlah uang baik, kepada perorangan dan juga kelompok. “Perorangan menyetor Rp 25 ribu. Kalau untuk kelompok harus menyetor sampai total jutaan rupiah. Alasannya untuk pembuatan proposal serta berbagai hal lainnya,” kata salah satu anggota KUBE asal Amurang sambil meminta namanya jangan ditulis.

Dia juga mencurigai, beberapa KUBE penerima bantuan adalah kelompok dadakan atau sengaja dibentuk oleh petugas di Dinsosnakertran. “Yah, tujuannya hanya untuk mendapatkan keuntungan tersendiri. Itu yang saya pikir, bisa diusut agar mengetahui oknum yang suka mengambil keuntungan lewat bantuan pemerintah tersebut,” katanya.

Senada dikatakan penerima KUBE di Kecamatan Taeraran. Dia menduga kalau ada oknum pegawai di Dinsosnakertrans Minsel melakukan permainan saat pemasukan proposal untuk mendapatkan bantuan KUBE. Menurutnya, ketika ada kelompok memasukan proposal dan tidak diterima, proposal itu hanya dikembalikan tanpa menjelaskan apa yang harus dilengkapi. “Tujuannya, agar kelompok menyerahkan pada pegawai Dinsosnakertrans untuk membuat proposal tersebut yang nantinya harus menyetor sampai Rp 500 ribu. Ada beberapa kelompok juga informasinya menyetor sampai Rp 4 juta,” katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinsonsnaker Minsel DR Meydi Maindoka melalui Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial Jonson Tumanken yang dikonfirmasi membantahnya. Dia menegaskan jika akan menindak tegas bila mana ada oknum di instansinya yang terlibat melakukan pemotongan dana tersebut. “Itu tidak benar, dan kalau terbukti, kami akan tindak tegas, itu saja intinya,” tukas Tumanken.

Dirinya juga mengatakan, untuk pencairan bantuan KUBE langsung ditranfer ke rekening kelompok. Pencairan bantuan diperuntukan untuk 80 KUBE, terbagi 30 kelompok perkotaan dan 50 kelompok pedesaan. “Setiap kelompok menerima Rp 20 juta. Pihak kami tentunya akan menindaklanjuti untuk mencari kebenarannya. Mungkin juga ada pegawai yang mengaku dari Dinsosnakertrans sengaja meminta uang pada kelompok yang dimaksud. Ini akan menjadi perhatian kami dan akan diselidiki agar mengetahui oknum yang bermain guna mencari untung dari bantuan pemerintah tersebut,” tandasnya.(dav)